Berata, Pendekar Tak Tertandingi

Berata, Pendekar Tak Tertandingi
Memberi Pelajaran


__ADS_3

“Kak, ayo kita cari Jean Luc dan ayahnya”, kata Anindya


“Sabar sayang, aku sedang menunggu berita dari Damar”, kata Berata. Tut tut, ada suara panggilan pesan di HP Berata, Berata membuka HPnya , setelah membukanya sebentar dia memicingkan matanya, “sayang ayo kita pergi”, kata Berata memegang tangan Anindya meninggalkan hotel itu dengan motor mereka. Kemudian suara sirine polisi bergema mendekati tempat kejadian.


“Sayang, ternyata Jean Luc adalah bagian dari 99Anarchi, kekuatan mereka disini hampir 1000 orang, jika kita, aku tak takut untuk melawan mereka tapi akan tombul banyak korban kalau kita membabi buta membasminya”


“Menurut kakak kita harus bagaimana sekarang?”


“Aku akan menghubungi Komandan France Army, mereka akan memobilisasi sekitar 2000 tentara dan akan tiba disini 2 jam lagi, sebelum itu kita bertindak, kita hancurkan markas Jean Luc dan Ayahnya , maka pasukannya akan menyerah”


“Tapi kak, kita tidak membawa peralatan tempur kita”


“hehehe, tenang sayang, pasukan kita sudah tiba di sini, mereka menunggu di pinggiran kota, kebetulan markas Jean Luc Ada di luar kota juga”


“kapan kakak menghubungi mereka?”


“Tadi setelah makan malam”


“Kenapa Dya gak tau?, jangan jangan??”


“jangan jangan apa sayang??” kata Berata tak mengerti


“Kakak bisa menghubungi Damar saat Dya dengan kakak, tanpa sepengetahuan Dya, bisa jadi kakak menghubungi wanita lain tanpa sepengetahuan Dya??”


“Apa???” Berata terkejut dengan keposesif an Dya, sambil tertawa dan memeluk istrinya. Mereka memacu motornya menuju luar kota. Hanya 30 menit, mereka tiba di sebuah padang rumput, saat itu sangat gelap, jadi tidak ada yang tau kalau ada sebuah pesawat besar yang mendarat disana. Dari dalam pesawat turun 40 anggota dengan pakaian tempur modern yang di kembangkan Berata. Pakaian tempur ini memiliki perisai berupa medan energi yang kasat mata yang mampu menahan peluru AK47. Selain itu mereka semua sudah menggunakan senjata laser teknologi terbaru.


Pesawat yang datang adalah pesawat Cargo dengan ukuran 50x 30 meter, dari dalam pesawat cargo juga turun beberapa mobil jeep dan sepeda motor, juga 5 buah pesawat kecil 1 awak. Jose menghampiri Berata dan menghormat. “Kami siap melaksanakan Operasi”.


“Bagus, Jelaskan rencana kalian”, kata Berata


“Kami akan membagi menjadi 4 team beranggotakan 10 orang, team pertama akan ikut Komandan dan Nyonya, team 2 akan menuju ruang senjata dan memasang BOM, team ke 3 akan memasang jebakan di Barak prajurit mereka sehingga bala bantuan tidak akan bisa bergerak saat komandan menghancurkan target utama. Team ke 4 akan menangani semua komunikasi dan citra satelit, memblokir semua jaringan komunikasi sehingga jalur komunikasi mereka akan mati total dan mereka kacau. Team ke 4 akan menggunakan 5 pesawat 1 awak ini sebagai transmitter signal, akan mengudara di sekitar area penyerangan, berguna juga sebagai pemantau dan pertahan udara jika ada bala bantuan udara yang datang”


“Berapa orang yang berjaga di lokasi utama?”


“Menurut citra satelit sekitar 200 orang Ndan”


“Baik kita semua on posisi, dalam 30 menit aku akan memberikan sinyal kepada kalian dan kalian akan menyerang dalam satu serangan , target operasi adalah 2x 15 menit semua target harus musnah”, kata Berata


“Siap Komandan, kami akan segera menuju lokasi, kemudian tempat itu sepi, Berata dan Anindya bersama 10 Prajurit menuju lokasi Villa Jean Luc dengan 2 jeep. Mereka membagi diri dengan masing-masing 3 orang mengepung villa dari 4 arah.


Sementara itu di Villa, Jean Luc sangat marah mendengar laporan dari anak buahnya kalau mereka gagal membunuh Berata dan membakar hotel tempat tinggal Berata.


