
| Satu tahun berlalu |
Waktu berlalu begitu cepat, tak terasa Aurora masih mampu untuk bertahan setelah melewati begitu banyak hal yang bisa dibilang menyulitkan untuk dirinya.
Meskipun terkadang dirinya merasa ingin menyerah tapi, setiap kali melihat sosok anak kecil cantik yang selalu tertawa setiap melihat dirinya berhasil membuat Aurora bersemangat kembali.
Kehadiran Lyora dalam kehidupannya membuat Aurora terus ingin berjuang dan bertahan. Kalau menyerah sekarang, siapa yang akan mengurus putri kecilnya itu ?
Sebagai seorang ibu tunggal memang agak sedikit menyulitkan. Apalagi, ketika Lyora baru lahir. Aurora sangat ingat ketika dirinya harus begadang semalaman karena putri kecilnya itu tak kunjung tertidur, terus saja menangis tanpa berniat untuk berhenti.
Mengurus anak yang masih kecil saja sudah begitu repot apalagi ditambah dengan tugas skripsi. Bisa dibayangkan posisi sulit yang dialami oleh Aurora.
Walau sering mengalami keadaan yang sulit, Aurora tetap akan mengalami akhir yang bahagia. Semua kesabaran, usaha dan perjuangannya mendapatkan akhir yang baik.
Iya, akhirnya setelah empat tahun menempuh pendidikan dan menjadi salah satu mahasiswi dari fakultas kedokteran, Aurora yang memang sudah menyelesaikan skripsi berhasil untuk lulus. Hari ini adalah acara kelulusannya dan Aurora diwajibkan untuk datang.
Pagi ini, di kamarnya Aurora terlihat sudah begitu cantik dan elegan dalam balutan kebaya modern berwarna merah maroon.
Kebaya untuk kelulusan ini bukan Aurora yang memilih atau membelinya. Kemarin sore, tanpa diduga ada seorang kurir yang mengantarkannya kepada Aurora. Kebaya yang memang telah dipesan dari jauh-jauh oleh Pak Dikta.
Tidak hanya kebaya, Aurora juga mendapatkan sebuah pesan singkat yang sengaja diletakkan pada kotak tempat kebaya itu.
To : Aurora
Hai my sweetheart...
Saya mengirimkan mu kebaya ini berharap nanti saat kelulusan, kamu bisa mengenakannya. Saya yakin kebaya ini akan membuatmu terlihat tampak cantik dan bersinar di saat hari kelulusan nanti.
I hope you can like it. If only I could see you look beautiful in this kebaya.
...---ooOoo---...
Aurora tersenyum begitu puas ketika mendapati dirinya sendiri tampil cantik dalam balutan kebaya yang memang disiapkan oleh Pak Dikta. Aurora merasa kalau pilihan dari suaminya itu tak pernah salah. Pak Dikta selalu memilihkan sesuatu yang terbaik untuk dirinya.
Puas dengan semuanya, Aurora pun berhenti untuk menatap cermin. Ia menengok ke arah putri kecilnya yang saat ini tengah bermain sendiri di atas tempat tidur.
"Hai sayang, anak cantiknya mami..." Aurora menyapa putri kecilnya itu dengan gemas.
Dikarenakan usia Lyora baru masuk enam bulan, dia masih belum bisa menjawab sapaan dari ibunya. Lyora hanya bisa tersenyum sambil mengerakkan kaki dan tangan mungilnya.
"Hari ini Lyora temenin mami pergi ke acara kelulusan, ya..." Tidak peduli dengan tanggapan, Aurora terus saja mengajak putri kecilnya mengobrol.
"Lyora bangga gak sama mami ?" Tanya Aurora sambil mengangkat tubuh mungil putrinya.
Meskipun sudah berpakaian rapi dan berdandan seperti ini, Aurora tak ragu untuk menggendong putri kecilnya.
"Mami bakal berusaha sebisa mungkin untuk jadi yang terbaik buat Lyora. Mami janji akan menjadi kebanggaan untuk Lyora." Ucap Aurora kepada putri kecilnya yang saat ini berada dalam gendongannya.
Disini, semuanya sudah siap. Aurora sudah berdandan rapi dan cantik dengan kebayanya sedangkan Lyora, putri kecilnya telah mengenakan dress anak berwarna pink yang begitu lucu. Oleh karenanya, tak mau datang terlambat ke acara kelulusan, Aurora pun bergegas keluar dari kamar dan menuju ke arah ruang tamu untuk menemui Gilang yang memang sudah menunggu sejak tadi.
