
Keesokan paginya . . .
Syifa terbangun dan, melihat dia ada di dalam kamar Anggi. Sontak, ia langsung melihat diri yang masih menggunakan baju utuh.
'Aman, aku masih lengkap,' batin Syifa lega.
Sebab, dia masih takut pada Syerkhan yang sangat agresif padanya semalam. Entahlah, apa yang membuat pria baik menjadi mesum.
"Anggi," panggil Syifa dengan manja.
Anggi terbangun, dan dia langsung bangun. Ya, dia tidur di sofa karena Syifa tidur di ranjangnya.
"Kamu sudah bangun," jawab Anggi dengan lembut.
Syifa menghampiri Anggi, dan duduk di pangkuan pria itu. Namun, Anggi menurunkannya.
"Ada apa?" tanya Syifa dengan penasaran.
Kenapa sang pacar tidak mau kalau dia duduk di pangkuannya, tidak seperti Syerkhan yang senang dengan hal ini.
"Jangan seperti itu, kita belum menikah seharusnya menjaga jarak," jawab Anggi.
Syifa tersenyum, karena Anggi pria baik yang tidak pernah menyentuhnya, walaupun sering kali ia menggoda sang kekasih.
"Sekarang mandilah, aku akan membawamu jalan-jalan ke taman bersama papa dan mama," ucap Anggi.
Syifa sangat bahagia, karena sang kekasih akan membawanya berjalan-jalan di taman. Mereka sudah lama tidak pernah pergi bersama lagi.
"Baiklah, aku akan bersiap-siap," jawab Syifa.
Gadis itu bergegas pergi dari dalam kamar sang pujaan hatinya, menuju kamar calon mertuanya untuk meminjam baju. Sebab, tidak mungkin kalau dia pulang ke rumahnya.
Tok!
Tok!
Syifa mengetuk pintu kamar Dila dan tak berselang lama akhirnya pintu terbuka, terlihat wanita paru baya itu sangat seksi dengan balutan lingerie berwarna merah.
"Ada apa, sayang?" tanya Dila dengan lembut.
Syifa menjelaskan semua dan dia masuk kamar Dila, karena wanita paruh baya itu memintanya masuk.
"Tante, di mana papa?" tanya Syifa.
Sebab, dia tidak melihat adanya Syerkhan di dalam kamar Dila. Gadis itu sama sekali tidak ingat kalau calon mertuanya masih ada di dalam kamar tamu.
"Mungkin dia ada di dalam ruangan kerjanya, karena dari semalam tidak tidur bersama mama di sini," jawab Dila.
__ADS_1
Sebab, saat tengah malam dia terbangun. Syerkhan sudah tidak ada lagi dan ia berpikir kalau sang suami ada di ruangan kerja.
"Iya Tante," sahut Syifa.
Gadis itu menerima baju dari Dila dan bergegas pergi dari sana, menuju kamar tamu. Setelah itu langsung masuk ke dalam.
Betapa terkejutnya dia, saat melihat Syerkhan ada di dalam kamar masih tertidur dengan pulas.
'Astaga! Aku lupa kejadian semalam,' batin Syifa.
Gadis itu langsung masuk ke dalam kamar mandi, karena dia berpikir setelah mandi. Syerkhan belum bangun.
"Semoga dia belum bangun. Sebab, aku masih saja takut padanya akan kejadian semalam," gumam Syifa sambil masuk ke dalam kamar mandi.
Setelah selesai dengan ritual mandinya, Syifa langsung mengunakan baju dari Dila yang sangat cocok untuknya.
"Aku cantik sekali," ucap Syifa dengan lembut.
Gadis itu ke luar sambil membawa handuk dan membuka mata lebar-lebar, karena Syerkhan sudah bangun dan duduk di bibir ranjang sambil menatap dirinya.
'Mampus ini namanya,' batin Syifa.
Syerkhan memberikan isyarat pada Syifa agar duduk di sampingnya, dan gadis itu langsung duduk karena takut.
"Semalam tidak terjadi apapun bukan? Sebab, papa sama sekali tidak ingat?" tanya Syerkhan.
Syifa bernafas lega, karena pertanyaan pria itu bukan tentang dia tidak bertukar Saliva dengan calon mertuanya.
Syerkhan mengingat kembali, kenapa dia mabuk. Namun, sayang dia sama sekali tidak ingat karena kepalanya masih terasa pusing.