“Kalian tidak berguna, aku sudah memelihara anjing yang tak bisa menyelesaikan tugas dengan benar”, kata Jean Luc


“Maaf kan kami tuan, mereka sangat hebat, mereka sangat mahir ilmu beladiri, kami semua tak mampu untuk melawan mereka

__ADS_1


“100 orang tak mampu menjalankan tugas” teriaknya dengan marah


“Sepertinya yang manita mampu mengendalikan Udara tuan, ketika kami menyerang ada ****** beliung yang muncul dan mengalahkan kita”


“Tidak mungkin manusia bisa mengendalikan Angin “


“Benar tuan yang wanita bisa mengendalikan Angin”


“Hmmm , menarik, bila aku bisa menangkap wanita itu makan aku akan bisa menguasai dunia, bagaimana menurut Ayah??” kata Jean luc.


“Aku sudah tua, lalukaknlah apa yang menurutmu benar, kerajaan ini adalah milikmu anakku”, kata Patrick, ayah Jean Luc


“Aku akan membawakan menantu buat ayah”, kata Jean luc dengan tangan terluka


Sementara itu di luar, Berata tertahan dengan Parameter pengamanan yangmencapai 500 meter dari villa. “Jose , apakah semua sedai di posisinya??” kata Berata


Terdengar di earphone Berata kalau Jose sudah melaporkan semua siap diposisi , siap untuk menyerang, “Aku tertahan di 500 meter parameter kemanan, kita matikan sekarang komunikasi mereka”, kata Berata


Berata dan Anindya bersama seorang tentara , maju menembak pos kemanan, mereka menargetkan bangunan dan kendaran yang terparkir di area pos penjagaan, penjaga pun kalang kabut dan menembak balik , tapi peluru yang mereka tembakkan seperti menabrak tembok saja. Anindya bertugas melumpuhkan penjaga. Hanya dalam 1 menit pos penjagaan hancul, luluh lantak. Di 3 sisi lain juga terdengar ledakan dan kobarang api menerangi malam.


Jean Luc terkejut, “Apa yangterjadi”


“Ada penyerangan tuan, mereka menyerang dari 4 sisi, saya sudah menghubungi mereka tapi semua komunikasi mati” kata pengawal Jean Luc


Pengawal Jean Luc lalu membuka ruang rahasia yang di sembunyikan di balik rak buku, kemudian menghidupkan komputer, tapi tetap tidak bisa menghubungi pasukan mereka, karena komunikasi tetap tertutup. Lalu mereka menghidupkan semua kamera cctv, semua cctv di pos keamanan mati , yang hidup hanya CCTV di area Villa. Dari ruang kendali terihat warna memerah di langit, asap membumbung tinggi.


“Pasukan apa yang menyerang ini, apakah pasukan pemerintah??” kata jean Luc


“Tidak mungkin tuan, mereka tidak punya kemampuan untuk memutuskan jalur komunisasi kita, pasti pasukan terlatih lainnya”, kata pengawalnya.


“Jemput Ayahku, bawa masuk ke Bungker ini, tempat ini pasti aman”, kata Jean Luc


Lalu pengawal Jean Luc segera menjemput Patrick, dan masuk ke dalam Bungker dan menutupnya. Mereka kemudian melihat 3 orang mendekat dari pintu depan dan menghancurkan pintu gerbang dengan satu tembakan laser.


Patrick terkejut, “Mereka memiliki senjata kita, tapi senjata mereka lebih canggih, apakah itu Berata yang menghancurkan Gunung Muana Kea??”


“Hah.. Berata, apakah Dia berata yang dikatakan ketua??” kata jean Luc


“Mungkin saya dia orangnya karena semua senjata kita di Gunung Muana Kea hilang dalam serangan termasuk mesin Nemesis yang bisa memicu Tornado”, kata Patrick


“Tapi Senjata ini tampaknya lebih hebat dari yang kita punya pa”


“Benar, senjata ini jauh lebih baik , lebih bertenaga dengan penampang yang lebih kecil, orang ini memang hebat”


“tenang, masih ada 800 orang tentara kita di barak, mereka pasti akan segera kemari “, kata Patrick

__ADS_1


Tiba tiba tanah bergetar, dan semua CCTV mati, “tenang, tenang, bungker ini tak mungkin bisa di tembus”, kata Jean Luc


“Siapa bilang tidak bisa di tembus”, sebuah suara mengagetkan mereka, Jean Luc lebih terkejut ketika lampu emergeny menyala


“kamu... kamu kenapa bisa berada disini???”, kata Jean Luc


“Tidak ada tempat yang tidak bisa kau masuki”, kemudian berata bergerak cepat melumpuhkan semua pengawal yang ada di dalam Bungker.


Jean Luc Ketakutan, tapi Patrick tampak santai, “Ternyata benar yang aku kira, kamulah yang membunuh Eng Tat saudaraku”


Patrick Bangkit, berjalan ke dinding yang tergantung 2 buah pedang bergaya eropa, mengambil 2 pedang, kemudian melemparkan sebuah pedang kepada Berata.


“Aku ingin tau kemampuanmu sampai dimana, apakah benar kamu bisa mengalahkan Eng Tat”, kata Patrick


Patrik Mengambil posisi menyerang, Berata mengambil pedang dan menyimpan senjatanya, belum sempat menyimpan senjata dengan baik, Patrick sidah menyerang dengan cepat, Berata dengan cekatan menangkis serangan Patrick, ternyata patrick pemain pedang yang hebat, semakin lama gerakannya semakin cepat, Berata kesulitan untuk melawan Patrick.


