Belenggu Pernikahan

Belenggu Pernikahan
Pertengkaran Gio dan Vano


__ADS_3

...!Attention!...


Cerita ini di tunjukkan/dipublikasikan hanya untuk sekadar hiburan semata, tidak bermaksud menyinggung ataupun mencemarkan nama baik orang atau tokoh dalam alur cerita, cerita ini murni haluan author, jadi tolong bijak dalam membaca alur cerita, Selamat membaca readers 🥰🥰🥰


*


*


*


Mendengar ucapan Vano, Gio langsung bangkit dari tempat duduknya, darahnya seketika langsung mendidih, amarahnya memuncak, "Apa!!! Apa yang kau ucapan Vano!!" Gio sudah Tidak dapat mengontrol amarahnya, ia langsung melayangkan tinjuan kepada Vano


"Mass, sudah cukup mas, apa yang kamu lakukan" Ucap Rania,ia sedang berusaha melerai pertengkaran mereka


"Kurang ajar, kau Vano, laki² br*ngs*k, berani sekali kau menduakanku adikku hah?" Ucap Gio dengan nada tinggi, rahangnya mengeras, ia benar² sedang dibawah emosi saat ini


"Mas tenang lah dulu, kasihan Zia, dia ketakutan lihat kamu kayak gitu" Ucap Rania seraya mengusap punggung sang suami


Tersadar akan kehadiran sang anak, Gio pun langsung menoleh kebelakang, dan di lihatnya sang anak yang bersembunyi dibelakang badan sang mama


Gio pun segera menghampiri anaknya, "Sayang, maafkan papa ya? Apa papa membuat Zia takut?" Ucap Gio dengan nada yang mulai melembut


"Papa jangan kayak gitu lagi, Zia takut"

__ADS_1


"Iyaaa sayang" Di usapnya lembut kepala sang anak


Gio pun kembali menoleh ke arah Vano, "Katakan kenapa kau melakukan ini kepada adikku?"


Vano menghela napas berat, "Jujur saja mas, aku menikahi Alina bukan karena cinta, tapi aku hanya menginginkan seorang keturuanan" Lirih Vano


Mendengar pernyataan Vano, membuat Gio semakin naik pitam, ia ingin melayangkan pukulan lagi kepada Vano, tapi ditahan oleh Rani, "Mas jangan seperti ini aku mohon, kita selesaikan dengan kepala dingin saja"


"Apa yang perlu di selesaikan dengan kepala dingin hah? Dia mempoligami adikku dengan alasan yang tidak masuk akal" Gio kembali meninggikan nada bicaranya


Hati Kinara kembali merasakan sesak ketika kejadian yang sudah mulai di terima kini kembali memanas, jujur saja pembelaan sepeti ini lah yang sangat ia nantikan, pasalnya selama ini Kinara disakiti tapi tidak ada sama sekali yang membelanya, egois bukan? Tapi rasa sakit yang teramat dalam membuat Kinara hanya diam ketika melihat Vano di pukulin dan di hina oleh kakaknya


"Hanya karena masalah sepele seperti itu kau menduakanku adikku hah? Jangan menyalahkan adikku ketika ia tidak bisa memberimu seorang keturunan, bercerminlah dan lihat dirimu, mungkin saja kesalahannya ada padamu bukan pada adikku!!! Sudahlah, aku minta kau segera urus perceraianmu dengan Kinara"


Mendengar permintaan dari sang kakak ipar, membuat Vano memohon sambil berlutut dengan darah yang sudah memenuhi sebagian mukanya,


Deg


'PERNIKAHAN KONTRAK' kata itu sungguh membuat Alina berkecil hati, ada rasa sesak di dadanya namun apalah daya jika kenyataannya memang seperti itu


"Sudahlah kau membuang- buang waktuku saja, ayo Kinara ikutlah dengan kami, kemasi barang²mu" Ajak Gio


Vano semakin kalang kabut mendengar ucapan kakak iparnya, ia langsung memeluk kaki Gio, "Tidak mas, tolong hiks jangan pisahkan aku dengan Kinara, jangan bawa cintaku mas, sungguh aku tidak sanggup hidup jika Kinara pergi"

__ADS_1


"Enyahlah dari kakiku" Gio menghempaskan tubuh Vano dengan kasar dari kakiknya


"Ayo Kinara kita pergi saja dari sini, kenapa kamu diam saja!!"


Kaki Kinara ingin sekali melangkah mengikuti permintaan sang kakak, namun hatinya terenyuh ketika melihat Alina kini sedang berdiri lemah dengan tatapan kosong, bagaimana bisa ia meninggalkan gadis ini sendirian dengan pria egois seperti Vano, ia takut kalau Alina akan dijadikan pelampiasan oleh Vano


Kinara menundukkan kepalanya, "Maaf mas, tapi aku tidak bisa ikut bersamamu hiks"


"Baiklah!! Tinggal lah disini sesukamu! Habiskan hidupmu bersama para penghianat ini!! Ingat bahwa mas pernah membela mu Kinara!! Pulang lah jika hatimu sudah tidak kuat" Gio tidak bisa memaksakan sang adik karena ini adalah pilihan hatinya, ia hanya bisa membela dan menguatkan sang adik


"Ayo Rania kita tinggalkan neraka ini" Ajak Gio dengan menggendong anak kesayangannya


Gio dan Rania pun melenggang pergi meninggalkan rumah ini, tapi sebelum sampai keluar pintu rumah, Gio mengatakan sesuatu yang membuat Kinara merasa bersalah, " Mas benar-benar kecewa kepadamu Kinara"


Setelah memastikan sang kakak sudah pergi, Kinara pun juga pergi dengan menahan sakit yang teramat pada hatinya, satu persatu orang² yang ia sayangi meninggalkannya begitu saja, jika bukan karena Alina, pasti Kinara akan pergi meninggalkan rumah ini


Alina langsung menghampiri Vano, ia memegang pipi Vano, "Mas, kamu tidak Apa?"


Vano menepis tangan Alina, "Aku tidak apa" Ucap nya seraya menatap kepergian Kinara


*


*

__ADS_1


*


****Hai guys, ini novel perdananya author, jadi tolong dimaklumi dan di maafkan apabila dalam alur cerita ada salah kata atau mungkin kurang tepat kata-katanya.🙏🙏🙏****.


__ADS_2