Benih Papa Syerkhan

Benih Papa Syerkhan
51 > Rasa yang tertinggal


__ADS_3

Syerkhan dan Syifa saling bertatapan, karena mereka satu pemikiran saat melihat Dilon mengelus-elus perut Dila lembut.


"Micella, berpamitan dulu sama Papa, karena kita akan ke bioskop," ucap Syerkhan lembut.


Micella sangat senang, karena Syerkhan akan membawanya pergi ke bioskop, yang artinya ia akan menonton film kesukaannya.


"Asik!" Micella langsung bergegas pergi dari sana, karena dia ingin berpamitan dengan sang papa.


Setelah kepergian Micella dari mobil Syerkhan, Syifa hanya diam, sebab hatinya merasa tidak enak, saat sang suami terlihat cemburu melihat Dila bersama pria lain.


'Mungkin, Om Syerkhan belum bisa melupakan tante Dila, lalu untuk apa dia menyatakan cinta padaku,' batin Syifa lirih.


Syifa membuang pandangannya, sebab Syerkhan terus-menerus menatap ke arah Dila yang tengah berbincang dengan Dilon dan Micella.


Syerkhan sama sekali tidak menghiraukan Syifa yang tengah kesal, sebab dia terus memperhatikan gelagat Dila dan juga Dilon.


'Apa sebenarnya mereka sudah memiliki hubungan? Tapi, untuk apa juga aku memikirkan mereka lagi, sebab aku dan Dila sudah bercerai,' batin Syerkhan sambil berpikir.


Syerkhan menatap kesal pada Dila dan Dilon, sebab dia merasa sudah di kianati oleh wanita itu dan, ia pun berniat untuk menghampiri mereka.


Namun, saat dia hendak turun, Syerkhan melirik ke arah Syifa, terlihat gadis itu cemberut dan, dia pun mencium kening sang istri dengan lembut.


Sontak, membuat Syifa terkejut dan, langsung menatap wajah suaminya yang ada dihadapannya dengan tatapan kekesalan yang sejak tadi ditahannya.


"Ada apa?" tanya Syerkhan lembut.


"Euum," sahut Syifa.


Syerkhan mengerti mengapa Syifa cuek padanya, sehingga dia langsung memegang tangan sang istri dengan lembut dan, juga mencium puncak kepala gadis itu.


"Aku sangat mencintaimu, mana mungkin aku berpaling," ucap Syerkhan lembut.


Syifa hanya diam, karena dia tahu ucapan itu tidak akan menjadi nyata, sebab Syerkhan masih memiliki rasa pada Dila, wanita yang sudah menjadi istrinya selama 26 tahun.


"Hei, aku tidak berbohong, aku sangat mencintaimu," ucap Syerkhan lagi.


Sebab, Syifa hanya diam dan tidak menjawab ucapannya, sehingga dia mengambil kesimpulan, bahwa sang ibu marah padamu, karena ia sejak tadi terus menatap ke arah Dila.

__ADS_1


"Ayolah, aku minta maaf kepadamu, karena sudah membuatmu cemburu," tambah Syerkhan.


Sontak, membuat Syifa langsung menatap tajam ke arah pria itu, kemudian dia menggelengkan kepalanya, karena malu jika sang suami tahu ia cemburu.


"Tidak!" banta Syifa.


Syerkhan tersenyum, karena dia tahu kalau Syifa benar-benar cemburu padanya, sebab sejak tadi, ia terus menatap ke arah Dila dan Dilon.


"Aku percaya," jawab Syerkhan.


Syifa tersenyum, karena sang suami mempercayainya dengan muda. Padahal semua yang diucapkan oleh pria itu bener adanya, ia cemburu.


"Kalau kamu cemburu," ucap Syerkhan dalam hatinya.


Mereka berdua diam, saat Micella masuk ke dalam mobilnya, namun gadis itu bersama sang papa juga Dila.


"Wah, kalian mau ke bioskop tanpa mengajak kami," ucap Dilon dari luar mobil Syerkhan.


"Aku pikir kau tidak mau, sebab itu aku tidak mengajak kalian," jawab Syerkhan.


Dilon tersenyum dan, mereka bergegas pergi dari sana menuju bioskop, namun dengan kendaraan masing-masing. Dila dan Dilon pergi dengan mobil yang sama.


