Berata, Pendekar Tak Tertandingi

Berata, Pendekar Tak Tertandingi
Bab 55. Haneymoon


__ADS_3

Selama 7 Hari Berata dan Anindya berada dalam Api Penyucian Naga Basuki, dalam 7 hari Berata dan Anindya dianugerahkan semua ilmu dan kekayaan spiritual yang berguna untuk melawan Raja Iblis. Naga Basuki dikenal sebagai penyeimbang Alam semesta yang Berstana Di Gunung Agung.


Setelah 7 Hari, Berata dan Anindya memohon pamit dan kembali ke rumah mereka. Mereka memutuskan untuk menikmati perjalanan layaknya orang biasa. Di kaki gunung mereka membeli pakaian supaya bisa membaur dengan masyarakat bahkan membeli sebuah Sepeda motor bekas yang di jual di showroom motor bekas.


“Kak, sebelum kita pulang Dya ingin menikmati perjalanan keliling Bali naik motor, sepertinya romantis“, kata Anindya.


“Baik Sayang, kita jalan - jalan naik motor saja ya , dari sini kita kerumah ibu dulu, ibu pasti kangen sama menantunya”, kata Berata.


“Ayo kak”, kata Anindya


Mereka naik motor dari Karangasem menuju Singaraja, sepanjang perjalan mereka bercengkrama, melepas rindu yang amat sangat. Hari telah menginjak malam, tapi mereka memutuskan untuk tetap pelanjutkan perjalanan karena jarak tempuhnya tinggal 1 jam lagi. Tiba – tiba sebuah motor melaju kencang menyalip mereka tapi kemudian melambat, kemudian sejajar dengan Berata dan Anindya, lalu berkata, “Kalian Cepatlah naik motornya, di depan hutan dan di belakang geng motor Poison Squad sedang menuju kemari, mereka kejam, cepat pacu motor kalian” katanya panik, lalu terlihat banyak lampu motor mendekati mereka. Karena takut pengendara tadi langsung memacu motornya meninggalkan Berata dan Anindya.


Perkataan pengendara motor tadi ternyata benar, sekitar 100 motor dengan knalpot brong dan motor motor modifikasi mendekat, setelah beberapa menyalip berata, kemudian mereka melambat dan memepet motor Berata supaya Berata Berhenti. Berata Berhenti, 100an motor Poison Squand melingkari berata dan lampunya mengarah ke Berata.


Berata dan Anindya membuka helm mereka, geng motor terkejut melihat kecantikan Anindya. Rambutnya panjang berkibar diterpa angin membuat Anindya sangat mempesona.


“Sayang, sepertinya mereka terhipnotis dengan kecantikanmu”, kata Berata


“Kak, mereka hanya melihat luarnya saja, tapi tak melihat Singa betina di dalamnya”, kata anindya tertawa lembut sambil mengamit tangan Berata


Seorang lelaki tinggi besar turun dari motor yang di modif seperti Harley, memdekati Berata dan Anindya. “Ho.. ho.. kamu sangat cantik, baru pertama kali aku melihat cewek secantik engkau”, katanya dengan mata jelelatan dan air liurnya menetes


Kemudian datang lagi seorang yang lainnya, dia menunjuk Berata, “Hei kamu, aku mengampuni nyawamu, kamu pergilah, biar gadismu ini menemani kami disini”.


“Gimana Sayang, mereka ingin kakak pergi, mereka hanya ingin bersamamu”, kata Anindya tersenyum geli


“Awas ya kalo berani, aku potong – potong punya kakak”, kata Anindya berbisik


“Maafkan aku, kata istriku, dia tidak mengijinkan aku pergi, jadi aku tetap disini saja”, kata Berata


“Kamu kurang ajar ya, kamu tidak tau siapa kami ?? kami Poison Squad , geng motor terganas di daerah ini, kalo kamu tidak pergi maka kamu akan mati, tapi sebelum mati kami akan biarkan menonton kami bermain-main dengan istrimu”, kata anggota geng motor itu