"Entahlah, karena papa sama sekali tidak ingat apapun dan bangun sudah ada di sini, juga kamu sedang mandi," jawab Syerkhan dengan jujur.
Syifa senang, karena Syerkhan masih lupa akan kejadian semalam, dan dia langsung menutupi kejadian itu.
"Om, kita akan pergi ke taman bersama-sama. Sebaiknya Om bersiap sekarang," ucap Syifa dengan lembut.
Syerkhan mengangguk kepalanya dan bergegas pergi dari sana, karena dia ingin pergi bersama keluarga kecilnya.
"Baguslah kalau dia lupa, aku jadi lega dan aman. Sudah pasti om Syerkhan tidak akan bersikap mesum padaku," ucap Syifa dengan pelan.
Syifa bergidik ngeri saat mengingat kembali kejadian saat bersama Syerkhan kemarin, karena pria itu sangat mesum padanya.
Padahal, selama ini dia berpakaian sopan dan tidak pernah terbuka, hanya kemarin itu pun, sebab ulah Syerkhan juga.
"Sudahlah lupakan saja, lebih baik aku bersiap-siap saja berangkat ke taman," gumam Syifa sambil menyiapkan dirinya.
. . .
__ADS_1
Syerkhan masuk ke dalam kamarnya dan langsung mandi, tanpa menyapa sang istri yang tengah menyiapkan segala keperluan mereka di taman.
"Ada apa dengannya?" tanya Dila dengan heran.
Sebab, Syerkhan selalu menciumnya dalam keadaan apa pun. Namun, tadi pria itu sama sekali tidak memperdulikan dia.
"Sudahlah, sekarang aku harus mengisi bekal untuk semuanya," gumam Dila sambil bergegas pergi dari dalam kamar.
. . .
Syerkhan mulai mengingat satu persatu bawa dia hampir saja melecehkan Syifa, dan ia menyesali perbuatannya. Pria itu berjanji tidak akan mengulangi hal seperti itu lagi.
"Bodohnya aku, hampir saja membuat anakku sedih, karena perlakuan aku," ucap Syerkhan dengan sangat menyesal.
Setelah selesai bersiap-siap, Syerkhan langsung turun dan duduk di sofa sambil bermain ponselnya.
"Syifa!" panggil Syerkhan.
Sebab, dia ingin memperlihatkan sesuatu pada gadis itu. Syifa langsung datang dari dapur karena tadi dia membantu Miranda.
"Ada apa, Om?" tanya Syifa dengan sangat penasaran.
Sebab, dia takut Syerkhan memintanya untuk duduk di pangkuan pria itu di keramaian orang.
"Tidak ada, hanya ingin menunjukkan ini." Syerkhan memperlihatkan Poto seorang pria pada Syifa.
"Siapa dia, Om?" tanya Syifa dengan sangat penasaran.
Sebab, dia sama sekali tidak pernah melihat wajah yang ada di ponsel Syerkhan. Sedangkan pria merasa heran.
Tidak mungkin saja, Syifa tidak mengenal pria yang ada di ponselnya. Sebab, orang tersebut pernah ke kantornya.
"Benar, mana mungkin Syifa berkata bohong,"ucap Syifa dengan lembut.
Syerkhan percaya. Namun, masih mengganjal sekali di dalam hatinya, ada pria itu datang ke rumahnya saat malam.
'Apa mau dia, kenapa dia selalu memantau rumah dan kantor, tanpa alasan jelas,' batin Syerkhan.
"Sudahlah Om, mungkin dia salah alamat," ucap Syifa dengan lembut.
Syerkhan tersenyum, karena dia senang Syifa mau menasihati dia, walaupun tidak akan menyelesaikan masalah.
"Ada masalah, Papa?" tanya Dila dengan cemas.
Sebab, Syerkhan sampai bertanya pada Syifa berulang-kali. Pria itu menggelengkan kepala, karena memang tidak ada masalah yang serius.
"Baguslah, karena semua baik-baik saja! Sebab, mama takut ada masalah, karena kita akan pergi ke taman," ucap Dila dengan lega.
__ADS_1
Syerkhan tersenyum dan memeluk Syifa juga Dila secara bersamaan, seperti tengah memeluk kedua istrinya.
BERSAMBUNG.