. . .


Selama diperjalanan, Dia hanya diam, sebab dia merasa tidak nyaman kalau berpergian dengan Syifa dan Syerkhan, karena hatinya masih sangat sakit, akan pengkhianatan sang suami.


Namun, dia harus pergi, sebab merasa tidak enak pada Dilon, karena pria itu akan marah bila ia tidak pergi.


'Bagaimana ini? Tidak mungkin aku pulang, karena sebentar lagi akan sampai. Tapi, kalau aku ikut, pasti mereka berdua akan bersikap mesra,' batin Dila lirih.


Wanita paruh baya itu terus-menerus memikirkan cara agar dia tidak ikut bersama mereka, namun sayangnya dia sama sekali tidak memiliki ide apapun.


'Sial, sepertinya aku harus mencari cara lain agar bisa terbebas dari situasi ini, apa lagi aku dan Dilon sudah memiliki hubungan yang spesial,' batin Dila.


Ya, Dila dan Dilon menjalin hubungan sejak beberapa hari lalu, karena keduanya masih sama-sama memiliki rasa dan, mereka memutuskan untuk menjalin kembali hubungan yang belum usai.


Setelah sampai di bioskop, Syerkhan mengendong Micella seperti anaknya sendiri dan, Syifa hanya diam, sebab dia juga sengat menyukai gadis kecil itu dan, berharap anaknya perempuan.

__ADS_1


"Om, kenapa tante Dila belum sampai?" tanya Syifa sambil terus berjalan.


"Mungkin lagi dijalan," jawab Syerkhan.


Pria itu terus berjalan masuk dan, membeli tiket juga cemilan untuk mereka nanti di dalam. Setelah itu, mereka bertiga langsung masuk ke dalam, tanpa menunggu Dila dan Dilon sampai.


"Om, apa mereka tahu kita ada di sini?" tanya Syifa dengan cemas.


Sebab, mereka tidak menonton film kesukaan Micella, melainkan film kartun terbaru yang keluar. Syerkhan menganggukkan kepala, sambil memperlihatkan ponselnya.


Ya, Syerkhan mengirimkan pesan pada Dila kalau mereka ada di dalam dan, menonton Film apa, sebab Dilon mengalami kendala pada mobilnya.


"Seperti itu," gumam Syifa.


"Bunda, kita diam karena film sudah di mulai," ucap Micella dengan manja.


Syifa langsung diam dan, mereka semua fokus menonton film kartun sampai tertawa lepas, sebab mereka hanya bertiga di dalam ruangan itu.


Micella sama sekali tidak memikirkan sang papa yang belum sampai, sebab dia sudah merasa nyaman bersama Syerkhan dan juga Syifa.


. . .


Dilon dan Dila di dalam mobil, sebab mobil mereka mogok dan, menunggu sang anak buah membawakan mobil untuk mereka. Tiba-tiba saja, pria itu mencium Dila dengan lembut.


"Hei, tidak boleh seperti itu, kita belum menikah dan, aku juga baru bercerai tadi," ucap Dila.


Dilon menganggukan kepalanya, karena dia senang bisa bersama dengan cinta masa SMP-nya dulu. Padahal mereka berdua sudah terpisah lama.


"Maaf, baiklah aku akan menunggu sampai kita menikah," jawab Dilon lembut.


Dila tersenyum, kemudian mereka bercerita tentang masa lalu yang belum tuntas, sebab sama-sama berpisah dan, menikah dengan orang lain.


"Sudahlah, yang penting kita sudah bersama dan, tidak memiliki pasangan," ucap Dilon lembut.


Dila tersenyum dan, mereka saling berpelukan melepaskan rasa rindu yang mendalam, setelah sekian lama berpisah.


'Aku bahagia, bisa bertemu dengan pria yang mencintai ku, walaupun aku tidak tahu betul, dia benar-benar cinta padaku, atau sama seperti mas Syerkhan, hanya ucapan saja,' batin Dila lirih.

__ADS_1


Entah mengapa, hatinya sangat sakit saat mengingat Pengkhianatan sang suami, walaupun dia sudah rela, pria itu menikahi anak angkatnya, namun tetap saja, masih ada rasa sakit yang tertinggal.


BERSAMBUNG.


__ADS_2