
Pekan ujian akhir akan diadakan sekitar tiga hari lagi, gadis yang punya keinginan untuk bisa lulus dan menjadi sarjana dengan cepat, terlihat tengah duduk bersama ketiga temannya di kantin.
Aurora duduk bersama mereka dengan wajah yang pucat dan terlihat lesu. Ia tampak berbeda hari ini, seperti tak bersemangat.
"Kenapa lo ?" Tanya Gilang ketika melihat wajah Aurora.
Aurora menggeleng dan dengan mudah menyatakan kalau dirinya baik-baik saja.
"I'm okay." Jawab Aurora.
Gilang tak mempercayai itu. Tanpa permisi lelaki itu menyentuh dahi Aurora untuk memeriksa suhu tubuh.
"Lo sakit ?" Ujar Gilang seusai menyentuh dahi Aurora yang dirasa panas.
"Enggak." Aurora masih saja mengelak.
Gilang kembali menyentuh dahi Aurora tapi, gadis itu memilih untuk menepisnya.
"Lo jangan pegang-pegang gue ! Tangan lo banyak kumannya." Kata Aurora tanpa maksud apapun.
Temannya yang lain ā Keysha dan Arjuna, juga ikut menyentuh dahi Aurora hanya ingin memastikan kalau yang dikatakan Gilang benar.
"Ra, lo demam. Badan lo panas banget." Kata Keysha langsung setelah menyentuh sebentar kening temannya itu.
"Rara mau ke rumah sakit ? Gue bisa antar..." Ujar Arjuna memberikan bantuannya.
"Gue gak sakit cuma agak kecapekan aja, kebanyakan belajar. Jadi, gak perlu sampai ke rumah sakit." Tolak Aurora dengan tegas.
Aurora meletakkan kepalanya pada meja lalu untuk sejenak memejamkan matanya. Belum sempat untuk tertidur, tiba-tiba darah segar keluar dari hidungnya. Aurora yang mimisan, ketiga temannya yang langsung panik.
"Ya ampun, Rara..." Decak kaget Keysha lalu berusaha untuk mengambil tisu dari dalam tasnya.
Untuk mencegah darah yang keluar dari hidungnya semakin banyak, Aurora pun segera mengangkat kepalanya lalu mendongak menatap langit-langit kantin.
Keysha juga terlihat membantu Aurora untuk menyumbat lubang hidung, tak membiarkan darah keluar lagi.
Gilang yang merasa cemas dengan kondisi temannya, tanpa basa-basi langsung beranjak dari tempatnya kemudian menggendong tubuh Aurora.
"Lang, lo mau ngapain ?" Tanya Aurora memberontak minta diturunkan.
"Gue harus bawa lo ke rumah sakit." Katanya sembari melangkah menuju ke arah parkiran motor.
"Gak perlu, Lang ! Gue baik-baik aja kok..." Aurora tetap bersikeras tak mau.
"Kalau sampai mimisan, itu udah gak baik-baik aja." Tutur Gilang yang tidak mau menurut pada Aurora.
Dengan langkah yang terburu-buru, Gilang berjalan menuju ke arah motornya. Tapi, mendadak ia berpikir tak seharusnya membawa orang yang sedang sakit dengan motor.
Maka dari itu, langkahnya berhenti lalu sebentar ia berbalik badan bermaksud untuk meminjam mobil kepada Arjuna yang saat ini ada di belakangnya.
"Jun, gue pinjem mobil." Pinta Gilang.
Tanpa berkata, Arjuna langsung memberikan kunci mobilnya.
"Gue perlu ikut gak ?" Tanya Keysha.
"Gak perlu." Balas Gilang singkat.
"Nanti gue yang izinkan ke Pak Dikta..." Tukas Keysha.
__ADS_1
"Itu harus ! Gue gak mau dapat absen kosong."
Tak memberi tanggapan lebih banyak lagi, Gilang yang masih menggendong tubuh Aurora pun kembali melangkah menuju ke arah parkiran mobil.
...---ooOoo---...
Dengan hati-hati, Gilang membantu Aurora untuk bisa masuk dan duduk dengan nyaman di dalam mobil milik Arjuna.
Untuk lebih meningkatkan keamanan lagi, Gilang juga tanpa ragu memasangkan sabuk pengaman pada temannya itu.
"Duduk diam dan kita ke dokter !" Kata Gilang terdengar seperti ibu-ibu.
"Tiga hari lagi pekan ujian, gue gak mau lo sakit dan harus ngelakuin ujian susulan." Tambahnya.
Aurora tak memberontak lagi, ia memilih diam dan menurut karena ditakutkan jika melakukan itu maka Gilang akan marah dan merajuk.
Tak hanya bisa mengendarai motor, Gilang juga bisa mengemudikan mobil ya, meskipun belum punya SIM A.
Mobil milik Arjuna yang dikendarai oleh Gilang akhirnya sudah terlihat berada pada jalanan siang kota ini. Jalanan yang cukup ramai dan pastinya macet, akan membuat perjalanan mereka ke rumah sakit sedikit terlambat.
"Mimisannya udah berhenti, Ra ?" Tanya Gilang sambil menatap ke arah Aurora.
"Udah berhenti." Jawab Aurora setelah melepaskan tisu yang menyumbat lubang hidungnya.
Meskipun mimisannya sudah berhenti tapi, masih ada hal lain yang harus Gilang periksa.
