
Hari-hari sudah berlalu, kini usia bayi Syifa sudah menginjak usia satu bulan dan, mereka pun mengadakan acara di rumah untuk menyambut baby S.
Namun, kali ini mereka hanya mengandakan acara kecil-kecilan, karena Juwita juga baru saja melahirkan dan wanita itu masih berada di rumah sakit bersama semua keluarganya.
Syifa hanya merayakan kelahiran sang anak dengan suaminya, juga para pelayan yang ada di sana, karena itu adalah permintaan Syifa sendiri.
"Om, setelah ini kita melihat Juwita di rumah sakit ya, sebab sejak kemarin kita belum ada menjenguknya lagi," ucap Syifa lembut.
Syerkhan menganggukan kepala sambil menggendong buah hatinya, ia pun langsung mencium-cium gadis kecil itu membuat bayi kecil tersebut langsung menangis.
oe oe oe!
"Jangan seperti itu! Dia tidak suka bila dicium berlebihan, maka dia akan sangat jijik," ucap Syifa sambil mengambil anaknya.
Syerkhan hanya menghela nafas panjang, sebab ia heran kepada sang istri yang selalu saja memarahinya, jika mencium putrinya berlebihan. Padahal itu adalah buah hatinya, benih darinya?
"Baiklah, besok-besok aku tidak akan menciumnya lagi tetapi, aku akan mencium Mamanya seperti ini!"
Syerkhan langsung mencium pipi Syifa dengan bertubi-tubi, membuat garis itu kesal. Namun, ia tidak bisa berbuat apa-apa, sebab sekarang ia tengah menyusui putrinya.
"Kenapa hanya dia yang diberikan susu? Apakah, papa tidak boleh meminum susu itu juga?" tanya Syerkha sambil menatap ke arah susu gantung Syifa.
Syifa mengelengkan kepalanya, karena sang suami benar-benar sangat mesum dan, ia pun hanya diam sambil menatap sang anak yang sedang menyusu.
Setelah selesai, mereka pun bergegas pergi menuju rumah sakit, sebab Syifa sangat merindukan cucunya yang baru berapa hari ini terlahir ke dunia.
Setelah sampai di rumah sakit, mereka berjalan menyusuri orang rumah Sakit menuju ke kamar inap Juwita, setelah sampai mereka pun langsung masuk ke dalam, terlihat semua orang sudah ada di sana masih menimbang-nimang Junior.
__ADS_1
"Cucu oma sekarang sudah mandi, wangi sekali," ucap Syifa dengan lembut sambil mengambil Junior dari gendongan Dila.
"Wah, ternyata nenek muda sudah hadir. Apakah acara baby S sudah selesai?" tanya Dila sambil menatap ke arah Syifa.
Syifa tersenyum dan menganggukkan kepala, kemudian mereka membicarakan tentang acara yang akan digelar setelah Juwita ke luar dari rumah sakit. Ya, mereka akan membuat acara kelahiran Beby S dan Junior dengan sangat megah.
"Wah ke mana Adik Anggi, apakah dia tidur? Atau, dia tidak mau menemui kakaknya ini," ucap Anggi sambil menatap wajah beby S.
"Dia tidak ingin melihat wajahmu, karena ia sangat muak melihatnya," sahut Syerkhan.
Anggi terkeke mendengar ucapan sama papa, kemudian dia mengambil paksa sang Adik dan, mencium-cium wajah gadis kecil itu. Namun, beby S tidak menangis seperti saat dia dicium oleh papanya, hal itu membuat Syerkhan begitu gram.
"Kenapa beny S dicium oleh Anggi tidak masalah dan tidak menangis? Sedangkan, dia dicium oleh papanya sendiri dia menangis sampai mamanya memarahi aku," ucap Syerkhan dengan kesal.
Semua yang ada di sana terkeke, sebab mendengar ucapan Syerkhan yang dimarahi oleh Syifa, sedangkan Syifa merasa sangat malu akan ucapan sang suami dan, orang-orang yang ada di sana terus meledek mereka berdua.
