Benih Papa Syerkhan

Benih Papa Syerkhan
10 > Dua Obat


__ADS_3

Satu Minggu kemudian . . .


Hari ini, Syifa dan Syerkhan akan pergi ke luar kota untuk meeting mereka yang akan diadakan di sana. Sudah satu Minggu juga dia sama sekali tidak bisa bertemu dengan Anggi.


Entah mengapa, dia juga tidak tahu seperti ada yang merencanakan ini semua agar dia tidak bisa menceritakan tentang Syerkhan pada Anggi.


"Kenapa ya, perasaan ku tidak enak dan seperti ada yang terjadi nanti," ucap Syifa lirih.


Entah mengapa, sejak tadi pagi hatinya sangat gelisah tidak menentu sampai sekarang ini. Gadis itu duduk di teras rumah sambil menunggu jemputan dari Syerkhan.


Ya, sejak tadi dia sudah mau pergi. Namun, Syerkhan melarang, karena mereka akan pergi bersama ke luar kota. Tak berselang lama akhirnya yang ditunggu-tunggu datang juga.


"Syifa, ayo!" panggil Syerkhan.


Syifa langsung bergegas pergi menuju Syerkhan dan masuk ke dalam mobil. Gadis itu bernafas lega karena mereka tidak berdua, ada supir juga yang membawa mobil.


"Syifa, sesampainya kota di sana. Beristirahat saja karena besok kita baru meeting dan, sepertinya biasa," ucap Syerkhan dengan lembut.


Syifa terdiam, karena biasanya mereka pergi menginap dalam satu kamar yang sama. Namun, kali ini sudah jauh berbeda sejak pria itu menyatakan cinta padanya.


'Apa yang harus aku lakukan? Apa, aku meminta pisah kamar saja?' batin Syifa sambil berpikir.


Gadis itu hanya diam selama perjalanan, karena ia bingung harus menyentuhkan sikap seperti apa pada Syerkhan.


Setelah sampai, Syerkhan dan Syifa langsung bergegas masuk ke dalam kamar hotel dan, kali ini mereka menginap lagi di dalam kamar yang sama. Sebab, pria itu selalu mengatakan bahwa Syifa adalah anaknya.


Jadi, semua karyawan hotel sudah tahu dan langsung mempersiapkan kamar yang sama untuk mereka berdua.


'Ya Tuhan, selamatkan aku,' batin Syifa.


Setelah sampai di dalam, Syifa langsung meletakan koper di samping sofa kemudian dia menidurkan tubuh di sana.


"Di sini saja, kalau mau tidur sayang," ucap Syerkhan dengan lembut.


Syifa langsung diam, dia tidak bangun, melainkan semakin memejamkan mata agar dia bisa tidur.


"Sayang!" panggil Syerkhan.


Syifa merasa kesal pada pria itu dan langsung bangun, kemudian menidurkan tubuh di atas ranjang yang sangat empuk.

__ADS_1


"Seperti biasa, kamu di sini dan papa di sofa," ucap Syerkhan dengan lembut.


Syifa terdiam, karena Syerkhan masih ingat akan peraturan yang dibuatnya, bila satu kamar ia akan meminta Syerkhan tidur di sofa.


"Euum, apa Om tidak keberatan?" tanya Syifa dengan lembut.


Syerkhan menggelengkan kepalanya, karena ada rencana yang akan di jalankan dan bersiap baik agar semua berjalan dengan lancar.


"Kamu istirahat saja, papa mau ke luar melihat rekan bisnis, katanya dia juga sudah sampai," ucap Syerkhan dengan lembut.


Pria itu mengelus rambut Syifa dengan lembut dan bergegas pergi dari sana. Syerkhan terlihat sama seperti dulu yang Syifa kenal.


"Om Syerkhan sama seperti dulu, apa dia sudah berubah?" tanya Syifa dengan penuh tanya.


Gadis itu merasa heran dan langsung menidurkan tubuh, karena nanti malam dia tidak akan tidur takut Syerkhan akan macam-macam padanya.


. . .


"Terima kasih, kau mengerjakan tugas dengan sangat bagus. Pastikan besok pagi meeting kita sudah selesai, karena malamnya aku akan bertempur," ucap Syerkhan dengan sangat licik.


