Berata, Pendekar Tak Tertandingi

Berata, Pendekar Tak Tertandingi
Bab 63. Disergap


__ADS_3

Di sebuah Castil. Terbaring seseorang yang kedua kakinya di gantung dan di GIPS, tampak peralatan medis lengkap ada diruangan tersebut.


“Cari tau, siapa yang membuat Adikku sampai cacat seperti ini”, kata seorang laki-laki tinggi besar separuh baya, di wajahnya terdapat bekar luka dan matanya tertutup 1 dengan penutup mata kulit.


Semua yang ada disana gemetar dengan suara laki-laki paruh baya tersebut.


“Tuan Cesar, kami tidak menemukan datanya, sepertinya dia turis tuan”


“Aku tak mau tau, cari info pada orang departemen luar negeri, cari visanya dan selidiki orang itu”.


“Baik tuan Cesar, kami juga mendapatkan info kalau saat kejadian dia menolong Rosie dan 2 anaknya yang tinggal di kawasan kumuh di pinggiran sungai Seine dan mereka bertiga kini menghilang tuan”


“Sebarkan poto ke lima orang itu seluruh penjuru kota, cari sampai dapat dan bunuh mereka, atau aku akan menjungkir balikkan kota ini, aku akan menggenanginya dengan darah”, teriaknya marah


Dia Adalah Caesar yang di katakan oleh Constantine, Bos mafia di kota Paris yang paling ditakuti


Kesokan harinya di hari yang cerah Berata dan Anindya bangun kesiangan dan melewatkan sarapan pagi di hotel.


“Kak, bangun, sudah jam 10 siang, Dya lapar”


“Sebentar lagi sayang”, lalu menarik Anindya lagi kedalam pelukannya


“Gak mau, capek dan lapar nie kak, semalam kakak dahsyat sekali”, tolak Anindya lalu bergegas untuk mandi


Saat ini mereka duduk di sebuah Café di pinggir sungai Seine, La Seine Café, mereka duduk di bagian depan café yang menampakkan pemandangan jalanan kota Prancis dan museum Notre Dome. Mereka berdua makan dengan lahap aneka masakan yang mereka pesan, setelah itu mereka mencoba wine Prancis yang berusia 10 tahun seharga 40 juta.


“Hmm Wine ini memang enak, cocok dengan harganya” kata Berata


“Kemahalan kak…” Sambil mencubit pinggang suaminya


Berata tertawa dan anindya pun ikut tertawa. Tiba tiba sebuah mobil hitam melaju dengan kencang di jalanan , menuju La Seine Café tiba tiba berhenti kira kira 10 meter dari café, keluar 4 orang, dan langsung mengeluarkan Senjata laras panjang dan menembaki Berata dan orang di Café, langsung berata tanggap dengan membalik meja kayu tempat mereka makan dan berlindung, di baliknya, Berata tam mampu mencegah , orang lain di sekitarnya bergelimpangan bersimbah darang, kejadian hanya hanya kurang 10 detik, langsung mobil itu pergi dan menghilang.


“Berata bangkit dan memeluk Anindya yang tampak syok dengan kejadian itu, semua orang panik dan menangis, lalu Berata bergegas pergi dari tempat kejadian. Dia menghubungi Damar, “Damar cari tau siapa pelakunya”


Damar pun bingung mendapat telpon dari Berata lalu mencari posisi berata dan melihat citra satelit. DIa marah dan terkejut, Dmar memutar berkali-kali rekaman untuk mencari petunjuknya, “99 Anarchi”, katanya terkejut


Damar mengirimkan videonya pada Berata, Berata terkejut karena sudah lama sekali dia tidak mendengar kabar organisasi ini.


“Gawat”, kata Berata panic


“Kenapa kak”, kata Anindya


“Ibu Rosie, dan anaknya dalam bahaya, kita harus segera kerumah sakit sayang”


Saat ini Berata berada di Hotel sedang beristirahat, mereka lalu merapikan barangbawaan mereka dan cek out, tapi mereka menitipkan barang barang mereka pada Reception Hotel Hilton.

__ADS_1


Berata menggunakan ilmu Sapta Buana menuju ke rumah sakit Eropa Georges, dan muncul di tangga darurat, tempat yang diperkirakan sepi. Tapi perkiraan Berata salah, teryata Tangga darurat di jaga banyak pasukan bersenjata lengkap. Pasukan itu terkejut melihat berata ada di belakang mereka, langsung Berata mencoba melumpuhkan mereka.


“Kak, pergi selamatkan mereka biar Dya yang membereskan mereka”, lalu Berata bergerak cepat menuju lantai 15 tempat Ibu Rosie di rawat. Sampai di lorong kamar ada 10 orang yang berjaga, Berata melumpuhkan mereka satu persatu.


