Berata, Pendekar Tak Tertandingi

Berata, Pendekar Tak Tertandingi
Bab 17. Kena Masalah lagi


__ADS_3

Waktu sudah menunjukkan pk: 18:00, 30 menit sudah Berata menunggu di depan sekolah tapi latihan belum juga usai.


Akhirnya. Berata meminta ijin pada penjaga sekolah untuk masuk area sekolah dan melihat latihan .


Berata duduk dipinggir lapangan yang agak jauh, dia melihat Anindya yang menjadi mayoret utama, terlihat sangat anggun. Hati Berata terpesona dan bergetar melihat Anindya yang anggun.


Bukan hanya Berata tapi beberapa pasang mata juga melihat dengan nafsu birahi.. "kamu akan jadi milikku Anindya" kata salah seorang dari mereka


Anindya yg sedang berlatih melihat Berata, gantinya sangat bahagia sehingga menjadi lebih bersemangat.


30 menit kemudian latihan usai dan Berata mengantar Anindya Pulang tapi sebelum pulang Berata mengajak Anindya makan malam.


Suasana romantis membuat Anindya merasa sangat bahagia.


"Dya.. Kakak mau memberikan hadiah buat kamu, tolong jangan dilihat harganya, kakak mohon Dya memakainya kemanapun, jangan pernah melepasnya"


Dengan wajah yg memerah "terimakasih kak Berata, Dya akan pakai kemanapun, " lalu memakai jam tangan


"Dya . Sudah hampir jam 8 malam, kita harus pulang "


"Iya kak" dengan berat hati


Baru mau keluar dari Cafe, ternyata Kapten Sagara terlihat' masuk dengan beberapa orang kawannya


"Wah anak muda, kita bertemu lagi.. " kapten Sagara duduk di meja depan Berata


"Dunia begitu sempit Kapten" belum selesai berbicara


"Jgn panggil saya Kapten"


Berata jadi terdiam. "Baiklah saya Pamit undur diri' kata Berata


"Pacarmu cantik Berata" sambil mengerutkan alis


Berata jadi ingat kalo siang tadi saat ketemu Kapten Sagara dia sedang bersama dr. Sarah


Belum Berata menghidupkan motor tiba tiba gerombolan geng motor sekitar 50 orang masuk area parkir dan langsung mengepung Berata dan Anindya


Terlihat kemudian pemimpinnya melepaskan helm .


"Ternyata kamu Oka" sahut Anindya


"Anindya... Anindya.. kasian sekali kamu... Salah kamu lebih memilih gembel ini di bandingkan aku.. harusnya bersama ku kamu bisa hidup mewah tapi malah naik motor butut"


"Pergi kalian semua" berteriak marah kepada geng motor "dan kau" menunjuk Oka "bukan urusan mu aku bersama siapa"


"Hahaha.. malam ini kamu akan jadi milikku Anindya, tidak akan ada yang menyelamatkanmu"


"Ternyata ada anak mami yg sok hebat disini, sebelum kamu menyesal lebih baik kamu ajak teman-teman mu pergi dari sini" kata Berata


" Wah wah.. ada jagoan baru rupanya, kita lihat siapa yang tersenyum nantinya'kata Oka


Berata, tersenyum tenang, kemudian dia menoleh Kapten Sagara bermaksud meminta bantuan, tapi sang Kapten menggeleng kan kepalanya dan mengangkat ke dua tangannya lalu berkata "terserah kamu, saya tidak ikut campur


"Tangkap Anindya dan pukul gembel ini'


Beberapa orang mencoba menangkap Anindya tapi Berata kemudian meninjunya. Kemudian dia mengangkat tubuh Anindya dan melompat lewati kepala orang orang menuju kapten Sagara


"Kapten harusnya anda membantu saya"


"Berata.. aku ingin melihat langsung kemampuanmu" sambil tersenyum


"Jangan begitu kapten..,bantu saya"


"Saya penasaran, saya gak menemukan video kamu.. padahal sebelumnya banyak beredar"


Mendengar kata kapten Sagara, Berata melompat ke udara, seperti melayang dia berkata" kalo Kapten mau melihat, saya akan tunjukkan"


Kemudian Berata berdiri di depan para penyerangnya


"Maju kalian semua" kata Berata


""Cari mati" kata Oka "serang"

