
...!****Attention****!...
****Cerita ini di tunjukkan/dipublikasikan hanya untuk sekadar hiburan semata, tidak bermaksud menyinggung ataupun mencemarkan nama baik orang atau tokoh dalam alur cerita, cerita ini murni haluan author, jadi tolong bijak dalam membaca alur cerita, Selamat membaca readers 🥰🥰🥰****
*
*
*
Ceklek
Kinara mengunci pintu kamarnya, sedangkan dibalik pintu, Vano terus menggedor-gedor pintu, ia benar² takut Kinara akan salah paham lagi padanya
"Kinara sayang, tolong buka pintunya dulu, mas akan jelasin semuanya Kinara. Sayang.. tolong jangan seperti ini" Lirih Vano dengan suara yang sedikit serak karena menahan tangisan
"Aku mohon kamu pergi dari sini mas, aku benar² sudah muak dengan sikap mu, tolong, tolong tinggalkan aku" Ucap Kinara dengan tangisan yang sudah lolos dari matanya
__ADS_1
"Kinara, mas hanya meminta Alina untuk mengobati sayang, tidak lebih, tolong jangan buat mas merasa bersalah sayang" Kaki Vano seketika melemas, ia terduduk di depan pintu kamar Kinara
"Sudahlah mas, aku yang menyuruh mu untuk meminta Alina mengobati lukamu. Sekarang kamu pergilah, jangan buat Alina lagi² kecewa denganmu" Ucap Kinara dengan suara seraknya
"Baiklah, aku akan pergi, tapi.. mas minta kamu jangan marah pada mas, mas nggak akan sanggup sayang"
Kinara tidak menjawab ucapan Vano, hatinya sedang rapuh ketika melihat kemesraan Vano dan Alina, walaupun ia berusaha untuk terlihat biasa saja, tapi hati kecilnya tetap tidak bisa menerima kemesraan mereka
"Mas pergi dulu sayang, selamat malam" Vano pun berjalan dengan gontai menuju kamar Alina, badannya melemas saat tau Kinara kembali marah padanya, belum selsai masalah satu, muncul lagi masalah yang lain
Kinara pun membuka isi pesan:
"Kinara apa besok kita bisa bertemu, aku sudah sangat merindukanmu" ~Malvin
"Baiklah, besok kita bertemu di taman yang sering kita kunjungi disaat kita masih berpacaran dulu"~Kinara
Begitulah isi pesan teks yang Kinara kirimkan kepada Malvin, entahlah apa yang dilakukannya kini benar atau tidak, yang ada fikiran Kinara saat ini adalah ia membutuhkan seseorang untuk bisa menenangkan hatinya
__ADS_1
Kinara pun meletakkan kembali ponselnya di atas meja rias, kemudian ia pun mengambil sebuah foto, itu adalah foto pernikahan Vano dan Kinara
Kinara tampak sangat bahagia dalam foto tersebut, ia tidak pernah menyangka kalau pernikahannya tidak seindah yang ia bayangkan, suami yang sangat ia cintai dengan sepenuh hatinya, dengan tega memadunya begitu saja, tanpa memikirkan perasaannya
"Sebenarnya apa kurangku mas, hanya karena menginginkan seorang anak, kamu sampai tega menduakan aku" Air mata Kinara kembali menerobos keluar
"Kamu jahat mas, kamu jahat. Kamu adalah laki² egois, aku sangat membenci mu, aku berharap suatu saat nanti kamu akan merasakan bagaimana rasanya hidup tanpa adanya aku disisimu" Ucap Kinara dengan sedikit emosi
Kinara yang kembali tersulut emosi pun, membanting foto pernikahannya sampai retak, Kinara pun membaringkan tubuhnya di kasur, entah kenapa, tiba² saat ini ia terbayang akan masa² indahnya bersama Malvin, " Andai kamu yang menjadi suamiku, mungkin saat ini kehidupanku akan terisi dengan kebahagian bukan penderitaan, tapi kamu meninggalkan aku begitu saja dengan alasan yang tidak jelas. Aku tahu betul kamu pasti menyembunyikan sesuatu dariku" Setelah mengucapkan kalimat itu, Kinara pun berusaha memejamkan matanya
*
*
*
****Hai guys, ini novel perdananya author, jadi tolong dimaklumi dan di maafkan apabila dalam alur cerita ada salah kata atau mungkin kurang tepat kata-katanya.🙏🙏🙏****.
__ADS_1