Benih Papa Syerkhan

Benih Papa Syerkhan
01 > Putuskan Hubungan Kami


__ADS_3

Seorang gadis cantik, memiliki tubuh ideal dan, tinggal 150cm. Sedang menyisir rambut panjangnya di depan cermin sambil bernyanyi lagu kesukaannya.


"Kok, Anggi tidak ada kabar, ya?" gumam Syifa sambil menatap layar ponselnya.


Ya, sang kekasih sudah beberapa hari tidak bisa di hubungi. Sehingga dia berniat akan berkunjung ke rumah sang pacar pagi ini dan, ia harus bolos kerja hanya untuk bertemu Anggi.


Syifa dan Anggi sudah berpacaran selama 12 tahun, dari gadis itu masih SMP. Ya, mereka belum menikah, karena Anggi ingin mandiri mengumpulkan uang sendiri.


Padahal, orang tuanya konglomerat di kota ini. Namun, dia tidak mau mengunakan uang dari sang papa sepeserpun.


"Aku minta libur dulu deh, hati ini tidak tenang. Apakah dia saki?" ucap Syifa dengan cemas.


Gadis itu bergegas pergi dari rumahnya, menuju rumah calon mertuanya. Ya, dia sudah tidak memiliki siapapun lagi di dunia ini. Sebab, ayah dan ibu Syifa sudah meninggal dunia dari dia masih SMP.


Setelah sampai di rumah Anggi, Syifa langsung mengetuk pintu dan, pelayan langsung membuka.


"Pagi Non, ke mana saja? Sudah lama tidak kemari?" sapa pembantu tersebut.


Syifa tersenyum dan berjalan masuk ke dalam bersama pembantu itu, dan bercerita bersama karena mereka sudah satu Minggu tidak bertemu.


"Kebetulan semua sedang sarapan, Non datang saja ke sana," ucap pembantu tersebut.


"Baik Bik," jawab Syifa dengan lembut.


Gadis itu berjalan menuju ruang makan dan, berdiri. Sebab, sang kekasih tengah makan bersama keluarga, membuatnya sedikit sakit dan sedih.


'Bahagia sekali dia, andai saja aku bersama keluarga ku. Pasti sudah bahagia,' batin Syifa lirih.


Syerkhan melihat kedatangan Syifa, sehinggadia tersenyum dan langsung menghampiri gadis itu.


"Anak papa datang, dari mana saja?" tanya Syerkhan dengan lembut.


Pria itu mencium puncak kepala Syifa dan, semua orang langsung menoleh termaksud Anggi.


"Sayang, duduk sini!" pinta Dila dengan lembut.


Syifa tersenyum dan, berjalan bersama Syerkhan duduk di samping pria itu, karena calon mertuanya sangat menyayanginya.


"Ayo makan sayang," ucap Syerkhan dengan lembut, sambil memberikan nasi berserta sayur dan daging untuk Syifa.


"Terima kasih Om," ucap Syifa dengan lembut.


Syerkhan tersenyum dan mengelus-elus kepala Syifa dengan lembut, karena dia sudah menyayangi gadis itu sejak pertama bertemu.

__ADS_1


"Syifa berangkat ke kantor sama Papa saja, ya?" ucap Miranda dengan lembut.


Syifa menganggukkan kepala, karena dia selalu menuruti keinginan calon mertuanya. Walaupun dia sebenarnya ingin libur hari ini.


"Kalian bertengkar?" tanya Syerkhan.


Sebab, Anggi dan Syifa hanya diam dan tidak saling pandang, karena hal ini Syerkan mengambil kesimpulan, bahwa sang anak bertengkar dengan calon menantunya.


"Tidak Pa, hanya saja ada sedikit salah paham," jawab Anggi.


Syifa terdiam, karena seingatnya mereka tidak memiliki masalah apapun saat terakhir bertemu dan komunikasi.


"Selesaikan sebelum berangkat bekerja. Ingatlah tahun depan kalian akan menikah. Jangan lupa usahamu selama ini," ucap Syerkhan dengan lembut.


Pria itu sangat menginginkan pernikahan sang anak. Namun, Anggi keras kepala sama sepertinya.


"Baik Pa, ayo Syifa!" Anggi bergegas pergi dari sana dan di ikuti oleh Syifa dari belakang.


Syifa merasa ada yang aneh pada Anggi, karena dia memang merasa mereka baik-baik saja. Tidak ada masalah atau selisih paham.


