
Ada 5 lokasi yang dikirimkan oleh Berata, ada yang di pelabuhan, ada yg di bukit Pecatu, dan di area hutan Bedugul.
Siang hari sekitar jam 2, Berata memanggil Banaspati dan 5 orang gagak.
“Kakek Banaspati, saya mohon kakek membantu Berata menjaga keluarga Berata, nanti malam, berata akan mengirimkan beberapa rang kerumah Berata di Buleleng, Berata ingin kakek tinggal disana dan menjaga peninggalan Pekak Urip, sekaligus keamanan di daerah itu”
“sedangkan para gagak akan saya ajak untuk menghancurkan seluruh tempat yang dimiliki oleh 99Anarchi di Bali”
“saya mohon kalian bersedia membantu saya” kata berata
“kamulah anak langit Berata, apa yang kamu perintahkan, itu yang akan kami lakukan” kata Banaspati
“terimakasih kakek, ini pekerjaan yang berbahaya, kita mungkin terluka ataupun mungkin saya kehilangan nyawa kita”
“kami akan melakukannya dengan senang hati Berata”kata gagak merah
“terimakasih semuanya, Kakek Banaspati saya percayakan untuk mengawal Damar dan adiknya beserta keluarga bu Agung ke Alas Angker, sedangkan para gagak, tengah malam nanti akan saya ajak untuk menghancurkan markas 99Anarchi”
“baik kami akan mempersiapkan diri” kata Banaspati
Banaspati kemudian menyerahkan sebuah topeng gagak berwarna emas kepada Berata, “suatu kehormatan apabila kamu mau memakai topeng ini untuk beraksi nanti malam”
“Baik kakek, dengan senang hati Berata akan memakainya, kalian silahkan bubar”
........
Pk. 10 malam berata dan para gagak menuju rumah Bu agung, di melihat dibalik pepohonan ada sekitar 20 orang mengintai rumah bu agung,
“99Anarchi memang sesuai dengan namanya, tapi dia berhadapan dengan orang yang salah” kata Berata
“Gagak merah, lumpuhkan semua pengintai tersebut, ikat dan lumpuhkan mereka”
“Baik Berata” lalu gagak merah dan yang lainnya terbang melesat ke arah 20 orang tersebut, para pengintai yang belum siap di buat pingsan semua dan mereka diikat menjadi satu
“Bagus sekarang masukkan mobil untuk menjemput Bu Agung”
“baik Berata”
Kemudian berata masuk ke halaman rumah bu agung, Anindya datang langsung berlari dan memeluk Berata dan menangis ketakutan
“kak berata, tadi oka menelpon dan mengancam ibu, jika ibu tidak menyerahkan Dya maka rumah ini akan di bakarnya sama seperti dia membakar warung ibu”
Berata mengelus kepal Anindya “ kamu tenang saja, tidak akan ada yang berani menyentuh kamu Dya” lalu melepaskan pelukannya
“ibu silahkan berangkat, Berata sudah siapkan mobil untuk mengangkut ibu Dya dan Anindita ketempat aman”
“kata oka dia sudah menempatkan orang untuk membatasi kami keluar” kata bu agung
“ke 20 orang tersebut sudah dilumpuhkan, ibu tenang saja, akan ada yang mengawal keselamatan ibu sampai di tempat tujuan”
Tiba tiba Aninditha yang kesal terhadap berata berkata “ini semua gara gara kamu, andai kamu tidak pacaran sama Anindya hidup kita tidak akan menderita seperti ini” sambil menunjuk Berata
__ADS_1
“jaga ucapanmu Ditha” kata bu agung marah
“tidak apa apa bu, saya memang salah, tapi semua saya lakukan karena saya ingin menjaga keluarga ini”
“kamu memang sumber masalah keluarga ini, aku tidak terbiasa hidup di desa .. apakah kamu tau aku model.. karirku akan hancur bila aku lama tidak ada di kota denpasar” kata Anindtha lebih sengit
“Ditha” bu agung berteriak
“ibu kenapa ibu lebih mempercayai orang yang bukan keluarga kita, kenapa ibu malah menyalahkan Ditha, apa salahnya kalo Anindya jalan saja sama Oka”
Plak... ibu Agung menampar Anindtha “ kamu sudah keterlaluan, apakah kamu akan menyerahkan Adikmu sendiri untuk disakiti berandal itu??”
Anindita menangis “ibu, ibu tega menampar Ditha hanya demi Berata?”
“Bukan karena Berata, karena kamu lebih memilih untuk mengorbankan adikmu demi kesenanganmu sendiri” bu agung karah sekali
“sudah.. sudah cukup bu, kita harus cepat meninggalkan rumah ini, kita tidak boleh menunda lagi”
Segera berata mengajak mereka untuk naik ke mobil yang sudah disiapkan, lalu pergi ketempat yang dituju dimana Damar dan adiknya sudah menunggu.
