Berata, Pendekar Tak Tertandingi

Berata, Pendekar Tak Tertandingi
Bab 40. Organisasi Rahasia


__ADS_3

Pk. 03:00 dini hari waktu Mogadishu, Langit membara berwarna merah, terdengar rentetan tembakan membelah keheningan malam, beberapa tempat di hancurkan oleh bom. Sirene meraung raung. Kepolisian tampak sangat sibuk. Ketegangan berlanjut sampai ke pinggiran kota, banyak bangunan yang hancur dan korban yang tak terhitung banyaknya.


Pagi harinya, ada release dari pemerintah Somalia bahwa tempat yang hancur disinyalir semua adalah milik pemberontak, bahkan para pimpinan pemberontak di gantung pada tembok tinggi di kota. Pemerintah tidak bisa memastikan siapa pelakunya. Hanya dikatakan sekelompok tentara misterius menghabisi kelompok pemberontak di Kota Mogadishu, sehingga saat ini keadaan dinyatakan sangat aman karena semua kelompok pemberontak


Saat orang lain tidak tau siapa yang melakukan ini, Komandan Pasukan Garuda sudah bisa menebaknya. Yang mampu untuk melakukan ini pastilah pasukan JATAYU. “Mereka salah mencari musuh, berani menyakiti kekasih Komandannya maka berarti itu kematian bagi seluruh Anggota musuh”


Jam 7 Pagi, pesawat Hercules meninggalkan Mogadishu langsung menuju Jakarta untuk membawa Anindya.


Team Garuda Sendiri berjaga di Kedutaan Indonesia di Mogadishu


Ternyata peperangan belum selesai, perang sudah bergeser ke pinggir kota, banyak tempat yang disinyalir tempat pemberontak hancur, banyak yang tewas, banyak yang melarikan diri.


.....


Disebuah pinggiran kota GALCAIO di Somalia, tampak beberapa pimpinan pemberontak sedang berdiskusi.


"ini tidak bisa dibiarkan, kita harus segera mengetahui pasukan apa yang menghancurkan markas kita "


“Apakah kita menyentuh orang yang salah??” semuanya mengangkat tangan tidak tau


“Trus kenapa pasukan asing tersebut mengejar dan menghancurkan kita”


“Kemarin aku mendengar sebuah hotel di bom oleh kelompok Pemberontak pimpinan Jendral Sayeed, korbannya ternyata diplomat dari Indonesia, Pasukan Garuda menjaga rumah sakit tempat diplomat itu di rawat. Tengah malam ada sekelompok tentara yang mengunjungi rumah sakit.


“Mungkinkah itu pasukan Garuda divisi JATAYU?”


“Aku harap tidak, jika memang divisi Jatayu, maka kita harus segera menyelamatkan diri, aku mendengar, tidak ada tempat yang tidak bisa mereka datangi”


“Kamu terlalu, takut, kita punya 1000 orang tentara disini”


“1 orang dari tentara Jatayu bisa melawan 100 orang tentara professional, saranku, kita harus segera pergi dari sini”


Belum selesai berbicara ledakan besar terdengar, tanah berguncang, dan suara rentetan senjata terdengar. “Kita harus segera menyelamatkan diri” kata pemimpin kelompok


“Kalian mau pergi kemana”, Berata melompat turun dari plafond yang tinggi


Tanpa peringatan Berata Menghunus pedang Kalinyamat, sekali tebas Semua kepala pimpinan pemberontak sudah menggelinding di lantai. Suara ledakan terdengar di sekitar gedung. Berata kemudian melihat brangkas besar di dalam ruangan tersebut. Dia menebas engsel brangkas dengan Pedang kalinyamat dah pintunya jatuh ke lantai


Berata melihat banyak emas batangan dan berlian di dalam Brangkas. Berata mengambil itu semua emas dan permata tersebut. Berata juga menemukan sebuah Shotel atau senjata bangsa afrika di balut dengan perkamen atau kain.


Berata Menyentuh Shotel kembar yang ukurannya lebih kecil dari Shotel pada umumnya, “sungguh senjata yang bagus, senjata ini sangat dingin, sepertinya terbuat dari bahan yang berbeda.”