Pria yang ada di hadapan Syerkhan tersenyum dan, memberikan dua obat yang sangat berbahaya.


"Taun, satu obat saja sudah berpungsi sampai dua jam. Bila keduanya di minum, maka kalian akan bermain sampai pagi," ucap pemuda tersebut.


"Ambil ini! Kau bekerja dengan sangat bagus!" Syerkhan melemparkan uang yang berjumlah puluhan juta, pada pemuda itu yang tidak lain adalah anak buah yang sangat dipercayai.


Pemuda tersebut tersenyum bahagia dan, dia langsung pergi sebelum ada yang melihatnya di sana. Sebab, dia juga buronan polisi karena kasus garam ilegal.


'Maafkan aku, karena ini adalah jalan yang bagus untuk mendapatkanmu dan memilikimu seutuhnya,' batin Syerkhan dengan licik.


Pria itu menjalankan rencana tanpa memikirkan istri dan anaknya. Padahal, dia sangat menyayangi mereka. Namun, kali ini ia hanya mengikuti egonya.


. . .


Dila tertawa bersama sang anak, sambil melihat ruangan resepsi pernikahan yang sudah 50 persen lagi akan selesai.


"Besok, bila dia sudah kembali, kamu langsung kasih lihat ini. Sebab, dia akan sangat bahagia," ucap Dila dengan sangat gembira.


Wanita paru baya itu sangat senang karena gadis yang sangat di sayang, akan menjadi menantunya yang artinya anaknya juga.

__ADS_1


"Pasti Ma, karena Anggi tidak akan menunda pernikahan kami lagi," ucap Anggi dengan lembut.


Dila tersenyum dan memeluk sang anak, dia tidak menyangka anak yang baru dilahirkan sekarang sudah mau menikah dan, ia akan segera memiliki cucu.


'Aku tidak sabar menunggu kepulangan Syifa, karena aku ingin melihat bagaimana perasaannya saat melihat yang sudah aku siapkan ini,' batin Anggi.


Pria itu dan Dila kembali membantu salah satu pekerjaan di sana, karena mereka ingin cepat selesai saat Syifa kembali pulang.


. . .


Syifa terbangun saat ada yang dingin di tangannya dan, dia melihat Syerkhan meletakan minuman dingin agar dia bangun seperti biasanya.


"Sudah bangun? Ayo kita makan," ucap Syerkhan dengan lembut.


Syifa bangun dan duduk, kemudian dia mengambil air dari Syerkhan dan meminum sampai habis tak bersisa.


"Terima kasih Om," ucap Syifa dengan lembut.


"Sama-sama, ayo kita makan siang, om sudah siapkan ayam goreng kremes kesukaanmu," ucap Syerkhan sambil menunjuk ke arah meja.


Terlihat di sana ada berbagai macam makanan dan, Syifa langsung bergegas membersihkan diri sebelum makan.


Setelah selesai, Syifa langsung makan bersama Syerkhan, karena dia merasa sangat lapar setelah tidur panjang tadi.


"Sayang, kamu makan berserakan," ucap Syerkhan dengan lembut.


Syifa hanya diam, dan pria itu langsung mengelap susut bibir Syifa dengan sangat lembut.


Deg!


Tiba-tiba hati Syifa berdebar-debar, karena melihat tatapan yang mengerikan dari wajah Syerkhan. Sebab, pria itu menatapnya dengan penuh nafsu.


'Ya Tuhan, semoga aku dan Om Syerkhan tidak memiliki masalah dan, aku bisa segera membalas hutang Budi padanya,' batin Syifa.


Setelah selesai, Syerkhan kelanjutan kembali memakan makan siangnya dengan perlahan bersama Syifa seperti biasanya.


Hal ini membuat gadis itu heran. Sebab, Syerkhan bersikap sama seperti dulu dan di mana sikap pria itu yang sekarang?


'Aku tahu dia merasa heran. Tapi, semua ini memang rencana ku agar berjalan dengan lancar tanpa kecurigaannya,' batin Syerkhan dengan licik.

__ADS_1


Pria itu tersenyum sambil memakan makanannya dan, Syifa hanya bisa diam, karena Syerkhan tidak mesum lagi padanya.


BERSAMBUNG.


__ADS_2