
Anggi tersenyum melihat orang tuanya dekat dengan calon istrinya, karena dia takut mereka tidak menerima Syifa. Namun, lebih dari itu, Syerkhan dan Dila sangat menyayangi gadis itu.
"Senang melihat itu, karena setelah menikah. Aku dan Syifa akan tinggal di sini," ucap Anggi dengan pelan.
Pria itu berjalan dengan perlahan, menuju orang tuannya dan duduk di samping mereka. Kemudian tersenyum.
"Apa anak kalian ini, sudah di lupakan?" sindir Anggi.
Syerkhan langsung memanggil sang anak masuk ke dalam pelukannya, dan mereka berpelukan bersama.
"Apa kita akan terus berpelukan?" tanya Dila.
Sebab, mereka akan pergi ke taman dan hari sudah semakin siang, dia tidak mau berada di dalam panas saat di taman nanti.
Syerkhan melepas pelukannya, dan mereka tertawa bersama. Kemudian, bergegas pergi masuk ke dalam mobil.
"Syifa sama papa saja! Duduk di depan, mama dan Anggi di belakang. Sebab, ada masalah yang harus kami bicarakan," ucap Dila dengan lembut.
"Baik Tante," jawab Syifa dengan lembut.
Gadis itu langsung masuk ke dalam dan duduk di samping Syerkhan dengan rasa canggung. Sebab, kejadian semalam membuatnya takut pada pria itu.
"Syifa, duduk dekat lagi," bisik Syerkhan sambil memasangkan sabuk pengaman.
Syifa menelan ludahnya dalam-dalam, karena Syerkhan meminta agar ia duduk lebih dekat lagi. Padahal, dia sudah duduk berdekatan.
"Ehem!" Syerkhan sengaja memberikan kode pada Syifa agar gadis itu mengikuti kemauannya.
"Ada apa, Papa?" tanya Dila sambil menatap sang suami.
"Tidak ada," jawab Syerkhan dengan cepat.
Pria itu mulai melajukan mobilnya dengan perlahan, dan Syifa duduk lebih dekat dengan pria itu.
'Andai hanya kami berdua di sini,' batin Syerkhan.
Pria itu lupa akan janjinya semalam, yang tidak akan berpikir untuk memiliki Syifa. Sebab, gadis itu calon istri sang anak.
"Om, seperti kemarin ada masalah pada leptop Syifa. Sebab, sama sekali tidak ada berkas kita untuk ke luar kota," ucap Syifa dengan lembut.
Syerkhan terdiam, karena seingatnya sudah memasukan semua berkas-berkas penting ke dalam leptop Syifa.
__ADS_1
"Tidak masalah, papa akan mengerjakan lagi malam ini. Sebab, kita akan ke luar kota beberapa hari lagi," jawab Syerkhan dengan tenang.
Syifa terkejut, karena rencananya gagal. Ya, dia sengaja menghapus semua berkas-berkas di dalam leptop agar ia tidak jadi pergi.
Gadis itu malas sekali pergi, karena ia akan tidur satu kamar bersama Syerkhan seperti biasanya. Namun, kali ini berbeda karena calon mertuanya sudah mesum.
'Gagal sudah rencana ku,' batin Syifa lirih.
Entah mengapa, hati dan perasaan Syifa cemas saat akan pergi ke luar kota bersama Syerkhan. Tidak seperti biasanya.
"Ma, Pa, sampai di sana Anggi ingin mengatakan sesuatu hal pada kalian semua," ucap Anggi.
Semua orang langsung menatap wajah Anggi, terutama Syifa dan hatinya langsung cemas. Seperti akan ada yang menyakiti perasaannya nanti saat sang pacar berbicara.
'Kenapa hatiku gelisah? Apa, yang akan di sampaikan oleh Anggi nanti?' batin Syifa sambil berpikir.
"Apa sayang?" tanya Dila dengan lembut.
Sebab, sejak tadi mereka membahas masalah pekerjaan tidak ada Anggi mengatakan apapun padanya.
"Iya Nak, ada apa?" tambah Syerkhan.
Sebab, dia penasaran apa yang akan di ucapkan sang anak nanti saat sampai di taman.
Syifa tidak berani bertanya, karena hati kecilnya mengatakan kalau Anggi akan mengatakan, bahwa pernikahan mereka akan di tunda untuk beberapa bulan.
