Benih Papa Syerkhan

Benih Papa Syerkhan
68 > Salah Paham


__ADS_3

Juwita hanya diam, karena jujur saja dia juga merasa cemburu saya sang suami, menayangkan wanita lain dihadapannya tadi. Sedangkan Anggi, hanya diam, sebab dia sama sekali tidak merasa berbuat kesalahan sedikitpun.


"Kalian di sini dulu, biar papa buatkan minum," ucap Syerkhan lembut.


"Pa, tidak usah! Maksudnya, kami buat sendiri saja!" larang Anggi.


Sontak, Syerkhan diam dan, menghentikan langkahnya saat sang anak melarangnya. Pria itu pun duduk kembali sambil menatap wajah Anggi.


"Kenapa?" tanya Syerkhan lembut.


"Kami tidak mau merepotkan Papa, biar nanti Anggi saja yang membuat minum," jawab Anggi lembut.


Syerkhan menganggukan kepalanya, kemudian mereka melanjutkan pembicaraan biasa dan, pada saat itu juga Syifa datang bersama dengan Micella.


"Om Syerkhan!" Micella berlari menghampiri Syerkhan.


Membuat pria itu bahagia dan, memeluk Micella dengan lembut, karena dia sangat menyayangi gadis kecil itu.


"Syifa buat minum dulu ya," ucap Syifa lembut.


"Jangan!" larang Anggi.


Sontak, membuat semua yang ada di sana langsung menatap wajah Anggi dan, pria itu menjelaskan mengapa dia melarang Syifa membuat air.


"Kalian semua tunggu di sini saja! Aku, akan membuat minum," ucap Anggi lembut.


Semua yang ada di sana menganggukan kepala mereka dan, Anggi bergegas pergi dari sana menuju dapur. Pria itu langsung membuat minum setelah sampai ke dapur.


"Kenapa ya, rasa ini belum bisa hilang? Apa, aku harus pergi jauh? Agar, kami tidak bertemu dan, bisa melupakan dengan cepat?" gumam Anggi sambil terus membuat jus jeruk.


Prang!


Anggi langsung menoleh dan, melihat adanya Juwita di belakangnya, membuat dia sangat terkejut. Pria itu langsung berlari menghampiri sang istri.


"Kamu tidak apa?" tanya Anggi dengan cemas.


Sebab, dia takut terjadi sesuatu pada calon anaknya dan sang istri, namun Juwita hanya diam tidak mengatakan apapun.


"Apa kamu mendengar ucapku tadi?" tanya Anggi lagi.


Juwita hanya diam dan, langsung mengambil air putih dan, bergegas pergi dari sana, tanpa mengatakan apapun pada sang suami. Membuat Anggi merasa bersalah sudah berkata seperti tadi.

__ADS_1


Padahal, niatnya hanya ingin melupakan Syifa, agar dia bisa hidup bahagia bersama sang istri dan calon anak mereka, yang sebentar lagi akan terlahir ke dunia ini.


"Entahlah, aku juga tidak mengerti pada dirimu sendiri, kenapa bisa seperti ini? Kenapa, aku selalu memikirkan Syifa? Padahal, ada Juwita yang sangat mencintaiku," ucap Anggi lirih.


Bukan kemauannya selalu memikirkan Syifa, namun dia juga tidak bisa menyalahkan pikirannya, sebab hatinya belum benar-benar melupakan Syifa.


Anggi berjalan dengan perlahan sambil membawa lima gelas jus jeruk yang dia buat tadi. Sesampainya dia di ruang tadi, ia meletakan jus jeruk ke meja, kemudian pria itu duduk di samping sang istri, yang terus-menerus memasang wajah datar.


"Pa, sepertinya kami harus cepat pulang, karena ada masalah yang sangat penting," ucap Anggi lembut.


"Kenapa?" tanya Syerkhan.


"Besok kami akan datang lagi, Papa jangan khawatir," jawab Anggi lembut.


Syerkhan menganggukan kepalanya, karena dia tidak bisa menahan sang anak yang harus pergi dan, menyelesaikan permasalah yang dialaminya.


"Kami pergi dulu ya, Pa." Anggi berucap sambil bergegas pergi dari sana bersama sang istri.


"Hati-hati!" pesan Syerkhan.


