
Syifa langsung bergegas menuju tempat tidur pasien dan, Dokter tersebut melakukan USG dan, menjelaskan tentang janin yang berkembang di dalam kandungan gadis itu.
"Dok, apa jenis kelamin anak kami?" tanya Syerkhan sambil terus menatap layar USG.
Sontak, membuat Syifa tersenyum, sebab sang suami benar-benar sangat polos dan, Dokter tersebut menjelaskan semua tentang kehamilan pada Syerkan.
"Terima kasih Dok, saya sekarang paham, maklumlah menerima anak pertama sudah 25 tahun silam," ucap Syerkhan lembut.
"Tidak apa Pak, biasanya seorang pria yang akan menjadi ayah akan sedikit gugup dan grogi. Jadi, itu wajah saja bagi saya," jawab Dokter tersebut dengan rama.
Setelah USG selesai, Syifa kembali duduk di samping sang suami dan, Dokter kandungan itu memberikan mereka vitamin untuk Syifa selama masa kehamilannya.
"Ingat ya, jangan terlalu stress, sebab itu bisa memicu terjadinya pendarahan atau terlambatnya perkembangan janji Bu Syifa," pesan Dokter kandungan itu dengan lembut.
"Baik Dokter, terima kasih kami permisi dulu," jawab Syifa lembut.
Mereka berdua bergegas pergi dari sana dengan perlahan, karena Syerkhan tidak membiarkan sang istri jalan terburu-buru. Setelah mereka sampai di dalam mobil.
Syifa langsung duduk dan meminum air putih yang ia bawa dari rumah tadi, sebab Dokter menyarankan agar dia banyak mengonsumsi air putih.
"Sudah? Setelah ini, kita pulang atau ada yang kau kamu beli?" tanya Syerkhan dengan lembut.
"Tidak ada," jawab Syifa cepat
Syerkhan tersenyum dan, mengelus-elus kepala sang istri dengan lembut, kemudian dia mencium kening gadis itu dengan penuh cinta.
"Aku sangat mencintaimu, jangan pergi lagi dariku," gumam Syerkhan setelah mengecup kening Syifa.
Syifa menganggukan kepalanya, kemudian dia menatap wajah sang suami dan, tersipu malu, sebab ia sudah mulai mencintai pria yang ada di hadapannya sekarang.
'Apakah sekarang aku mencintainya? Tapi, mungkin ini hanya cinta, karena aku tengah mengandung anaknya,' batin Syifa sambil berpikir.
Gadis itu menepis perasannya jauh-jauh, sebab ia tidak mau mencintai Syerkhan, karena jauh di lubuk hati yang terdalam, masih ada Anggi, pria itu sudah mengisi ruang hatinya selama 12 tahun.
Tidak mungkin akan muda tergantikan oleh pria yang baru beberapa hari menjadi suaminya, bukan karena dia tidak ingin mencintai Syerkhan. Namun, rasa sakit hatinya masih sering muncul.
"Sayang, bagaimana kita menjemput Micella dulu?" tanya Syerkhan sambil menatap wajah Syifa sekilas.
"Baik Om, sudah lama kita tidak bertemu dengannya," jawab Syifa cepat.
Ya, Syifa dan Micella sudah tiga hari tidak bertemu. Namun, mereka sering melakukan panggilan video.
__ADS_1
Syerkhan langsung memutar balik mobilnya, menuju sekolah Micella, gadis kecil yang membuat hatinya rindu setiap hari. Padahal mereka tidak memiliki hubungan saudara.
Setelah sampai, mereka tidak turun dari mobil, sebab melihat Dilon bersama Dila tengah menjemput Micella, membuat Syerkhan terkejut.
"Om, bukankah itu tante Dila?" tanya Syifa sambil terus menatap ke arah wanita paruh baya itu.
"Iya, dia bersama Dilon, ada hubungan apa mereka berdua?" jawab Syerkhan dengan pertanyaan juga.
Sebab, dia tidak pernah tahu kalua sang istri memiliki hubungan dengan Dilon dari dulu dan, baru mengetahui hal ini.
'Apa pria itu, cinta pertama Dila? Karena, aku yakin dia adalah langit biru yang ada di dalam buku harian Dila,' batin Syerkhan sambil berpikir.
