
...!Attention!...
Cerita ini di tunjukkan/dipublikasikan hanya untuk sekadar hiburan semata, tidak bermaksud menyinggung ataupun mencemarkan nama baik orang atau tokoh dalam alur cerita, cerita ini murni haluan author, jadi tolong bijak dalam membaca alur cerita, Selamat membaca readers 🥰🥰🥰
*
*
*
"Apa periksa??!!" Alina yang panik pun segera bangkit dari tempat duduknya
Vano yang melihat gelagat aneh istri mudanya itupun langsung bertanya kepada Alina, "Alina? Ada apa dengamu. Kenapa kamu terlihat sangat panik?" Lirih Vano
Alina semakin panik mendengar pertanyaan Vano, ia pun menjawab dengan terbata-bata, "A-aku, aku ha-hanya kaget saja. Kenapa kalian tidak memberitahuku kalau mau kerumah sakit?" Tanya Alina dengan nada sedih, ia pun mendekat ke arah Vano dan Kinara
Alina meletakkan punggung tangan kanannya di dahi Vano, "Badan mas Vano nggak panas. Kenapa harus di bawa kerumah sakit?" Sebenarnya Alina juga kasihan pada Vano, namun ia lebih takut kalau Kinara ketahuan sedang hamil
Kinara menghela napas kasar, "Sudahlah Alina, biarkan aku membawa Vano untuk periksa, apa kamu tidak kasihan pada Vano?" Tanya Kinara dengan nada dingin
__ADS_1
Alina menatap sinis Kinara, "Apa dia sedang berusaha membuat nama ku buruk dihadapan mas Vano" Batinnya seraya mengepalkan kedua tangannya
"Bu-bukan begitu maksudku, bukankah lebih baik Mas Vano dirawat dirumah saja, toh sakitnya juga tidak terlalu parah" Ucap Alina seraya bersedekap dada
"Memangnya kamu tau Vano sedang sakit apa?" Tanya Kinara seraya menaikkan salah satu alisnya
Gleg
Alina seketika diam mematung, ia melirik Kinara sekilas, hatinya benar² di buat panas oleh Kinara
Jika tadi Vano hanya diam saja, karena ia tidak tau harus membela istrinya yang mana. Namun kali ini ia sudah tidak tahan mendengar pertengkaran keduanya, "Sudahlah Kinara, Alina. Kenapa kalian bertengkar hanya karena masalah kecil seperti ini?" Tanya Vano dengan nada lemah
Namun Vano jelas tahu siapa yang memulai perdebatan ini, "Sudahlah, ayo kita berangkat saja" Ucap Vano berusaha melerai pertengkaran mereka
Alina kembali panik, tadi saja ia sengaja mencari masalah agar bisa mengulur waktu
Saat ini Vano dan Kinara kembali melangkah menuju pintu keluar, namun seketika suara Alina kembali menghentikan langkah mereka, "Tunggu, aku mau ikut" Ucap Alina
Vano dan Kinara pun saling pandang
__ADS_1
"A-aku mau ikut. Aku akan segera bersiap" Ucap Alina kemudian melenggang pergi meninggalkan Vano dan Kinara yang masih diam termangu
Kinara kembali menghela napas, "Yasudah, kamu duduk saja di sofa itu, sambil menunggu istri keduamu" Ucap Kinara dengan nada dingin sekaligus menyindir
Vano melirik Kinara yang sedang memapahya dengan tatapan sendu. Merasa sedang diperhatikan, Kinara pun menoleh ke arah Vano, "Kenapa? Apa aku salah bicara?" Tanya Kinara dengan nada dingin
Vano hanya bisa menundukkan kepalanya, sedangkan Kinara hanya tersenyum sinis melihat sikap Vano
Setelah sampai di sofa, Kinara langsung mendudukan Vano, agar ia tidak kecapekan, "Diamlah disini, aku akan ambilkan minum untuk mu" Ucap Kinara
Namun saat Kinara hendak beranjak pergi, Vano mencekal tangan Kinara, "Jangan pergi, nanti kalau aku kembali mual, siapa yang akan mengantar ku ke kamar mandi?" Lirih Vano
"Yasudahlah, aku temani kamu saja disini" Ucap Kinara lalu duduk disamping Vano seraya mengeluarkan ponselnya
*
*
*
__ADS_1
****Hai guys, ini novel perdananya author, jadi tolong dimaklumi dan di maafkan apabila dalam alur cerita ada salah kata atau mungkin kurang tepat kata-katanya.🙏🙏🙏****