Berata, Pendekar Tak Tertandingi

Berata, Pendekar Tak Tertandingi
Bab 6. Pasar


__ADS_3

Waktu sudah pukul 03:30, Berata belum sempat memejamkan mata tapi Bu Agung dan Anindya sudah datang ke warung,


"Berata, kamu ke pasar ya, antar Anindya, ada beberapa kebutuhan yang belum lengkap, biar ibu yg siap siap di dapur" Kata bu Agung


"Kakak bisa pakai mobil" Sambil menyerahkan kunci kepada berata


"Kalo cuman pegang bisa, kalo nyetir gak bisa" Sambil nyengir


" Ya udah,biar Dya yg setir" Sambil tersenyum


Ternyata a di pasar sangat ramai, hiruk pikuk pedagang dan pembeli sangat ramai, tangan berata sudah penuh terisi sayuran menuju ke mobil dengan Anindya


"Kak berata, tungguin sebentar ya, Dya lupa beli terasi khas di langganan ibu, kakak masukkan dulu barangnya semua ke mobil"


Berata memasukkan semua barang ke mobil, menunggu hampir 15 menit tapi Anindya belum juga datang, dia cemas kalu menyusul Anindya lagi ke dalam pasar


Setelah mencari keliling pasar akhirnya dia melihat Anindya sedang terduduk dan didepannya ada seorang ibu yg tampak marah beserta suaminya


"Kamu punya mata gak kalo Jalan.. Kamu sudah bikin saya rugi, lihat ikan saya jadi jatuh dan kotor"


"Maaf bu saya tidak sengaja" Kata Anindya


Suami si ibu tiba tiba mengayunkan tangan kanannya mau menampar Anindya tapi berhenti di udara, tangannya ada yg memegang


"Heh.. Siapa kamu berani menghentikan saya"


"Tidak baik memukul perempuan walau perempuan tersebut salah" Kata berata


Si bapak gak terima, lalu melancarkan tendangan, berata dengan santa lalu memukul paha si bapak, dan langsung jatuh kesakitan...


"Kamu berani memukul suamiku... Aku panggil kakakku kesini, kakakku preman disini, kakakku akan memberi pelajaran kepadamu" Kemudian mengeluarkan hp dan menelpon seseorang


Berata menghampiri Anindya "kamu gak apa apa?" Anindya menggeleng, lalu berata menggendong Anindya ala bridal style menuju ke mobil.


Anindya terkejut tapi diam saja, kepalanya menempel di dada berata dia merasa damai. "Mulai sekarang tak akan ada orang yg menyakitimu" Bisik berata, pipi anindya memerah.


Setelah sampai di mobil, berata menurunkan Anindya, "kamu masih bisa me nyetir?" Kata berata


"Bisa kak, aku masih kuat"


Belum juga berata naik ke mobil tiba tiba ada suara di belakangnya


"Itu kak, orang yg memukul aku" Kata suami yg tadi dipukul barata

__ADS_1


"Aku Kala Gunung, tidak ada yg berani melawanku disini, kami memukul adikku, kamu pantas dihajar"


"Dia pantas dipukul karena mau memukul perempuan " Kata berata


Di dalam mobil Anindya audah ketakutan, " Ayo masuk mobil kak kita kabur saja" Sambil menangis


"Tenang Dya, aku tak apa apa.. Cuman butuh 2 menit menghadapi cecunguk seperti ini' kata berata


" Cecunguk katamu... Serang bocah ini.. Robek mulutnya" 10 orang berlari ke arah berata,


Berata tak ingin membuang waktu.. Tidak ada yg tau, tiba tiba 10 orang tadi sudah tergeletak kesakitan


"Ayo kita pulang Dya" Kata berata


"Anindya masih bengong tak percaya, jadi hanya diam saja


" Dya... Ayo kita pulang" Baru Anindya ngeh dan segera mengemudi Keluar dari Pasar


"Kakak jago silat ya"


"Dulu pernah belajar, tapi jangan bilang sama ibu ya"


"Ok " Kata Anindya "tapi.. Kakak harus mau belajar nyetir ya..nanti Dya ajarin"


.........


3 bulan sudah, Berata bekerja di Warung Bu Agung, sebulannya Berata diberikan uang 3 juta rupiah. 3 bulan sudah dia tidak pulang, dia berencana membeli motor bekas untuk dia pakai sehari hari.


