
Berata akhirnya bisa bernafas lega, setelah kelompok Kebo Selem di hancurkan, suasana relatif aman, para pemuda di Desa Alas Angker sudah mulai membetuk kelompok – kelompok keamanan yang bertugas menjaga area desa selama 24 jam. Semua itu dikoordinir oleh Kepala Desa dan Bawa, Para Gagak sendiri tinggal dan mengajar para petugas jaga tersebut.
Tentu yang paling menghebohkan adalah kehadiran Macan Kumbang besar yang laksana kucing jinak jika bersama Berata. Macan hitam besar yang ganas menjadi tontonan penduduk. Untuk tidak menakuti para penduduk desa, Macan Kumbang tersebut lebih banyak tinggal bersama Kakek Banaspati di puncak bukit.
Berata memutuskan untuk segera kembali ke Denpasar. Tempat yang pertama yang dia tuju tentulah Sekolah Anindya, dia ingin menjemput Anindya setelah 1 minggu tidak bertemu dengannya.
Berata masih menunggu dengan motor bututnya di depan pintu sekolah. Dia melihat Kakak beradik berjalan beriringan, sungguh pemandangan yang sangat berbeda, biasanya Aninditha naik mobil sendiri karena malu dengan adiknya yang culun.
Berata berkonsentrasi lalu memanggil nama Anindya di dalam hatinya. Secara ajaib Anindya seperti mendengar suara Berata memanggilnya.
Anindya mencari cari Berata karena yakin Berata ada di sekitarnya, dia kebingungan mencari keberadaan Berata.
Tampak kesedihan di wajah Anindya karena tidak menemukan Berata.
“Kamu mencari siapa Dya” kata Aninditha
“Kak, aku mencari kak Berata, aku rasanya mendengar suaranya memanggilku”
“Dik... dik... kamu mungkin terlalu kangen sama pacarmu itu, makanya kamu berhalusinasi mendengar suaranya”
“Mungkin iya kak, lagian 1 minggu ini Dya tidak ditelpon”
“Kalo kamu nya gak ditelpon, yang kamu yang telpon lah Dya, siapa tau Kak Berata sibuk”
“Malu kak, nnnggggg” bergelayut manja di lengan kakaknya”
“sudah yuk, kita pulang sama – sama” kata Anindita
“Anindya” ada suara memanggil dibelakangnya
Anindya menoleh, dia melihat Berata berdiri di belakangnya dengan menggenggam setangkai mawar putih. Anindya masih mematung, dari matanya keluar bulir bening, dia tersenyum, sedetik kemudian berlari kepelukan Berata.
"Kakakkkkk" sambil tersedu
“Jangan menangis Dya.... (mengusap air mata Dya) Selamat Ulang Tahun Dya” Kata Berata kemudian mencium kening Anindya”
“Terimakasih kak Berata, kakak jahat, seminggu tidak telpon Dya”
Belum sempat berata menjawab tiba tiba , teman teman Anindya datang sambil membawa kue, dan bernyanyi Happy Birthday to you.
Anindya bahagia luar biasa tak menduga kejutan dari temannya. Ternyata Berata dan Aninditha telah mengatur kejutan untuk Anindya bersama teman – temannya
Tentunya perayaan dadakan ini membuat macet pintu keluar sekolah dan pak satpam tak mentolelir nya dengan segera meminta dihentikan dan bubar.
Anindya akhirnya pulang naik motor Berata dan Aninditha naik mobil sendiri.
Sampai dirumah Bu Agung, sudah di sambut oleh bu Agung.
“Berata, mari masuk, duduk disini sambil menunjukkan tempat duduk berata.”
“Coba kamu ceritakan sama ibu, bagaimana kamu bisa jadi ajudan Pak Gubernur?? Kamu tau waktu Pak Gubernur mengantar Anindya semua tetangga sampai heboh”
“Maaf bu, tapi semua terjadi kebetulan, waktu ini Berata menemukan berkas tercecer di jalan, ternyata rencana pembangunan daerah milik Pak Gubernur dan Berata mengembalikannya, sehingga sebagai rasa terimakasihnya, Berata diajak Bekerja sebagai Ajudan beliau” kata Berata berbohong
“Oh.. begitu ceritanya, ibu juga penasaran siapa kamu sebenarnya,?? Kamu datang kesini awalnya bilang tidak punya pekerjaan, tapi saat kami pulang di kampungmu, sepertinya ibumu memiliki tanah yang luas, dan bangunan sekolah yang sedang di bangun... kamu berbohong kepada ibu??”
