Berata, Pendekar Tak Tertandingi

Berata, Pendekar Tak Tertandingi
Bab 15. Mekanik dan Hacker Handal


__ADS_3

Melawan 20 orang sang kakak tentu saja kewalahan, apalagi musuh bersenjatakan tongkat dan pedang sedangkan dia tangan kosong, akhirnya sebuah pukulan tongkat mengenai tengkuknya dan dia roboh


"Ayo bawa mereka.. kalo kita membunuhnya disini, pasti akan heboh"


Bella memeluk Damar kakaknya sambil menangis


Berata merasa kasihan, sebelum orang orang itu menangkap kedua saudara, Berata tiba tiba berdiri di depan Bella dan Damar


"Siapa kamu? Kata penyerang


"Siapa aku kamu tidak usah tau, tapi aku paling tidak suka ada orang yg menindas orang lain"


"Jgn campuri urusan kami, atau kamu akan menyesal"


"Cobalah kalo kamu bisa" Kata Berata


"Kawan kawan.. kita habisi sekalian anak ini" mereka menyerang Berata tapi Berata tiba tiba bergerak seperti bayangan dan menjatuhkan ke 20 orang tersebut sampai pingsan.


para penyerang Tidak ada yang bergerak


"kakak mengalahkan mereka kurang dari 10 detik" kata bela


"sudahlah, tidak penting, Ayo kita pergi dari sini' kata Berata sambil menggendong Damar


"Kak.. terimakasih.. tapi kita pergi kemana, aku takut orang orang itu menemukan kita lagi"


"Kalian bersembunyi di tempatku dulu beberapa hari setelah itu aku akan mengirim kalian ditempat lain.


Karena Damar masih pingsan.. akhirnya menempatkan Damar di tengah dan Bella di belakang memegangi kakaknya.


Untuk hari sudah pk 01 pagi jadi jalanan sepi.


Pagi harinya Danar tersadar, kemudian dia menceritakan kejadiannya bagaimana dia bisa dikejar gembong narkoba hanya karena menemukan barang saat mulung. Mereka kakak adik keturunan Chinese yg sudah tidak punya orang tua dan mandiri dari sejak kecil. Tinggal dari satu panti ke panti yang lain


"Baik kalian tinggal disini beberapa hari, kalo mau kalian bisa tinggal di rumahku di kampung bersama ibu dan adikku. Mereka pasti akan senang"


"Terimakasih, Berata , kami takut merepotkan mu, biar kami pergi saja dari rumahmu saat gelap nanti"


"Tetaplah tinggal disini.. kita juga senasib, ayah dan ibuku sudah meninggal sejak aku masih kecil, aku beruntung menemukan seorang ibu pengganti yang baik"


"Baik.. terimakasih Berata kalo boleh aku bertanya siapa kamu sebenarnya, Bella bilang saat kamu menolongku kamu bergerak seperti bayangan dan 20 orang yang menyerang kami pingsan semua"


"Aku cuman beruntung di berkahi kemampuan luar biasa dari Tuhan dan beruntung memiliki banyak Guru yang baik, aku lihat kamu punya dasar beladiri buang baik, aku bisa mengajarimu nanti nya"


" Terimakasih Berata, terimakasih banyak"


"Kamu tinggal disini, jangan keluar kemanapun, aku akan membeli bahan makanan"


"Baik. Terimakasih Berata"


Berata kemudian pergi ke supermarket... Membeli banyak bahan makanan yg bis membuat mereka bertahan 2 Minggu tanpa keluar


Kemudian saat pulang dia membeli koran . Ingin mengetahui kabar penyerang Anindya. Terpampang sebagai headline 2 orang Tewas, 5 orang cacat, polisi tidak bisa menemukan petunjuk apapun di TKP


Kemudian telponnya berdering.


"Kak Berata...' terdengar ketakutan


'kamu kenapa Dya sepertinya kamu ketakutan sekali"


"Kak Berata, sudah melihat berita di TV atau di koran belum?"


