
| Mode Chat |
...----------------...
...Luv โฃ๏ธ...
...----------------...
Devin :
Sayang, dimana ?
Aku udah ada di rumah sakit nih...
^^^Aurora :^^^
^^^Aku ada di kantin sama temen-temen.^^^
^^^Kalau kamu mau bisa kesini.^^^
Devin :
Mereka juga ada disini ?
^^^Aurora :^^^
^^^Iya, by...^^^
^^^Kamu kesini aja, gabung bareng kita.^^^
^^^Kita lagi makan.^^^
Devin :
Ya udah aku ke sana sekarang.
Aku juga bawa pizza kesukaan kamu.
...---ooOoo---...
Setelah melakukan balas membalas pesan singkat, dari arah parkiran rumah sakit, dengan langkah lebar nan percaya diri, Devin masuk ke dalam gedung rumah sakit ini dan langsung menuju ke arah kantin.
Seperti seseorang yang sudah tahu persis denah rumah sakit, Devin dengan mudahnya menemukan lokasi kantin tanpa bertanya pada siapapun.
Dari kejauhan Devin sudah bisa melihat dengan jelas sosok sang kekasih โ Aurora, yang tengah bercengkrama akrab dengan ketiga kawannya.
"Hai..." Sapaan Devin yang langsung mendapat sebuah lambaian tangan serta senyuman lebar dari sang kekasih โ Aurora.
Tanpa ragu ataupun sungkan, Devin yang sudah bergabung bersama mereka berempat langsung memberikan sebuah pelukan hangat kepada Aurora. Pelukan tiba-tiba disaat mulut Aurora masih penuh dengan makanan.
"Gak ada kamu di kampus, berasa hampa banget. Sepi, Ra..." Kata Devin yang berhasil membuat teman-teman Aurora merasa geli.
"Bucin banget lo jadi laki." Sindir Keysha dengan raut wajah julid.
"Emangnya laki lo, si Arjun juga gak bucin ?" Tanya Devin yang langsung menanggapi.
"Tapi gak separah lo."
"Udah, udah gak usah berteman..." Aurora mengatakan itu sambil tertawa kecil.
"Bertengkar, Ra..." Gilang membenarkan ucapan yang salah.
"Iya maksud gue bertengkar."
Tak mau melanjutkan lagi, Devin pun mengambil tempat duduk persis di samping sang kekasih.
__ADS_1
"Sayang, aku bawa pizza buat kamu." Ucap Devin lalu menaruh sekotak pizza berukuran cukup besar ke meja kantin yang memang telah dipenuhi oleh banyak makanan.
Dengan semangat, Aurora membuka kotak pizza itu, lalu...
"Aku beli yang benar kan ? Pizza topping tuna dan jagung dengan sedikit keju karena kamu gak terlalu suka keju." Ucap Devin hanya untuk memastikan.
"Ah, makasih banyak by... Kamu tuh selalu ingat apa yang aku suka dan enggak." Ungkap Aurora yang sudah tak bisa berbicara banyak lagi.
"Jadi, itu pizza cuma buat Aurora aja ? Kita gak bisa nyoba juga ?" Tanya Keysha masih dengan sinis.
Jangan heran, Keysha kalau dipertemukan dengan Devin memang selalu seperti ini. Bukan tak ingin bersikap baik namun, bagi Keysha setiap bertemu dengan Devin tidak tahu kenapa bawaannya selalu kesel.
"Kalian juga boleh makan kok. Lagian gue gak sanggup kalau suruh habisin pizza sebesar ini." Tutur Aurora yang dengan baik hati ingin membagi pizza pemberian Devin.
Masih sambil terus melirik tajam ke arah Devin, tangan Keysha tanpa sungkan mengambil sepotong pizza itu lalu memakannya dengan lahap.
"Pizza lebih enak kalau kejunya banyak." Kritis Keysha ditengah mulutnya yang berusaha untuk mengunyah pizza itu.
"Kalau lagi makan, jangan sambil ngomong !" Devin hanya mengingatkan.
"Suka-suka gue. Mulut-mulut gue." Balas Keysha yang merasa tak suka diingatkan oleh Devin.
Devin pun terdiam dan memilih untuk berfokus menatap sang kekasih yang lagi asyik menikmati pizza itu.
"Enak sayang ?" Tanya Devin yang ingin tahu rasanya.
Aurora mengangguk. "Enak banget. Aku suka, kejunya pas jadi gak terlalu buat asin."
Ditengah-tengah kebersamaan itu, mendadak wajah seorang Devin yang tadi nampak sumringah berubah tegang seusai mendapatkan sebuah panggilan telepon.
"Siapa by ?" Tanya Aurora yang menyadari akan perubahan ini.
"E-enggak penting, kok." Balas Devin gugup.
Devin tak menanggapi panggilan itu. Ia memilih untuk menekan tombol reject namun, yang terjadi ia justru mendapat panggilan spam dari nomer yang sama.
"Iya ?" Devin berusaha terlihat baik-baik saja. Menyembunyikan semua rasa gugupnya.
