Benih Papa Syerkhan

Benih Papa Syerkhan
78 > Mirip Anggi


__ADS_3

Hari-hari yang dilalui oleh Syifa dan Syerkhan, benar-benar sangat menggembirakan untuk mereka berdua, sebab semakin hari akan semakin dekat mereka bertemu dengan calon anak yang ada dalam kandungan Syifa.


Pada pagi ini, gadis itu sudah merasa kontraksi dan akan segera melahirkan. Syerkhan pun dengan sikap membawa sang istri ke rumah sakit, karena ia tidak mau kedua wanita itu terluka. Ya, dia tahu anaknya seorang wanita sebab itu ya sangat bahagia.


'Ya Tuhan, selamatkan anak dan istriku. Aku sangat menyayangi mereka berdua, apalagi anak keduaku ini perempuan, aku benar-benar sangat bahagia memiliki sepasang anak batin Syerkhan lirih.


Pri itu terus memegang tangan sang istri dengan lembut, sambil menunggu kedatangan dokter kandungan yang akan memeriksa keadaan Syifa, sebab gadis itu sudah mengeluarkan flek yang artinya sebentar lagi akan melahirkan.


Tak berselang lama yang, ditunggu pun akhirnya tiba juga dan langsung memeriksa keadaan Syifa, kemudian mereka tersenyum dan memindahkan Syifa ke ruang bersalin sebab sudah mendekati waktu bersalin.


"Tidak menunggu istri bapak di dalam saja? Karena, kehadiran sang suami membuat istri Anda merasa senang dan, tidak cemas berlebihan. Jadi, masa persaingannya akan lancar," ucap Dokter dengan lembut.


"Baik Dok, saya akan di dalam. Tapi, saya tidak akan mengganggu proses persalinan istri saya, 'kan? Karena, saya tidak ingin anak dan istri saya itu kenapa-napa," jawab Syerkhan dengan pertanyaan.


Sebab dia sangat mencemaskan keadaan Syifa dan calon bayi mereka, karena dia takut mengganggu persalinan sang istri dan membahayakan nyawa Syifa.


"Anda tidak akan mengganggu Pak, justru kehadiran Anda akan membantu mempercepat proses persalinan, sebab istri Anda akan merasa senang dan lebih tenang lagi menjalankan persalinan. Jadi semuanya bisa berjalan dengan lancar tanpa adanya kendala," jawab Dokter tersebut sambil bergegas masuk ke dalam.


Syerkhan mengikuti langkah Dokter tersebut dan, ia pun masuk kemudian duduk di samping Syifa sambil memegang tangan gadis itu dan, mengelapi keringat yang terus mengalir di seluruh wajah sang istri


"Sayang kamu pasti bisa melahirkan anak kita ke dunia ini, aku harap kamu dan dia tidak kenapa-napa kalian selamat dan sehat," ucap Syerkhan lembut.


Syifa tersenyum sambil menganggukan kepala, karena dia tidak bisa berkata-kata lagi sebab perutnya terasa sangat sakit. Bahkan ia pun sudah tidak bisa membuka mata, namun ia tetap memaksakan agar ia dan calon buah hatinya selamat.

__ADS_1


'Aku harus kuat. Aku harus bisa melahirkan anakku ke dunia ini, aku harus bisa membuat dia melihat dunia ini. Melihat betapa indahnya dunia dan dia bertemu dengan aku juga Om Syerkhan,' batin Syifa.


Tak berselang lama, gadis itu pun mulai merasakan kontraksi yang lumayan sakit dan dia pun memegang tangan Syerkhan dengan sangat kuat, tanpa sadar sebab menahan rasa sakit yang sangat luar biasa ia rasakan.


Syerkhan menitikan air mata. Sebab dia belum pernah melihat istrinya melahirkan, karena dulu saat Dila melahirkan, ia tengah berada di jalan dan, sekarang ia melihat langsung sang istri melahirkan buah hatinya ke dunia dengan perjuangan yang sangat luar biasa.


'Ya Tuhan, selamatkan mereka berdua Aku ingin mereka berdua selamat, aku tidak ingin kehilangan salah satunya,' batin Syerkhan sambil berdoa.


