Benih Papa Syerkhan

Benih Papa Syerkhan
70 Wanita kampung


__ADS_3

Syerkhan sudah kembali ke kotanya, bersama dengan Merlin, karena mobil wanita itu rusak. Ya, walaupun lebih tepatnya, dia sendiri yang merusakkan mobilnya dengan sengaja, agar bisa pulang bersama Syerkhan.


Selama diperjalanan, Syerkhan hanya diam, sedangkan Merlin terus berbicara dengan pria itu, sampai Syerkhan menggunakan headphone agar suara wanita itu tidak terdengar lagi.


'Astaga, aku merasa akan mati mendengarkannya terus berbicara,' batin Syerkhan.


Merlin tidak berhenti berbicara, walaupun Syerkhan tidak menjawabnya dan, memilih tidur.


"Pak, apa besok bisa mengajak anak Bapak dan, menantu bapak makan malam bersama saya?" tanya Merlin yang kesekian kalinya.


Namun, Syerkhan sama sekali tidak menjawab, karena dia sudah tidur pulas sambil membenarkan lagu kesukaannya.


'Dasar pria arogan. Tapi tidak apa, aku pastikan dia akan tunduk padaku, karena semua pria akan terpesona akan kecantikan ku,' batin Merlin.


Wanita itu suka pada Syerkhan, sampai dia berniat ingin memiliki pria itu dan, menjadi plakor di dalam rumah tangga Syerkhan. Sebab, apa yang ia inginkan, harus didapatkan.


'Aku tahu istrinya tidak cantik, pasti dengan muda aku mendapatkan pria ini. Dasar wanita kampung! merawat diri saja tidak becus!' batin Merlin.


Ya, Merlin melihat Poto Syerkhan bersama keluarganya di sosial media pria itu dan, Syerkhan belum menghapus Poto bersama keluarganya dan, Syifa beberapa tahun yang lalu.


Sehingga Merlin, mengambil kesimpulan bahwa Dila masih istri pria itu dan, berharap bisa memiliki Syerkhan seutuhnya. Karena, dia sangat yakin bisa mendapatkan apa yang diinginkan.


. . .


Syifa duduk di bangku taman, sambil mengelus-elus perut yang sudah membesar dan, bayi yang ia kandung sudah bisa menendang-nendang dengan kuat.


"Sayang, jika kamu terlahir dan, tahu masa lalu mama, apa kamu tidak malu? Sebab, mama ini adalah seorang plakor," ucap Syifa lirih.


Gadis itu menitihkan air mata, karena dia sedih jika mengingat kembali malam kelam bersama calon mertua yang sekarang menjadi suaminya.


"Aku tahu, kalau tante Dila sudah memaafkan aku. Tapi, tetap saja! Aku sudah membuatnya sakit hati. Bahkan membuatnya trauma akan pernikahan," ucap Syifa lirih.


Gadis itu pun bergegas pergi dari taman, karena hari sudah semakin sore dan, dia juga pulang sendiri, hal itu yang membuatnya takut berpergian seorang diri. Syifa pulang dengan menaiki taksi sampai di rumah.


Gadis itu pun bergegas masuk ke dalam, setelah membayar taksi yang ia tumpangi sampai di depan rumahnya.

__ADS_1


"Sepertinya Om Syerkhan belum pulang, karena rumah masih sangat sunyi," gumam Syifa sambil terus berjalan masuk ke dalam kamarnya.


Sesampainya di kamar, Syifa langsung bergegas mandi dan, bersiap-siap, setelah itu dia pun menidurkan tubuh di ranjang.


"Ya ampun, aku merasa sangat mengantuk," ucap Syifa sambil menguap.


Dengan perlahan, gadis itu menutup kedua mata dan, tertidur pulas tanpa sadar, pada saat itu juga Syerkhan baru kembali.


"Sayang, aku pulang!" teriak Syerkhan.


Namun, tidak ada jawaban dari sang istri, membuatnya langsung bergegas masuk ke dalam kamarnya dan, melihat Syifa tertidur pulas dengan pakaian yang indah di mata Syerkhan.


"Sayang, aku pulang," ucap Syerkhan lembut.


Namun, Syifa sama sekali tidak bangun dan, pria itu langsung menghampiri sang istri, kemudian mencium seluruh wajahnya dengan lembut, sampai gadis itu terbangun.


