
Seharusnya Aurora bisa merasa tak terlalu marah atau memilih untuk mengabaikan rumor tentang Pak Dikta dan Dokter Tasia tetapi, entah mengapa rumor itu ditambah dengan semua komentar membuatnya naik darah.
Aurora kesal karena seharusnya yang menjadi rumor dan perbincangan itu dirinya ā maksudnya soal pernikahan.
Kalau seperti ini terus, orang-orang akan mengira kalau pasangan Pak Dikta itu dokter Tasia bukan dirinya.
Tunggu dulu, kenapa Aurora harus terlalu mempermasalahkan ? Apakah sekarang dia sedang merasa cemburu ?
"Gue gak ada cemburu !" Teriak Aurora kesal dan langsung menarik perhatian dari seluruh murid yang ada di kelas ini dan juga Bu Siska.
"Siapa yang membuat kamu cemburu, Rara ?" Tanya Bu Siska langsung.
Tahu kalau dirinya tengah menjadi pusat perhatian karena kekonyolan nya, Aurora hanya bisa tersenyum tipis lalu menggaruk belakang kepalanya yang dirasa tak gatal itu.
"Maaf, Bu !" Ujar Aurora.
"Untung saja, hari ini saya tidak kedatangan tamu jadi, bisa berbaik hati dengan membiarkan kamu mengikuti kelas ini." Tuturnya seraya memberi sedikit peringatan.
"Terima kasih atas kebaikannya, Bu !" Kata Aurora yang masih berani menjawab.
Bu Siska menggelengkan kepalanya lalu, kembali melanjutkan penyampaian materi yang sempat disela oleh Aurora.
Aurora meruntuki dirinya, jujur sekarang ini perasaan malunya lebih besar daripada rasa kesal terhadap rumor itu. Kalau bisa menghilang dari kelas, Aurora akan melakukannya sekarang juga.
...---ooOoo---...
Akhirnya setelah dua jam berada di kelas dan mendengarkan semua penjelasan tentang materi dari Bu Siska, Aurora bisa mendapatkan waktu senggang yang bisa digunakan untuk istirahat.
Bersama ketiga temannya, Aurora kini telah berada di kantin. Gadis itu kelihatan seperti seseorang yang sedang bad mood.
"Kenapa sih, Ra ?" Tanya Gilang sembari menyantap kentang goreng pesanannya.
"Lo beneran tanya kenapa ?" Kata Aurora sambil menatap ke arah temannya itu.
"Iya..."
"Lo beneran gak tahu apa yang membuat gue seperti ini ?" Aurora bertanya untuk memastikan.
"Kalau gue tahu, gak bakal gue tanya." Jawab Gilang yang terdengar ada benarnya.
"Apa lo ada masalah sama Pak Dikta ?" Tanya Arjuna dengan hati-hati.
"Kalian bertiga belum lihat medsos ? Kenapa pada telat update sih ?" Ucap Aurora mengutarakan semua kekecewaannya.
"Soal Pak Dikta sama mantannya ?" Tanya Gilang yang langsung membuat kedua mata Aurora membesar.
"Lo udah tahu berita itu kan, Lang ?"
Gilang mengangguk.
"Memangnya kenapa, Ra ? Apa ada yang salah dengan beritanya ?" Tanya Gilang yang merasa bingung.
"Pakai tanya kenapa lagi... Gue itu kesel, Lang ! Waktu baca komentarnya pada banyak yang doain Pak Dikta sama Dokter Tasia balikan." Ungkap Aurora mengutarakan isi hatinya dan sangat berharap kalau temannya itu dapat mengerti.
"Kesel ? Lo cemburu ?" Gilang bertanya tanpa basa-basi.
Aurora menggeleng keras. Gadis itu tengah mencoba untuk menyangkal kenyataan.
"Enggak mungkin gue cemburu ! Ya, kali gue cemburu sama mantan." Tuturnya mencoba mempertegas.
"Kalau bukan karena cemburu ? Kenapa lo kesel ?" Gilang terus saja memutar pertanyaan yang menjebak.
"Memangnya orang kesel harus punya alasan ?" Jawab Aurora asal.
"Ehm... gue cuma penasaran, Ra ! Lo itu kesel karena cemburu atau gimana ?" Kata Gilang memperjelas maksudnya.
"Soalnya gue lihat-lihat makin hari hubungan lo sama Pak Dikta itu udah makin dekat, akrab gitu." Tambah Gilang.
"Mungkin, temen kita satu ini udah menaruh hati sama Pak Dikta. Kalau memang iya, kita akan anggap rasa kesal lo itu wajar." Timpa Keysha yang mulai ikut nimbrung.
Karena semua perkataan dari teman-temannya, Aurora hanya bisa diam membisu. Gadis itu merasa terpojok. Bukannya tak mau jujur akan perasaan, Aurora hanya belum menyadari kalau hatinya sekarang sudah menjadi milik Pak Dikta.
"Ra..." Panggil Arjuna.
__ADS_1
"Apaan ?" Sahut Aurora terdengar ketus karena merasa Arjuna akan ikut-ikutan seperti kedua temannya.
"Kalau perasan lo udah berubah. Maksud gue, kalau lo udah sayang sama Pak Dikta, akui itu. Jangan dibantah, nanti nyesel !" Kata Arjuna memperingati.
"Lagipula nih, Ra... Kalau lo emang udah suka sama Pak Dikta, kita sama sekali gak masalah. Kita malah seneng," Ungkap jujur Keysha.
