Benih Papa Syerkhan

Benih Papa Syerkhan
16 > Merasakan hal yang sama


__ADS_3

Syerkhan bergegas masuk ke dalam kamar, karena dia tahu sang istri tengah bersedih dan marah padanya. Namun, ia sama sekali tidak tahu mengapa Dila marah padanya.


Ceklek!


Syerkhan masuk ke dalam dan, melihat Dila duduk di sofa dengan wajah cemberut, membuatnya tersenyum, kemudian menghampiri sang istri.


"Apa aku membuat kesalahan?" tanya Syerkhan dengan lembut.


Dila menganggukkan kepala, karena memang dia kesal pada sang suami. Sebab, Syifa mengatakan Syerkhan tidak masuk angin saat di luar kota.


"Katakan sayang!" ucap Syerkhan dengan sangat mesra.


"Jujur, tanda merah itu siapa yang membuatnya?" tanya Dila dengan terus terang.


Sebab, dia benar-benar sangat penasaran dengan siapa suaminya tidur dan, hati kecilnya mengatakan bahwa wanita itu adalah Syifa.


"Syifa," jawab Syerkhan dengan sangat santai.


Dila langsung menatap tajam sang suami, kemudian dia memberikan anting milik Syifa yang ditemukan di saku jas Syerkhan.


"Kata Syifa, Papa sama sekali tidak masuk angin saat di luar kota," ucap Dila lagi.


Syerkhan langsung diam dan menatap wajah sang istri dengan dalam, karena dia harus mencari alasan yang lebih tepat lagi.


"Lalu, apakah itu benar-benar Syifa yang membuatnya?" tambah Dila lagi.


Syerkhan tengah memikirkan cara agar istrinya percaya padanya, karena belum saatnya Dila mengetahui semua tentangnya dan Syifa.


"Jawab Syerkhan!" pinta Dila dengan kesal.


Sebab, sang suami hanya diam tidak menjawab pertanyaannya sejak tadi membuatnya semakin cemas.


"Lalu, apakah kamu juga membuat tanda di leher Syifa? Katakan Syerkhan?!" tanya Dila dengan sangat emosi.


Syerkhan hanya diam, karena dia benar-benar bingung harus menjawab apa. Sebab, saat ini dia sudah terdesak harus berkata jujur.


"Jawab Syerkhan!" teriak Dila sambil menangis sejadi-jadinya.


Sebab, hatinya mengatakan sang suami dan Syifa memiliki hubungan di belakangnya dan Anggi.


"Iya!" jawab Syerkhan.


Jantung Dila Seakan berhenti berdetak, mendengar sang suami berkata jujur. Tenyata nalurinya selama ini benar adanya.


"Jadi, kalian benar-benar melakukan hubungan terlarang itu?" tanya Dila dengan nada bergetar.


"Iya, aku minta maaf. Karena, semua adalah salahku. Aku mencintai Syifa," ungkap Syerkhan.

__ADS_1


Dila sangat sedih mendengar sang suami mencintai wanita lain dan, gadis itu adalah calon menantu mereka.


"Kamu jahat!" Dila memukul bidang dada suspek Syerkhan dan, pria itu langsung memeluk sang istri.


"Maafkan aku Dila, aku harap kalian bisa menerima keputusan ku. Sebab, aku mencintai Syifa, karena kalian yang selalu membuat kami bersama setiap waktu," ucap Syerkhan dengan lembut.


Hati Dila seakan ditusuk-tusuk jarum, saat sang suami malah menyalahkan dia atas apa yang diperbuat.


"Tega sekali kamu, padaku dan Anggi. Apa tidak ada rasa kasihan di dalam hatimu? Bagaimana perasaan Anggi?!" tanya Dila dengan sangat emosi.


Syerkhan bangun, kemudian menarik tangan Dila masuk ke dalam pelukannya. Sebab, dia sangat mencintai sang istri.


"Dila, aku minta maaf karena aku juga mencintai Syifa. Anggi bisa mencari wanita lain," jawab Syerkhan tanpa rasa bersalah sedikitpun.


Dila benar-benar tidak habis pikir, karena sang suami mengatakan hal seperti itu padanya. Wanita itu langsung melepaskan pelukan mereka.


"Bagaimana kamu akan menjelaskan padanya? Kalau kamu, mencintai wanita yang juga dicintainya?" tanya Dila dengan air mata yang mengalir deras.


Wanita mana yang sanggup mendengar suaminya tidur dengan wanita lain. Apa lagi wanita itu sudah menjadi bagian keluarga mereka.