__ADS_1


Serentak geng motor menyerang menggunakan tongkat.. Berata bergerak lincah sambil menghindari setiap pukulan.. kemudian melepaskan tinju dan tendangan, tidak sampai 10 menit, semua penyerang tergeletak di tanah tak berdaya termasuk Oka


"Hebat kamu Berata.. hebat, aku senang bisa menyaksikan lagi kehebatanmu, tangkap semua orang ini .." tak lama 3 truk dalmas datang, semua penyerang dinaikkan ke truk, Oka sang pemimpin sendiri di tempatkan di Kijang petugas.. ternyata Kapten Sagara sudah menelpon pasukan anti huru hara saat Berata berkelahi tadi


"Lepaskan saya... Kamu tidak tau saya anak siapa.. lepaskan saya" teriak Oka


"Bawa dan interogasi dia di kantor" kata Kapten Sagara


"Lihat saja sebentar lagi aku akan keluar dan kamu akan mati" Oka menunjuk Berata


Lalu petugas polisi membawa geng motor pergi


"Berata, aku penasaran.. ilmu silat kamu hebat sekali, aku pun sepertinya tidak akan bisa menandingi kamu"


"Hanya membela diri Kapten tidak lebih"


"Kamu terlalu merendah.. kenapa kamu tidak bergabung di kesatuan?? Kamu bisa menjadi yang terbaik dan asset emas negeri ini"


"Saya belum tertarik Kapten.. saya masih harus menyelesaikan beberapa urusan keluarga"


"Saya harap kamu bisa berubah pikiran , akan segera ada pembukaan tamtama kepolisian, saya bisa membantu kamu untuk masuk dengan rekomendasi khusus"


"Anda terlalu baik Kapten,. Terimakasih, saya harus segera mengantar pulang Anindya"


"Hahah baiklah anak muda, kalo kamu perlu bantuan ku.. jangan segan segan menelpon aku"


"Baik ... terimakasih Kapten, kami pamit" meninggalkan kapten Sagara


Anindya memeluk tangan Berata"Kak.. Dya takut, Oka itu memang terkenal suka membuat onar.. Ayahnya adalah Bupati, selalu mengeluarkan dia kalo dia ditangkap polisi"


"Jgn kuatir, aku akan menjagamu" Dya


"Tapi tetap saja Dya kuatir, kan tidak setiap saat Kakak bisa ada bersama Dya"


Berata termenung sejenak." Ayo kita pulang, ibu pasti sudah menunggu" Berata mengalihkan pembicaraan


Berata mengantar Anindya pulang dan langsung pergi meninggalkan Anindya karena ingin cepat beristirahat


“Damar”


“Siap Berata, sudah aku hapus lagi . Ternyata kamu hebat sekali... Bisa Mengalahkan 50 orang, aku sudah hapus bahkan rekaman yg ada di HP Kapten Sagara bisa aku hapus.”


“Wah kamu gila, besok kapten Sagara pasti mencari aku lagi”


“ Aman bos, dia tidak akan tau, oh ya aku sudah mengamankan semua data tentang dirimu. Siapapun tidak akan bisa menemukan data tentang kamu kalau kita tidak ijinkan”


“Baiklah, kamu memang hebat”


“Tapi maaf Berata, info tentang teman ayahmu belum bisa aku temukan, sepertinya datanya juga dilindungi”


“ baik kita perlahan saja, saat ini aku ingin membahas persiapan kamu dan adikmu untuk pergi ke kampung halamanku, aku ingin kamu membuat jaringan informasi yg handal, supaya saat aku perlu, kamu bisa mendapatkannya untuk aku”


‘jangan kuatir Berata, aku akan membantu kamu dengan sepenuh hati, ibumu juga adalah ibuku”


“Baik segera persiapkan diri.. dan angkut semua peralatan ini ke kampung, kami akan mendirikan bangunan dengan bungker penyelamatan untukmu bekerja dan tempat ibu dan Adikku”


“Baik Berata, terimakasih atas bantuanmu atas rasa terimakasih ku, aku telah membuat rekening aman di bank Swiss untukmu, kamu tinggal tunggu pengiriman kartunya kesini.. sekitar 2 Minggu lagi, karena dikirim dari Bank Swiss”


“Apakah kamu bertentangan dengan hukum”


“Tidak.. aku membukanya untukmu, aku telah mengaktifkan Worm terhebat yg pernah ada”


“Apa maksudnya?”