"Kita senang karena akhirnya lo jatuh cinta sama orang yang tepat. Pak Dikta emang yang terbaik buat lo dan kita bisa lihat itu." Sambung Keysha.
Aurora tak memberi tanggapan lagi. Dirinya memilih mengambil ponselnya. Bukan untuk membaca komentar dari postingan gosip itu melainkan mengirimkan pesan kepada sang suami.
| Mode Chat |
...-------------------------...
...Si Resek šæ...
...-------------------------...
^^^Aurora :^^^
^^^Lagi dimana ?^^^
^^^Masih sibuk ?^^^
Pak Dikta :
Di rumah sakit.
Memangnya ada apa, Rara ?
^^^Aurora :^^^
^^^Nanti jam empat bisa jemput saya ?^^^
Pak Dikta :
Jemput kamu ?
^^^Aurora :^^^
^^^Bisa atau enggak ?^^^
^^^Kalau enggak ya udah, saya bisa pesan taksi online.^^^
Pak Dikta :
Gak perlu pesan taksi online.
Saya akan jemput kamu.
^^^Aurora :^^^
^^^Jangan terlambat ya !^^^
^^^Saya tunggu di kampus :)^^^
...---ooOoo---...
Setelah berkirim pesan kepada sang suami, rasa kesal dalam diri Aurora terasa berkurang. Dirinya berhasil dibuat senyum-senyum sendiri.
"Kayanya, temen kita perlu dibawa ke RSJ..." Sindir Gilang tanpa ragu.
"Siapa ?" Tanya Keysha pura-pura tidak tahu.
"Ya, si Rara. Mau siapa lagi ?"
"Kenapa sama si Rara ?"
"Liat tuh, tadi wajahnya ditekuk terus marah-marah gak jelas sekarang udah bisa senyam-senyum." Tutur Gilang memberitahu perubahan sikap yang cepat itu.
"Lagi chat an sama siapa sih, Ra ?" Tanya Keysha.
"Hal seperti itu gak perlu ditanya lagi, by..." Sahut Arjuna.
__ADS_1
"Pastinya sama Pak Dikta. Mau siapa lagi." Lanjut Arjuna memperjelas dugaannya yang benar.
"Bener, Ra ?" Tanya Keysha memastikan.
Aurora menatap mereka bertiga lalu tersenyum dengan penuh arti.
"Gue bakal kasih tahu semua orang, sebenarnya Pak Dikta itu milik siapa," Ucap Aurora dengan penuh tekad.
"Want forever, he's mine !" Tambah Aurora mempertegas.
"Berarti sekarang perasaan lo udah berubah ?" Tanya Keysha memaksa Aurora untuk memberitahu soal perasaanya.
"Nyaman. Gue ngerasa nyaman ada di dekat Pak Dikta dan rasanya gue beneran takut kalau harus kehilangan dia. Gak ada dia, nanti siapa yang mau ngurus gue ? Dia jago masak dan gue suka banget sama rasa masakannya." Ungkap Aurora panjang lebar. Apakah ini juga termasuk sebagai sebuah pengakuan ? Pengakuan kalau perasaan Aurora memang telah berubah ?
"Jadi, lo udah sayang sama dia ?" Tanya Keysha lagi yang belum merasa puas dengan jawaban panjang lebar dari Aurora.
Aurora hanya menjawab dengan senyuman saja.
"Udah deh, gue patah hati lagi." Canda Gilang.
"Kenapa lo patah hati ? Seharusnya lo merasa seneng." Tanya Arjuna kepada Gilang.
"Lo udah tahu jawabannya tapi, masih tanya juga. Mau gue getok ?!" Balas Gilang.
"Kalau lo emang sayang sama Aurora, ikhlasin dia bahagia. Bukankah mengikhlaskan adalah titik tertinggi dari mencintai seseorang ?" Tanya Arjuna yang semakin memperjelas mengenai perasaan seorang Gilang.
"Gue ikhlas kalau Aurora bahagia." Tutur Gilang dengan tegas.
"Gitu dong..." Arjuna merasa bangga kepada temannya itu.
"Tapi, kalau Aurora gak bahagia jangan ragu untuk kembali. Ada gue yang masih bisa lo jadiin rumah." Kata Gilang.
Mendengar perkataan itu membuat Aurora tanpa sungkan memeluk Gilang dengan erat.
"You are the best boy, ever !" Puji Aurora dengan senyuman lebar.
"Yes i do. Gak ada cowok yang bisa menyayangi lo sebaik gue." Tukasnya.
Akun media sosial Author :
Instagram : just.human___
Nb. Kalian bisa kepoin akunnya supaya bisa dapatkan spoiler dikit-dikit dari kelanjutan cerita ini :)
...š„š„š„...
Seperti biasa sebelum bab ini ditutup, author hanya ingin meminta kalian untuk memberikan like, komentar dan vote, supaya author bisa lebih semangat lagi buat lanjutin cerita ini sampai tamat.
Jadikan cerita ini sebagai favorit supaya kalian tak ketinggalan update terbarunya.
Mari bantu author untuk meramaikan lapak yang selalu sepi ini :v
Terima kasih...
.
.
.
Waktu memang berhasil mengubah sesuatu yang tidak mungkin menjadi mungkin.
Mau ngomong apa sama Aurora ? Atau sama Pak Dikta ? Atau sama tokoh lainnya ?
.
.
.
^^^Bersambung...^^^
__ADS_1