Sebenarnya Aurora berniat untuk pergi sendiri ke acara kelulusan tapi, karena Gilang menawarkan tumpangan dan menurutnya bagus, Aurora tak mungkin untuk menolak.
"Ya ampun, Rara sudah cantik sekali." Puji sang ibunda yang kebetulan juga ada di sana.
"Anaknya siapa dulu, dong..." Kata Aurora membalas.
"Sudah punya anak cantik, cucunya pun juga cantik." Ujar ibunda Aurora sambil menyentuh tangan mungil Lyora.
"Gennya bagus, omaa..." Ucap Aurora yang meniru suara anak kecil.
Sebenarnya hari ini Aurora merasa sedikit sedih karena di acara kelulusan ibunya tak akan ikut pergi. Padahal di acara sepenting ini, kehadiran sang ibunda sangat diperlukan. Tapi, apa boleh buat, kesehatan ibunya yang nomer satu.
Sejak dua hari yang lalu, tekanan darah dari ibunya terus naik. Kalau sudah tekanan darah naik, pasti yang dirasakan adalah kepala pusing seperti ada kunang-kunang. Jadi, Aurora menyarankan ibunya untuk istirahat saja dan tidak perlu memikirkan hal yang tak penting.
"Bunda di rumah istirahat yang banyak ya !" Pinta Aurora.
__ADS_1
"Iya, sayang."
"Jangan lupa makan terus minum obat ! Aurora sudah menyiapkannya di meja makan." Kata Aurora memberitahu.
"Terima kasih ya, Rara."
"Kalau gitu, Rara pergi dulu. Sampai ketemu nanti." Pamitnya sembari mencium tangan sang ibunda.
"Nak Gilang, tolong jaga mereka baik-baik ya..." Pinta sang ibunda.
"Tanpa diminta, saya pasti akan menjaga mereka dengan baik." Ucap Gilang menyanggupi.
Setelah berpamitan, Aurora bersama putri kecilnya dan juga Gilang pun melangkahkan kaki keluar dari rumah ini meninggalkan sang ibunda disini sendirian.
Tenang, Aurora tak akan pergi terlalu lama. Saat acara kelulusannya usai, dia juga akan kembali pulang. Aurora tak berniat untuk mampir kemanapun karena harus menjaga ibunya dan tak mungkin juga mengajak Lyora yang masih kecil untuk jalan-jalan.
...---ooOoo---...
Kebetulan jarak antar rumah dengan lokasi acara kelulusan tidak terlalu jauh jadi, hanya butuh sekitar lima belas menit dengan menggunakan mobil supaya bisa mencapai tempatnya.
Mobil yang dikendarai langsung oleh Gilang terlihat dengan jelas telah berhenti tepat diparkiran basement dari sebuah hotel โ tempat dimana acara kelulusan diadakan.
Aurora yang masih setia menggendong putri kecilnya itu pun melepaskan sabuk pengaman lalu membuka pintu mobil dan keluar.
Saat baru keluar dari mobil, rupanya kedatangan Aurora sudah langsung disambut hangat oleh Keysha dan Arjuna.
Karena memang sudah cukup lama tak bertemu, melihat Aurora ada di hadapannya membuat Keysha langsung memberikan pelukan hangat yang dipenuhi oleh banyak rasa rindu.
"Astaga Ra, gue seneng banget karena bisa ketemu sama lo lagi." Ucap Keysha dengan semangat.
Aurora tak bisa dipeluk terlalu lama karena posisinya sekarang dia masih menggendong Lyora.
"Gue kangen banget sama lo..." Ungkap Keysha lagi setelah melepaskan pelukannya.
Melihat kondisi Aurora dalam keadaan yang sudah semakin membaik membuat Keysha merasa bahagia apalagi sekarang dirinya bisa melihat seseorang gadis cilik nan super menggemaskan yang saat ini tengah menatap ke arahnya.
"Hai, Lyora cantik... Keponakannya tante yang paling menggemaskan." Ujar Keysha sambil mengusap-usap lembut pipi chubby Lyora.
Sapaan Keysha ini rupanya disukai oleh Lyora. Gadis cilik itu tak ragu untuk tertawa, menunjukan gusi merah mudanya yang memang belum ditumbuhi oleh gigi.
"Lihat, Ra... Dia ketawa."
