Belenggu Pernikahan

Belenggu Pernikahan
Iba atau Cinta?


__ADS_3

...!Attention!...


Cerita ini di tunjukkan/dipublikasikan hanya untuk sekadar hiburan semata, tidak bermaksud menyinggung ataupun mencemarkan nama baik orang atau tokoh dalam alur cerita, cerita ini murni haluan author, jadi tolong bijak dalam membaca alur cerita, Selamat membaca readers 🥰🥰🥰


*


*


*


Pukul 07. 00


Kinara menggeliat bangun, ia mengerjap-ngerjapkan kedua matanya untuk sekedar mengumpulkan kesadarannya


Di saat ia sudah benar² terbangun, ia baru sadar kalau ada sebuah tangan yang melingkar di perutnya


"Vano? Untuk apa dia tidur di sini? Cihh dasar laki² tidak tau diri, egois. Sepertinya keputusan sudah benar untuk bercerai dengannya" Gumam Kinara


Ia pun menepis tangan Vano dengan sangat kasar, kemudian beranjak dari tempat tidurnya menuju kamar mandi


"Kinara kamu sudah bangun?"


"Menurutmu?" Jawab Kinara sekenanya kemudian menutup pintu kamar mandi dengan cukup kencang

__ADS_1


"Entah mengapa, dulu aku mau menikah dengan laki² sepertinya" Gumam Kinara


Di luar kamar mandi ada Vano yang masih bengong melihat sikap Kinara, "Kenapa Kinara berubah seperti ini" Ucap Vano frustasi seraya menjambak rambutnya


"Ini semua pasti karena Alina" Vano pun beranjak dari tempat tidur Kinara menuju kamar Alina


Vano membanting pintu kamar Alina cukup keras, membuat Alina yang masih tertidur nyeyak seketika tersentak kaget dan langsung terbangun


"Mas Vano.. ada apa sih?" Alina sedikit kesal dengan tingkah Vano


"Alina, ini semua karena dirimu!!" Vano meninggikan nada bicaranya


Alina mengerjap-ngerjapkan matanya, "Aku? Memang apa salahku?" Tanya Alina dengan mimik wajah tak berdosa


"Cihh minta maaf pada Kinara? Tidak sudi" Batin Alina


Alina menatap wajah Vano dengan mengangkat salah satu alisnya, "Apa?!! Apa aku tidak salah dengar? Untuk apa aku meminta maaf pada mbak Kinara. Seharusnya dia yang meminta maaf padaku" Ucap Alina seraya bersedekap dada


"Alina!! Jangan membantah!! Aku yakin Kinara tidak mungkin berbohong"


Alina yang memang memiliki akal licik, kembali melancarkan aksinya, "Terserah kamu mau ngomong apa mas. Aku disini memang serba salah, padahal kamu tau kalau aku sedang hamil, tapi kamu terus-terus saja membentak ku, aku rasa kamu memang tidak menginginkan anak ini. Lebih baik kamu pulang kan saja aku kerumah orang tua ku" Lirih Alina dengan menundukkan kepalanya seraya mengeluarkan air mata palsunya.  "Aku yakin pasti berhasil" Batin Alina


Dan benar saja, Vano menghela napas, "Alina jangan bicara seperti itu, apapun yang terjadi aku tidak akan pernah mengembalikan kamu pada orang tuamu sampai kamu melahirkan bayi itu" Vano menurunkan nada bicaranya

__ADS_1


"Lalu? Jika aku sudah melahirkan bayi ini, kamu akan menceraikan aku begitu?" Lirih Alina


"Entahlah, aku juga tidak bisa berpisah darimu" Vano berkata dengan nada yang sangat lirih, namun masih bisa terdengar walau hanya samar²


"Mengapa? Bukankah di perjanjian aku hanya sebagai ibu pengganti?" Tanya Alina


Vano termenung sejenak, "Entahlah aku hanya merasa kasihan atau sudah mulai mencintai mu" Batin Vano


"Mas?" Alina memanggil Vano yang tampak sedang memikirkan sesuatu


Lamunan Vano buyar tak kala mendengar suara panggilan Alina, "Oh maaf". Vano menghela napas, "Baiklah jika kamu tidak mau minta maaf tidak apa, aku saja yang akan meminta maaf pada Kinara"


Vano mendekat ke arah Alina. Ia pun duduk di samping Alina seraya mengusap lembut perut Alina, sesekali Vano juga mencium perut Alina yang rata


Alina mengigit bibir bawahnya, "Maaf aku harus berbohong mas. Tapi tenang saja suatu saat nanti aku akan segera mengandung anakmu" Batin Alina. Ia pun mengusap lembut kepala Vano yang berada di perutnya


*


*


*


****Hai guys, ini novel perdananya author, jadi tolong dimaklumi dan di maafkan apabila dalam alur cerita ada salah kata atau mungkin kurang tepat kata-katanya.🙏🙏🙏****

__ADS_1


__ADS_2