Berata, Pendekar Tak Tertandingi

Berata, Pendekar Tak Tertandingi
Bab 81. Penculika. Anindya


__ADS_3

Berata meminta Kapten Armand untuk mencari kasus hilangnya 10 gadis secara bersamaan selama 20 tahun terakhir.


Sambil menunggu data Kapten Armand dan Damar Berata memerintahkan Michael untuk menyelidiki dan berbaur masyarakat di sekitar Le Beaute.


‘Sayang”, Berata berbicara dengan kontak batin dengan Anindya


“ya kak”, kata Anindya


“bagaimana Le beaute”, kata Berata


“Kak Dya belum menemukan hal yang mencurigakan, klinik ini memang bagus dan pelanggannya juga kalangan atas”, kata Berata


Lalu Berata bercerita bagaimana Helena hilang kepada Anindya. “oo jadi begitu, berarti Dya harus berpura pura bila menghadapi orang seperti itu”.


“ya sayang” kata Berata


Sementara itu di sebuah ruangan, seorang wanita tua memperhatikan layar monitor bersama beberapa orang .


“Nyonya Conntessa, wanita ini memiliki aroma tubuh alami yang sagat kuat, alat pelacak kita belum pernah menunjukkan kecocokan diatas 70%”, kata lelaki di layar


“Siapa dia”, kata perempuan yang di sebut nyonya contessa


“Dia hanya seorang turis yang datang ke kota kita, tadi dia datang sendiri katanya suaminya sedang sibuk”, kata laki laki di layar


“Kebetulan yang sangat baik, aroma essen tubuhnya bahkan setara dengan 5 orang gadis, kalau begitu sepertinya kita tidak perlu menunggu sampai 10 gadis, 6 gadis ditambah gadis ini pasti lebih dari cukup untuk membuat Essen legendaris kita”, kata Nyonya Contessa


“Baik, kalau begitu kita akan segera melakukan penangkapan, persiapkan semua dengan baik”, kata lelaki di layar


“Ramone, persiapkan semua alat extract kita , malam ini kita akan membuat Essen Eau de Farfum legendaris kita”, kata Nyonya Contessa


“Baik Nyoya Contessa, aku akan segera mempersiapkan segala sesuatunya”, kata Ramone


Sementara itu Kapten Armand membawa berkas ke Bar Cindy. “Kamu benar Berata di beberapa kota pernah terjadi hilangnya 10 gadis secara beruntun, kalau di lihat tahunnya rata – rata berjarak setiap 20 tahun”


Cindy menutup mukanya, “Ya Tuhan... ternyata catatan itu benar, pasti pelaku penculikan ini Le Beaute”, kata Cindy


“Apa maksudmu, apakah ada yang tidak aku ketahui??”, kata kapten Armand


Lalu Berata menjelaskan semuanya kepada Kapten Armand.


“Aku akan mencoba untuk meminta surat pemeriksaan ke jaksa”, kata Armand


“Aku yakin kamu tak mampu Armand, mereka pasti punya orang – orang yang berada di pemerintahan, kita awasi saja mereka “, kata Berata


Sementara itu di sebuah ruangan Bawah tanah, Ramone menghidupkan tungku pembakaran yang berupa kuali besar, dia memasukkan banyak rempah dan bunga bunga kering . di depan tunggu terdapat sebuah kurungan dengan 6 orang gadis didalamnya


“waktu kalian segera tiba”, kata Ramone menyeringai


Gadis gadis di dalam kurungan besi itu menangis berpelukan satu dengan yang lainnya.


“Kak Berata’, panggil Anindya


“ya sayang”, kata Berata dalam hati


“Sepertinya beberapa orang mulai memperhatikan Dya, Dya merasa ada yang mengawasi Dya disini”, kata Anindya


“Baiklah kakak Akan segera kesana”, kata Berata


“Kapten Ikut Aku, sepertinya akan ada penculikan lagi”, kata Berata kepada Armand

__ADS_1


“hah, penculikan lagi, bagaimana kamu tau??, yang di culik siapa??”, kata Kapten Armand


“Sudahlah ikut aku, persiapkan anak buahmu dan menyamarlah di sekitar Le Beaute”, kata Berata


Sementara itu Anindya bersiap keluar dari LE Beaute, dia membayar biaya perawatan hampir sebesar 500 Euro. dengan gaya elegan dia melangkah keluar, di depan pintu conciere membukakan pintu taxi yang sudah menunggu. Anindya masuk kedalam taxi, pintu taxi di tutup driver kemudian berjalan menuju Bar Cindy.


