Benih Papa Syerkhan

Benih Papa Syerkhan
52 > Dasar Mesum!


__ADS_3

Setelah film selesai, Dila dan Dilon tak kunjung sampai, sehingga Syerkhan memutuskan untuk berjalan-jalan dan, mencari makanan, sebab Micella sangat lapar.


"Om Syerkhan, di situ saja! Sebab, ada makanan yang sangat enak di sana, karena Micella dan papa sering ke sana," ucap Micella dengan lembut.


Syerkhan menganggukkan kepalanya, kemudian dia bergegas pergi menuju tempat yang ditunjukkan oleh Micella tadi bersama Syifa.


"Silahkan dipilih menunya Pak," ucap pegawai restoran itu.


"Saya mau ini dan, kalian apa?" tanya Syerkhan sambil menatap ke arah Syifa dan Micella.


"Micella seperti biasanya," jawab Micella.


"Syifa sama saja, seperti Micella," jawab Syifa lembut.


Syerkhan memesan minuman dan, pegawai itu langsung mencatat semua pesanan mereka dan, bergegas pergi dari sana. Setelah beberapa menit kemudian, pesanan sampai.


"Silahkan dinikmati makanannya Pak, bersama anak-anak Bapak," ucap pegawai restoran itu dengan rama.


Namun, Syerkhan langsung membulatkan matanya, sebab Syifa bukan anaknya melainkan istrinya.


Setelah pegawai restoran itu pergi, Syifa hanya diam, sebab dia tidak tahu harus berbuat apa, karena jujur, mereka memang lebih cocok menjadi ayah dan anak, bukan sepasang suami-istri.


'Biarkan saja Om Syerkhan malu, karena dia juga tahu kami lebih cocok menjadi anak dan ayah. Tapi, dia malah mencintaiku,' batin Syifa.


Mereka semua memakan makanan masing-masing sampai selesai, namun Dila dan Dilon tak kunjung datang sampai sekarang, membuat pria itu mutuskan agar mereka pulang.


"Micella di rumah ada siapa?" tanya Syerkhan lembut.


"Di rumah ada suster yang menjaga Micella," jawab Micella dengan lembut.


Syerkhan tersenyum dan, langsung mengemudikan mobilnya menuju rumah Dilon, sebab hari sudah semakin sore, namun Dila dan Dilon belum ada kabar, entah di mana mereka sekarang?


Setelah mengantarkan Micella pulang, Syifa dan Syerkhan bergegas pulang ke rumah, sebab gadis itu merasa sangat lelah akibat, seharian terus berpergian.


"Sayang," ucap Syerkhan lembut.


Namun, tidak ada jawaban, sebab Syifa sudah tertidur dengan pulas dan, pria itu langsung mencium sang istri, kemudian mengendong gadis ke luar.


Syerkhan membawa Syifa masuk ke dalam kamar mereka, sebab gadis itu tak kunjung bangun sampai saat ini, membuat pria tempat itu jahil.

__ADS_1


"Maafkan aku ya sayang, karena harus membuat tidurmu tidak nyenyak," ucap Syerkhan lembut.


Pria itu langsung memeluk sang istri dan, melancarkan aksinya, namun belum sempat Kris Jaka Tarub miliknya masuk ke dalam gua lele, Syifa sudah bangun.


"Aaahhh!" jerit Syifa.


Sebab, gadis itu terkejut saat membuka mata dan melihat Kris Jaka Tarub yang sudah berdiri tegak dengan ukuran yang lumayan besar.


"Apa itu? Benda yang sangat besar?!" tanya Syifa dengan berteriak.


Syerkhan langsung memasukan kembali Kris Jaka Tarub miliknya ke dalam kandang, sebab Syifa ketakutan, mungkin karena gadis itu baru bangun tidur.


"Sayang, itu junior milikku," ucap Syerkhan sambil mengelus-elus rambut Syifa.


Syifa langsung diam dan, menyadari bahwa dirinya sudah tidak menggunakan apapun lagi, sehingga dia langsung mengambil selimut, kemudian menutupi tubuh polosnya.


"Dasar pria tua mesum!" teriak Syifa.


Syerkhan langsung tertawa mendengar ucapan Syifa, sebab gadis itu biasanya juga menikmati sentuhan darinya, namun kali ini sang istri seperti jual mahal.