Sementara itu di dalam kamar, 5 orang ada dalam kamar Ibu Rosie di rawat, Constantin dan Camile sudah babak belur, sementara seorang pasukan membacok paha ibu rosie dengan pisau. “katakan padaku, dimana orang yang menolongmu”


“Aku tidak tahu, setelah mengantarkan kami, dia pergi kembali ke Hotel”, kata Ibu Rosie


“Kamu tidak tau namanya, Mereka dari mana??”


“kami tidak tau, benar kami tidak tau apa apa, lepaskan kami” kata Ibu Rosie


Lalu laki – laki tinggi besar itu mengambil Camile yang badannya kecil dan menyeretnya ke Balkon, “Baiklah kamu lebih sayang penolongmu, dari pada anakmu”, lalu melemparkan Camile dari Balkon lantai 15


“Camile… “ Ibu Rosie dan Constantine Berteriak..


Lalu pintu kamar hancur di tabrak Berata yang langsung melesat ke Balkon, menendang pelempar Camile hingga keluar balkon dan meloncat ke bawah untuk menangkap Camile, Camile berteriak keras, berata meluncur , jarak dari tanah 5 meter akhirnya Berata dapat menangkap Camile, kemudian menggunakan ilmu meringankan tubuhnya untuk mendarat di tanah, tentu semua orang tercengang, berata berlari menuju tangga darurat.


Saat meluncur Berata minta Anindya cepat ke lantai 15 dan menyelamatkan Ibu Rosie dan Constantine, saat sampai di tangga darurat, Anindya juga telah sampai disana.


Ibu Rosie memeluk Camile, dia tak menyangka anaknya masih hidup, “Tuan terimakasi, terimakasih tuan”.


“Sudahlah sekarang mari kita mencari cara untuk keluar dari tempat ini, Sayang aku tak bisa membawa mereka langsung menghilang begitu saja, mereka bisa syok nantinya”, kata Berata berbisik kepada Anindya


“Sayang tunggu disini, kalau aku kasi tanda segera keluar ke Basement, hindari semua CCTV yang ada”, kata Berata lalu keluar menuju Parkir mobil di Basement.


Tak sampai 2 menit Berata memberi tanda kepada Anindya untuk segera turun, kemudian masuk ke molil yang di curi Berata. Setelah mengelabu beberapa CCT akhirnya Berata bisa keluar dari Kota Paris. Di pinggiran kota mereka meninggalkan mobil, mengapus semua jejak sidik jari di mobil. Mereka Berjalan hampir 1 km, Ibu Rosie sudah tidak sanggup lagi akhirnya Berata memutuskan untuk beristirahat.


“Ibu Rosie, yang kita hadapi ini adalah sebuah organisasi kejahatan besar, kita harus mencari perlindungan, apakah ada tau daerah yang jauh dan kira –kira tidak bisa di jangkau mereka”, kata Berata


“Bu bagaimana kalau kita pulang saja ke desa”, kata Constantine


“Itu Terlalu jauh , apakah kita sanggup untuk pergi kesana atau tidak”, kata Bu Rosie.


“Seberapa jauh desa kalian itu?” kata Anindya


“Hampir 100km dari sini, disebuah desa kecil di pinggir sungai, nama desanya Veules les Roses, masih ada ayah saya disana, tapi untuk sampai kesana susah sekali”.


“Kami Akan berusaha”, kata Berata, lalu berata minta bantuan temannya yang di percaya yang adalah mantan anggota tentara perdamaian PBB Prancis untuk membantunya.


2 jam kemudian Teman Berata Piere Le Blanc datang dengan mobil SUV Militer . mereka masuk kedalam mobil, kemudian memulai perjalanan ke desa Veules Des Roses. Selama perjalan ada beberapa kali Barikade yang mencari petunjuk tentang penembakan di Le Seine Café dan rumah sakit George, tapi mobil yang Berata tumpangi bisa melewatinya karena memiliki Bendera Militer.


“Berata, 99Anarchi adalah organisasi yang sangat susah dihadapi, kita tidak tau siapa lawan dan kawan kita, kamu sekalinya datang ke negeriku ini malah bikin onar saja”, kata Piere sambil tertawa


“Piere.. aku da 99Anarchi punya dendam yang tak terselesaikan, aku menghancurkan mereka Di Bali, jadi sebenarnya target mereka bukan mereka ini, tapi Aku

__ADS_1


“Jadi kamu yang menghancurkan mereka di Bali?? Mereka menderita banyak kerugian, sampai Kalimaya pun tewas” kata Piere


Saat itu mereka sedang ada di jalan tengah hutan, merata minta ijin untuk turun, mau buang air kecil. Mobil pun berhenti, berata menuju sebuah pohon besar. 5 menit, 10 menit berata belum kembali.


