Beloved Mr. Dosen

Beloved Mr. Dosen
Bab 18 : The Day


__ADS_3

| Mode Chat |


...-----------------------------...


...EMPAT SEKAWAN...


...-----------------------------...


^^^Aurora :^^^


^^^Hari ini jangan lupa dateng !^^^


^^^Gue udah siapin banyak makanan enak buat kalian bertiga.^^^


Keysha :


Gue masih denial.


Tapi, ini seriusan ? Nama yang ada di undangan bener ?


^^^Aurora :^^^


^^^Menurut lo ? Gue lagi bercanda gitu ?^^^


Gilang :


Gue gak dateng ya :(


Masih sakit hati nih...


^^^Aurora :^^^


^^^Gilanggg...^^^


^^^Lo harus dateng ! Kalau lo gak dateng gue gak mau temenan sama lo lagi !^^^


Gilang :


Ya habisnya, gak ada angin gak ada hujan gue dapet undangan lo mau nikah sama Pak Dikta.


^^^Aurora :^^^


^^^Kan udah gue bilang, ini permintaan dari bokap gue.^^^


Gilang :


Kenapa bokap lo gak minta gue aja yang nikahin lo ?


Gue siap lahir batin kalau disuruh nikahin lo, Ra !


^^^Aurora :^^^


^^^Kalau itu, lo bisa tanyain sendiri ke bokap gue.^^^


^^^Gue hanya menjalankan peran jadi anak yang berbakti saja.^^^


Gilang :


@Arjuna @Keysha, kalian berdua dateng gak ?


Keysha :


Gue masih mikir. Soalnya belum percaya kalau Aurora bakal nikah sama Pak Dikta.


Arjuna :


Ini hari bahagia Rara, gak mungkin kalau gue gak dateng.


^^^Aurora :^^^


^^^Gue mau maksa ! Pokoknya kalian bertiga harus dateng ! Gue udah siapin banyak makanan enak buat kalian. Kalau gak dateng, gue pasti beneran kecewa.^^^


...---ooOoo---...


Sebenarnya percakapan via pesan itu masih berlanjut tapi, Aurora memilih menarik diri dari sana. Iya, dirinya tak bisa terlalu lama memegang ponsel apalagi harus membalas pesan.

__ADS_1


Saat ini, Aurora wajib diam karena wajahnya sedang dirias oleh seorang MUA. Kalau dirinya masih terus menatap atau bermain ponsel, bisa-bisa akan mempersulit tugas MUA.


Dengan keahliannya menggunakan alat-alat kecantikan, MUA itu terus saja mengoleskan berbagai macam produk make up ke wajah Aurora. Mereka berusaha sebisa mungkin untuk membuat Aurora tampak cantik dihari bahagianya. Benarkah ?


"Ini berapa lama lagi, ya ?" Tanya Aurora yang sudah mulai merasa bosan.


Perlu diketahui kalau dirinya sudah berada di depan meja rias bersama dua orang MUA selama kurang lebih tiga jam tapi, kegiatan rias merias belum juga usai.


"Sebentar lagi..." Sejak tadi MUA itu hanya mengatakan ini. Sebentar yang ternyata begitu lama.


Aurora hanya mendengus lelah. Iya, dirinya merasa seperti itu karena disuruh terus duduk seperti tanpa bisa bergerak bebas.


"Sebentarnya kapan ?" Aurora bertanya lagi karena memang sudah tak sabar untuk menyelesaikan ini.


Petugas MUA itu tak menjawab. Mereka masih sibuk mengoreksi hasil make up yang tertempel dengan jelas di wajah cantik Aurora.


Hanya butuh bertahan sekitar dua puluh menit lebih, akhirnya mereka selesai juga merias wajah Aurora. Riasan yang mereka buat tampak begitu natural karena hanya memadukan warna nude — tidak ada warna mencolok. Meskipun ada riasan, Aurora tampak seperti tak memakai riasan.


"Selesai." Kata salah seorang petugas MUA yang merasa puas dengan hasil riasannya.


Aurora menatap wajahnya lewat cermin yang ada tepat di depan. Ia sangat terheran dan dibuat bertanya. Kenapa membuat riasan seperti ini membutuhkan banyak waktu ?


"Apa nona puas dengan hasilnya ?" Tanya petugas MUA lainnya ingin meminta penilaian.


Ya, walau membutuhkan banyak waktu namun, secara keseluruhan Aurora suka. Riasannya tak terlalu menor dan pastinya tak membuatnya terlihat seperti tante-tante. Riasan seperti ini sangat cocok dipakai oleh seorang gadis yang baru berusia 22 tahun.


"Excellent. I'm look so beautiful." Tutur Aurora jujur.


Tak hanya riasan pada wajah yang mereka lakukan, rambut panjang Aurora juga telah ditata sedemikian rupa sehingga membuat penampilan Aurora untuk acara pernikahan nampak seperti seorang putri, hanya menunggu pangerannya saja.


"Setelah ini apa ?" Tanya Aurora penasaran.


"Tentu saja, mengganti pakaian nona. Tak mungkin nona datang ke pernikahan dengan menggunakan piyama." Jawab salah seorang dari MUA itu.


MUA hanya menangani bagian riasan dan kalau soal gaun sudah pada beda orang. Iya, Aurora dibantu oleh pegawai butik — yang waktu itu ia temui, untuk mengenakan gaun pengantinnya.


...🥀🥀🥀...


Dengan ditemani oleh kedua orang tuanya yang saat ini berada di sampingnya, Aurora yang terlihat begitu cantik dalam balutan gaun pengantin melangkah perlahan-lahan menuju ke arah Pak Dikta yang sudah menunggu di depan altar bersama seorang pendeta.