Baru berjalan sekitar 5 menit, pintu taxi terkunci dan kaca sekat driver dan penumpang tertutup rapat, kemudian gas berwarna putih keluar dari atapnya.


“Gas tidur”, kata Anindya kepada Berata, lalu pura pura tertidur. Melihat penumpangnya tertidur, sopir taxi membawa Anindya dengan cepat keluar kota.


Berata yang menunggu di Gang merasa tertipu dengan modus penculikan , lalu memutuskan pergi sendiri meninggalkan Armand.


“Istriku telah di culik dan di bawa keluar kota”, kata Berata sebelum melompat pergi dan menghilang dari Gang


Kapten Armand memerintahkan anak buahnya untuk melacak taxi yang di naiki oleh Anindya. Dia panik karena sebenarnya menerima perintah untuk menjaga Berata dan Anindya dari kepala polisi di Bessans


Sementara itu Anindya masih tetap berpura pura untuk tertidur, dia di bawa ke sebuah Kastil di atas bukit, Chateau de chauve-souris atau di kenal dengan kastil kelelawar karena terdapat patung kelelawar besar di pintu masuknya


Anindya di bawa masuk ke dalam ruangan bawah tanah, dia di masukkan kedalam kurungan Besi.


“Nona Muda, nona muda”, Helena membangunkan anindya


Anindya pura pura terbangun dari pingsannya, “ dimana aku??”, kata Anindya


“Kami tidak tau dimana, kita telah di culik dan di sekap disini”, kata Helena


“Wajahmu mirip sekali dengan Michele”, kata seorang gadis


Anindya memandang Michele seperti memandang dirinya di cermin, “Apakah kamu Michele putri tuan Albert??” kata Anindya


“Benar, bagaimana kamu tau tentang Ayahku”, kata Michele menangis


“Kamu bisa menyelamatkan kami disini?”, kata Michele


“Tenanglah, Sebentar lagi suamiku pasti sampai disini”, kata Anindya


Helena tersenyum, “Teman teman, aku telah melihat kehebatan Suami Nona besar, aku yakin kita pasti selamat” kata Helena


“Tapi aku minta kalian bersikap biasa saja, jangan mencurigakan mereka”, kata Anindya


Jadi ke enam wanita itu dan Anindya ber pura -pura untuk ketakutan dan menangis.


“Kak, kakak dimana?”, kata Anindya


“kakak sudah berada di luar kastil ini, kakak masih mencari cara untuk masuk kedalam tuangan bawah tanah tempat Dya di sekap”, kata Berata


“Kak aku sudah menemukan Michele”, kata Anindya


“Michele..?, michele putri tuan Albert”, kata Berata


“Ya, Michele Putri tuan Albert yang kata Kapten Armand muka nya mirip denganku’, kata Anindya suaranya berubah agak ketus


“Sayang, sayang kamu kenapa”, kenapa nada suaramu berubah” kata Berata kuatir


“Apakah dia akan menjadi Mawinei yang kedua???” kata Anindya


“Hah apa maksudmu Dya Sayang??” kata Berata


“Dya hanya bertanya, apakah Michele akan jadi mawinei yang kedua??”kata Anidnya Sengit

__ADS_1


“Sayang percayalah padaku, aku tak akan bisa berpaling darimu”, kata Berata


“Dia mirip sekali denganku, Dya takut Kakak menjadikan Michele sebagai istri kakak”, kata anidnya memangis


“Sayang, sayang, ini bukan waktu yang tepat, tapi kakak berjanji tak akan menghianati Dya, tenanglah, setelah ini lebih baik kita pergi ketempat yang jauh supaya kamu senang Dya” kata Berata.


Berata mengintai di luar kastil, lalu dia melihat Sebuah rombongan mobil taktis memasuki Area Kastil. Ada sekitar 10 mobil taktis tempur di dalam mobil berisi sekitar 10 orang berpakaian tempus warna hitam penuh dengan senjata.