“Worm ini adalah program komputer, yang akan membuat kita bisa menyerap Rp 0.1 ,- per setiap transaksi keuangan,. Apakah kamu tau berapa jumlah transaksi keuangan yg ada di dunia ini?”


Berata menggelengkan kepalanya


“Mereka gak bakal tau kalo duitnya berkurang 0,1 rupiah bos”


“Bagus juga idemu”


“lebih dari 10 milyar transaksi keuangan di seluruh dunia setiap hari, jadi.. setiap transaksi kita mendapat fee Rp. 0,1,- artinya 1 milyar setiap hari rekeningmu di Bank Swis akan bertambah”

__ADS_1


“kamu memang benar benar jenius gila,”


“Aku anggap itu pujian Bos, cita citamu luhur,. Makanya aku bersedia membantu kamu.


“baiklah aku mau istirahat, aku lelah sekali”


.........


Kira kira jam 1 pagi, HP Berata berbunyi, masuk panggilan dari Anindya


“kak Berata.. warung ibu dibakar orang”


“Apa.. warung ibu di bakar orang?”


“Benar kak, sekarang Dya dan ibu menuju ke lokasi” sambil menangis


“Dya, hati hati, kakak akan segera kesana”


Berata membangunkan Damar,


“apaan sih bos, bangunin orang yg lagi asik tidur”


“warung Anindya di bakar orang, aku mau tau siapa pelakunya” geram Berata


“baik . Bos pergi dulu, nanti saya kirim videonya ke Bos”


Segera Berata memacu motornya menuju Terminal, 20 menit kemudian dia sudah sampai, dia melihat seluruh bangunan sudah hangus terbakar, begitu pulang warung warung disebelahnya, ikut terbakar semua


Berata mendekati Anindya dan ibunya,


“maaf Bu, saya terlambat datang”


“Ini bukan kesalahanmu Berata”


“Kak, kata orang ada sekitar 20 orang menggunakan topeng . Menyiramkan bensin dan membakar warung ibu” sambil menangis


“Kamu yang sabar ya, kakak pasti bisa menemukan pelakunya”


“Tempat ini adalah mata pencaharian ibu satu satunya setelah ayah Anindita dan Anindya meninggal, sekarang semuanya sudah habis, bagaimana masa depanmu Dya..” memeluk Anindya dan menangis


“Ibu, saya akan membantu ibu untuk membangun tempat ini kembali” kata Berata


“kamu... Kamu mau membantu ibu” tertawa


“lihat dirimu Berata, kamu saja masih belum bekerja, bagaimana kamu bisa membantu kami”


“Saya pasti bisa”


“Jangan menyusahkan dirimu Berata, ibu tau kamu baik hati, tapi jangan hanya karena ingin menyenangkan hati kamu kamu melakukan hal hal yang tidak baik”


Berata terdiam, dia tau ibu agung tak akan percaya dengan nya.


Berata menelpon Kapten Sagara, dan 15 menit kemudian dia muncul bersama 5 orang teman lainnya


“Kapten, mungkin ini ada hubungannya dengan kejadian tadi siang, saya curiga”


“Tapi kamu harus punya bukti Berata” kata kapten Sagara


“Bagaimana degan ini” kemudian Berata memperlihatkan sebuah video di Hpnya, terlihat sekita 20;orang menggunakan motor menyiramkan sesuatu ke pintu dan tiba tiba api membesar dan menghanguskan bangunan


Lalu tanpa sengaja api membakar salah seorang geng motor, kemudian dia melepaskan bajunya


“berhenti , kata kapten Sagara”


Berata mem-pause videonya, kemudian dia memperbesar layarnya, tampak topeng yang sedikit terbuka


“Oka” kata Berata dan Kapten Sagara bersamaan


“Aku sudah menduga nya “ kata Berata


“tunggu.. lihatlah” kemudian Kapten Sagara memperbesar layar dan tampaklah sebuah tatto di dada kirinya, berlambang toxic dan ada tulisan 99 Anarchi


“ternyata ..5 tahun aku mencari, baru bisa kutemukan petunjuk siapa anggotanya” kata kapten Sagara

__ADS_1


__ADS_2