Tanpa meminta izin, Gilang mengulurkan tangan kirinya lalu menyentuh kembali dahi Aurora. Lelaki itu masih merasakan suhu tubuh yang belum normal.
"Lo masih demam." Katanya.
"Sebenernya gue gak perlu sampai di bawa ke rumah sakit," ujar Aurora sambil melihat ke arah Gilang dengan tatapan penuh yakin.
"Gue sakit cuma karena kecapekan. Kebanyakan begadang, tidur gak teratur dan stress gara-gara belajar,"
"Lo kenapa sih harus memaksakan diri ? Waktu lo itu masih banyak, Rara..." Ujar Gilang sembari mulai fokus pada jalanan yang sudah cukup lenggang.
"Gue cuma pengen lulus cepet biar bokap gue bisa bangga ngelihat anaknya ini lulus S1 jurusan kedokteran." Kata Aurora.
"Dulu emang gue selalu gak sadar dan gak bisa ngerti. Kalau emang waktu yang dimiliki bokap gue itu gak banyak. Lo tahu alasan gue mau nikah sama Pak Dikta ? Itu bukan semerta-merta hanya untuk bisa move on dari Devin tapi, karena emang gue pengen nyenengin bokap gue." Imbuhnya seperti sebuah curahan hati.
"Gue itu sayang banget sama bokap melebihi apapun. Makannya, sampai sekarang setelah nikah, gue masih tinggal satu rumah sama orang tua,"
"Bukan karena gak bisa hidup mandiri tapi, gue takut kalau tiba-tiba Tuhan ambil bokap gue," Aurora mengatakan semua yang mengganjal dalam hatinya.
"Selagi masih ada, gue akan selalu berusaha untuk gak pergi jauh dan pasti membahagiakan mereka." Tukasnya sembari menyandarkan tubuhnya pada bantalan empuk kursi mobil ini.
...š„š„š„...
Setelah menempuh perjalanan yang cukup lama karena sedikit terkendala oleh kemacetan kota, bersama dengan Gilang, Aurora sudah sampai di rumah sakit.
Karena Gilang sangat ingin kalau temannya itu mendapatkan perawatan yang cepat, ia tak ragu membawa Aurora langsung ke UGD.
"Kenapa ke UGD ?" Tanya Aurora yang juga bingung.
"Udah biar gak antre." Jawab Gilang dengan mudahnya.
Berkat Gilang, Aurora kini telah ada di atas brankar ruangan UGD dengan dokter dan perawat yang sudah siap untuk menanganinya.
"Selamat siang, nona Aurora..." Sapa hangat dari dokter itu yang langsung mendapat balasan dari Aurora berupa senyuman lebar.
__ADS_1
"Boleh saya tahu keluhannya apa ?" Tanya dokter itu lagi sebelum memulai memeriksa kondisi Aurora.
"Demam, pusing sama tadi habis mimisan, Dok..." Sahut Gilang mendahului Aurora.
"Pacarnya perhatian sekali ya..." Gurau dokter itu lalu mulai melakukan tugasnya.
"Dia bukan pacar saya. Dia hanya mantan dan teman." Kata Aurora menyanggah gurauan dari dokter itu.
Dokter itu hanya mengangguk sambil tersenyum penuh arti. Sepertinya dokter itu tak mempercayai sanggahan dari Aurora.
"Penyakit anak muda," Ucap Dokter itu setelah selesai melakukan pemeriksaan.
"Pacar kamu ini, maaf maksud saya teman kamu ini hanya kecapekan karena kurang istirahat dan makannya tidak teratur. Minumnya juga kurang." Dokter itu memberikan diagnosis medis.
"Apa perlu dirawat inap ?" Tanya Gilang.
"Tidak perlu. Setelah menghabiskan infusnya, Aurora sudah boleh pulang." Tutup sang dokter.
Mendengar itu membuat kekhawatiran yang tadi melekat dalam diri Gilang, seketika hilang begitu saja. Lelaki itu nampak lega mengetahui kalau kondisi temannya memang baik-baik saja.
"See ? I'm fine... Lo gak perlu se-cemas ini sama gue." Kata Aurora.
"Lo sakit. Gimana gue mau gak cemas ? Apalagi sampai mimisan. Peduli banget gue sama lo, Ra..." Balas Gilang.
"Makasih ya, Gilang... Karena udah mau peduli sama gue dan repot-repot masukin gue ke UGD." Ungkapnya sambil sedikit menyindir.
"Kalau lewat poli umum, gue takut lo pingsan duluan."
Akun media sosial Author :
Instagram : just.human___
Nb. Kalian bisa kepoin akunnya supaya bisa dapatkan spoiler dikit-dikit dari kelanjutan cerita ini :)
...š„š„š„...
Seperti biasa sebelum bab ini ditutup, author hanya ingin meminta kalian untuk memberikan like, komentar dan vote, supaya author bisa lebih semangat lagi buat lanjutin cerita ini sampai tamat.
Jadikan cerita ini sebagai favorit supaya kalian tak ketinggalan update terbarunya.
Mari bantu author untuk meramaikan lapak yang selalu sepi ini :v
Terima kasih...
.
.
.
Jangan lupa istirahat, makan yang teratur dan minum yang banyak supaya gak sakit ! Jaga kesehatan kalian...
Mau ngomong apa sama Aurora ? Gilang ? Keysha ? Arjuna ? Atau mungkin Pak Dikta ?
.
.
__ADS_1
.
^^^Bersambung...^^^