Setelah sampai di kolam renang, mereka duduk di bangku berhadapan dan, mulailah Anggi menjelaskan semua.


Kalau pria itu belum siap menikah tahun depan, sedangkan Syifa sudah siap. Bahkan, sekarang umurnya sudah 25 tahun.


Sebab, dia kecewa pada Anggi yang selalu menunda pernikahan yang mereka rencanakan sejak SMA.


'Apa maksud dia? Kalau tidak mau menikah, kenapa tidak membatalkan saja, atau putuskan hubungan kami!' geram Syifa dalam hatinya.


Gadis itu sangat kesal, sehingga dia tidak kembali ke ruang makan, melainkan duduk di ruang tamu sambil menenangkan diri.


Syerkhan tersenyum saat melihat yang di cari ada di sofa, dan ia langsung menghampirinya, kemudian mencium pipi gadis itu.


"Sudah selesai masalahnya?" tanya Syerkhan dengan lembut.


"Sudah," jawab Syifa dengan lembut.


Gadis itu tidak canggung lagi di cium oleh Syerkhan, karena dia sudah menganggap pria itu sebagai ayahnya.


"Sana pamit pada mama, setelah itu kita langsung ke kantor, karena ada meeting pagi ini," ucap Syerkhan dengan lembut.


Syifa bergegas pergi dari sana, karena dia tidak ingin membantah ucapan Syerkhan. Sebab, pria itu sudah membiayai kehidupannya selama enam tahun.


"Tante, saya pergi dulu ya? Sama om," ucap Syifa dengan lembut.

__ADS_1


Gadis itu menghampiri calon mertuanya dan, mencium tangan wanita itu dengan sopan. Dila mengecup pipi Syifa dengan lembut.


"Malam Sabtu menginap di sini, ya?" ucap Dila dengan lembut.


Syifa menganggukkan kepalanya, karena sudah satu Minggu dia tidak menginap, sebab ada banyak pekerjaan di kantor.


"Besok Syifa akan menginap selama dua hari di sini," ucap Syifa dengan lembut.


Dila menganggukkan kepala dan, memeluk Syifa, dia berharap gadis itu bisa tinggal di rumahnya secepatnya.


"Ya sudah sana, kamu pergi, kasihan papa menunggu," ucap Dila dengan lembut.


"Baik, pergi dulu Tante." Syifa bergegas pergi dari sana.


Gadis itu berjalan ke luar dan masuk ke dalam mobil Syerkhan, yang sudah terparkir di halaman rumah.


Syifa duduk bersama Syerkhan di belakang, dengan yang dekat duduk bersebelahan. Terlihat mereka seperti sepasang kekasih, kalau orang yang tidak tahu hubungan mereka.


"Apa ini?" tanya Syerkhan.


Pria itu melihat kuku Syifa panjang dan, berwarna hijau muda. Gadis itu langsung diam dan membuka mata lebar-lebar, karena dia lupa memotong kuku.


Walaupun sebenarnya, dia sengaja memanjangkan kuku agar dia terlihat lebih cantik.


"Kuku," jawab Syifa dengan lembut.


Syerkhan tahu kalau itu kuku. Namun, maksudnya dia membicarakan mengapa kuku itu panjang.


"Nanti, jangan masuk ke ruangan mu dulu. Kita ke ruangan kerja papa," ucap Syerkhan dengan lembut. Namun, tegas.


Membuat Syifa tidak bisa menolak, atau membantah lagi, kalau pria itu sudah berbicara.


'Ya ampun, mana aku baru mewarnai kuku ini kemarin,' batin Syifa.


Syerkhan duduk sambil memegang tangan Syifa dengan lembut dan, dia dapat mencium aroma tubuh gadis itu yang sangat harum.


'Apa yang aku pikirkan, seharusnya aku tidak berpikir hal seperti ini,' batin Syerkhan.


Entah mengapa, tiba-tiba ada pikiran liar yang masuk ke dalam pikirannya pada Syifa. Padahal, gadis itu adalah calon menantunya.


Setelah sampai di kantor, Syerkhan langsung membawa Syifa masuk ke dalam ruangannya. Semua karyawan sudah terbiasa oleh pemandangan seperti itu, karena sejak Syifa bekerja di sini. Sang bos sudah bersikap seperti itu.


Mereka semua juga tahu, kalau Syifa adalah tunangan Anggi, anak dari sang CEO yang terkenal egois itu.

__ADS_1


BERSAMBUNG.


__ADS_2