"Om Syerkhan!" teriak Syifa dengan kesal.


Karena, dia baru saja tidur dan, terbangun karena kelakuan sang suami yang sangat berutal di matanya. Sedangkan Syerkhan, langsung tertawa saat melihat istrinya marah.


Namun, dengan nada mengejek, membuat Syifa kesal dan, langsung bangun, kemudian memukuli sang suami dengan sekuat tenaganya.


"Ampun sayang!" teriak Syerkhan.


Dengan nada mengejek lagi, membuat Syifa Benar-benar sangat kesal dan, manja menggigit telinga pria itu dengan kuat, sampai Syerkhan menjerit-jerit.


"Sayang sakit! Hentikan, aku mohon!" teriak Syerkhan.


Syifa langsung menghentikan aktivitasnya dan, tertawa puas sudah membalaskan dendam pada pria yang ada dihadapannya.


"Apa rasanya enak? Mau tambah lagi?" tanya Syifa lembut.


"Enak, kalau seperti ini!" Syerkhan langsung memeluk Syifa dengan kuat.


Sehingga mereka berdua saling menatap satu sama lainnya dengan lembut dan, waktu yang cukup lama, karena saling mengagumi satu sama lainnya.

__ADS_1


'Aku beruntung bisa memiliki Syifa, walau pun dia tidak berpikir hal yang sama denganku, karena aku tahu tahu, kalau di dalam hatinya pasti masih ada Anggi,' batin Syerkhan lirih.


Pria itu langsung membuang pandangannya, kemudian dia menidurkan tubuh sambil narik tangan Syifa dan, mereka berdua berpelukan dengan erat.


"Aku sangat mencintaimu, jangan pernah pergi dari kehidupanku sampai kapan pun, karena aku tidak akan sanggup," ucap Syerkhan lembut sambil mengecup kening Syifa.


Syifa menganggukan kepalanya, karena dia juga sudah mulai mencintai pria itu dan, berharap mereka selalu bersama sampai kapan pun.


. . .


Dila tersenyum sambil menatap cincin berlian yang ada di jari manisnya dan, mengingat kembali kejadian tadi, saat Dilon melamar dirinya, juga anaknya dan, anak Dilon merestui hubungan mereka berdua.


Bahkan, Anggi dan Micella tidak sabar menanti pernikahan mereka berdua dan, memintanya segera menikah dengan Dilon.


"Aku bahagia, karena bisa bersama cinta pertamaku, walau pun aku harus melewati jalan yang menyakitkan. Suamiku menikah dengan anak angkat yang sangat aku sayangi," ucap Dila lirih.


Dila sangat menyayangi Syifa, sebab itu dia tidak marah pada gadis tersebut, walau pun sudah tidur dengan suaminya, karena ia tahu suaminya yang bersalah dalam hal itu.


"Semoga kami semua bahagia, dengan pasangan masing-masing," ucap Dila dengan penuh harapan.


Wanita itu sangat bahagia, karena dia sebentar lagi akan menikah dengan Dilon dan, memiliki anak yang sangat cantik dan bijak seperti Micella.


Tanpa disadari oleh Dila, ternyata sejak tadi Anggi mengintip dan, mendengar ucapan sang mama. Pria itu pun tersenyum, kemudian bergegas pergi dari sana.


Karena, dia takut ketahuan oleh mamanya kalau ia menguping tadi. Sesampainya di taman belakang, Anggi duduk sambil menatap langit malam yang indah.


"Bintang, bisakah aku meminta agar mama selalu bahagia bersama om Dilon? Juga, aku berharap pria itu tidak seperti papa, menyakiti hati mama," ucap Anggi lirih.


Anggi sangat menyayangi sang mama, dia tidak ingin melihat wanita baru paya itu terluka lagi, karena ia juga akan merasakan hal yang sama. Sebab, separuh jiwanya milik Dila dan, separuhnya lagi milik Juwita dan, calon buah hatinya.


"Aku akan pastikan, bila pria itu menyakiti mama, maka aku akan membalas dendam, bukan karena dia papa sambungku. Tapi, aku tidak sanggup melihat mama menderita lagi," ucap Anggi lirih.


Pria itu sudah bertekad akan membalas dendam, bila Dilon menyakiti sang mama, sama seperti papanya lakukan dulu.


BERSAMBUNG.

__ADS_1


__ADS_2