Setelah Anggi dan Juwita pergi, Syerkhan masih duduk di sana bersama Syifa dan juga Micella, mereka semua menonton film kartun dari leptop Syerkhan.


. . .


"Juwita," panggil Anggi lembut.


"Euum," jawab Juwita dengan gumam.


Anggi tersenyum dan, memeluk Juwita dengan lembut, dia pun mengecup kening sang istri dengan mesra.


"Jangan marah, karena kamu cuma salah paham soal yang tadi," ucap Anggi lembut.


Juwita hanya diam, karena dia malas menjawab ucapan sang suami, hal itu membuat Anggi kesal.


"Baiklah, jika tidak mau bicara denganku, maka aku tidak akan mau pulang ke rumah, aku akan tinggal di toko saja!" ancam Anggi.


Sontak, membuat Juwita langsung menatap sang suami dan, dia pun memeluk pria itu dengan erat, sebab tidak mau jauh dari suaminya.


"Aku tidak marah padamu. Tapi, aku hanya cemburu dan, jangan pergi! Tetaplah bersamaku di sini!" pinta Juwita.


Anggi tersenyum, karena rencananya membuat Juwita takut telah berhasil dan, dia pun langsung mencium puncak kepala gadis itu dengan lembut.

__ADS_1


"Aku tidak akan pergi, jangan takut ya," ucap Anggi lembut.


Juwita menganggukan kepala, kemudian dia tersenyum sambil mengecup pipi Anggi dengan sangat merasa.


"Aku mencintaimu," ucap Juwita lembut.


"Aku juga mencintaimu."


Anggi menjawab dengan lembut dan, Juwita tersenyum malu-malu, karena mendengar ucapan yang sejak dulu ia harapkan dan, sekarang menjadi kenyataan.


'Aaahhh, aku merasa seperti mimpi yang indah dan, aku tidak mau bangun takut mimpi ini usai. Salahkah aku berharap Anggi memang benar mencintaiku?' batin Juwita sambil berpikir.


. . .


Dila baru saja selesai mengerjakan tugasnya sebagai seorang pengusaha roti yang terkenal. Bahkan roti buatnya sudah terkenal di seluruh Indonesia.


"Apa aku lihat toko dulu? Takutnya ada yang terlewatkan," gumam Dila sambil berjalan masuk kembali ke dalam.


Wanita paruh baya itu, memeriksa semua dan aman, dia pun bergegas pergi dari sana, karena masih banyak pekerjaan yang menumpuk di rumah.


Saat di dalam mobil, dia terdiam sambil membaca pesan dari Dilon yang memintanya segera menjawab lamaran pria itu. Namun, dia masih belum ada jawabannya.


"Apa aku terima saja? Tapi, aku takut pernikahan kami akan kandas di tengah jalan, seperti pernikahan aku dan mas Syerkhan," ucap Dila lirih.


Wanita itu langsung mengemudikan mobilnya menuju rumah, karena dia harus mengerjakan tugas dari rumah, sebab semua anak buahnya pergi ke toko rotinya diberbagai daerah untuk melihat perkembangan toko.


. . .


Syifa tersenyum, kemudian dia membenarkan posisi tidur Micella. Ya, gadis kecil itu tertidur saat mereka tengah menonton film kartun terbaru dari leptop Syerkhan.


"Hei, ayo kita ke kamar, ada sesuatu hal yang penting ingin aku sampaikan padamu," ucap Syerkhan lembut.


Namun, sangat menggoda di mata Syifa dan, gadis itu langsung bergegas pergi meninggalkan sang suami, membuat Syerkhan terkejut.


"Ya ampun, dia sangat tidak sabar. Padahal aku memang ingin menyampaikan sesuatu yang penting," gumam Syerkhan sambil berjalan mengikuti Syifa.


Sesampainya di dalam, Syerkhan tertawa saat melihat Syifa sudah tidur di atas ranjang dengan sangat manis dan, dia pun menghampiri sang istri.


"Hei, aku ingin memberitahu, kalau Minggu depan, aku harus pergi ke luar kota bersama istri rekan bisnisku," ucap Syerkhan.


Sontak membuat Syifa terkejut, karena dia mengira sang suami akan bermain bersamanya di dalam gua lele. Namun, semua salah.

__ADS_1


BERSAMBUNG.


__ADS_2