Belenggu Pernikahan

Belenggu Pernikahan
Candaan Konyol


__ADS_3

...!Attention! ...


~ Cerita ini di tunjukkan/dipublikasikan hanya untuk sekadar hiburan semata, tidak bermaksud menyinggung ataupun mencemarkan nama baik orang atau tokoh dalam alur cerita, cerita ini murni haluan author, jadi tolong bijak dalam membaca alur cerita, Selamat membaca readers ~


*


*


*


Di kediaman Gio, saat ini Gio dan Kinara tengah bersiap pergi menuju pengadilan, untuk mengajukan gugatan cerai ke pada Vano, sedangkan Rania, ia tidak ikut karena pastinya harus menjaga sang buah hati


Gio yang melihat ekspresi Kinara yang tampak seperti masih ragu pun, memutuskan untuk bertanya, "Kinara kamu sudah siap kan?" Gio berkata sedikit tegas


Kinara tidak menjawab, ia hanya menatap sendu sang wajah sang kakak


Gio pun menghela napas berat, "Kinara untuk apa memikirkan laki² egois sepertinya, dia saja tidak pernah memikirkan perasaanmu saat menikah lagi dengan wanita lain" Gio sedikit kesal dengan sikap Kinara yang lemah

__ADS_1


"Sudah Mas tidak mau tau, hari ini kita akan mengajukan gugatan cerai, jangan sampai kamu berubah pikiran di tengah jalan Kinara" Ucap Gio sedikit mengancam


"Yasudah, ayo kita berangkat" Gio pun berpamitan pada sang istri, begitu juga dengan Kinara, ia pun juga turut berpamitan pada sang kakak ipar


******


Di sepanjang perjalanan Kinara hanya diam seraya menundukkan pandangannya, hari ini ia benar² akan menggugat cerai Vano, ia memang sering mengatakan kata pisah kepada Vano, namun nyatanya, melakukan tak semudah berucap


Hati Kinara gusar, karena bagaimana pun ia dan Vano telah menaungi bahtera rumah tangga selama bertahun- tahun, jadi wajar saja bila Kinara merasa sedih


Gio yang melihat kesedihan sang adik pun sedikit takut, ia takut kalau tiba² saja sang adik akan membatalkan gugatannya kepada Vano


"Kinara kuatkan hatimu, jangan sampai hatimu goyah, karena ini menyangkut masa depanmu dan anakmu, pikirkan saja, Vano tidak mau mengakui anakmu, bukan kah itu justru menjadi trauma yang cukup besar bagi anakmu? Apa jadinya jika ayahnya sendiri tidak mau mengakui anaknya?"


"Mas tau pasti ini berat bagimu, tapi setidaknya pikirkan nasib anak yang ada dikandunganmu, kamu bisa saja menikah dengan laki² lain yang lebih baik selain Vano setelah kalian bercerai, dengan begitu anakmu tidak akan menjadi bahan bullyan temannya"


"Toh siapa juga yang berani membully keponakan dari seorang Giovanno Alvaro, aku pasti akan langsung menghajar bapaknya" Ucap Gio dengan membusungkan dadanya bangga

__ADS_1


"Kalau dia yatim?" Pertanyaan bodoh seketika keluar begitu saja dari mulut Kinara


"Uhuk, uhuk, apa² an kau ini Kinara" Wajah Gio pun berubah masam, entah dari mana candaan bodoh itu bisa keluar dari mulut adiknya


"Hahaha.." Kinara tertawa lepas melihat perubahan wajah sang kakak


"Lagian kenapa mas benci sama Vano? Bukannya nama mas juga ada Vano nya ya?" Kinara kembali menggoda sang kakak


"Jadi kau menyamakan aku dengannya? Cih.. aku ini laki² setia, baik dan tidak sombong. Sudahlah aku besok akan mengganti namaku saja" Jawab Gio dengan cemberut, yang tentu saja itu hanya sebuah candaan


Kinara pun kembali tertawa lepas, Gio pun melirik sang adik, ia diam² ikut tersenyum tipis


Perjalan yang awalnya menegangkan kini menjadi sedikit berwarna dengan candaan dua adik kakak yang konyol ini


*


*

__ADS_1


*


****Hai guys, ini novel perdananya author, jadi tolong dimaklumi dan di maafkan apabila dalam alur cerita ada salah kata atau mungkin kurang tepat kata-katanya.🙏🙏🙏****


__ADS_2