Berata, Pendekar Tak Tertandingi

Berata, Pendekar Tak Tertandingi
Bab 32. Kuliah


__ADS_3

Berata memasuki ruangan dan duduk disebelah Bu Agung. Lalu datanglah Maharani dan Quinton ke meja Berata.


“Berata, Pak Gubernur meminta anda dan ibu untuk duduk di meja undangan” kata Maharani


“Disini saja dik Maharani, Beliau kan tamu terhormat , masa kami yang undangan biasa bisa duduk disana” kata Bu agung


“Tidak apa – apa bu, ibu dan Berata sudah dianggap keluarga oleh Bapak”


“Mari ikut saya pak Berata” kata Quinton menimpali dengan hormat


Tentunya laki-laki gendut dan Mahadewi terkejut melihat Berata diajak langsung oleh Pak Gubernur, melihat direktur nya bersikap sopan dengan Berata.


“Baiklah , mari kita pindah duduk disana bu” kata Berata sambil membimbing Bu agung”


Tentunya Laki laki gendut tak bisa bicara apa, Mahadewi makah semakin kagum dengan Berata”


Quinton mendatangi meja Laki-laki gendut itu “ Pak Lukman, mulai besok anda tidak perlu ke kantor lagi, pesangon anda akan dihitung oleh team HR”


“Salah Saya apa Pak Direktur??”


“Kamu masih bertanya salahmu apa, kamu telah menyinggung orang yang salah”


“Siapa maksud anda Pak Quinton”


“Harusnya kamu sudah tau siapa yang kami singgung”, kamu tau siapa Berata?? dia adalah pemilik PT INS kata Quinton dengan pelan lalu meninggalkan meja. Pak Lukman langsung terbelalak dan gemetar. tapi penyesalan selalu datang terlambat.


Acara Segera dimulai dan Pak Gubernur memberikan sambutan pembukaan. Dalam sambutan tersebut beliau juga memacu anak anak muda lulusan SMA juga harus bisa berkarya, lalu beliau memuji Berata dan memperkenalkannya sebagai ajudan beliau dan sekaligus sebagai pemilik PT. Bali Sutrepti yang membuat sekolah dan mendedikasikan pendidikan gratis bagi orang orang yang tidak mampu.


Tentunya hadirin semua sangat terkejut, Berata yang begitu muda sudah bisa menjadi pemilik Perusahaan.


Anindya senang dan bahagia, tak terlepas ibu Agung yang cukup terkejut dengan kemisteriusan Berata


Acara pun berlangsung, dengan baik, Anindya sebagai lulusan terbaik diberikan kesempatan untuk memberikan sambutan mewakili siswa.


Acara selesai, Berata, Bu agung, Anindya dan Anindita berjalan menuju parkiran.


Mereka terkejut melihat mobil mereka dihalangi.


“Kak, siapa yang sengaja Parkir disini??” kata Anindita

__ADS_1


“Tadi kakak sempat bersitegang dengan sopir mobil ini, kakak sudah parkir duluan malah diminta pergi, ya jelas kakak tidak mau dan tetap parkir. Mungkin sopirnya kesal”


“Bagaimana kita sekarang Kak”, kata Anindya


“Sepertinya perlu dikasi pelajaran”, Kata Berata


Para orang tua siswa yg lainpun melihat dengan kesal. Lalu seorang paruh baya mendatangi Berata


“Kamu Berata kan??,”


“Iya, saya Berata, Bapak siapa”


“Saya anak buah Yan Botak, biar saya yang urus ini” lalu si bapak mengeluarkan Hpnya, tidak sampai 5 menit, 2 mobil hardtop datang, turun 10 orang berbadan tegap


“Ayo, kita balik saja mobil nya” kata bapak yang tadi


Kemudian 10 orang tadi mengangkat 1 sisi mobil dan menggulingkan sehingga terbalik


Lalu para orang tua murid bertepuk tangan.


“Pak Berata, Bapak pergi saja , biar kami yang urus disini “, kata salah seorang dari 10 orang yang menggulingkan mobil tadi


“Bu kita makan siang dulu ya, nanti setelah makan siang Berata akan mengantarkan ibu ke rumah” Kata Berata sambil menyetir


Sampai di Me&You, mereka disambut semua Karyawan , “Selamat atas kelulusannya Mbak Anindita dan mbak Anindya” lalu memberikan buklet karangan Bunga kepada keduanya.


Mereka kemudian makan SIang di Ruangan khusus yang biasanya di pakai Meeting.


Setelah Makan Siang, Bu Agung tak menunggu untuk segera bertanya kepada Berata. Berata kemudian menceritakan semuanya kepada Bu Agung, Anindya dan Aninditha. Anindya yang mendengarkan Sangat terharu dengan segala kesedihan dan penderitaan yang diderita selama ini.


“Ibu, ijin kan saya untuk menjaga Anindya, Berata Akan berusaha untuk menjadi yang terbaik untuk Anindya”


“Berata, terkadang uang membuat orang lupa untuk bersyukur, kenapa harus Anindya sedangkan di luaran sana masih banyak mereka yang lebih cantik dan sempurna dari pada Anindya”


“Bu, dengan bimbingan Ibu saya dan Ibu beserta Anindya, Berata Yakin tidak akan berubah untuk menjadi hamba Uang, dan apa yang Berata rasakan kepada Anindya itu tulus dan dari Hati Berata yang paling dalam”


“Berata terimakasih banyak, tapi biarlah waktu yang akan menentukan, Sebagai orang tua Ibu ingin agar anak ibu bisa menjadi Orang yang di banggakan terlebih dahulu sebelum dia menikah dan punya anak, dan ibu rasa itu tidak akan terjadi dalam 5 tahun yang akan datang, Anindya berhak untuk mengejar cita citanya”, kata Bu Agung


