
...!Attention!...
Cerita ini di tunjukkan/dipublikasikan hanya untuk sekadar hiburan semata, tidak bermaksud menyinggung ataupun mencemarkan nama baik orang atau tokoh dalam alur cerita, cerita ini murni haluan author, jadi tolong bijak dalam membaca alur cerita, Selamat membaca readers 🥰🥰🥰
*
*
*
"Untuk apa kamu membawa kan makanan ke kamar ku sepagi ini?" Tanya Kinara dengan ketus
Vano pun mengelus lembut kepala Kinara, "Kemarin malam kamu belum makan sayang, kamu pasti lapar kan? Ayo makan dulu, tadi Alina sudah memasakkan untuk mu" Ucap Vano seraya mengambil nampan makanan yang ia bawa untuk Kinara
"Tidak perlu, aku tidak lapar, kamu makan saja sendiri!" Ucap Kinara seraya mengangkat tangannya untuk menyetop aksi Vano
"Sayang, jangan keras kepala, ini demi kebaikanmu, ayo cepat makan" Ucap Vano sedikit tegas
Kinara menghela napas, dengan sangat terpaksa ia memakan makanan yang dibawakan oleh Vano
__ADS_1
Di tengah-tengah makannya, Kinara kembali berbicara, "Emm, Mas aku minta izin untuk pergi menemui seseorang hari ini" Lirih Kinara
Vano kembali mengelus rambut Kinara, "Memangnya kamu mau bertemu dengan siapa? Hmm?" Tanya Vano dengan suara yang melembut, hatinya sangat senang karena sudah sekian lama Kinara tidak memanggilnya dengan sebutan "Mas"
"Aku akan keluar dengan~" Belum sempat Kinara menjawab, tiba-tiba saja ponsel Vano berbunyi, yang membuat Vano segera bangkit dan mengangkat telponnya
(Di telpon)
"Hallo, ada apa? Apa ada masalah di kantor?" Tanya Vano setelah mengetahui bahwa yang meneleponnya adalah sang sekertaris
"Emm, begini tuan, ada seorang wanita yang memaksa untuk bertemu dengan tuan, saya sudah katakan bahwa tuan sedang mengambil cuti, tapi dia terus memaksa saya untuk menghubungi tuan"
"Baik tuan"
"Sayang, sepertinya mas harus berangkat, Mas akan menanyakan tentang pertemuanmu setelah mas pulang, jaga dirimu baik² dan jangan pulang terlalu malam" Ucap Vano seraya mengelus lembut pipi Kinara
Kinara hanya mengangguk tanda mengiyakan, setelah itu Kinara meraih tangan Vano untuk mencium tangannya, lalu dilanjut Vano yang mencium kening Kinara
"Mas pergi dulu ya sayang" Ucap Vano seraya melenggang pergi meninggalkan Kinara
__ADS_1
Di sisi lain, dari tadi ada seseorang yang menguping pembicaraan mereka, " Mau kemana dia? Aku harus mengikutinya"
.
.
Sesuai dengan janjinya, Kinara benar² akan menemui seseorang, setelah bertahun-tahun ia di tinggal dengan penuh rasa sakit
Kini Kinara sedang berdiri di atas jembatan kecil seraya menatap aliran sungai yang begitu menenangkan, ia memejamkan matanya tak kala ingatan tentang masa² indahnya bersama seseorang kembali menyelimuti pikirannya, "Huh, apa yang aku pikirkan, ingatlah Kinara saat ini kamu sudah memiliki seorang suami" Gumam Kinara
Hanya riasan sederhana yang menempel pada wajah Kinara, ia tidak mungkin mempercantik diri dihadapan laki² lain, terlebih lagi kini Kinara sudah memiliki suami, walapun ia sudah tidak memiliki rasa kepada Vano, tapi apa kata orang jika seorang wanita mempercantik diri dihadapan pria lain sedangkan ia sudah memiliki suami
Tidak butuh waktu lama, sentuhan tangan lembut mengelus punggung Kinara sekilas, yang membuat ia terlonjak kaget, "Kinara" Lirih seseorang
*
*
*
__ADS_1
****Hai guys, ini novel perdananya author, jadi tolong dimaklumi dan di maafkan apabila dalam alur cerita ada salah kata atau mungkin kurang tepat kata-katanya.🙏🙏🙏****.