"Kamu tenang saja Dya... Jangan pernah bicarakan ini dengan orang lain, ingat itu Dya" berusaha berkata lembut

__ADS_1


"Baik kak.. tapi aku takut, kakak bisa temani aku nanti sore gak.. ada latihan drumband.. pulangnya agak malam"


"Ya . Kakak jemput, tapi Dya minta ijin dahulu pada ibu"


"Ya Dya sudah minta ijin sama ibu"


Kemudian Berata pulang . Karena barang yang dibeli lumayan banyak, Berata meminta layanan pengantaran barang dari supermarket tersebut.


Sampai dirumah, barang sudah diturunkan semua, Damar dan Bella memasak, Berata duduk di depan televisi.


Di terkejut, waktu dia tinggalkan gambar televisi jelek sekali.m sekarang jernih dan saluran tv nya juga banyak


"Damar..." Panggil Berata


"Apakah kamu memperbaikinya?? "


"Mohon maaf Berata, saya tidak ijin, tadi saya lihat, siaran tvnya jelek.. saya lalu memperbaiki.. trus tx boxnya juga mati.. tapi sekarang bisa semua saluran dan gratis Berata"


"Kamu bisa elektronika??"


"Kak Berata, kak Damar selain jago elektronik juga jago IT Lo, Kalo Kak Damar mau kak Damar bisa membobol bank dan kita hidup kecukupan, tapi kan Damar tidak mau"


"Wah... Hebat . Hebat. Kamu masak dahulu, aku lapar, setelah makan kita duduk bicara lagi"


"Baik Berata"


1 jam kemudian mereka sudah menyelesaikan makan mereka


Kemudian Berata menceritakan semua hal tentang dirinya . Tentang cita citanya, tentang ayah dan ibunya


"Berata, mulai saat ini aku akan membantu dirimu, cita citamu sungguh mulia aku mau menjadi bagian dari masa depan negeri ini"


"Baik, mulai saat ini aku menganggap kalian sebagi saudaraku, setelah kamu melakukan beberapa hal untukku, kamu bisa pergi ke rumahku di kampung halaman ku di Buleleng


"Damar, apakah kamu bisa membantuku?"


"Katakan padaku, kalo tentang elektronik dan IT pasti bisa aku kerjakan"


Berata meminta Damar untuk memodifikasi sebuah jam tangan sehingga dia bisa mengetahui posisi dimana si pengguna berada


"Tenang kak Berata, itu hal kecil bagiku, cuman aku tidak bisa keluar dari sini bagaimana aku akan membeli perlengkapan nya"


"Kamu tenang saja, kamu tuliskan dengan rinci apa saja yang kamu butuhkan, aku akan memberikannya kepadamu"


"Baik Berata" kemudian Damar menulis permintaanya dan menyerahkan kepada Berata. Berata yang tidak tahu nama barang yang diminta bingung, akhirnya di memfoto dan mengirimkan nya kepada Quinton.. "dalam 1 jam aku ingin semua barang barang ada didaftar ini ada di kontrakan ku"


Tak sampai satu jam, sebuah mobil box kecil berhenti di depan kontrakan Berata. Menurunkan semua barang.


"Wah anak ini aji mumpung, belanja hampir 150 juta dan satupun aku tidak tau kegunaannya" kata Berata


"Maaf Berata, bukankah kamu mau yang terbaik, aku bisa memberikan itu tapi alatnya lumayan mahal"


"Terserah kamu, aku tidak mengerti, aku mau sore ini barang yang aku minta jadi"


"Baik Berata, serahkan padaku"


Berata keluar rumah lalu menelpon Dokter Sarah, setelah 3x menelpon baru diangkat Dr. Sarah


"Berata, terimakasih sudah boleh mengenalmu, setelah ini mungkin kita tidak akan pernah bertemu lagi, aku menerima tawaran Andre, Andre bersedia menyelamatkan Perusahaan Papa dengan syarat aku mau menjadi Istrinya" terdengar suara Sarah dari seberang


"Sarah, aku berharap bisa membantumu, semoga belum terlambat"


"Terimakasih Berata, kamu tidak usah kuatir lagi tentang aku" lalu telpon dimatikan

__ADS_1


Berata kemudian menelepon Quinton "katakan padaku, sudah sampai dimana proses akuisisi nya?"