"Aku akan menjelaskannya dan, aku harap kau menerima Syifa menjadi istri keduaku," jawab Syerkhan


Dila langsung bergegas pergi dari sana, karena ia tidak sanggup kalau sang suami menikah lagi, dengan gadis yang sudah di anggap sebagai anaknya.


. . .


Syerkhan sudah berangkat ke kantor pagi-pagi sekali, karena dia tidak mau bertengkar dengan sang istri.


Pria itu tengah memakan sarapannya, sendirian di ruangan kerja Syifa. Sebab, ia ingin mengatakan sesuatu pada gadis itu.


Ceklek!


Syifa masuk ke dalam dan melihat Syerkhan tengah makan di sofa dan, dia langsung menghampiri pria itu.


"Ayo sayang, makan bersama papa," ucap Syerkhan sambil menyuapi Syifa.


Gadis itu membuka mulutnya, karena dia takut Syerkhan marah padanya karena menolak.


"Ada masalah?" tanya Syifa dengan lembut.


"Makan dulu, setelah itu kita bercerita," jawab Syerkhan sambil terus menyuapi Syifa.


Gadis itu hanya diam, karena dia tidak ingin Syerkhan marah padanya. Sebab, kalau pria itu sarapan di kantor, tandanya sedang dalam masalah seperti biasa.


'Ada apa ya? Aku jadi cemas,' batin Syifa.


Setelah mereka berdua selesai makan, Syerkhan mencaritahu Syifa kalau Dila sudah mengetahui scandal mereka berdua.

__ADS_1


"Apa!" pekik Syifa.


Gadis itu sangat terkejut, karena dia tidak menyangka Syerkhan membongkar rahasia mereka pada wanita yang sudah di anggapnya sebagai ibu.


"Sudahlah, cepat atau lambat pasti mereka akan tahu juga," sahut Syerkhan dengan sangat santai.


Syifa terdiam, kemudian dia menatap wajah Syerkhan dengan tatapan benci. Sebab, sangat egois.


"Tapi, Syifa sudah mengatakan kalau kita tidak akan menikah sampai kapanpun!" jawab Syifa dengan kesal.


Syerkhan memegang tangan gadis itu dengan lembut, kemudian dia menjelaskan semua terjadi karena Syifa juga sudah berkata jujur pada Dila.


"Akan ada bayiku, di dalam rahimmu. Bagaimana kita tidak akan menikah?" tanya Syerkhan dengan lembut.


Syifa terdiam, kemudian air matanya lolos begitu saja tanpa izin darinya, karena mendengar ucapan Syerkhan.


"Tolong ke luar dari ruangan Syifa," pinta Syifa dengan lembut.


Syerkhan bangun kemudian mencium puncak kepala Syifa dengan lembut dan bergegas pergi dari sana. Sebab, ia tidak ingin membuat gadis itu kesal padanya.


"Aku akan bertemu tante Dila dan, meminta maaf padanya nanti. Sebab, aku adalah perusak rumah tangga mereka," ucap Syifa lirih.


Gadis itu duduk dan menangis sejadi-jadinya, karena merasa sudah menjadi pelakor dalam rumah tangga Dila.


. . .


Dila diam sambil memakan sarapannya dan, Anggi merasa heran karena sang mama terlihat seperti tengah memikul masalah besar.


"Ma, katakan ada masalah apa? Mama sama papa?" tanya Anggi.


Sebab, sang papa sama sekali tidak sarapan di rumah terlihat jelas kedua orang tuanya tengah bertengkar.


"Tidak ada," jawab Dila dengan lembut.


Namun, Anggi sama sekali tidak percaya jika sang mama dan papanya tidak memiliki masalah.


"Katakan pada Anggi, Ma." Anggi mendekati sang mama dan mencium wanita itu dengan lembut.


'Ya Tuhan, apakah aku sanggup memberitahu Anggi, kalau wanita yang dicintainya, juga di cinta papanya?' batin Dila lirih.


Wanita itu langsung meneteskan air mata, karena dia benar-benar sangat sedih saat mengingat kembali ucapan sang suami.


"Ma, apa papa menyakiti Mama?" tanya Anggi dengan lembut.


Jujur, dia tidak sanggup melihat sang mama bersedih seperti saat ini. Karena, wanita itu menjadi separuh jiwanya. Bila Dila bersedih, dia juga akan merasakan hal yang sama.


BERSAMBUNG.

__ADS_1


__ADS_2