"Lyora suka sama lo." Ucap Aurora.
Ketika mereka berdua tengah berbincang dan saling melepaskan kerinduan tiba-tiba seseorang yang memang dikenal oleh Aurora datang menghampiri dengan membawa sebuket bunga berwarna-warni. Seseorang itu bukan Gilang karena dia sedang berbincang bersama Arjuna.
"Hai, Rara..." Sapa lelaki itu yang langsung membuat Aurora tersenyum lebar.
Tak disangka kalau ia bisa melihat lelaki itu disini. Aurora kira dia tak akan datang karena sedang sibuk dengan urusan cafe.
"Aku kira kamu gak akan datang." Kata Aurora.
"Ini acara penting, mana mungkin aku tidak datang." Ucapnya.
Iya, seseorang yang datang secara tiba-tiba ini adalah Dion โ adik dari Pak Dikta. Sebenarnya diantara Aurora dan Dion tidak ada hubungan spesial tapi, entah mengapa setiap melihat Dion rasanya seperti membahagiakan. Seakan Aurora tengah melihat kembali sosok Pak Dikta yang memang sekarang sudah hilang.
"Oh ya, selamat atas kelulusan mu. Aku bawa bunga sebagai hadiah." Kata Dion sembari memberikan sebuket bunga yang memang dibawanya untuk Aurora.
Sama sekali tak ada rasa sungkan atau ragu, Aurora menerima buket bunga itu dengan ekspresi wajah ceria.
"Terima kasih." Ucapnya yang lalu mencium aroma harum dari bunga-bunga itu.
Berdiri sambil menggendong anak ditambah mengenakan kebaya dan memakai heels, Dion tahu kalau itu sangat menyulitkan Aurora. Oleh karenanya, ia berniat untuk menanggung sedikit kesulitan yang dirasakan oleh Aurora.
"Lyora, mau gak digendong sama paman ?" Tanya Dion memberikan penawaran.
__ADS_1
Karena memang Lyora belum bisa menjawab, akhirnya tanpa menunggu apa-apa, Dion pun mengambil ahli untuk menggendong Lyora mengantikan Aurora.
"Biar aku saja, Ra." Kata Dion. Anggap saja ini sebagai sebuah perhatian kecil darinya.
"Apa tidak apa-apa kalauโ" belum sempat melanjutkan, ucapan Aurora ini langsung dipotong begitu saja oleh Dion.
"It's okay. Lagipula aku juga mau menggendong Lyora." Kata Dion.
Walau merasa sedikit tidak enak tapi, Aurora tetap membiarkan Lyora berada dalam gendongan Dion. Lagipula Dion juga tak keberatan untuk menggendong Lyora.
"Makasih ya..."
"Untuk apa ?"
"Untuk bunganya." Ucap Aurora dengan senyuman lebar.
"Kan tadi udah."
"Gak apa-apa, tambah sekali juga tak akan membuat masalah." Kata Aurora lagi sambil malu-malu.
Keysha yang kebetulan masih diantara mereka pun mulai merasa sedikit iri akan kemesraan ini. Ternyata menjadi nyamuk itu tidak enak ya...
"Sayangkuuu..." Keysha memanggil kekasihnya dengan suara lantang.
"Aku juga mau uwu-uwuan kek Rara..." Pintanya yang langsung membuat semua orang yang ada di sana tertawa.
Akun media sosial Author :
Instagram : just.human___
Nb. Kalian bisa kepoin akunnya supaya bisa dapatkan spoiler dikit-dikit dari kelanjutan cerita ini :)
...๐ฅ๐ฅ๐ฅ...
Seperti biasa sebelum bab ini ditutup, author hanya ingin meminta kalian untuk memberikan like, komentar dan vote, supaya author bisa lebih semangat lagi buat lanjutin cerita ini sampai tamat.
Jadikan cerita ini sebagai favorit supaya kalian tak ketinggalan update terbarunya.
Mari bantu author untuk meramaikan lapak yang selalu sepi ini :v
Terima kasih...
.
.
.
Semua hal berjalan dengan baik. Apakah akan mendapatkan sebuah akhir yang bahagia ?
Mau ngomong apa sama Aurora ? Atau sama Pak Dikta ? Atau sama tokoh lainnya ?
.
.
.
Catatan kecil :
- cerita ini belum tamat ya, karena masih ada beberapa bab lagi yang akan di update.
^^^Bersambung...^^^
__ADS_1