“Bos Basur, aku yang kedua ya setelah kamu, aku sudah tidak tahan ingin mecicipi tubuhnya, gadis ini sangat cantik sekali”, kata pria tadi


“Heheheh Gedot, kamu kan tangan kananku, kamu berhak mendapat giliran kedua”, kata Basur ketua geng motor


Gedot tersenyum gembira, “Tunggu apa lagi kalian tangkap suaminya”, sambil menunjuk Berata


Melihat beberpa orang datang menuju mereka Anindya berbisik pada Berata, “Kak, badanku pegal setelah sejaman duduk dimotor, aku pingin olah raga”, katanya


“boleh, tapi jangan bunuh mereka, kalo mereka kita bunuh lalu siapa yang akan menceritakan kehebatan istriku”, kata Berata tertawa.


“Ok suamiku sayang”, kata Anindya lalu berada di depan Berata. 5 orang datang langsung di tendang bagian terlarangnya oleh Anindya dan langsung berteriak kesakitan, “Ups, maafkan aku , aku tidak sengaja”, sambil tertawa dan mengambil potongan besi yang di jatuhkan penyerangnya.


Melihat itu Gedot marah, “ayo maju, sekalian tangkap saja wanitanya”


Berata duduk dengan santai diatas motor dengan menyilangkan kakinya, sedangkan anindya memukul daerah terlarang 15 orang penyerangnya lagi, semua orang bergidik, giginya ngilu melihat Anindya dengan ganas memukul bagian terlarang penyerangnya. Di pastikan setelah ini bagian itu tak akan bisa berfungsi lagi.


“majulah sekalian, masa melawan perempuan saja kalian takut”, sambil mengambil sebuah beri lagi.


“Bos bagaimana ini bos”, kata Gedot


“Ayo serang secara bersama – sama” kata Basur


“Serang”, Kata Gedot, lalu sisa geng motor sekitar 80 orang langsung mengambil senjata di motornya masing masing, ada rantai, ada cakram , ada gir sepeda motor ada juga membawa pedang, meraka berlari menerjang kearah Anindya dan sebagian lagi ke Berata. Tapi Berata tiba tiba menghilang dari tempatnya, mereka terkejut dan ketakutan.

__ADS_1


Berata muncul disamping Anindya, “sayang aku malas berolahraga, kamu sajalah”, kata Berata


“Serahkan padaku suamiku yang ganteng, tangan Dya gatal untuk menghukum mereka yang suka mempermainkan perempuan”, kata Anindya. Lalu berata hanya berdiri dan berlindung di belakang Anindya saja.


Melihat itu akhirnya semua anggota geng motor menyerang Anindya, tapi dalam tempo singkat 80 orang tersebut jatuh terkapar, semua terluka di bagian terlarangnya dan dipastikan mereka tidak akan bisa berfungsi lagi. Melihat itu Basur dan Gedot menaiki motornya dan berusaha lari, mereka tancap gas, tapi aneh motor mereka tak bisa lari, keduanya dipegang oleh Berata Bersamaan dan mengangkat ban belakangnya. Setelah itu Berata melempar motor dan pengendaranya kedepan Anindya.


“Ampun.. ampun… kami salah, kami tak akan mengulanginya lagi”, kata Basur dan Gedot


“Aku dengar tadi kalian ingin segera menyentuhku, sekarang lakukanlah’, kata Anindya


“Kami salah, kami tak berani, mohon ampuni kami”, kata Basur


“Terlalu mudah untuk kalian minta maaf sedangkan anak buah kalian harus menerima hukuman, oleh sebab itu kalian akan menerima hukuman yang lebih berat”, Anindya melemparkan dua potongan besi tersebut dan langsung mengenai bagian terlarang Basur dan Gedot, bagian itu langsung hancur terpotong, Basur dan Gedot berguling-guling kesakitan


“Kalian pantas menerimanya, mulai saat ini tidak ada yang namanya Poison Squad d negeri ini”, kata Anindya


“Sayang kamu kejam sekali pada mereka”, kata Berata


“Itu juga akan terjadi pada kakak kalau kakak menghianati aku”, kata Anindya sambil tersenyum menggoda.