__ADS_1
“Tidak bu, Berata tidak berani berbohong dengan ibu, proyek disana adalah CSR dari PT. Inti Nusantara Sakti”
“Trus bagaimana dengan Pak Quinton?? Tadi dia datang kesini atas suruhanmu, katanya dia akan bekerjasama dengan ibu membangun rumah makan baru dengan gaya masa kini”
“Quinton teman saya bu, dia memang suka berinvestasi, saya mengatakan permasalah ibu kepadanya"
“Bagaimana mungkin segampang itu, katanya dia akan mengajak ibu kerjasama dengan keuntungan 40-60 % untuk ibu tanpa ibu mengeluarkan biaya apapun”
“Bu Quinton itu hebat dalam berbisnis, dia pasti melihat masa depan yang baik untuk warung ibu”
“Ah terserah apa katamu Berata, tapi perkataan ibu masih tetap berlaku, sebaiknya kamu mempersiapkan diri untuk bisa menjadi layak untuk Anindya, jika kamu tidak layak, maka jangan harap Anindya bisa bersama kamu” lalu bangun dan meninggalkan Berata yang terkejut
“Ternyata aku belum layak dimata ibu setelah apa yang aku lakukan” dengan sedih
“Selamat Siang Kak Berata “ Sapa Aninditha
“Eh, Kamu sudah datang Ditha”
Anindita duduk di depan Berata... “Kak, kakak tidak ngasi aku hadiah kah?? Masa cuman Anindya saja, kan aku juga ulang tahun hari ini” kata Anindita centil
“Tenang bos.. sudah kakak siapkan, nanti sore undang semua temanmu, di Me & You Cafe ya, kita buat acara ulang disana, sekalian sama Anindya, jangan lupa ajak Ibu
“Benarkah Me&You Cafe?? Cafe itu lagi trending kak, pengunjungnya banyak, apa mungkin kita bisa ngadain acara disana??”
“Tenang Ditha, pemiliknya kakak kenal kok, dia udah janji sama kakak, hari ini khusus menerima tamu untuk Ditha dan Dya”
Anindita Datang dan bergabung, Berata tak melepaskan pandangannya dari Anindya , hanya dengan setelan Sederhana, Anindya tampak sangat cantik
Anindtha tersenyum melihat Berata yang bengong, lalu mendekati berata dan melambaikan tangannya di depan muka Berata tapi tampak tak terpengaruh
“Kak Berata” kata Aninditha sambil mencubit tangan Berata
“Dasar kalian bucin, aku bagai obat nyamuk disini, aku pergi, pokoknya jam 7, kalo cuman prank aku gak akan ngomong lagi sama kak Berata” Anindtha langsung meninggalkan Berata dan Anindya
"Kak Berata beneran mau bikinin acara uang tahun kami di ME&You Cafe?? “
“Iya Dya, karena ini hari Spesial kamu”
“ tapi kan Mahal kak,”
“tidak,kakak dapat diskon kok, yang punya kan teman baik kakak”
“Anindya cuman gak mau membebani kakak, kan kakak nanti perlu biaya yang besar untuk kuliah”
inilah yang paling dia sukai dari Anindya, Berata memandangnya lekat sampai Anindya tersipu
“Tenang saja Dya, semua untuk kamu, ini Sweet Seventeen, Dya pantas dapat yang terbaik”
“Terimakasih Kak Berata”
Setelah berbincang hampir 30 menit, berata pergi dari rumah Anindya
.....