Tak hanya Aurora yang tampil mempesona, Pak Dikta juga terlihat seperti itu. Dalam balutan tuxedo berwarna hitam, Pak Dikta terlihat begitu tampan dan gagah. Kali pertama bagi Aurora melihat dosen itu berpenampilan beda.


Kini Aurora sudah berhadapan langsung dengan Pak Dikta tetapi, entah mengapa rasanya Aurora tak bisa mengangkat wajahnya untuk menatap lelaki yang sebentar lagi akan menjadi suaminya itu. Kepala Aurora terus tertunduk dan pandangannya terus kebawah. Tidak apa-apa, meski seperti ini pernikahan masih bisa berjalan.


Seorang pendeta yang ada ditengah-tengah mereka pun memulai upacara pemberkatan pernikahan. Kedua mempelai dipersilahkan untuk mengatakan janji suci sehidup semati.


“Saya mengambil engkau menjadi istri saya, untuk saling memiliki dan menjaga, dari sekarang sampai selama-lamanya,"


"Pada waktu susah maupun senang, pada waktu kelimpahan maupun kekurangan, pada waktu sehat maupun sakit, untuk saling mengasihi dan menghargai, sampai maut memisahkan kita." Kata Pak Dikta mengikrarkan janji sucinya dengan begitu tegas dan jelas.


Mendengar janji itu terucap, Aurora pun harus segera menjawabnya dengan sama.


“Saya mengambil engkau menjadi suami saya, untuk saling memiliki dan menjaga, dari sekarang sampai selama-lamanya,"


"Pada waktu susah maupun senang, pada waktu kelimpahan maupun kekurangan, pada waktu sehat maupun sakit, untuk saling mengasihi dan menghargai, sampai maut memisahkan."


Janji suci diantara keduanya sudah terucap. Dalam sekejap, status Aurora sudah berubah menjadi istri dari Pak Dikta.


Para tamu hadirin yang datang dalam upacara ini pun turut memberikan ucapan selamat lewat tepuk tangan yang cukup meriah.


Rasanya seperti sebuah mimpi. Iya, bisa menikah dan menjadi istri dari seorang dosen bernama Dikta. Cincin pernikahan sekarang telah melingkar persis di jari manis Aurora.


Ada satu proses akhir setelah mereka berdua saling memasang cincin. Iya, berciuman. Karena tahu pernikahan ini sama sekali tak dilandasi oleh cinta, Pak Dikta sangat tahu sopan santun. Alih-alih mencium bibir seperti yang dilakukan oleh pengantin lainnya, dosen itu lebih memilih untuk mengecup singkat kening Aurora. Mengecup kening adalah tanda kalau dia sangat menghormati pasangannya.


Pernikahan adalah awal dari perjalan hidup baru. Iya, karena pernikahan selalu bisa mengubah semua yang ada diri kita. Mulai dari rutinitas, hal yang disukai bahkan bisa mengubah sikap dan sifat menjadi lebih baik — itupun kalau memilih suami yang benar.


Apakah Aurora sudah benar-benar siap menjalani hidup barunya bersama Pak Dikta ? Pertanyaan terbesar yang ada di dalam dirinya dan juga ketiga temannya adalah Apakah Aurora bisa bahagia akan pernikahan ini ? Tahu sendiri kan bagaiman bencinya Aurora dengan sosok Pak Dikta. Bahkan saat upacara pernikahan berlangsung, senyuman yang seperti dipaksakan terus menerus tergambar dengan jelas di wajah Aurora.



| Mode Chat |


...-----------------------------...


...EMPAT SEKAWAN...

__ADS_1


...-----------------------------...


Keysha :


Istrinya Pak Dikta mana nih ?


Gilang :


Kalau cari Rara, jangan sekarang !


Tuh anak gak bakalan nyahut.


Tahu sendiri kan, kalau habis nikah malem harinya pasti sibuk.


Keysha :


Sibuk ngapain ? Gue gak paham.


Gilang :


Hilih, pacarnya si Arjun pura-pura gebo !


Keysha :


Gue beneran gak paham.


Gilang :


@Arjuna, ini si Keysha emang masih polos atau gimana ?


Arjuna :


Udah gak perlu paham kamu, by !


Tetep jadi cewek polos yang gak tahu apa-apa.


Keysha :


@Aurora, Lo bahagia kan ?


Gilang :


Pasti bahagia lah. Siapa sih sekarang yang gak bahagia bisa buat dedek bayi ?



Akun media sosial Author :


Instagram : just.human___


Nb. Kepoin aja akunnya supaya bisa dapat banyak spill dari kelanjutan cerita ini :)


...🥀🥀🥀...


Jika kalian suka dengan cerita ini, jangan lupa untuk memberikan like, vote dan komentarnya. Interaksi yang kalian berikan pada cerita ini sangat dibutuhkan oleh Author untuk bisa lebih rajin lagi updatenya.


Oh ya, kalian juga bisa tambahkan cerita ini sebagai favorit supaya tak ketinggalan dengan update terbarunya.


Mari bantu author untuk meramaikan lapak cerita ini :)


.


.


.


New beginning era...


Mau bilang apa sama Aurora dan Pak Dikta ?


Kalau Author sih, cuma mau bilang selamat atas pernikahannya semoga kedepannya bisa jadi pasangan yang mencintai satu sama lain plus cepet-cepet buat dedek bayi yang gemush...


.


.

__ADS_1


.


^^^Bersambung...^^^


__ADS_2