Benih Papa Syerkhan

Benih Papa Syerkhan
08 > Aku mencintaimu


__ADS_3

Entah mengapa, saat Syifa mengatakan tidak berjodoh dengan sang anak. Syerkhan sedikit bergembira dan langsung merangkul gadis itu dengan lembut.


"Sayang, bila kamu tidak berjodoh dengan Anggi, maka papa yang akan menikahi mu," ucap Syerkhan dengan lembut.


Anggi dan Dila tertawa bersama, karena mereka pikir Syerkhan hanya bercanda akan menikahi gadis itu.


"Papa, sudahlah ... biarkan mereka menyelesaikan permasalah berdua, kita diam dan menerima kabar gembira saja," ucap Dila dengan lembut.


Syerkhan tersenyum dan melepaskan Syifa dari rangkulannya, kemudian mereka memakan makanan masing-masing.


Setelah selesai makan, Syifa membuka ponselnya dan ada pesan masuk dari sang sahabat.


Juwita: Syifa, kamu di mana? Malam ini kita ketemuan bisa?


Syifa menghela nafas panjang, karena malam ini dia kembali harus mengerjakan tugas yang sengaja di hapus, hanya karena tidak mau pergi bersama Syerkhan.


"Ada apa, Nak?" tanya Dila sambil menatap wajah sedih Syifa.


Syifa langsung menoleh, begitu juga dengan yang lain. Sebab, Dila bertanya ada apa dengan gadis itu.


"Tidak ada Tan, hanya Juwita mengajak bertemu nanti malam. Tapi, Syifa tidak bisa, karena ada pekerjaan bersama Om Syerkhan," jawab Syifa dengan lembut.


Syerkhan hanya diam, karena Syifa tidak akan pergi yang artinya dia bisa berduaan nanti malam bersama gadis itu.


'Semoga nanti malam, kami bisa bersama dan menghabiskan waktu berdua hanya berdua,' batin Syerkhan.


Dila tersenyum dan kembali melanjutkan cerita bersama Anggi, karena tiba-tiba mereka memiliki masalah di butik dan tokoh baju Anggi.


'Sampai sekarang saja dia tidak ada bertanya apapun padaku,' batin Syifa kesal.


Bagaimana dia tidak kesal, karena sejak tadi Anggi sama sekali tidak mau mengatakan apa pun padanya. Di tambah lagi pria itu menunda pernikahan mereka lagi dan lagi.


Setelah sore hari tiba . . .


Mereka semua bergegas pulang, karena hari sudah semakin sore dan sama seperti sebelumnya. Syifa duduk di depan bersama Syerkhan.


Namum, gadis itu tertidur pulas sehingga kepalanya bersandar di bahu Syerkhan membuat pria itu senang.


'Andai tidak ada mereka, pasti aku sudah mencium Syifa habis-habisan,' batin Syerkhan dengan geram.


Setelah sampai di rumah, Syerkhan sengaja menyuruh sang istri dan anaknya masuk duluan, dia beralasan akan membawa Syifa masuk agar gadis itu tidak terbangun.


"Sayang, di sini hanya kita berdua," ucap Syerkhan dengan pelan sambil menatap wajah gadis itu.

__ADS_1


Perlahan Syerkhan mencium wajah Syifa dengan lembut dan nafsu yang sudah dia tahan selama ini.


"Maafkan papa ya sayang," ucap Syerkhan lagi.


Sebab, pria itu akan melahap bibir Syifa dengan lembut dan terjadilah. Namun, sang empunya sama sekali tidak terbangun saat Syerkhan melakukan hal itu.


Syerkhan sangat menikmati hal indah ini, sebab dia tahu ini kali pertama buat Syifa, karena masih terasa manis.


"Terima kasih sayang," ucap Syerkhan sambil mengecup manis pipi gadis itu.


Syerkhan mengelap bibir Syifa yang sudah basah akibat ulahnya tadi, dan mengendong gadis itu masuk ke dalam. Dengan perasaan yang sangat membahagiakan.


Pria itu sama sekali tidak memikirkan anaknya, yang menjadi kekasih Syifa. Bahkan, dia berniat akan menyatakan cinta malam ini pada calon menantunya.


. . .


Setelah sampai di dalam kamar Syifa, pria itu meletakan calon mertuanya dengan perlahan ke tempat tidur. Kemudian, dia menatap gadis itu dengan dalam.


"Maaf, karena sudah berbuat hal tadi," ucap Syerkhan dengan lembut.


