
...!Attention!...
Cerita ini di tunjukkan/dipublikasikan hanya untuk sekadar hiburan semata, tidak bermaksud menyinggung ataupun mencemarkan nama baik orang atau tokoh dalam alur cerita, cerita ini murni haluan author, jadi tolong bijak dalam membaca alur cerita, Selamat membaca readers 🥰🥰🥰
*
*
*
Alina saat ini tengah mondar mandir di dalam kamarnya, ia benar² sedang panik
"Gimana ini... aku harus ngapain" Gumam Alina seraya mengigit kuku jarinya
"Aku nggak bisa lama² nanti mbak Kinara pasti curiga" Alina memikirkan cara agar bisa mencegah Vano dan Kinara pergi rumah sakit
"Apa aku pura pura² pingsan aja ya" Ucap Alina dengan seringai
Namun sedetik kemudian ia kembali murung, "Tapi bagaimana kalau nanti Mas Vano manggil dokter buat periksa aku, bisa² ketahuan kalau aku nggak hamil" Alina semakin panik karena tidak berhasil menemukan sebuah ide
"Astagaaa... aku harus apaaa" Gumam Alina dengan nada frustasi
Alina pun melirik ponselnya, "Apa aku minta tolong saja ke Ghea?" . "Nggak², pasti membutuhkan waktu yang lama untuk dia kesini"
__ADS_1
15 menit telah berlalu, tapi Alina tetap tidak melakukan apapun, "Ayo berpikir dengan jernih Alina" Ucap Alina dengan nada panik, bahkan karena terlalu panik, Alina sampai mengeluarkan sedikit air matanya
.
.
.
"Kenapa Alina lama sekali?" Lirih Vano
Kinara menghela napas, "Biar aku cek" Kinara pun bangkit dari tempat duduknya dan beranjak menuju kamar Alina
Setelah sampai di kamar Alina, Kinara hendak mengetuk pintu kamar Alina, namun Alina sudah keluar terlebih dahulu
"Alina, kenapa kau lama sekali?" Tanya Kinara
"Haishh, Sudahlah, kita berangkat sekarang" Kinara dan Alina pun turun kebawah, Alina berjalan sedikit lebih cepat dari Kinara
"Mas Vano? Maaf ya kamu jadi nunggu lama" Ucap Alina seraya bergelayut manja di lengan Vano, Alina sengaja melakukan ini untuk membuat Kinara cemburu, dan benar saja, Kinara langsung mengalihkan pandangannya ke samping
Vano yang peka akan hal tersebut, langsung menepis Alina dari lengannya
"Kenapa sih mas? Aku cuman pengen peluk kamu doang kok, toh ini juga bawaan adek bayi" Ucap Alina seraya mengelus perutnya yang kosong
__ADS_1
"Nanti saja pelukannya Alinaa" Lirih Vano seraya menatap hangat wajah Alina
"Kenapa harus nanti? Apa karena ada mbak Kinara di sini?" Tanya Alina dengan nada cukup keras seraya berkacak pinggang
"Alina.. kamu ini kenapa? Kenapa kamu jadi lebih sensitif seperti ini sih?" Lirih Vano sedikit kesal dengan sikap Alina pada Kinara
"Ya karena aku sedang hamil anak kamu mas!! Masa kamu nggak tau tentang ibu hamil sih?" . "Oiya.. ini kan anak pertama kamu, jadi wajar aja sih kamu belum tau" Ucap Alina seraya memutar bola matanya malas
"Sudah cukup Alina!!" Ucap Vano dengan nada sedikit keras
Kinara yang mendengarkan perdebatan mereka pun menghela napas kasar, "Apa kita jadi berangkat?" Suara Kinara pun berhasil membuat perdebatan mereka berhenti
Vano melirik Kinara dan hanya mengangguk menanggapi ucapan Kinara. Kinara pun kembali memapah Vano untuk masuk kedalam mobil, baru saja sampai pintu rumah, tiba² saja
Bruukk
Vano dan Kinara pun menoleh ke arah kebelakang
"Alinaaa!!!" Ucap mereka berdua serempak
*
*
__ADS_1
*
****Hai guys, ini novel perdananya author, jadi tolong dimaklumi dan di maafkan apabila dalam alur cerita ada salah kata atau mungkin kurang tepat kata-katanya.🙏🙏🙏****