"Hei, sepertinya ada yang jual mahal. Padahal dialah yang paling menikmati sentuhan dariku selama ini," sindir Syerkhan.


Sontak, membuat Syifa malu, sebab beberapa hari lalu dia sempat mengeluarkan desah, karena Syerkhan bermain dengan lincah.


"Sayang, ayolah satu kali saja," pinta Syerkhan dengan lembut.


Syifa menganggukkan kepalanya, kemudian mereka memulai melakukan olahraga panas bersama dan, kali ini Syerkhan yang mengambil alih permainan mereka, sampai sang istri lemas dan tidak berdaya.


Karena, Syerkhan bermain dengan sangat bersemangat, apa lagi dengan wanita yang dicintainya, juga Syifa sudah mulai menerimanya sebagai suami gadis itu.


. . .


Anggi baru selesai mengirimkan baju-baju ke para pelanggannya dan, kini ia bersama Juwita bergegas pulang, sebab khawatir kalau Dila akan di rumah sendiri, karena mereka belum pulang.


"Ngi, apa om yang waktu itu adalah calon papamu?" tanya Juwita dengan sangat penasaran.


Sebab, dia pernah melihat Dilon mengantarkan Dila pulang dari luar kota, namun dia tidak berani bertanya-tanya pada mertuanya.


"Ya aku rasa, sebab om Dilon sudah dekat dengan mama, aku setuju saja, asalkan dia baik pada mama dan juga aku," jawab Anggi lembut.

__ADS_1


Anggi sama sekali tidak marah kalau sang mama dekat dengan pria lain, karena dia tahu wanita yang sudah melahirkannya, membutuhkan pasangan hidup yang mencintainya.


"Tapi, aku seperti pernah bertempur dia," ucap Juwita sambil berpikir.


Gadis itu mencoba untuk mengingat kembali di mana dia bertemu dengan Dilon, namun sayangnya sama sekali tidak bisa mengingat hal itu.


"Sudahlah, jangan dipikirkan lagi, sebab dia juga akan menjadi papaku dan, kita mengenalnya," jawab Anggi.


Juwita tersenyum dan, mereka bergegas turun dari mobil dan masuk ke dalam rumah, namun Dila tidak ada, membuat Anggi cemas.


"Lho, ke mana mama, kenapa sampai sekarang belum pulang juga?" tanya Anggi cemas.


Sebab, sang mama akan pulang sebelum malam hari, namun ini sudah malam dan, wanita paru baya itu belum ada di rumah.


"Coba telfon saja," usul Juwita.


"Iya," jawab Anggi.


Pria itu langsung menghubungi sang mama, namun tidak bisa, membuatnya semakin cemas dan, melacak ponsel Dila. Batapa terkejutnya dia, saat melihat lokasi mamanya.


"Kenapa?" tanya Juwita.


Gadis itu langsung mengambil ponsel sang suami, kemudian melihat kalau titik lokasi Dila ada di sebuah hotel berbintang lima yang ada di kota mereka.


"Aku tidak bisa tinggal diam, haru kenal dengan pria itu, mama sudah menjadi wanita yang berbuat macam-macam!" geram Anggi.


Pria itu langsung pergi tanpa memikirkan Juwita yang sendirian di rumah, sebab dia merasa sangat kesal saat melihat lokasi sang mama berada.


. . .


Dilon dan Dila baru saja selesai bertemu dengan rekan bisnis pria itu, yang ingin memesan berbagai macam roti milik Dila, saat cara perusahaan rekan bisnis Dilon.


Dila sampai lupa pulang, karena terlalu bahagia, sebab rotinya akan banyak terjual saat acara nanti. Bahkan, dia juga sedang dipromosikan oleh rekan bisnis Dilon.


"Dilon, aku sangat senang, karena semua rekan bisnis kamu sangat baik, mau mempromosikan jualanku," ucap Dila dengan bergembira.


"Sama-sama, aku senang bisa membantumu," jawab Dilon lembut.


Dila tersenyum dan, mereka pun bergegas pulang, namun saat di depan hotel ada Anggi yang datang dengan emosi. Pria itu langsung menghampiri sang mama dan, memberikan buah bogem mentah tepat di pipi Dilon.

__ADS_1


Bung!


BERSAMBUNG.


__ADS_2