Pria itu bergegas pergi dari sana, sambil mengelap bibirnya yang sedikit basah, kemudian mengingat kembali kejadian tadi.


'Bagaimanapun caranya, aku akan tetap menyatakan cinta pada Syifa. Sebab, Anggi juga selalu menunda pernikahan mereka,' batin Syerkhan.


. . .


"Apa aku beritahu Syifa saja, karena dia terlihat sedih. Sebab, aku selalu menunda pernikahan kami," ucap Anggi dengan bingung.


Pria itu bingung, karena tadi dia mendengar kalau Syifa berkata mereka tidak berjodoh, dan ia takut hal itu terjadi.


"Sehabis dia pulang dari luar kota, aku akan memberitahu dia. Sebab, semuanya hampir selesai, kalau sekarang, masih sedikit yang selesai," ucap Anggi dengan bergembira.


Pria itu akan memberitahu Syifa kalau dia sudah mempersiapkan semua acara pernikahan mereka, dan berharap gadis itu akan senang padanya.


. . .


Perlahan Syifa membuka kedua matanya, dan merasa sangat harus. Kemudian dia terdiam sambil memegang bibirnya.


"Tadi aku mimpi hal yang sangat aneh, karena ciuman itu terasa sangat nyata," ucap Syifa dengan bingung.


Gadis itu bergegas mandi, karena hari sudah hampir malam yang artinya dia harus mengejar tugas bersama Syerkhan.


Setelah selesai mandi, Syifa mengunakan piyama yang sedikit seksi dari Dila. Sebab, wanita itu sudah tidak memiliki pakaian yang sopan.

__ADS_1


"Ya ampun, bagaimana ini? Aku terlihat sangat menggoda, aku jadi takut bertemu dengan om Syerkhan," gumam Syifa sambil berjalan ke luar dari kamarnya.


Gadis itu berjalan dengan perlahan menuju ruangan kerja calon mertuanya, dan masuk ke dalam.


Betapa terkejutnya Syifa, karena calon mertuanya sudah ada di sana dengan sangat santai.


'Ya ampun, tidak seperti biasanya om Syerkhan berpakaian seperti ini,' batin Syifa.


Ya, Syerkhan memakai kaus dan celana pendek. Padahal, biasanya pria itu selalu menggunakan celana panjang, selama 12 tahun Syifa mengenalnya.


"Sini sayang!" panggil Syerkhan.


Syifa tersenyum dan menghampiri Syerkhan, kemudian mereka mengerjakan tugas bersama sampai selesai.


Syifa senang, karena Syerkhan sama sekali tidak berbuat mesum selama mereka mengerjakan tugas.


"Om, Syifa pergi dulu karena ini sudah larut malam," ucap Syifa dengan lembut sambil beranjak bangun.


Syerkhan menarik tangan Syifa, sehingga gadis itu masuk ke dalam pelukannya. Sontak Syifa terkejut.


"Mau ke mana? Ada hal yang akan papa sampaikan," ucap Syerkhan.


Syifa bangun dan duduk di samping pria itu, karena dia takut ada masalah yang penting. Sebab, wajah pria itu sangat serius.


"Katakan Om," ucap Syifa dengan lembut.


"Aku mencintaimu," ungkap Syerkhan.


Syifa membuka mata lebar-lebar, saat calon mertua yang selama ini sudah di anggap sebagai ayah kandung, menyatakan cinta padanya.


"Aku benar-benar sangat mencintaimu," tambah Syerkhan lagi.


Syifa langsung bangun dan menjauh dari Syerkhan, karena takut pria itu berbuat macam-macam padanya.


"Om, selama ini Syifa sudah menganggap Om sebagai ayah Syifa. Tapi, apa ini?!" tanya Syifa sambil menangis.


Syerkhan bangun dan mendekati Syifa, kemudian memeluk gadis itu dengan erat, agar sang pujaan hati tidak pergi.


"Maafkan aku. Tapi, rasa ini tidak bisa aku pendam lagi," ucap Syerkhan dengan lirih.


Syifa melepaskan pelukannya, kemudian menatap pria itu dengan dalam dan lirih, sebab sudah membuat hatinya hancur.


"Syifa ini calon menantu Om, dan pacar anak kandung Om, apa Om sama sekali tidak memikirkan hal itu?!" tanya Syifa dengan sangat emosi.

__ADS_1


Syerkhan menggelengkan kepala, kemudian Syifa berlari dari sana dan pria itu tidak mengejarnya. Sebab, dia masih memiliki rencana untuk mendapatkan gadis itu.


BERSAMBUNG.


__ADS_2