Satu masalah selesai sekarang kita tunggu waktu untuk menyerang. Kemudian Berata mengirimkan pesan teks kepada Kapten Sagar “kapten 20 orang pengintai di rumah Anindya sudah saya lumpuhkan, mungkin kapten mau melihatnya”
Lalu berata mengirim lokasi ke Kapten Sagara
Kapten sagara yang melihat pesan teks Berata mengerutkan keningnya, lalu segera meluncur ke tempat yang dikirimkan Berata, sampai disana di melihat 20 orang dengan tangan terikat tidak sadarkan diri, lalu memeriksa bahwa mereka semua memiliki tatto 99Anarchi
“sepertinya hari ini denpasar akan membara “ kata Kapten Sagara kemudian menelpon pasukannya untuk menjemput anggota 99Anarchi yang sudah ditangkap
........
“ini lokasi pertama, adalah tempat produksi Narkoba, kita harus membakar habis tempat ini, tapi ingat jangan sampai ada yang terbunuh, katanya ada 100 orang bersenjata menjaga tempat ini” kata berata
“serahkan pada kami, kami akan memancing semua penjaga di suatu tempat, dan membuat ledakan kecil, setelah pegawai keluar baru kita akan membakar tempat ini”
“waktu kian 5 menit untuk bersiap” kata berata
Kemudian 4 orang gagak terbang di kegelapan menuju lokasi gudang pertama yang di jaga ketat pasukan kemanan.
Berata melihat jam ditangannya , “sudah 5 menit ini giliran kita kata berata kepada Gagak Ungu”
Kemudian Berata dan gagak ungu berjalan menuju pintu utama, para penjaga pun bersiap menghadang
“siapa kalian, berhenti” 10 orang menodongkan senjata ke arah berata dan gagak ungu
“cobalah kalo kalian bisa menghentikan kami” kata gagak ungu
Lalu berata yang sedari tadi memegang kerikil... melemparkan kerikil tersebut kepada penjaga yang memegang senjata api, tepat mengenai tangan mereka sehingga mereka terkejut dan melepas senjata mereka ketanah.. bahkan ada senjata yang meletus
“sekarang giliranku” kata gagak ungu lalu berlari kearah penjaga dengan senjata trisula melumpuhkan semua penjaga dengan gagang trisulanya.
Mendengar suara tembakan akhirnya semua penjaga keamanan berkumpul dari semua sudut datang sekitar 200 orang
__ADS_1
“rencana kita bocor, ternyata merea sudah bersiap, tapi baguslah bisa sekalian” kata berata
Semua penjaga bersenjatakan parang dan pentung, bersiap menyerang Berata, tapi kemudian terdengar suara ledakan dari dalam gudang dan semua pegawai berlari keluar gedung
“apa yang terjadi kata penjaga??”
“ada orang mengamuk dan meledakkan mesin mesin” kata pekerja
“kemudian memandang berata “kalian harus mati, serang,,,”
Tiba tiba terdengar ledakan keras, dan api membakar gudang, mereka masih terkejut kemudian berata dan Gagak Ungu menyerang, tendangan dan pukulan beradu , tak sampai 5 menit 100 orang sudah tergeletak di tangan Berata dan gagak Ungu”
“bos... bos.. mereka menyerang dan membakar pabrik narkoba kita” kata kepala penjaga
“bagaimana bisa?? Kan sudah kita lipat gandakan penjagaan”suara diseberang
"mereka tangguh bos, 2 orang mereka sudah melumpuhkan 100 orang kit”"
“dasar tidak berguna.. lakukan apapun, bunuh mereka”
“ baik bos, “ kemudian kepala penjaga mengambil senjata api laras panjang untuk menembak Berata, belum sempat membidik berata, gagak merah sudah memukulnya sampai pingsan
“pimpinan lemah: kata gagak merah
Kemudian para gagak yang lainnya memukuli para penjaga sampai pingsan, sebagian lagi terpaksa menyerahkan diri tanpa perlawanan
Kemudian terdengar sirine polisi dan beberapa mobil pemadam memasuki areal pelabuhan benoa
“tugas kita sudah selesai, mari kita pergi dari sini” kata berata
“baik” kemudian gagak ungu melemparkan satu tas barang bukti Narkoba ke tengah kerumunan penjaga yang menjerit kesakitan
Berata dan gagak melompat dan menghilang di kegelapan malam.
Sementara itu, Kapten Sagara ada di War Room melihat semua adegan pembakaran oleh para gagak
“Awasi saja mereka, jangan ikut bertindak kata Kapten Sagara”
Lalu ada suara pesan yang masuk HP Kapten Sagara “1 sudah hancur, itu pabrik Narkoba, aku menyisakan sedikit untuk mu kapten, sisanya aku bakar – Red Shadow”
“main hakim sendiri” kata Kapten Sagara
"siapa orang orang ini, kenapa tiba tiba muncul orang yang memiliki ilmu kanuragan tingkat tinggi?"
"Kapten, lihat Red shadow memposting video pembakaran gudang Narkoba di internet" kata nomer 1
"anak gila, kamu akan membuat kita kita yang aman ini jadi Medan perang"
"Sivia Pacem parabellum kapten Sagara" kata nomer 2
"semoga tidak ada korban jiwa" kata kapten Sagara
__ADS_1