Kemudian mereka melanjutkan perjalannya menuju kota Singaraja dan karena merasa lapar, mereka mencari tempat untuk makan, secara kebetulan mereka menemukan Me&You Café yang ada di pusat kota Singaraja, tempat itu sangatlah ramai, semua pelanggannya rata rata memakai mobil mewah.


“Kak, rame sekali, mungkin lagi ada acara”, kata Anindya


“Sepertinya ada acara pernikahan, café kita ini bisa menampung 500 orang sekaligus, dan termasuk paling besar diantara cabang – cabang kita”, kata Berata


Berata memarkirkan motornya di parkiran. Satpam menghampiri mereka, mohon maaf , kalian mau menghadiri undangan atau mau makan?


“Kami mau makan, kami lapar, tempat ini sepertinya enak”, kata Berata


“Kami tidak akan mengganggu mereka, kami akan makan di tempat lain, bukankah masih ada banyak tempat disekitar, mereka kan hanya memakai aula utama”, kata Anindya


“Mohon maaf tidak bisa, kami semua sedang melayani tamu penting , kamu lihat undangannya, semua memakai mobil mewah, tamunya pejabat semua, sedangkan kalian, naik motor butut begini, itu akan mengganggu tamu-tamu kami disini”, kata Satpam


Karena ribut – ribut akhirnya beberapa satpam mendekati mereka memasang wajah yang galak. Berata kecewa dengan perlakuan yang tidak sopan dari para pegawainya.


“Asal kalian tau, sekarang pun aku bisa mengusir semua tamu undangan yang ada disini”, kata Berata, sedangkan Anindya menepuk – nepuk punggung berata lembut untuk menenangkannya.


“hahaha, kamu tau siapa yang menikah, dengan sombongnya kamu bilang ingin mengusirnya, hahah, yang menikah supaya kamu tau adalah direktur perusahaan multinasional PT Inti Nusantara Sakti dan Direktur Bali Internasional Hospital, Mr Quinton dan dr. Sarah”, kata kepada satpam


Berata terkejut lalu tersenyum, “kebetulan aku disini” kata berata sambil memandang Anindya yang juga tersenyum.


“Kalian cepat pergi, kalian tidak diterima disini” kata salah seorang satpam sambil mendorong Berata, berata langsung meninju hidungnya sampai berdarah, melihat itu satpam yang lain berdatangan dan mengurung berata.


“Ada Apa ini,” Kata seorang lelaki berpakaian Pegawai Café


“Ini Pak, mereka ingin makan disini, kami tidak ijinkan karena ruangan sudah dibooking untuk pernikahan, tapi mereka tidak mau pergi, kami sedikit memaksanya tapi dia memukul satpam kami” kata Kepala Satpam


Lelaki itu mendekati Berata Dan Anindya, “Maafkan kami, saya Raditya, saya supervisor disini, maafkan perlakuan Satpam kami, kalian ingin makan?”


“Kami hanya ingin makan, tidak lebih, kami sanggup membayar”, kata Berata


“Oh tidak usah, sebagai permohonan maaf kami, kami akan menjamu anda, kami masih punya tempat yang tidak berhubungan dengan ruangan yang disewa, silahkan ikuti saya”, Kata Raditya


Berata mengikuti Raditya, dia Senang masih ada karyawan yang memperlakukan pelanggan dengan sangat baik. Berata diajak ke wing kanan yang agak jauh dari Ruang utama, sebuah ruangan private yang sangat asri dan sejuk, walau berada di ruang terbuka.