Berata melihat perkamen tersebut, ada 21 Gerakan jurus cara menggunakan Shotel Kembar tersebut, tapi gambar di perkamen adalah wanita, “Sepertinya ini jurus Langka, aku harus menyimpannya” Berata Memasukkannya ke Cincin Dewi Aisani.


Suara ledakan dan tembakan sudah berhenti. Anggota Jatayu masuk satu persatu lengkap 18 orang.

__ADS_1


“Periksa tempat ini, sepertinya ini Markas besar dan tidak sederhana”Kata Berata


“Komandan kita hanya waktu 10 menit sebelum kita keluar dari tempat ini, Pasukan pemerintah sedang menuju kemari” kata komandan Jatayu Merah


“lakukan dalam 3 menit setelah itu kita pergi dari tempat ini”


Semua anggota memeriksa tempat tersebut, 3 menit hampir berlalu ketika salah seorang anggota pasukan menggeser sebuah tempat asbak di depan meja pemimpin. Saat di geser tiba tiba ada getaran, lalu lantai bergeser dan muncul tangga ke bawah, mereka lalu waspada tingkat tinggi. Kemudiaan mereka Komandan Jatayu Merah memimpin seluruh pasukan masuk kedalam ruangan tersebut.


Ternyata sebuah ruangan bawah tanah yang besar, terdapat banyak sekali kendaraan perang modern dan senjata modern di tempat itu . dan ada ruang komando dimana terdapat sebuah peta besar dengan beberapa titik berwarna merah.


“Senjata dan teknologi ini bisa menghancurkan sebuah negara”, kata Berata, ini tidak boleh jatuh tangan para penjahat.


Lalu Berata mengucapkan mantra, Cincin Aisani kemudian bersinar. Berata mengarahkan sinar tersebut ke benda yang ada di sana dan semua masuk kedalam cincin Aisani.


“Lihat ini Komandan”, Kata salah seorang pasukan. Sambil menunjuk disebuah dinding. Terdapat sebuah diagram membentuk piramida. Diujung piramida terdapat sebuah lambang ular dengan tulisan Wrath Of God dan dibawah nya di kaki - kaki piramida terdapat lambing – lambang organisasi rahasia, seperti Illuminati, Freemason, knight Templar, Skull dan Bone dan Bildenberg dan sebuah lambang yang di kenal Berata 99Anarchi


“Ternyata, Semua organisasi dunia ini bermuara pada Wrath of GOD”


“Komandan, waktu kita sudah habis, Semua data computer yang ada disini sudah kita pindahan semua.”


“Baik kita pergi”, Kata Berata


Kemudian Berata dan pasukannya pergi dari tempat rahasia, sebelumnya mereka memasang BOM, setelah berata kira kira 500 meter, mereka meledakkan ruang rahasia tersebut , timbul kubangan besar seluas 100m2.


Dia Ratu Wrath Of God yang dijuluki Medusa, karena tak seorangpun pernah melihat wajah aslinya.


………


Subuh esok harinya semua pasukan Jatayu kembali Ke Indonesia dengan Pesawat Pribadi, sedangkan Berata pergi langsung ke RSAD Jakarta dengan ilmu Sapta Buana karena Jarak terbang Mogadishu Jakarta 15 jam lebih.


Berata berada di dalam ruang observasi bersama Dokter. “Maaf Pak Berata, Kondisi Pasien sangat parah, mohon maaf hanya keajaiban yang bisa membuat Pasien Bangun dari koma. Luka Di kepala sangat parah, banyak syaraf yang putus, kami sudah mengeluarkan semua serpihan yang menempel.”