Ya, Syerkhan tahu kalau Dila memiliki cinta pertama, sebab dia menemukan buku harian Dila beberapa tahun yang lalu dan, tertulis nama langit biru yang masih ada di dalam hati sang istri.
"Sebaiknya kita pulang, jangan mengganggu mereka," ucap Syerkhan datar.
Sontak, membuat Syifa terkejut akan perubahan sikap sang suami dan, mengambil kesimpulan bahwa pria itu cemburu pada Dila.
Namun, belum sempat Syerkhan mengemudikan mobilnya, Micella berteriak memanggilnya.
"Om Syerkhan!" teriak Micella.
Gadis kecil itu hafal betul dengan mobil Syerkhan, sehingga dia tidak ragu memanggil pria tampan tersebut.
Dila terus menatap ke arah mobil yang di tunjukkan oleh Micella dan, dia membuka mata lebar-lebar, sebab benar dugaannya, itu adalah mobil mantan suaminya.
"Itu mobil mas Syerkhan," gumam Dila.
Dilon mengetahui kalau Dila pasti terkejut melihat Micella mengenal Syerkhan. Namun, pria itu hanya diam, seolah-olah tidak mengetahui apa pun.
"Papa, Micella ke tempat Om Syerkhan ya," pinta Micella dengan lembut.
"Iya," jawab Dilon lembut.
Micella langsung berlari menuju mobil Syerkhan dan, bergegas masuk ke dalam dengan hati yang bergembira, sebab dia bertemu sang bunda.
"Bunda!" Micella langsung memeluk Syifa dengan lembut.
"Sayangnya bunda," ucap Syifa lembut.
Syerkhan juga memeluk Micella. Namun, gadis kecil itu langsung melepaskan pelukannya, sebab ia kesal pada pria tampan tersebut.
__ADS_1
"Ada apa?" tanya Syerkhan dengan heran.
Sebab, dia sama sekali tidak tahu, kalau Micella marah padanya. Gadis kecil itu pun membuang pandangannya agar Syerkhan peka.
"Om, sepertinya coklat yang terbaru itu tidak jadi kita beli, karena Micella tidak mau," ucap Syifa dengan lembut.
"Mau!" Micella langsung menjawab.
"Jadi, gadis kecil om Syerkhan ini mau?" tanya Syerkhan lembut.
Micella langsung menganggukan kepala, kemudian dia memeluk Syerkhan kembali, sebab pria itu memberikan kode padanya.
"Micella, kenal sama tante Dila?" tanya Syifa.
Micella langsung melepaskan pelukannya, kemudian menganggukan kepala sambil memasang wajah datar, sebab dia tidak sukai pada wanita tersebut.
"Micella tidak ingin dia menjadi ibu sambung, tapi papa tidak mau mendengarkan Micella," ungkap Micella.
Sontak membuat Syerkhan terkejut, sebab dia tidak tahu kalau Dila dan Dilon menjalin hubungan.
"Apa mereka berpacaran?" tanya Syerkhan penasaran.
"Tidak tahu, yang jelas dia selalu saja ingin mendekati Micella, tapi Micella tidak suka," jawab Micella dengan manja.
Syifa terus-menerus menatap wajah sang suami, karena dia merasa cemburu pada Syerkhan yang terus bertanya tenteng hubungan Dila dan Dilon pada Micella.
'Apa bener semuanya? Kalau, om Syerkhan masih mencintai tante Dila?' batin Syifa sambil berpikir.
Sedangkan Dila dan Dilon masih berdebat, sebab wanita paruh baya itu bertanya-tanya pada Dilon sejak kapan mengenal Syerkhan.
"Dila, Syifa itu adalah anak Cinta. Jadi, dia adalah keponakan ku," jelas Dilon.
Sontak, membuat Dila terkejut, karena selama ini dia tidak tahu tenteng identitas Syifa yang sebenernya.
"Maaf, aku salah paham, lagi pula kita tidak memiliki hubungan apapun," jawab Dila lirih.
Entah mengapa, saat dia berucap tadi hatinya sangat sakit, karena dia menginginkan mereka memiliki hubungan yang. Namun, nyatanya itu hanya menjadi angan-angan saja.
"Hei, kenapa jadi sedih seperti ini?" tanya Dilon lembut.
Pria itu mengelus-elus kepala Dila dengan lembut, sama seperti dulu saat mereka masih duduk di bangku SMP.
__ADS_1
BERSAMBUNG.