Dia pergi mengunjungi Kapten Sagara di rumah sakit. 3 minggu sudah Kapten Sagara di rawat karena luka parah yang dialaminya
__ADS_1
"Ternyata kamu, aku kira kamu sudah melupakan laki laki tua ini” kata Kapten Sagara
“Maaf kan sya baru mengunjungimu Kapten, urusan 99AAnarchi ini sangat merepotkan”
“ya aku mendengar laporan dari 9-11 kamu juga menghancurkan Kebo Selem, kamu hebat Berata”
“Di depan akan banyak rintangan Kapten, Orang – orang hebat dunia gelap mulai bermunculan, aku tidak tau siapa lagi yang akan muncul, tapi aku yakin ini tak akan mudah”
“ Benar berata, langkahmu untuk menjadi ajudan Gubernur juga sangat baik, beliau orang sangat kredibel”
“Benar Kapten, tapi aku sedih belum bisa menemukan tujuanku yang sebenarnya, berita tentang ayahku benar benar gelap, aku tidak bisa menemukan apapun”
“mungkin belum waktunya Berata, mungkin masih ada tugas yang harus kamu selesaikan dahulu, baru kamu akan menemui titik terang tentang keberadaan orang kepercayaan Ayahmu”
“Benar Kapten, saya akan mencoba yang terbaik”
Berata mengunjungi Kapten Sagara hampir 1 jam , kemudian dia pergi ke Me&You Cafe melihat persiapan Pesta ulang tahun Anindya dan Aninditha
“Berata, sepertinya kamu sangat menyukai gadis ini” Kata Mbak Maya sambil tersenyum
“Jangan menggodaku mbak Maya, mbak juga kan pernah muda”
“Tapi memberikan pesta begini besar untuk gadisnya mungkin baru hanya kamu Berata”
Berata kemudian mengalihkan pembicaraan “Bagaimana dengan perkembangan cafe kita Mbak??”
“Hei kamu jangan coba coba mengelak dari aku” kata Mbak Maya sambil tersenyum
“Okelah, kamu memang pemilik tempat ini, kamu berhak bertanya” kata mbak Maya
“Kita pemilik bersama mbak, kalo menguntungkan , kita buka lagi di tempat lain”
“Berata, sejak kamu memasukkan modal hampir 300 juta kepadaku, cafe ini tidak pernah sepi pengunjung, malah hari ini para pengunjung pasti akan sedikit kecewa karena tidak bisa masuk”
“Cafe kita paling diminati sekarang, semua kalangan suka dengan desain baru dan menu yang kita buat, kamu tau waiting list meeting kita sudah penuh untuk bulan ini”
“Mbak Maya katakan pada semua karyawan, aku akan memberikan mereka bonus tambahan 3x gaji kalau cafe ini bulan depan tambah ramai”
“Bagaimana bisa tambah ramai Berata, cafe kita hanya berkapasitas 150 orang, sering kali orang antre dulu menunggu meja kosong”
“kalo begitu, kasi saja bonus 3X untuk bulan ini, aku jadi berpikir untuk menyewa tempat sebelah untuk memperluas area ini”
“Jangan gila Berata, modalmu belum kembali semua”
“Aku tak kekurangan uang mbak , Mbak Maya hanya perlu mengelolanya dengan baik” sambil tersenyum dan berlalu
“Dasar orang kaya gila, (sambil geleng-geleng kepala) dengarkan semuanya, Pemilik tempat ini akan memberikan bonus 3x gaji jika acara Pesta Pacarnya hari ini bisa berjalan dengan baik”
Semua karyawan bersorak gembira dan antusias bukan hanya karena bonus tapi uang service cafe besar akibat full pengunjung terus
Maya sendiri mendatangkan dekor luar untuk mensukseskan acara Ulang tahun malam ini. Dia tidak berani main main untuk mempersiapkan Acara.
Berata sendiri kemudian mengirimkan pesan kepada Maharani kalau Dia sudah ada di Denpasar dan mengundang Dia untuk Hadir dalam acara Ultah Anindya nanti malam.
Maharani dengan santai lalu memberitahu Pak Gubernur tentang acara Berata, dan Pak Gubernur bersedia hadir, kemudian mengutus Maharani untuk pergi ke Me&You Cafe untuk mengurus protokoler karena bagaimanapun seorang pemimpin harus mengikuti aturan yang sudah ditetapkan.
__ADS_1
Lain halnya dengan dr. Sarah, saat Berata menelpon untuk mengundangnya hadir dalam Ultah Anindya, setelah menutup telpon dia menangis sesenggukan.
“Berata, ternyata kamu memang hanya menganggap aku teman baikmu saja, hatimu milik gadis itu, aku akan pergi, aku mau tau seperti apa gadis yang memenangkan hati Berata.” Sambil menata poto berata yang ada di ruang kerjanya