
Syerkhan meminta semua anak buahnya mencari Syifa. Namun, belum ada yang menemukan gadis itu sehingga dia turun tangan sendiri.
"Aku harus mencari di mana gadis itu, karena pasti dia kabur. Sebab, beberapa hari yang lalu dia sudah mengatakan akan pergi dari kami sejauh-jauhnya. Tapi, aku tidak akan membiarkannya, dia adalah milikku!" ucap Syerkhan dengan sangat tegas.
Pria itu lupa ingin menghampiri sang anak karena, ia sibuk mencari keberadaan Syifa yang belum ditemukan sampai sekarang.
Syerkhan: Kalian pastikan dan, cari semua di halte bis, di bandara dan juga di stasiun kereta api!
Temo: Siap bos!
Pria itu kembali mencari keberadaan Syifa di stasiun bis, karena dia yakin gadis itu akan pergi menggunakan bis bukannya pesawat.
"Apakah dia kembali ke kampungnya?" tanya Syerkhan pada diri sendiri.
Pria itu pun bergegas pergi menuju kampung halaman Syifa, yang lumayan jauh dari kota, sekitar empat jam perjalanan menggunakan mobil.
Ya, Syerkhan tahu kampung halaman Syifa, karena gadis itu pernah membawanya sekali, sewaktu mereka akan mendatangi kuburan kedua orang tua Syifa.
Setelah sampai kampung tersebut, Syerkhan langsung mencari rumah Syifa yang sudah ia lupakan, di mana tempatnya. Sebab, sudah lama sekali dia tidak berkunjung ke kampung itu.
Setelah lelah mencari, akhirnya Syerkhan berhenti tepat di rumah Syifa yang lama dan, dia melihat gadis yang dicari yang tengah bersama seorang pria.
"Siapa pria itu? Kenapa, Syifa terlihat dekat dengannya?" tanya Syerkhan pada diri sendiri.
Pria itu pun bergegas menghampiri Syifa membuat gadis itu membulatkan matanya dengan sempurna.
'Kenapa Om Syerkhan bisa tahu aku ada di sini?' batin Syifa sambil berpikir.
Ardan langsung melihat Syerkhan dan Syifa saling bertatapan dengan sangat dalam, membuatnya curiga kalau mereka berdua memiliki hubungan.
"Syifa, siapa pria itu?" tanya Ardan sambil menunjuk ke arah Syerkhan.
Syifa hanya diam tidak bisa menjawab, karena dia bingung, harus berkata apa kepada sang sahabat.
"Aku calon suaminya!" jawab Syerkhan dengan tegas.
Ardan sangat terkejut karena pria itu mengatakan, kalau dia adalah calon suami Syifa dan, ia melihat jika pria itu terlihat umurnya seperti ayahnya Syifa.
__ADS_1
"Syifa, apa yang dikatakannya benar?" tanya Ardan sambil menatap wajah Syifa.
"Benar, sudah tidak usah kau tanyakan lagi!Aku akan membawa calon istriku pulang!" ucap Syerkhan dengan tegas sambil menghampiri mereka.
"Tunggu Om! Aku, ingin mendengar penjelasan Syifa terlebih dahulu," jawab Ardan.
"Ardan, apa yang diucapkan oleh Om Syerkhan itu benar, aku memang calon istrinya," ucap Syifa dengan lirih.
Aryan sangat terkejut, karena Syifa memang mengakui pria yang ada di hadapan mereka adalah calon suami Syifa.
"Bila dia calon suamimu, pergilah pulang bersamanya dan, mengapa kamu kemari?" tanya Ardan sama menatap wajah Syifa.
"Sudah! Tidak perlu kau bertanya-tanya lagi kepada calon istriku, ayo kita pergi dari sini sekarang!" Syerkhan menarik tangan Syifa dan bergegas pergi dari sana.
Syifa hanya, karena dia tidak bisa berbuat apa-apa lagi sekarang. Sebab, pria itu sudah menemukannya yang artinya ia tidak akan bisa terbebas lagi.
"Om tunggu! Syifa ingin mengambil barang-barang dulu," ucap Syifa sambil menahan tangannya.
"Cepat kau ambil barang-barangmu dan, kita pergi dari sini sekarang juga!" ucap Syerkhan dengan tegas.