"Diangkat aja, siapa tahu penting." Suruh Aurora.
"Jawab aja, Vin." Arjuna juga ikut menyuruh.
"Kalau lo gak mau jawab, mending matiin aja hp nya. Berisik, mengganggu ketenangan publik." Ujar Keysha.
Karena desakan dari mereka, Devin pun memutuskan untuk menjawab panggilan yang entah berasal dari siapa. Cukup mencurigakan tapi, Aurora hanya mengira kalau sang kekasih mendapatkan panggilan dari salah seorang teman.
"Aku jawab dulu. Sebentar..."
Devin beranjak dari tempat duduknya lalu berjalan menjauh dari mereka berempat. Ia akan menjawab panggilan itu dimana tidak ada siapapun yang bisa dengar.
...๐ฅ๐ฅ๐ฅ...
Setelah cukup lama berbincang dengan seseorang dari panggilan telepon itu, Devin akhirnya kembali bergabung bersama mereka.
"Maaf lama." Katanya dalam kondisi wajah tampak lega.
"Siapa yang telepon, by ?" Tanya Aurora menelisik.
"Cuma petugas asuransi." Jawab Devin asal.
"Petugas Asuransi ?" Keysha mulai mencium bau-bau keanehan. "Ngapain petugas asuransi nelepon lo ?"
"Nawarin asuransi lah." Jawab Devin dengan santai.
"Oh, gitu... pantesan lama." Keysha kembali menyindir.
__ADS_1
Aurora yang sudah menghabiskan minumannya pun mulai berbicara.
"No matter what, i hope you always love me..." Kata Aurora serius.
"Kamu tahu kan, kalau hubungan kita udah jalan tiga tahun. Aku gak mau ada sesuatu yang membuat hubungan kita ini berakhir. Jangan, buat semuanya menjadi sia-sia !" Perkataan yang keluar dari mulut Aurora ini terdengar begitu dalam.
"Iya, kamu tenang saja. Aku akan berjuang terus demi hubungan ini." Ucap Devin terdengar menjanjikan.
Gilang yang juga berada di sana pun berdehem dengan cukup kencang. Lelaki itu berhasil menghancurkan momen romantis yang terjadi antara Aurora dan Devin.
"Ada disini berasa jadi nyamuk," Keluh Gilang.
"Disisi kiri ada couple goals yang buat sekampus iri sedangkan di sisi kanan ada pasangan terbucin," Helaan napas berhasil dibuat oleh Gilang setelah mengatakan ini.
"Tolong jangan menebarkan keuwuan yang membuat seorang jomblo ini mengiri dengki." Larang Gilang.
Keluhan Gilang ini terdengar seperti sebuah candaan bahkan lawakan. Tak heran kalau Aurora dan Keysha langsung tertawa lebar.
"Makannya cari pacar, Lang !" Perintah Keysha.
"Padahal banyak cewek yang ngejar-ngejar dia." Sindir Aurora.
"Katanya Gilang mau cosplay jadi playboy." Canda Arjuna.
"Gilang..." Mata Aurora membelalak lebar lalu tanpa ragu memukul pelan pundak Gilang.
"Gak boleh ah jadi, playboy. Laporin Mom Jane nih !" Ucap Aurora yang mulai membawa-bawa nama ibunda Gilang.
"Si Arjun, lo percaya," Katanya sembari mengerutkan dahi.
"Gue mau jadi good boy aja, siapa tahu kan si Rara mau balik lagi sama gue." Tambah Gilang yang langsung mendapatkan tatapan tajam nan mengintimidasi dari Devin.
"Ngomong kek begitu di depan pawangnya..."
"...ku sebut kau tampan dan pemberani." Tukas Keysha yang nampak senang bahkan sampai memberikan acungan jempol kepada temannya itu. Keberanian Gilang dalam mengatakan hal seperti itu harus diberikan sebuah apresiasi.
"Gue cuma bercanda tapi, kalau Rara mau ya ayok... Gue mah gak bisa nolak." Kata Gilang sambil meringis. Rupanya ia merasa senang karena berhasil menggoda seorang Devin, lelaki yang ia anggap saingan.
Akun media sosial Author :
Instagram : just.human___
Nb. Kalian bisa follow atau kepoin aja IG nya karena author bakal sering-sering spill tipis-tipis kelanjutan dari cerita ini.
...๐ฅ๐ฅ๐ฅ...
Seperti biasa ya kawan, kalau kalian suka dengan cerita ini bisa berikan like, vote dan komentar. Apresiasi kalian yang bakal bikin author semangat buat update terus cerita ini. Pantang mundur sebelum tamat, pokoknya lah !
Mari bantu author juga untukย meramaikan lapak ini :)
Kalian juga bisa follow akun noveltoon author bahkan bisa gabung di grup. Mari, kita berteman :v
.
.
.
Menurut kalian, kira-kira siapa yang menghubungi Devin ? Apakah itu dari seseorang yang penting ? Orang lain atau masih dalam lingkup keluarga ?
.
.
__ADS_1
.
^^^Bersambung...^^^