Tiba tiba Berata teringat dengan ATM yg Ayahnya berikan untuk Bi Made ibunya, jadi dia pergi ke bank swasta yg tertera di ATMnya


Berata masuk ke Bank Internasional Indonesia dan di sarankan ke Customer service oleh Satpam. Sampai di CS, Berata meyerahkan kartu berwarna emasnya ke CS dan CS terkejut


"Kamu benar pemilik kartu ini?"


"Benar, saya pemilik nya, kartu ini diberikan oleh Almarhum papa saya"


"Anda mohon tunggu sebentar, saya akan menghubungi manager saya" Kata CS tergesa-gesa menuju ruang Manager


"Pak manager, lihat kartu emas ini, seorang pemuda yg tampaknya biasa saja membawa kartu ini dan mengatakan kartu ini di berikan oleh ayahnya Almarhum"


Manager mengambil kartu gold yg dibawa CS,kemudian memasukkan di mesin komputer, ternyata kartu ini terdaftar atas Nama XXX perlu otoritas khusus untuk membukanya dan sekelas manager area yang berhak untuk mencari datanya, kemudian dia melihat saldo di rekening tersebut lebih dari 2 triliun


Ternyata anak muda ini adalah pemilik rekening yg tak bertuan yg selama ini Terdapat dalam akun rekening Bank tempatnya bekerja

__ADS_1


"Panggil anak itu, kita tidak boleh menyinggungnya, kalau sidik jari nya tepat maka benar dia pemilik rekening ini" Kepada CS


Wajah manager tegang sekali seperti akan menerima seorang Bos besar, bagaimana tidak jika dia menarik dananya maka bank akan kolaps, saat Berata masuk dia terkejut, pemuda ini tampak biasa saja, tidak nampak seperti crazy rich lainnya


"Selamat Siang Tuan, saya Quinton Manager Area Bank Internasional Indonesia, apakah ada yg bisa saya bantu"


"Saya hanya ingin tau jumlah uang yg ada di rekening yang ayah saya tinggalkan untuk saya, terimakasih" Dengan sopan


" Jadi tuan tidak tau berapa uangnya?"


" Saya tidak tau, kartu ini baru diberikan oleh ibu saya 3 bulan yang lalu jadi saya tidak tau berapa jumlahnya"


"Tu tuan, kartu emas ini diberikan secara khusus untuk pelanggan VVIP bank ini, mereka minimal harus punya dana 500 milyar di bank kami, jadi setau kami, kami hanya pernah mengeluarkan 5 buah kartu berlapis emas ini"


"Jadi menurut anda isinya pasti lebih dari 500 milyar?" Kata Berata terkejut


"Benar, rekening anda berisi lebih dari 2 triliun tuan, tapi selanjutnya saya ingin memverifikasi sidik jari anda tuan"


"Sidik jari?, ayah saya sudah meninggal sejak saya umur 5 tahun, saya tidak tau apakah sidik jari saya cocok"


" Kita coba tuan, kalau tidak cocok, saya mohon maaf, sesuai aturan anda tidak berhak atas uang di dalamnya" Kata manager


"Baiklah.. Apa boleh buat, kalau pun hari ini saya tidak bisa memakai uangnya, saya yakin suatu saat nanti saya akan bisa memanfaatkan uang tersebut" Kata Berata


Lalu manager mengambil alat scan, dan memasukkan kesepuluh jari Berata, setelah menunggu hampir 1 menit...


"Ting" Terlihat di layar tulisan Verify


"Selamat tuan, anda memang pemilik rekening ini, rekening ini tidak tertera nama pemilik, berarti data anda memang tidak boleh diungkapkan" Kata manager


Berapa sangat gembira mendengar bahwa uang tersebut memang benar bisa dia gunakan


"Terimakasih, sekarang buatkan saya 10 rekening, isi didalamnya 100 juta rupiah, dan saya ingin uang cash 10 juta rupiah" Kata Berata


"Anda yakin uang cash hanya 10 jt tuan?"


" Saya mau beli motor bekas, saya dari kecil terbiasa hidup susah, uang banyak ini tidak akan menggoda saya untuk melakukan hal hal yg tidak tidak"


"Baik Tuan"


"Satu lagi, saya ingin data saya rahasia, jika orang lain tau saya pemilik rekening ini, maka saya akan mencari anda pak Quinton dan meminta pertanggung jawaban anda" sambil menunjuk muka Manager


Tiba tiba hawa terasa dingin dan muka Berata tampak seperti seorang pembunuh.

__ADS_1


__ADS_2