Berata, Pendekar Tak Tertandingi

Berata, Pendekar Tak Tertandingi
Bab 1. Orang Tua Terbunuh


__ADS_3

Bab 1. Orang tua terbunuh.


Malam sudah larut.. Tuan Arga Dharma Laksana Hyman dan ibu Dewi masih berbicara dalam keadaan tegang.


"Ma, dengar, papa rasa tidak akan lama lagi, mereka pasti datang, papa sudah menjual semua aset kita dan papa taruh di Bank Dunia di Swiss.. Mardi sudah aku suruh bersembunyi dan pergi jauh, hanya dia yg bisa menyelamatkan apa yg kita miliki.."


"Papa, mama kira kita tak akan bisa selamat, tapi Dewa harus selamat, dewa satu - satunya harapan kita satu-satunya papa.."


"Benar, kita harus segera mengirim dewa pergi jauh supaya Darius tidak bisa menemukan Dewa, tapi papa bingung siapa yg bisa kita mintakan pertolongan disaat saat seperti ini"


"Kita minta bibi made aja ya pa..supaya Dewa bisa diasuh oleh bibi made di kampungnya"


"Benar ma.. Kita harus segera ma, jangan tunda tunda waktu lagi" Lalu Pak Arga dan ibu dewi turun ke ruang pembantu di belakang rumah.


"Bibi made..bibi made.. ", Kata ibu dewi sambil mengetuk kamar pembantu


Terdengar suara tergesa-gesa dari dalam kamar, "Tuan.. Nyonya.. Ada apa tuan, kenapa mencari saya malam malam"


Ibu dewi menggamit tangan Bi Made dan diajak ke ruang tamu:" Begini bibi, bibi harus bantu saya" Lalu menceritakan semua nya kepada Bibi made"


"Tuan.. Kenapa saudara kandung anda tuan Darius begitu kejam, dan ingin melukai tuan dan nyonya berdua" Sambil menangis dan bersimpuh


"Bibi tolonglah kami, selamatkan Dewa Bibi"


"Tuan Arga, tuan sudah membantu saya dan keluarga dari dahulu, apapun akan saya lakukan, termasuk nyawa saya tuan, kapan saya harus pergi"?


"Kamu pergi besok pagi, ingat jgn naik bis atau kendaraan umum lainnya, kamu menumpang saja pada truk yg akan menuju ke bali, ini uang tunai, dan atm buat kamu, saya kira dengan uang ini kamu akan akan bisa menjaga Dewa dengan baik" Lalu Bibi made menerima uang tunai dari tuan Arga


Kemudian datanglah ibu dewi bersama dewa dalam gendongan yg masih tertidur


Tiba tiba.. "Bang " Terdengar suara keras seperti sesuatu menabrak pintu pagar rumah dengan keras


Ibu dewi berlari ke Jendela" Pa Darius membawa banyak orang dan merobohkan pintu pagar, cepat selamatkan Dewa"


Lalu tuan Arga memencet sesuatu di hpnya, tiba tiba tembok di bawah tangga terbuka seperti sebuah pintu, "bi made, cepat, bawa masuk dan selamatkan dewa, masuk dan ikuti terowongan ini.. Setelah saya tutup, mereka tidak akan bisa membuka pintu ini.. Ikuti saja terowongan ini, ujungnya akan berada di samping taman rumah kita lama. Cepat bi, kita tidak ada waktu lagi.. Berikan ini saat dewa sudah berumur 18 tahun, sambil menyerahkan sebuah tas hitam, bi dewi kami mengandalkan kamu, anggap dewa adalah anakmu sendiri" Lalu memaksa bi Made untuk segera masuk dalam ruangan rahasia.. Kemudian menutup pintu dan membanting hp di tangannya dengan keras dan hancur berkeping - keping


sesaat kemudian Darius dan anak buahnya masuk ke rumah tua Arga dengan menjebol pintu


Darius kamu tidak akan mendapatkan sepeserpun dari kekayaanku..


"Arga.. Kurang ajar kamu ya.. Berani beraninya kamu menjual perusahaan.. Itu perusahaan milikku.."

__ADS_1


"Haha.. Darius bajingan, kamu memang pamanku yg jahat, kamu tak akan bisa mendapatkan harta itu" Sambil tertawa


"Kita lihat, apakah kau masih berani bicara saat aku patahkan seluruh anggota tubuhmu, cepat patahkan kakinya.." Sambil memerintahkan anak buahnya


Dengan cepat 5 orang menghampiri dan memukul tuan arga.., 2 orang lagi datang memegang ibu dewi yg histeris, tak beberapa lama tuan arga sudah terkapar penuh dengan darah mulutnya...


"Kamu masih tak mau bilang.. Dimana harta tersebut kamu simpan hah?? Kalo begitu aku akan bermain main dengan istrimu terlebih dahulu.. Hahahaha"


" Darius.. Kamu kurang ajar, lepaskan istriku"


Darius kemudian menarik tangan ibu dewi dan mendudukkan di pahanya... Ibu dewi meronta-ronta, tiba tiba dia melihat pisau di pinggang darius, kemudian menarik dengan cepat dan mengayunkannya kearah Darius, darius yg sadar langsung melompat kebelakang menghindari sabetan pisau komando miliknya..


"Darius kurang ajar, kamu tak akan bisa menyentuh diriku" Ibu dewi menyeringai dan tersenyum kepada tuan arga, "Arga aku mencintaimu, sampai ketemu di kehidupan selanjutnya" Kemudian ibu dewi menaruh pisau di lehernya dan "crash" Lehernya langsung berdarah, dia menyeringai kepada Darius.. "Aku akan menuntut balas dari alam kematian" Kemudian tubuh ibu dewi jatuh, darah menyebar di lantai


"Dewiii" Tuan arga bangkit berlari kearah Ibu dewi, memeluk tubuh ibu dewi yg bersimbah darah


"Kamu bajingan Darius" Kemudian mengambil pisau di dekat ibu dewi dan berlari kearah Darius... Darius panik...