Setelah melewati kontraksi yang panjang, akhirnya Syifa berhasil melahirkan seorang bayi wanita berkulit putih dan wajahnya sangat mirip dengan Anggi. Sebab anaknya adalah adik Anggi.


"Aku sangat bahagia, karena anak kita terlahir dengan selamat, walaupun wajahnya sedikit mirip dengan Anggi," ucap Syerkhan lembut.


Syifa terdiam dan, terus menatap wajah putrinya dan benar saja, ucapan sang suami bawa anak mereka sedikit mirip dengan Anggi. Ya walaupun pria itu juga mirip dengan Syerkhan.


Tetap saja, Syifa merasa tidak enak, sebab Anggi adalah mantan pacarnya, walaupun pria itu juga menjadi kakak dari anaknya.


"Terima kasih, sudah menyelamatkan anak dan istri saya. Saya, tidak bisa mengucapkan apa-apa lagi, karena saat ini saya sangat bahagia," ucap Syerkhan lirih.


"Itu sudah menjadi kewajiban saya sebagai Dokter kandungan Pak dan, saya permisi dulu," jawab Dokter kandungan itu.


Setelah Dokter kandungan itu bergegas pergi, Syerkhan langsung meletakkan bayi Syifa di samping gadis itu dan mencium mereka berdua.


"Terima kasih sudah melahirkan putri yang sangat cantik untukku dan, kalian berdua selamat hal itu sangat membuat aku sangat bahagia, sebab kalian adalah harta yang paling terindah yang pernah aku miliki," ucap Syerkhan lembut.

__ADS_1


Syifa, tidak bisa mengatakan apapun. Sebab, setelah menjadi seorang ibu rasanya jauh sangat berbeda dan ia juga sangat bergembira bisa menjadi seorang ibu yang seutuhnya.


"Aku senang kalian selamat walaupun, dia mirip sekali dengan kakaknya. Apakah kita membuat nama dia seperti nama kakaknya?" ucap Syerkhan sambil menatap wajah sang istri.


"Tidak! Tapi, kita sudah mengusulkan nama untuk anak kita kenapa menggantinya dengan seperti nama Anggi?" jawab Syifa dengan pertanyaan.


"Oh benar sekali, maafkan ya aku terlalu lupa sudah menyiapkan nama untuk anak kita berdua," ucap Syerkhan lembut.


Ya, Syerkhan dan Syifa sudah menyiapkan nama untuk anak mereka dan memberikan nama gadis kecil itu. Syifakan Wijaya, sudah mereka siapkan dari jauh hari sebelum Syifa melahirkan.


. . .


Anggi tersenyum, sebab melihat foto yang dikirimkan oleh Syerkhan, wajah sang adik benar-benar sangat mirip dengannya. Bahkan, jika mereka pergi berdua orang pasti akan mengira bayi kecil itu adalah anaknya bukan adiknya.


"Ya ampun, kenapa wajah adikku sangat mirip denganku? Apakah karena kami satu ayah?" ucap Anggi sampai terus menata foto bayi kecil yang ada di ponselnya.


Juwita hanya bisa tersenyum, sebab ia tidak akan menuduh bahwa anak itu adalah anak Anggi. Sebab mereka semua tahu Syifa dan Anggi tidak pernah melakukan hal yang di luar batas saat pertunangan.


'Tidak mungkin itu anaknya Anggi, sebab Syifa saja tidak pernah tidur dengan Anggi, dia hanya tidur dengan om Syerkhan, jadi itu memang benar-benar benih oleh om Syerkhan,' batin Juwita dengan ragu.


Jujur saja, saat melihat foto bayi kecil yang dikirimkan oleh Syerkhan, hati Juwita langsung berdebar-debar tidak karuan, sebab melihat wajah bayi kecil itu sangat mirip dengan Anggi. Padahal itu adalah anak iparnya.


"Itu bisa saja terjadi, karena Anggi itu adalah kakak kandung dari anaknya Syifa. Jadi mereka wajar saja mirip. Bukankah mereka satu ayah?" ucap Dila yang baru saja tiba.

__ADS_1


Sebab, dia mengetahui isi pikiran Juwita yang akan menebak jika itu adalah anak Anggi, bukan anak Syerkhan, sebab wajahnya memang benar sangat mirip dengan Anggi seratus persen.


BERSAMBUNG.


__ADS_2