Sontak, membuat semua orang yang ada di sana gemetar, karena mereka mengira Dila sakit keras, sebab sudah beberapa bulan ini terus-menerus muntah. Bahkan wanita paruh baya itu juga sering demam.
"Apapun itu, aku akan selalu memaafkanmu, karena kamu adalah cinta terakhirku tidak akan ada lagi cinta yang mendatang untukku," jawab Dilon lembut.
"Sebenarnya aku sudah mengandung selama dua bulan ini," ungkap Dila.
Sontak, membuat semua orang yang ada di sana terkejut termaksud Dilon, karena dia sangat menambahkan buah hati lagi walaupun ia sudah memiliki anak, tetapi ia masih ingin memiliki seorang putri.
"Terima kasih sayang, kamu hamil anakku. Aku senang sekali bisa memiliki anak yang banyak," ucap Dilon dengan lirih.
Sedangkan Syerkhan merasa sakit geram, sebab selama pernikahannya Dila sama sekali tidak mau mengandung lagi, sedangkan saat bersama Dilon wanita itu langsung hamil dalam tubuh sekejap.
__ADS_1
"Wah, Anggi benar-benar sangat bahagia bisa memiliki adik yang banyak, sebab dari dulu Anggi sangat ingin memiliki saudara yang banyak," ucap Anggi dengan sangat girang.
Pria itu membawa Micella berpelukan dengan Dila dan Dilon, sebab mereka benar-benar sangat bahagia atas berita kehamilan Dila.
'Aku percaya rencana Tuhan lebih indah, sebab bila aku menikah dengan Syifa maka kebahagiaan ini tidak pernah akan aku rasakan, bisa memiliki ketiga adik dan anakku secara bersamaan seperti ini,' batin Anggi lirih.
Syifa dan Syerkhan saling tersenyum dan mereka pun ikut berpelukan, karena kedua pasangan suami-istri itu sudah menganggap semua sebagai keluarga mereka.
"Kebahagiaan kita selalu berlipat-lipat setelah kesedihan yang kita lewati, karena tidak mungkin kesediaan itu kekal untuk kita," ucap Dila lirih.
"itu benar sekali, karena manusia akan diberikan timbal balik atas apa yang kita lakukan seperti ini, setelah kesedihan yang kita lewati kita mendapatkan kebahagiaan," sahut Dilon.
Sebab, dia juga pernah merasakan rasa yang sakit lebih daripada yang Dila rasakan, karena sang istri berselingkuh dengan rekan bisnisnya.
Dilon, sudah memaafkan istrinya dan sekarang dia sudah mendapatkan istri dan calon anak lagi, hal itu membuatnya benar-benar sangat bahagia.
"Sekarang, kita adalah keluarga dan sebagai keluarga kita harus selalu ada untuk satu sama lainnya, jangan ada kata-kata bertengkar dan jangan pernah ungkit masa lalu lagi," ucap Syerkhan lembut.
Semua orang yang ada di sana menganggukkan kepala mereka. Sebab mereka juga tidak ingin mengungkit masa lalu yang kelam itu dan, mereka ingin hidup di masa depan yang bahagia seperti saat ini tidak ada dendam di antara mereka semua.
"Kebahagiaan apalagi yang kita dustakan? Ini adalah kebahagiaan yang sesungguhnya Tuhan berikan untuk kita. Jadi kita sebagai manusia harus tetap selalu menerima takdir Tuhan, jngan pernah menyalahkan takdir Tuhan, karena Tuhan lebih tahu takdir yang bagus untuk kita,"ucap Syerkhan lembut.
"Aku setuju denganmu Mas, karena kamu itu benar sebagai manusia kita harus menerima takdir Tuhan, karena takdir Tuhan lebih indah daripada takdir yang akan kita tentukan sendiri," sahut Dilon.
Semua orang yang ada di sana tersenyum bahagia, karena mereka sudah bahagia dengan pasangan masing-masing dan, tidak lagi mengingat masa lalu yang kelam.
...~TAMAT~...
__ADS_1