"Tuan Berata, aku sudah mendapatkan 75% saham Adama Corp, saat ini saya sedang mengurus penggantian nama Perusahaan, beri saya waktu 1 jam lagi, seluruh proses akuisisi akan selesai dan saya pastikan ini akan menimbulkan kehebohan yang luar biasa"


"Baik aku menunggu kabar baik darimu, oh ya satu hal segera pecat Direktur Bali Internasional Hospital, berikan jabatan itu pada temanku Dr. Sarah"


Berata mengambil Hpnya dan menelpon Sarah tapi tidak diangkat, lalu menuliskan pesan, "aku harap kamu tidak tergesa-gesa, tunggu 1 jam lagi dan lihatlah kejutannya"


Lalu tampak tanda centang 2 di aplikasi WhatsApp dr. Sarah


 


Tepat Pk. 12:00 terjadi kehebohan di televisi, Quinton melakukan Konferensi Pers yg disiarkan hampir oleh seluruh televisi nasional tentang perubahan kepemilikan dari Adama Corporation dan penggantian Adama Corporation menjadi PT. Inti Nusantara Sakti Tbk.


Sontak semua platform berita nasional dan online menampilkan berita ini dan menjadi kehebohan karena nilai transaksi dari 75% saham keluarga Adama hampir mencapai 1 triliun.


Tak sampai 5 menit telpon Berata Berdering


"Siapa kamu sebenarnya Berata?" Suara Sarah dari seberang telepon


"Maksudmu Sarah"


" Tadi kamu WA aku bilang tunggu kejutan dalam 1 jam"


"Itu temanku" sambil tertawa


"Seberapa baik temanmu..?? Apakah kamu tau tak ada makan siang gratis di dunia ini?"


"Kamu tenanglah... Temanku pecinta uang bukan pecinta wanita aku yakin sebelum dia mendengar saranku dia pasti sudah menyelidiki perusahaan Adama"


"Temanmu gila ya?? 1 menit yang lalu seseorang meneleponku untuk segera ke Bali Internasional Hospital untuk serah terima jabatan direktur utama dari Andre ke Aku ... Ini terlalu kebetulan"


"Haha.. kamu boleh mentraktirku nanti Bu direktur, menjadikanmu direktur BIH adalah permintaan pribadiku kepadanya"


Terdengar suara tangisan di telpon "Berata hal ini juga menyelesaikan persoalanku pribadi ku dan Papa" terimakasih Berata, Terimakasih Banyak" aku sebentar lagi akan pergi ke BIH dan pulang kerumah, aku mau bertemu kamu"


"Ya... Ya.. aku tidak lari kemana kok, aku siap menerima traktiran Bu Direktur cantik"


"Gombal" terdengar tangisan bahagia


kemudian Damar menghampiri Berata


"Berata, ini permintaanmu sudah aku kerjakan,. " Menyerahkan sebuah Jam tangan wanita kepada Berata


"Jam ini sudah dimodifikasi, bisa mengirim kan sinyal darurat dan lokasi yg tepat kepada HP ini" kemudian menyerahkan sebuah HP iPhone terbaru kepada Berata.


"Aku meretas satelit Palapa dan NASA, dimana pun sinyal jam ini bahkan di kedalaman 5 kilometer di lautpun tetap bisa terlacak.. "


"Terimakasih , Damar, kerja yang bagus" lalu memberikan sebuah kartu bank berwarna hitam kepada Damar


"Di dalamnya berisi uang 100 juta, kamu bisa menggunakan sepuasnya"


"Kemana aku harus pergi Berata, sedangkan kita lagi bersembunyi disini"


"Haha .. kamu benar,. Oh ya untuk mengisi waktu luang mu aku akan mendirikan sebuah perusahaan Keamanan dunia Maya, aku harap kamu bisa menjadi panglima tempurku di dunia maya nanti saat kita mengguncang musuh musuh kita.."


"Baik Berata, kamu memang luar biasa"


"Untuk itu aku minta kamu membuat 2 buah jam lagi untuk aku berikan pada adikku dan Dr. Sarah."


"Ok siap bos" sambil tersenyum


Berata melihat' ruang tamunya sudah berubah seperti pusat komando, ada sekitar 5 LCD monitor dengan tampilan berbeda

__ADS_1


__ADS_2