“Kamu cukup hebat tuan, gerakanmu cepat, tidak sesuai dengan usiamu, siapakah kamu ini”, kata Berata


“Aku Patrick ayah Jean Luc, aku memegang gelar sebagai dewa pedang eropa selama 20 tahun, kamu tak akan bisa menang melawanku”.


“Jangan terlalu bersenang hati Tuan, kita belum tau apakah aku yang kalah atau kamu sendiri yang akan meregang nyawa di tanganku”, kata Berata


“Jangan terlalu Banyak Bicara, terimalah seranganku ini”, kemudian Patrick kembali menyerang Berata dengan sangat cepat, Berata mengimbanginya, pertarungan sendiri sidahmemasuki 10 menit, dan Patrick berada diatas angin, apalagi ketika Patrick berhasil memaksa Berata melepaskan pdangnya, dan mengambilnya, sehingga Patrick sekarang memiliki 2 pedang ditangannya.


“sudah tiba ajalmu anak muda, kamu akan segera mati”, kata Patrick bersiap untuk menyerang, tapi tiba – tiba berhenti saat melihat Berata mengeluarkan 2 pedang merah ntah dari mana.


“Pedang kakak ku Eng Tat, kembalikan pedang itu, kamu tak berhak untuk memakai pedang itu”, kata Patrick


“Ambillah sendiri kalau kamu mampu”, kata Berata


“Bangsat, aku akan memcincangmu”, Patrick langsung melompat ke arah Berata dan menyerang dengan ganas, saat ini Berata Mampu mengimbangi permaina pedang ganda Patrick, grakan Patrik semakinlama semakin cepat tapi Berata dengan santai menangkis dan sesekali menyerang, 20 menit berlalu, Bungker sudah tidak berbentuk, semua peralatan hancur terkena pedang, Jean Luc meringkuk di pinggir ruangan sambil ketakutan kalau Ayahnya kalah, “Bunuh dia Ayah, cepat”, Jean Luc menyemangati Ayahnya.


Patrick Berhenti, terengah-engah kelelahan, “Anak bodoh, harusnya kamu juga bisa ikut membantu ayah”, kata Patrick kepada Jean Luc. “Anak muda aku mengakui kehebatanmu, kalaupun aku sekarang akan mati aku senang bisa mati di tangan seorang ahli beladiri pedang yang hebat seperti dirimu”


“Tuan tidak akan mati jika menyerah” kata Berata


“Tidak ada kamus menyerah dalam hidupku, aku akan melawanmu sampai mati”. Kemudian Patrick merentangkan kedua pedang di sisi tangannya, dia bergerak memutar dengan cepat ke arah Berata seperti putaran Gasing, Berata menangkis serangan yang datang dengan hebat, Patrik Berputar seperti gasing tapi pedangnya bergerak seperti bola mengelilingi sehingga tidak celah untuk menyerang.


Serangan Patrick lama kelamaan tidak fokus, jadi dia menghancurkan semua yang ada di sekitarnya seperti orang kesurupan. “Berhenti tuan, kamu akanmati jika tetap menggunakan jurus ini:, malah Patrick bergerak membabi buta semakin cepat, menghancurkan apa saja yang menghalanginya sampai suatau saat secara tidak sadar menyerang kearah Jean Luc Berlindung, Jean Luc berlari menghindari serangan Ayahnya. Pedang Patrick adalah pedang yang sangat bagus, mampu memotong pipa besi yang menghalangi.


Kemudian Berata mengeluarkan seruling dan meniupnya, lalu sebuah medan energi membungkus Patrick yang sedang mengamuk, patrik terus melawan, Berata meniup serulingnya semakinkencang sampai Jean Luc menutup telinganya karena bising. Tiba – tiba Patrick berteriak panjang, dia berhenti memutar, berdiri dengan tegak, dia memandang Berata dan tersenyum kepada Berata, “Aku bangga bisa Mati ditangan Seorang ahli Beladiri Sepertimu”, lalu seluruh pembuluh darahnya pecah sampai darahnya muncrat, dan akhirnya jatuh ketanah


Jean Luc meringkuk ketakutan , melihat kematian ayahnya, “Jangan bunuh aku, jangan bunuh aku, teriaknya kepada Berata, Berata menghampirinya dan membuatnya berdiri dengan menempelkan ujung pedang merah di lehernya. Jean Luc Bangun dengan perlahan.


“Bau Apa ini”, berata melihat kepada Jean Luc, ternyata Jean Luc kencing di celananya. “dasar pengecut, baru kali ini aku melihat laki-laki yang lemah sepertimu, buka pintu ini, semua pasukanmu sudah musnah”, kata Berata

__ADS_1


__ADS_2