"Kenapa kau kabur dariku? Apa, yang kau mau?!" tanya Syerkhan dengan sangat emosi.
Sebab, gadis itu sudah berani pergi darinya. Padahal, mereka akan menikah, walaupun Syifa belum mau menikah dengannya.
Syifa langsung menundukkan wajahnya, karena tidak seperti biasa saya akan memarahinya.
Syerkhan mengetahui Syifa sedih dan dia pun memegang tangan gadis itu, karena sudah terlalu kasar padanya.
"Maafkan aku sayang, aku sangat takut kehilanganmu. Jadi, aku marah kepadamu. Maafkan aku sekali lagi," ucap Syerkhan dengan lirih.
Syifa meneteskan air matanya, karena dia tidak ingin menikah dengan Syerkhan. Namun, bayinya juga butuh seorang ayah.
"Aku akan menikahimu sekarang juga, karena Dila sudah merestui hubungan kita dan dia meminta aku untuk menikahimu," ucap Syerkan dengan lembut.
Syifa hanya diam tidak bisa menjawab apa-apa, karena dia sekarang tengah bersedih. Sebab, sebentar lagi akan menjadi istri Syerkhan. Padahal, ia sudah menganggap pria itu sebagai ayahnya.
'Kenapa takdir seperti ini? Kenapa, aku harus menikah dengan pria yang aku anggap sebagai ayahku sendiri?' batin Syifa lirih.
__ADS_1
. . .
Dila berjalan masuk ke dalam toko anaknya dan melihat Juwita, tengah bekerja keras mengemasi barang-barang yang akan dikirim ke para pelanggan.
Wanita itu pun menghampiri Juwita dan memegang tangan gadis itu dengan sangat lembut.
"Juwita, kamu akan menikah dengan Anggi, apakah kamu memang menyetujuinya atau ini semua hanya permainan kalian?" tanya Dila dengan sangat lembut.
"Benar Tante, ini memang kemauan kami. Sebab kami sudah mengenal sejak lama. Bahkan Juwita juga sangat mencintai Anggi," jawab Juwita dengan jujur.
Dila tersenyum, karena anak yang menikah bukan karena persandiwaraan. Namun, memang karena mereka saling mencintai.
"Tante berharap kalian bisa bahagia selamanya. Sebab kamu tahu bukan? Anggi itu juga sangat mencintai Syifa," ucap Dila dengan sangat penuh harapan.
"Baik Tante, saya akan menjaga Anggi dan menyembuhkan luka di dalam hatinya, karena kesedihan sudah kehilangan wanita yang sangat dicintainya," jawab Juwita dengan lembut.
Dila tahu, Juwita mengerti karena Anggi sangat mencintai Syifa, sebab itu dia berbicara apa adanya.
'Ya Tuhan, semoga anakku bisa bahagia walaupun dia tidak menikah dengan wanita yang cintainya. Tapi, dia menikah bersama wanita yang sangat mencintainya,' batin Dila dengan sangat penuh harapan.
Tanpa disadari oleh mereka, ternyata sejak tadi ada seseorang yang menguping pembicaraan kedua wanita itu dan, langsung bergegas pergi dari sana karena takut ketahuan sudah menguping.
"Tante pergi dulu ya, ingin melihat Anggi karena ada semalam ada om Syerkhan. Jadi, tante tidak bisa menjaganya," ucap Dila dengan lembut.
Juwita tersenyum dan menganggukkan kepalanya kemudian Dila gegas pergi dari sana masuk ke dalam ruangan sang anak
Terlihat Anggi tengah tidur pulas di atas sofa, kemudian wanita itu mengambil sang anak dan memberikan selimut.
"Mama minta maaf sayang, karena mama belum bisa menemanimu selalu di sini. Sebab, ada papa di rumah, jika tidak ada dia maka mama akan datang ke sini," ucap Dila dengan lirih.
Wanita itu pun membereskan ruangan Anggi yang lumayan berserakan. Sebab, pria itu tengah sakit tidak bisa merapikan ruangannya.
Tiba-tiba saja ponselnya berdering dan ternyata Syerkhan yang menelponnya. dengan sangat cepat ya langsung menjawab
Dila: Baiklah, aku akan datang malam ini ke acara pernikahan kalian.
BERSAMBUNG.
__ADS_1