“Bagi ibu pribadi, Uang bukanlah segala-galanya, kamu harus bisa membuktikan diri sendiri, apa yang kamu miliki saat ini mungin lebih karena apa yang kamu terima dari orang tuamu, bukan dari hasil jerih payah mu sendiri”

__ADS_1


“Ibu”, Kata Aninditha


“Biarkan ibu menyelesaikan perkataan ibu Ditha, Ibu mau siapapun suami kalian nantinya adalah mereka yang bisa berdiri di kakinya sendiri, bukan di kakinya orang lain”


“Terimakasih Ibu, Berata akan menjaga amanah ibu, sebelum itu terjadi, Berata akan membuktikan diri layak di hadapan ibu kalau Berata bisa dan mampu untuk berdiri di kaki Berata sendiri”


Suasana yang tadinya bahagia berubah menjadi canggung, Anindya menangis. Berata memandangnya dan berkata dalam hatinya “Percaya pada kakak, kakak akan membuktikan diri kalau kakak layak untuk bersama Dya”


Anindya menoleh seperti mendengar apa yang Berata katakan , dan menjawab juga dalam hatinya “ Dya Percaya dengan kakak” Berata pun mendengar dan mengangguk . Kemudian Berata mengantarkan Anindya kembali kerumah.


Gagal sudah rencana Berata untuk memberikan Kejutan kepada Anindya, padahal dia sudah balik nama kepemilikan Me&You Café yang ke 4 kepada Anindya, jadinya dia menahan dirinya karena menghormati Ibu Agung.


Setelah mengantarkan Anindya, berata tidak bersemangat untuk melakukan apapun, jadi dia pergi ke Kantor dr. Sarah untuk sekedar berbincang


“Hei anak muda, kenapa wajahmu begitu murung, belum pernah aku melihatmu seperti ini”, kata dr. Sarah lalu meyerahkan minuman dingin dari kulkas di kantornya


Lalu Berata bercerita semua yang dibicarakan di Café tadi. “Berata, jangan lupa, setiap ibu pasti akan berusaha yang terbaik untuk menjaga anak-anaknya , oleh sebab itu kaku harus mengerti. Kamu sadar tidak kalau kau baru saja masuk ke dalam hidup mereka, tidak mudah untuk secepat itu menerima rang asing, lagian kamu pacaran sama ABG”


Berata tersenyum, memang bersama dr. Sarah selalu membuatnya bisa tertawa, “Maksudmu aku sama Anindya tidak cocok, harusnya sama kamu yang sudah Dewasa gitu?, sori ya... ga minat sama yang umurnya lebih tua” kata Berata sambil tertawa


Sebuah Spidol melesat dari tangan dr. Sarah, “ Dasar kamu, siapa yang kamu biang Tua hah, aku baru 24 tahun, usia matang untuk menikah”, Kata Sarah sewot


“Maaf.. Maaf, bercanda, kamu cantik sarah, tapi kalo suka main lempar begini tidak ada yang bakal mau sama kamu”


“Kamu itu memang ya berata, paling bisa bikin orang kesal. Tapi aku heran Berata, apa yang kurang dari kamu, Ganteng , kaya, Muda, kok masih belum layak”


“ mungkin dipikirnya semua karena kekayaan orangtuaku, eh tunggu sebentar, kamu tadi bilang aku Ganteng?? “ Kata Berata


“Eh ngak.. Aku tarik kata kataku, kamu manusia ter tengil di dunia”


Lalu mereka tertawa bersama, setelah itu Berata di temani dr. Sarah pergi ke pabrik Sari Husada, Berata sendiri sudah investasi untuk pembangunan Pabrik baru Sari Husada Sebesar 200 milyar.


Tak terasa sudah hampir 1 tahun berata merantau di Denpasar. Usaha yang dikembangkan lewat Café dan Warung Bu Agung meningkat dengan cepat. Terutama usaha Café, dalam 3 bulan setelah pembelian tanah disamping Café , Me&You Café sudah membuka 3 Cabang lagi, dan hampir mempekerjakan 200 orang di 4 cabang Café yang dimiliki.


Bali Internasional Hospital sudah membuka cabang yang ke 2 buleleng karena Buleleng sudah berkembang menjadi destinasi wisata yang baru, program Zirah besi berata mampu membangun perekonomian Buleleng khususnya dan Bali pada umumnya


Yang paling signifikan adalah perkembangan Sari Husada, dengan obat penetralisir Gula darah buatannya , saham Perusahaan ini sangat jauh melesat sehingga PT. Inti Nusantara Sakti semakin kokoh berada di puncak perusahaan negeri ini.


Tentunya Sekolah yang dirintis Berata pun mendapat Apresiasi dan pujian dari Pemda. Saat ini selain sekolah Berata sedang mengembangkan Pusat dan sarana olahraga berstandar Nasional untuk Olah raga team dan perseorangan. Lapangan Sepak bola terbuka tanpa tribun yang di pinggirnya disiapkan track lari, Kolam renang standar pertandingan Nasional, lapangan bulutangkis, Volly dan Basket Indoor. Dalam satu area seluas 50Ha disekitaran bukit dan Desa Alas Angker dan semua sudah menjadi property PT. Bali Sutrepti

__ADS_1


Sudah tiba pula waktu untuk Berata meneruskan Kuliahnya dan dia memutuskan untuk mendaftar kuliah sore di Fakultas Ekonomi Universitas Warmadewa, Anindya Sendiri lulus PMDK di Jurusan Hubungan Internasional Universitas Udayana dan Aninditha diterima di FAk Hukum Universitas Udayana


__ADS_2