"Dor"... Tubuh tuan arga langsung berhenti dan terjatuh, kepalanya telah berlubang oleh pistol di tangan Darius


" Kau Keponakanku yg bodoh, cepat geledah rumah ini temukan apapun yg mencurigakan.. Temukan bi Made dan Dewa"


Segera mereka mencari, tapi mereka kecewa dan meninggalkan rumah tuan Arga


"Tolong pak Radji" Sambil mengedor pintu rumah pak Radji


"Made.. Kenapa.. Ada apa..eh ini bukannya Den Dewa" Tanya Pak Radji kebingungan..


"Pak Radji, bantu saya.. Kita harus menyelamatkan Den Dewa segera, tuan Arsa dan ibi Dewi sudah dibunuh Tuan Darius.. Mereka pasti mengejar den Dewa"


"Astagfirullah.. Kenapa mereka kejam sekali.., ayo saya Antar kamu.. Kebetulan mobil tuan Arsa ada disini..."


"Jangan.. Kata tuan Arsa saya harus mencari tumpangan sehingga sampai di kampung pak kata tuan tidak boleh naik angkutan umum, karena anak buah tuan Darius pasti sedang mencari kita.."


"Kalo begitu, kita naik motor ke tanggerang.. Disana ada temanku sopir truck.. Mereka pasti akan membantu kita..."


"Ayo pak, cepat,"


Kemudian Pak Radji mengeluarkan vespa bututnya dan melaju ke Tanggerang... Diperjalanan mereka bertemu anak buah darius dan mengenali bi made dan Pak Radji.. Jadilah mereka kejar kejaran...


"Made, sepertinya kita harus berpisah disini... Saya akan coba mengalihkan perhatian anak buah darius.. Kamu sembunyi disini 1jam, setelah itu naik taxi Kamu pergilah ke alamat ini, katakan dari saya, pasti dia akan membantu kamu made" Sambil menyerahkan sebuah kalung dan kertas berisi alamat

__ADS_1


Kemudian Bi Made bersembunyi di sebuah rumah kosong, lalu pak radji memacu vespa bututnya ke arah utara.. Belum berapa lama terdengar suara benturan keras.. Bi made mengintip, ternyata pak radji ditabrak sebuah mobil yang berisi anak buah darius... Bi made terkesiap dan menangis melihat Pak Radji yang sudah bersimbah darah di jalanan.


Sesuai arahan Pak Radji.. Bi made tidak berani keluar.. Setelah 2 jam bersembunyi baru dia keluar kejalan raya dan menyetop taxi menuju alamat yg diberikan pak Radji.


Sesampainya di alamat tersebut bi made mengetuk sebuah rumah, setelah beberapa lama akhirnya terbuka.


"Maaf, ada cari siapa?" Kata pemuda berusia sekitar 30 tahunan


"Sa...saya diminta pak Radji kesini", sambil menyerahkan sebuah surat


" Nama saya Karyo, sekarang pak Radji dimana?"


Made menangis.. "Pak Radji, Pak Radji sudah meninggal mas.. Ditabrak"


"Hah ditabrak? Bagaimana ceritanya kenapa paman saya bisa meninggal"


Lalu bi made menceritakan semuanya kepada Karyo, mendengar cerita tersebut karyo mengepalkan tinjunya dan meninju dinding beberapa kali, Dewa yg baru berusia 5 tahun terkejut dan menangis.


Jadilah bi made menenangkan dewa.


"Jadi kita kemana sekarang" Kata Karyo


"Saya tidak tau mas.. Saya tidak berani pulang ke kampung saya di bali, pasti darius akan mencari saya disana"


"Begini saja, ayo ikut saya ke desa saya Desa Ngadas, desanya terpencil di gunung Tengger sana, pasti Darius tidak akan sampai mencari disana"


"Apa saya tidak merepotkan sampeyan mas?"


"Tidak.. Pak Radji sudah menjaga dan mendidik saya dari kecil, sekarang saatnya saya membalas budi Pak Radji, tapi.." Tampak Karyo mengernyit


"Kenapa Mas Karyo"


"Kita tidak bisa pergi dgn status biasa ke desa saya.. Kita harus menyamar menjadi pasangan Keluarga supaya, tidak dicurigai, kebetulan saya sudah pulang 10 tahun ke kampung karena sudah yatim piatu"


"Bagaimana baiknya mas, demi keselamatan Den Dewa" Wajah Bi Made memerah, tak dipungkiri Karyo juga pemuda yg tampan dan dia juga susah tidak muda lagi


"Kalo begitu kita berangkat malam ini, saya persiapkan dulu.. Kita tak akan pernah kembali kesini, saya akan bertani saja di kampung" Sambil tersenyum, dia juga tertarik dengan bi made karena kepolosannya


Kira kira jam 10 pagi, mereka sampai di desa Ngadas di lereng gunung Tengger, Karyo langsung menuju rumah tua dan reyot yg dia tinggalkan 10 tahun lalu, halaman rumahnya rumahnya ditumbuhi ilalang dan tampak menyeramkan..


"Made ingat, berpura pura menjadi istriku, dewa, panggil paman dgn sebutan ayah ya.. Mulai skr dewa anak paman." Dewa hanya mengangguk dan tampak menjadi lebih pendiam

__ADS_1


"Made kamu tunggu disini, aku akan kerumah tetangga meminjam sabit untuk membersihkan rumah kita terlebih dahulu.


__ADS_2