Benih Papa Syerkhan

Benih Papa Syerkhan
11 > Gua lele


__ADS_3

Keesokan harinya . . .


Pagi sekali Syifa sudah bangun, dari biasanya. Sebab, ia dan Syerkhan akan menghadiri meeting penting mereka di salah satu cafe di kota ini.


Syifa sudah rapi, dan dia menunggu Syerkhan bersiap-siap di dalam kamar mandi. Entah mengapa pria itu bersikap sama seperti sebelumnya.


'Semoga saja om Syerkhan, akan tetap seperti ini sampai selamanya. Sebab, aku kecewa, saat dia menyatakan cinta padaku,' batin Syifa lirih.


Pada saat itu juga, Syerkhan ke luar dengan sangat taman dan mempesona. Bahkan, siapa saja yang melihatnya akan langsung jatuh cinta.


Namun, Syifa merasa biasa saja dan, dia langsung bergegas pergi dari dalam kamar, karena ia ingin menunggu di mobil.


"Hari ini kau boleh menghindari aku. Tapi, besok pasti kau akan selalu mencari kebenaran ku," ucap Syerkhan sambil menatap kepergian Syifa.


Pria itu langsung mencampur dua obat ke dalam minuman yang ada di meja, karena dia tahu saat pulang nanti Syifa akan meminum air tersebut.


"Maafkan aku sayang," ucap Syerkhan sambil tersenyum licik.


Pria itu bergegas pergi dari sana menuju luar dan masuk ke dalam mobil, kemudian supir mengantarkan mereka ke cafe.


Setelah sampai, mereka berdua langsung turun dan masuk ke dalam. Sebab, semua rekan bisnisnya sudah menunggu di dalam.


"Pagi Pak Syerkhan," ucap rekan bisnisnya.


"Pagi juga, Pak." Syerkhan berjabat tangan dengan rekan bisnisnya, sedangkan Syifa langsung duduk.


Sebab, Syerkhan tidak akan memberikan siapapun menyentuhnya dari dulu sampai sekarang.


"Anak bapak semakin cantik saja!" ucap rekan bisnis Syerkhan dengan kagum.


Syerkhan tersenyum sambil menatap Syifa, kemudian dia memegang tangan gadis itu seperti biasanya.


"Maaf ya Pak, anak saya ini sudah ada yang punya, tidak bisa lagi di pinang oleh siapapun," ucap Syerkhan sambil mencium tangan Syifa dengan nafsu.


Syifa terkejut dan langsung melepaskan tangannya, kemudian dia diam sambil membuka leptop.


"Sayang sekali. Padahal, anak saya masih lajang dan baru lulus dari Korea," sahut rekan bisnis Syerkhan.


Syerkhan tersenyum, karena dia tidak akan membiarkan siapapun merebut Syifa darinya termaksud sang anak.


'Syifa hanya milikku, dan tetap milikku,' batin Syerkhan.


Pria itu sangat menyukai Syifa dari dulu. Namun, dia tidak tahu kalau rasa sukanya menjadi cinta.


"Pak, bila sudah selesai nanti kita ke bar ya," ucap rekan bisnis Syerkhan.


Syifa langsung membulatkan matanya, karena dia takut pria itu mabuk kemudian ia menatap wajah Syerkhan.


"Tidak bisa Pak, karena anak saya tidak ada temannya di sini dan, saya takut dia akan mengadu pada mamanya," jawab Syerkhan dengan senyum manisnya.

__ADS_1


Syifa bernafas lega, karena Syerkhan tidak akan pergi ke bar dan, mereka melanjutkan meeting dengan lancar sampai selesai.


"Akhirnya selesai juga," ucap Syerkhan dengan lema.


"Papa, kenapa?" tanya Syifa dengan cemas.


Ya, bila di tempat kerja Syifa akan memanggil Syerkhan dengan sebutan papa. Pria itu tersenyum karena rencananya akan berhasil.


"Pak Syerkhan sakit?" tanya rekan bisnisnya.


"Tidak, hanya sedikit pusing dan mual, sepertinya asam lambung saya kambu lagi, Pak." Syerkhan bangun dan terjatuh.


"Papa!" pekik Syifa.


Gadis itu langsung meminta supir mambawa Syerkhan masuk ke dalam mobil, dan kembali ke kamar hotel mereka.


"Terima kasih, Pak." Syifa langsung menutup pintu kamar hotel mereka.


Betapa terkejutnya dia saat melihat Syerkhan ada di belakangnya dan, mengunci pintu kemudian mengambil kuncinya.


"Om, ada apa ini? Kenapa, mengunci pintu?" tanya Syifa dengan sangat cemas.