__ADS_1


“Silahkan Tuan, ini silver room kami, walau bukan ruangan terbaik, saya harap anda berdua nyaman berada disini”, Kata Raditya


“Terimakasih, kami disini saja, terimakasih atas keramahanmu, namamu Raditya bukan”,kata Berata


“Terimakasih tuan, Benar, kami hanya melaksanakan standar pelayanan kami,” silahkan melihat menu, saya akan tempatkan satu orang pelayan di depan pintu, silahkan anda pesan apa saja, gratis dari kami sebagai permohonan maaf kami”, lalu pergi dari ruangan tersebut


“Kak, restoran yang kakak buat sangatlah hebat” kata Anindya


“Semua karena Maya dan Quinton, mereka layak mendapatkan penghargaan yang luar biasa”


“Benar kak…, kak aku sudah lapar pesan saja dulu”


“Baik”, lalu mereka memesan makanan. Dan hanya menunggu 15 menit semua makanan datang disertai juga dengan sebuah buklet bunga sebagai tanda permintaan maaf .


Berata dan Anindya sangat Bahagia, Candle light dinner pertama mereka sangat romantis walau tak direncanakan. Setelah hampir 1 jam mereka santap malam, Berata menelpon Mbak Maya, tidak sampai 2 x dering sudah diangkat.


“Berata. Kamu dimana?? Kami semua menantikan khabarmu, tapi semua tak ada yang tau”, kata Mbak Maya berbicara tanpa memberikan kesempatan Berata Menjawab.


“Sudah mbak maya??” kata berata tertawa


“Kamu dimana, kami semua merindukanmu, apakah kamu lupa kalau hari ini pernikahan Quinton dan Sarah”, kata Maya


“Kami tidak lupa mbak”, kata Berata


“Berata kamu bersama Anindya”, kata Maya


“Benar, dia bahkan ada disampingku mbak dan dia sudah sembuh”, kata Berata


“Kamu jangan bercanda Berata, jangan menyakiti Anindya”, kata Mbak Maya kesal. Lalu Anindya mengambil HP Berata


“Benar Mbak Maya, Aku sudah sembuh”, kata Anindya


Suara Anindya membuat jantung maya berhenti sesaat, “Benarkah kamu Anindya”, kata Maya


“Benar mbak, masa aku bohong”


“Anindya, kamu dimana??”


“Tenang mbak, tidak jauh kok dari mbak, kami sedang ada di Ruang Silver Café mbak, terimakasih kami sudah di jamu makan malam yang indah”, kata Anindya menangis bahagia.


Tiba tiba telpon dimatikan , dan beberapa saat seorang wanita paruh baya membuka pintu dengan keras. Di depan pintu dia diam sambil menitikkan air matanya, dia berlari kearah Anindya dan memeluknya dengan erat, kemudian menagis, “Anindya, kamu benar- benar sudah sembuh”, kata Maya dengan Bahagia


Kemudian Maya memanggil berata danmemeluknya juga, “Mbak bangga sama kamu Berata”


“Hari ini hari yang bahagia mbak, cukup menangisnya”,Kata Berata.


“Kenapa kamu tidak berkabar sedikitpun pada kami, kami ini keluargamu Berata”


“Maafkan saya mbak, yang penting semua permasalahan sudah selesai”


“Mari kita pergi keruang utama, semua pasti, terkejut dengan kehadiran kalian, semuanya ada disini, ibumu juga ada disini Berata, tapi apakah kalian tidak ingin mengganti baju terlebih dahulu”


Kami nyaman dengan baju ini, tapi untuk menghomati Quinton dan Sarah kami siap mengganti baju, tapi dimana kami akan mandapatkan baju pengganti?”, kata Berata


“Jangan Kuatir, atas permintaan Quinton dan Sarah kami sudah menyediakan baju untuk kalian, apakah kalian lupa saat kalian menikah, mereka berdua tetap akan menyediakan baju untuk kalian Brides dan groom maid.

__ADS_1


Lalu Maya membawa Anindya keruangan khusus untuk make up dan Berata keruangan yang lainnya.


__ADS_2