Sekitar 50 orang langsung menyebar di sekeliling Villa, 50 orang lagi berjaga di luar bangunan utama. Sedangkan mobil paling tengah belum terbuka, lalu komandan pasukan membukakan pintu mobil keluar 2 orang laki laki berwajah oriental dengan jubah kebesaran. Lalu keluar lah nyonya contessa dengan menuntun seekor macan hitam.


Berata kemudian melumpuhkan seorang penjaga yang pali dekat dengannya, dan meneyelinap bergabung dengan pasukan yang berjaga di dalam.


Berata merasakan hawa 2 orang yang berada di dekat Nyonya Contessa sungguh berbeda.


“Sungguh tenaga dalam yang luar biasa, aku harus menyembunyikan tenaga dalamku atau dia akan curiga”, kata Berata


Mereka masuk kedalam Kastil, lalu menuju ke area ruang bawah tanah, ruangan itu di lindungi dengan pintu besi setinggal 5 meter


2 orang penjaga pintu menggesekkan ID mereka bersamaan, dan pintu itu nampak perlahan terbuka, kepala penjaga memerintahkan 20 orang masuk dan mengamankan area tungku pembakaran .


“Selamat datang Nyonya contessa”, kata Ramone


“Ramone apakah semuanya sudah siap”, kata Nyonya Contessa


“Semua sudah siap Nyonya Contessa”, kata Ramone


Nyonya Contessa duduk di kursi yang ada di dekat tungku perapian, “ wahai para gadis yang beruntung, selamat datang di kastilku, adalah kehormatan bagi kalian terpilih dari ribuan orang untuk menjadi berguna untuk jutaan orang” kata Nyonya Contessa


“Kamu menculik kami, kenapa kami bisa di katakan gadis yan beruntung”, kata Anindya


“Kalian memang gadis yang beruntung, aroba tubuh kalian adalah Essen farpum yang tak ternilai harganya, oleh karena itu kami akan meng extract tubuh kalian menjadi essen farfum, essen ini bisa berguna untuk 20 tahun kedepan untuk semua produk kami”


“Jadi kalian akan membunuh kami dan merebus tubuh kami, dan kamu menyebut kami beruntung?”, kata anindya dengan ketus


“hahahah sudah menjadi tradisi kami dari ratusan tahun yang lalu untuk menyambut ritual pembuatan Eau De Farfum kami yang terkenal, naikkan suhunya, masukkan gadis – gadis itu satu persatu”, kata Contessa


Lalu 5 orang menuju ke arah kurungan besi, membuka gembok dan hendak mengambil Helena, helena menangis. “Bug”... Anindya menendang 5 penjaga hingga pingsan.


“Langkahi dulu mayatku sebelum kamu mau salah satu dari kami ini”, kata Anindya


Lalu Anindya menendang pintu besi, pintu besi itu lepas dari engselnya lalu terbang menuju ke arah contessa, dengan sigap 2 orang tadi menghalangi dan menendang besi itu sehingga terlempar.


“Ternyata kamu memiliki ilmu tenaga dalam juga nona kecil”, kata orang tua yang melindungi contessa


“Wah menarik sekali, ternyata gadis ini juga bisa ilmu beladiri, tapi sayang akan segera mati”, kata contessa.


Anindya maju di depan pintu Penjara, salah seorang orang tua itu meju juga kehadapan Anindya.


“Tunjukkan kemampuanmu nona muda aku akan melayanimu disini’, kata orang tua yang memakai jubah Yin n Yang.


Anindya melompat menyerang orang tua tersebut, terjadilah pertarungan yang hebat antara Anindya dan Lelaki tua itu.


“Petarung tingkat Grandmaster “, kata Contessa


“Benar Nyonya, ternyata gadis ini adalah petarung tingkat grand master, aku perkirakan dia di tahap menengah, dia cukup berbahaya, aku harus segera turun tangan”, kata lelaki di samping Nyonya contessa


“tunggu sebentar, aku kira aku ingin melihat pertarungan beberapa saat lagi, hhmm kalau dia tingkat grandmaster berarti harusnya obat bius itu tidak mempan, perketat penjagaan”, kata Contessa


“Baik”, kata komandan pasukan dan segera sirine berbunyi.

__ADS_1


‘Semua siaga, pasukan sedang menuju kemari, perkiraan tiba 15 menit lagi”. Kata komandan Pasukan.


__ADS_2