Syerkhan tidak menjawab dan, dia langsung naik ke atas ranjang sambil membuka baju dan sepatu, kemudian melepaskan ke sembarang arah.


'Astaga, ada apa lagi dengannya?' batin Syifa.


"Apa ada yang lucu, Om?" tanya Syifa sambil menatap wajah pria itu.


"Tidak ada," jawab Syerkhan dengan cepat.


Pria itu melepaskan celana dan, menyisakan celana pendek, membuat Syifa tidak habis pikir.


"Om, kenapa tidak memakai baju?" tanya Syifa sambil duduk di sofa.


"Tidak, karena kamar ini sangat panas," jawab Syerkhan.


Syifa juga merasa panas, sehingga dia langsung menyalakan AC. Namun, masih panas dan, ia merasa ada gejolak yang aneh.


"Ada apa denganku?" gumam Syifa. Namun, Syerkhan mendengarkannya.


"Aaahhh!" jerit Syerkhan sambil memegang kepalanya.


"Om, ada apa?" Syifa langsung menghampiri Syerkhan.


Sebab, ia sangat khawatir pada pria itu yang sudah seperti ayah kandungnya. Namun, Syerkhan mala mencintainya.


"Kepala om sakit sekali!" Syerkhan menarik tangan Syifa, dan meminta gadis itu untuk memijatnya.


"Syifa pijat ya Om," ucap Syifa dengan lembut.

__ADS_1


Syifa memijat Syerkhan, dan pria itu sengaja memberontak seolah-olah sangat kesakitan dan menyenggol gunung kembar Syifa.


"Sayang, sakit sekali kepala Om," ucap Syerkhan dengan sangat lirih.


Syifa tidak tahu lagi harus berbuat apa, sehingga dia memeluk pria itu dan Syerkhan langsung diam.


"Tenang ya Om, biar Syifa bawa ke rumah sakit," ucap Syifa dengan lembut.


Gadis itu merasa ada yang aneh pada dirinya, karena dia ingin sekali menyalurkan hasratnya. Padahal, sebelumnya tidak pernah seperti ini.


"Om, bisakah Syifa mandi dulu?" tanya Syifa sambil menahan hasrat yang mulai meminta disalurkan.


"Tidak! Sakit sekali," jawab Syerkhan.


Sebab, dia tahu Syifa tengah menahan gejolak obat yang ia berikan. Dengan perlahan, Syerkhan menyentuh pinggang Syifa.


Gadis itu hanya diam, karena dia sudah menikmati sentuhan dari Syerkhan membuat pria itu tersenyum.


"Sayang, om sudah sembuh dan kamu bisa pergi," ucap Syerkhan.


Syifa hanya diam, karena jujur gejolak aneh yang dirasakan, ingin ia salurkan pada Syerkhan.


Pria itu hendak pergi. Namun, tangannya ditarik oleh Syifa sehingga mereka berdua terjatuh dan saling pandang.


"Om, bisakah lakukan hal yang tadi?" tanya Syifa dengan sangat lembut.


Rasa malu sudah tidak ada lagi saat ini, dan dia sama sekali tidak mengingat Anggi atau Dila. Yang diinginkan adalah menyalurkan hasratnya.


"Kamu yakin?" tanya Syerkhan yang seolah-olah tidak tahu apapun.


Padahal, dia adalah dalang dari semuanya. Syifa menganggukkan kepala, karena jujur sudah tidak sanggup lagi menahannya.


"Jangan menyesal ya, sayang." Syerkhan tersenyum sambil membelai rambut Syifa dengan lembut.


Kemudian, dia langsung melahap bibir Syifa dengan lembut. Gadis itu melingkarkan tangannya ke leher Syerkhan dengan halus.


"Om, bisakah lakukan itu sekarang? Syifa tidak tahan lagi," ucap Syifa dengan lembut.


Syerkhan menganggukkan kepala, dan ia tersenyum penuh kemenangan. Sebab, akan membuka segel gua lele milik Syifa, yang artinya dia bisa memiliki gadis itu sepenuhnya.


"Tahan sakitnya ya, sayang." Syerkhan langsung menerobos masuk ke dalam gua lele yang masih sempit.


Mereka melakukan itu sampai berjam-jam, dan Syifa terjatuh lemas di samping tubuh Syerkhan. Sedangkan Syerkhan tersenyum sambil mencium kening gadis itu.


"Terima kasih sayang, karena aku sudah menanamkan benih kepemilikan di sama sini." Syerkhan mengelus perut Syifa.


Berharap anaknya akan tubuh di dalam sana dan, Syifa tidak akan menikah dengan siapapun terkecuali dia.


BERSAMBUNG.

__ADS_1


__ADS_2