Setelah mereka semua tiba, langsung duduk di bangku yang ada di sana dan mulailah Anggi bercerita.
"Anggi sampaikan pada semuanya, kalau pernikahan kami akan di tunda untuk beberapa waktu," ucap Anggi.
Syifa terdiam, karena ia sangat sedih saat mendengar ucapan Anggi, dan dia membuang pandangannya agar tidak ada yang tahu kalau ia tengah menangis.
"Kenapa seperti itu? Sudah, berapa kali kamu selalu menunda, sampai Syifa menikah dengan pria lain?!" tanya Dila dengan sangat emosi.
Bagaimana tidak marah, karena anaknya selalu menunda pernikahan sejak beberapa tahun yang lalu.
"Benar itu, jangan sampai papa yang menikahi Syifa," ucap Syerkhan dengan santai.
Anggi dan Dila tertawa mendengar ucapan Syerkhan, karena mereka mengira kalau pria itu bercanda. Namun, kali ini dia tidak bercanda.
"Sudahlah, jika Papa mu yang akan menikahi Syifa mama biarkan. Sebab, kasihan dia selalu kamu tunda," ucap Dila dengan tawanya.
__ADS_1
Syerkhan tersenyum dan merangkul Syifa ya ada di sampingnya, kemudian gadis itu masuk ke dalam pelukannya. Sebab, ia tengah menangis.
"Dengar sayang, bila kita menikah. Mereka tidak akan marah dan keberatan," ucap Syerkhan dengan lembut.
Anggi tertawa dan Dila juga, tanpa mereka sadari ternyata Syifa menangis di dalam pelukan Syerkhan.
'Syifa menangis. Pasti ini karena pernikahan yang di tunda lagi oleh Anggi,' batin Syerkhan.
Syerkhan mengelus-elus rambut Syifa agar gadis itu berhenti menangis, dan ia kembali bercerita bersama anak dan istrinya.
'Sampai hati Anggi menunda pernikahan kami lagi, sampai kapan ini di tunda. Apa sampai aku tua dan tidak bisa memiliki anak?' batin Syifa sambil berpikir.
Gadis itu berhenti menangis dan bergegas pergi menuju kamar mandi, agar tidak ada yang tahu kalau dia menangis.
"Ada apa dengan Syifa? Apa, karena pernikahan kalian di tunda lagi?" tanya Dila sambil menatap kepergian Syifa.
"Entahlah, yang pasti dia akan marah. Wanita mana yang tidak marah saat pernikahannya selalu di tunda, tanpa alasan yang jelas," jawab Syerkhan.
Anggi tersenyum, karena semuanya dia lakukan hanya untuk memberikan kejutan pada Syifa.
'Pernikahan kami akan selesai dua bulan lagi, karena semua sudah aku siapkan,' batin Anggi.
Ya, Anggi sudah menyiapkan semua kebutuhan pernikahan mereka. Karena, dia ingin memberikan kejutan pada Syifa saat gadis itu ulang tahun, tanpa sepengetahuan siapapun.
. . .
Syifa mencuci wajahnya aga tidak ada yang tahu kalau dia habis menangis. Setelah itu, dia langsung kembali duduk bersama keluarga Syerkhan.
"Sayang, kamu mau makan apa?" tanya Syerkhan dengan lembut.
"Apa saja! Om," jawab Syifa dengan lembut.
Anggi tidak mengatakan apapun, karena dia ingin memberikan kejutan yang sempurna untuk Syifa dan gadis itu tidak bisa melupakan apa yang dia berikan.
"Sayang, apa kamu sedih dengan keputusan Anggi?" tanya Dila dengan lembut.
Sebab, dia tahu seperti apa perasaan gadis itu karena dia juga wanita. Pasti akan tahu seperti apa rasanya kalau pernikahan yang di impikan selalu di tunda.
"Tidak Tante, mungkin kalau pernikahan kami selalu di tunda. Artinya kami tidak berjodoh," jawab Syifa.
Membuat Anggi langsung terdiam, kemudian berpikir kalau Syifa akan meninggalkannya, karena selalu menunda pernikahan selama tiga tahun terakhir ini.
__ADS_1
BERSAMBUNG.