“Luka di tubuh bisa disembuhkan, tapi luka di kepala tidak mungkin akan tersambung pak, walaupun di operasi penyambungan syaraf yang bisa sampai 10 kali kemungkinan sembuhnya hanya 1% saja”


“Saya tau dan mengerti Dokter, tugas anda fokus saja untuk mengembalikan kondisi tubuhnya, sisanya saya yang mengurusnya”


“Baik kami akan usahakan yang terbaik”


Berata masuk ke dalam ruangan ICU. Anindya masih dalam kondisi tertidur. “Maafkan aku Anindya, aku egois, aku tidak tau tindakanku ini benar atau tidak. Mungkin benar apa yang ibu bilang kalau ini hanya membawa mu dalam bahaya”


“10 tahun berlalu kalian hidup damai dan tentram, dan dalam sekejap aku menghancurkan ketenangan kalian, duh Gusti Ampuni hambamu ini”


Pagi harinya berata masih berada dalam ruang ICU, dia tertidur sambil memeluk Anindya.


“Kak..” Panggil Anindya

__ADS_1


“Kamu sudah bangun sayang?”


“Sudah dari tadi kak , tadi mau bangunin kakak, tapi kayaknya kakak tidur nyenyak sekali, kapan kakak tiba di Jakarta”


“Kakak tadi sampai jam 3 pagi sayang”


“Kak, kenapa Dya gak bisa menggerakkan badan, Dya ingin melihat kakak”


Berata bangun dan berdiri di depan Anindya “Dya ingin kakak Ngapain?”


“Kak, Dya ingin membelai rambut Kakak”


Berata mengambil tangan kanan Anindya, kemudian menaruh telapak tangan Anindya ke kepala Anindya.


“Dya… kamu bisa merasakan rambut kakak”


“Kak, keinginan Dya untuk membelai rambut kakak sudah tercapai, kakak rambut putihnya tambah banyak, tolong kurangi memakai Ilmu Sapta Buana”


“Iya sayang” Berata menggenggam tangan anindya dan menciumnya


“Kak, Dya mendengar kata dokter kalau luka di kepala Dya parah sekali, kemungkinan besar tidak akan bisa kembali dari koma”


“Sayang, kakak akan berusaha untuk menyembuhkan Dya, walau dokter bilang tidak mungkin, kakak tetap akan menyerah”


Pembicaraan dalam hati satu-satunya cara mereka untuk berkomunikasi, mereka saling melepas kerinduan dan mereka cukup bahagia bisa berbicara satu sama lain.


Satu bulan Anindya di rawat di RSAD, Luka di seluruh tubuhnya sudah sembuh, secara kondisi, Anindya sudah di kategorikan Mati suri karena otaknya dianggap sudah akibat luka yang parah. Berata minta ijin untuk merawat Anindya sendiri. Sehingga diijinkan untuk pulang.


Berata memerintahkan Quinton membuat Rumah sakit Pribadi di Rumah Berata. Alat-alat canggih di datangkan dan diawasi langsung dr. Sarah. Rumah Berata di rubah menjadi Rumah sakit Pribadi dalam 1 bulan dengan peralatan bertaraf internasional. Setiap hari nantinya akan ada dokter yang berjaga 24 jam penuh


Anindya tiba di Rumah Berata di kawal mobil militer. Ibu Berata dan Bintang, Aninditha dan suaminya , menunggu di rumah Berata. Tangisan pun bergema di rumah Berata, Ibu Memeluk Berata menguatkan dia saat Anindya di pindahkan dari Ambulan ke Ruangan.


Setelah Ambulance pergi dari rumah Berata, Datang 3 orang komandan Pasukan Jatayu, mereka mengatur penjagaan di rumah tersebut selama 24 jam sehari .


Berata duduk di ruang tamu, memandang ke kamar Anindya yang di sekat kaca.


“Kak Berata jangan menyalahkan diri kakak” kata Aninditha


“Kadang kakak pikir , apa yang dilakukan ibu benar, seorang ibu memiliki insting untuk menjaga anak anaknya.


“Itu Bukan salah kakak, itu resiko Anindya dalam bekerja , jangan menyalahkan diri kakak”


“10 tahun kalian jauh dari kakak, kalian tidak pernah mengalami hal-hal yang mengerikan seperti ini, sedangkan kakak, hanya sekejap saja membuat Anindya sudah menderita”


“Berata, yakinlah setiap kejadian, baik itu suka maupun duka semuanya adalah kehendak Gusti Allah untuk menguji anak-anaknya, kamu harus kuat nak” Kata ibu

__ADS_1


__ADS_2