
...!Attention!...
Cerita ini di tunjukkan/dipublikasikan hanya untuk sekadar hiburan semata, tidak bermaksud menyinggung ataupun mencemarkan nama baik orang atau tokoh dalam alur cerita, cerita ini murni haluan author, jadi tolong bijak dalam membaca alur cerita, Selamat membaca readers 🥰🥰🥰
*
*
*
Pukul 16.00
Saat ini Alina tengah terbaring di kasur kamarnya, ditemani oleh Vano disampingnya yang tengah mengompres perut Alina yang sedang kram
.
.
.
Flashback
Bruukk
Vano dan Kinara pun menoleh ke arah kebelakang
__ADS_1
"Alinaaa!!!" Ucap mereka berdua serempak
Vano dan Kinara pun segera menghampiri Alina yang tiba² saja sudah terduduk lemas di lantai
"Alina? Kamu baik² saja?" Vano bertanya pada Alina seraya mengulurkan tangannya untuk membantu Alina bangun dari duduknya
"Mass, perutku kram" Rintih Alina seolah-olah sedang kesakitan, yang tentu saja ia hanya berpura-pura
Vano pun kembali membantu Alina untuk berdiri namun, "Mas, aku nggak bisa berdiri, sakit banget" Ucap Alina seraya mengeluarkan air mata palsunya
Vano yang tidak tega dengan keadaan Alina pun langsung menggendong Alina, walaupun sebenarnya ia juga sedang sakit
"Vano, kamu sedang sakit, apa kamu kuat menggendong Alina? Kalau nggak kuat, biar aku bantu saja Alina" Ucap Kinara seraya menepuk pundak Vano
Alina yang mendengar ucapan Kinara semakin emosi kepada Kinara ia pun kembali berakting dan semakin menjadi-jadi, "Mass, aku nggak kuat jalan, gimana nanti kalo aku keguguran" Alina kembali mengeluarkan air mata palsunya
"Baiklah" Walapun Kinara membenci Vano, namun di hati kecil Kinara, ia masih mencintai Vano, karena bagaimanapun ia sudah hidup berumah tangga dengan Vano selama 5 tahun lamanya, jadi tidak mungkin ia melupakan Vano secepat itu
Vano pun membopong tubuh Alina ke kamarnya, di ikuti oleh Kinara di belakangnya
Setelah sampai di kamar Alina, Vano langsung menaruh tubuh Alina di kasur kamarnya, tidak lupa Vano meminta Kinara menghangatkan air untuk mengompres perut Alina yang kram
"Kinara, tolong hangatkan air lalu masukkan airnya ke dalam bantal penghangat" Titah Vano pada Kinara
"Hmm" Kinara mengangguk lemas menanggapi ucapan Vano
__ADS_1
15 menit kemudian Kinara datang dengan bantal penghangat, ia pun segera memberikan bantal tersebut kepada Vano, dan Vano pun langsung mengompres perut Alina seraya mengelus rambut Alina
Namun Vano tidak fokus saat mengompres perut Alina karena melihat wajah Kinara yang pucat dan tampak sedang kelelahan
Vano pun menghentikan kegiatannya, "Kinara?" Lirih Vano
Kinara yang sedang menunduk pun segera menatap Vano, "Ada apa?" Lirih Kinara
Vano pun segera bangkit dari kasur Alina untuk menghampiri Kinara, Alina yang melihat itu pun mendengus kesal seraya mengepalkan tangannya
Vano memegang kedua pundak Kinara dengan lembut, "Kinara? Apa kamu sedang sakit?" Tanya Vano dengan nada lembut
Kinara menggelengkan kepalanya seraya tersenyum tipis
"Kalau kamu sedang sakit lebih baik kita ke dokter" Jujur saja Vano saat ini lebih mengkhawatirkan keadaan Kinara daripada Alina, walaupun Alina sedang hamil
"Apa? Ke dokter, nggak² ini nggak boleh terjadi" Batin Alina
Alina pun kembali melancarkan aktingnya, "Mass, tolong jangan pergi" Alina kembali menangis namun kali ini sedikit lebih dramatis, ia bahkan mengigit bibir bawahnya seakan² sedang sangat kesakitan
*
*
*
__ADS_1
****Hai guys, ini novel perdananya author, jadi tolong dimaklumi dan di maafkan apabila dalam alur cerita ada salah kata atau mungkin kurang tepat kata-katanya.🙏🙏🙏****