“Biar Aku yang mencarinya “, kata Piere lalu turun dari mobil menuju tempat dimana Berata Pergi, sampai disana dia tidak menemukan Berata, Piere mengeluaran pistolnya waspada.


Berata muncul dari balik pohon, “Piere, aku tak menyangka kamu anggota 99Anarchi”, kata Berata


“Bagaimana kamu bisa tau??”, kata Piere


“Tidak semua tau aku yang membunuh kalimaya, dan kalimaya pun hanya nama panggilannya, jadi oran yang tau kalimaya hanyalah mereka yang tergabung dalam organisasi 99Anarchi”


“kamu sungguh jeli Berata, tadi aku mendapat video CCTV di Le Seine Café, mulanya aku tak percaya itu kamu, tapi saat kau menelponku kaku senang, kami akan bisa menuntut balas”


“Piere, kamu adalah Patrion di kesatuamu, bagaimana kamu bisa bergabung dengan 99 Anarchi”


“hahahah, kamu naif .. 20 tahun aku mengabdi untuk negaraku?? Apa yang aku dapat?? Tidak ada, semua di rampas oleh para politisi korup, aku sudah muak, dan aku bisa mendapatkan apa saja di organisasi ini”


“kembalilah ke jalan yang benar Piere, masih ada waktu untuk kembali, aku tidak mau melawanmu”


“Melawan kami??? Kamu tidak punya kesempatan Berata, 5 menit lagi mereka akan sampai di tempat ini, saatnya untuk menuntut balas”


“Kamu akan mati bila melawanku Piere, kamu tau itu”


“Tapi sebelum aku mati, Istri dan ibu anak itu akan mati”, mengeluarkan sebuah dari saku kirinya tombol, ”Katakan selamat tinggal Berata pada istrimu”


Belum sempat Piere menekan tombol, berata melempar daun yang di bawanya, daun itu terbang menuju Piere dan memotong tangan kirinya yang memegang tombol bom, tangan piere jatuh ke tanah tanpa sengaja tombok tetap tertekan dan Booommm, ledakan besar terjadi, mobil yang ditumpangi Berata tadi telah meledak.


Tapi Anindya dan Ibu Rosie sekeluarga sudah menyelamatkan diri karena anindya mendengar semua pecakapan Berat adan Piere.


Piere mengaduh kesakitan lalu menembak Berata dengan pistol di tangannya, berata sekali lag mengambil daun dan melemparnya dan memotong leher Piere, Piere tumbang dengan luka menganga dilehernya.


Anindya kemudian muncul menghampiri Berata, “kak, kita harus kemana”


“Kita masuk kedalam hutan , mereka sudah dekat dari sini, kita harus mencari tempat bersembunyi di hutan ini, Damar sedang mempersiapkan team dan pasukan untuk menuju kesini, sudah saatnya kita menghancurkan 99 Anarchi disini”, kata Berata


“Baik kak, Aku akan menggendong ibu Rosie”, kata Anindya dia tidak mengijinkan Berata untuk menggendong Bu Rosie.


Berata segera menuju perbukitan, mencari tempat perlindungan , dia menemukan sebuah Gua kecil , pintu masuknya hanya seukuranmanusua dewasa tapi di dalamnya cukup besar, Berata menemukannya saat melihat seekor kelinci masuk kelubang tersebut. Berata kemudian menemui Anindya dan segera berlari cepat, ke Gua, Constantine dan Camile di bawa berata hanya bisa diam saja karena Berata berlari seperti terbang membawa mereka, begitu juga dengan Anindya.


Sesampainya di dalam Gua, Berata segera keluar dan menutup pintu Gua dari luar, Anindya tetap di dalam gua menjaga. Ternyata Berata telah menangkap 2 ekor kelinci, Bu Rosie kemudian mencoba mengolah Kelinci itu untu menganjap perut , tapi mereka lupa tidak bisa membuat api. Lalu Anindya menenangkan mereka, dia mendekatkan tangannya ke kayu bakar, dankeluar api kecil dari telapak Anindya dan kayu api pun terbakar.


Melihat Anindya bisa mengeluarkan api dari tangannya, Bu Rosie, Constantine dan Camile berpelukan ketakutan, “Kamu ini Manusia atau apa”, kata Bu Rosie


“Aku manusia seperti kalian, tapi aku punya kemampuan untuk mengendalikan Api, jangan takut padaku”, kata anindya kemudian melakukan sedikit trick untuk memainkan Api, lalu Anindya menyisakan 1 buat titik api di udara untuk menerangi Gua yang gelap.

__ADS_1


__ADS_2