Berata, Pendekar Tak Tertandingi

Berata, Pendekar Tak Tertandingi
Bab 45. Namakaena Momoa


__ADS_3

Berata keluar dari Kuil Dewa Bumi, dan menuju puncak Gunung Kinabalu, di puncak tertinggi, Puncak st. John Berata duduk bersila , memulihkan semua tenaga nya telah terkuras dalam pertarungan selama hampir 24 jam.


Berata menyerap energi - energi positif dari gunung Kinabalu.


Sementara itu Anindya Badannya diikat di sebuah papan kayu, papan kayu itu kemudian diberdirikan tegak, di depannya Perkamen Berata yang berisi 21 jurus Shotel kembar itu melayang terbuka di depannya.


Anindya melihat satu persatu gambar dari perkamen tersebut, dan dimatanya gambar tersebut tampak bergerak dan hidup.


"Anindya, pelajari gerakan itu dalam pikiranmu satu-persatu", kata Dewi Dewantari


Anindya kemudian melihat gambar Orang dalam Gerakan pertama melompat keluar dari perkamen, kemudian memperagakan gerakan berulang-ulang, Anindya melihat ada 7 gerakan yang diulang - ulang terus oleh Gambar tersebut, Anindya mempelajari 7 gerakan pertama dari perkamen,


Setelah menguasai 7 gerakan pertama, tiba tiba setiap dari 7 gerakan berkembang masing-masing menjadi 7 gerakan lagi menjadi 49 gerakan. Tubuh Anindya bergetar, dia mempelajari semua gerakan dengan pikirannya, setelah menguasai 49 gerakan tersebut, 49 Gerakan tersebut kembali menjadi 7 Gerakan masing-masing sehingga ada 343 Gerakan.


Itulah yang di lakukan oleh Anindya selama dirawat Dewi Dewantari, dengan Bunga Rumput Gunung Kailash, tubuh Anindya bermetamorfosis menjadi menjadi kuat, dia mampu mempelajari semua dengan pikirannya. Dewi Dewantari saat ini hanya bisa membantu untuk menguatkan tubuh Anindya, hingga pada saatnya nanti dia bisa bergerak, dia siap untuk mendampingi Berata.


Berata tenggelam dalam Semedinya


, tidak terasa hampir 7 hari dia berada diatas Gunung Kinabalu, saat pagi hari, matahari bersinar cerah, Dewi Dewantari muncul dihadapan Berata.


Berata menghormat, "Salam Dewi Dewantari", lalu Berata mengambil Segel Dewa Bumi dan diberikannya kepada Dewi Dewantari.


"Berata, apakah kamu memberikan setetes darahmu kepada seorang gadis?"


"Saya tidak bisa menyembunyikannya dari dewi, maafkan hamba tidak mampu untuk menolak permintaan orang"


"Pikiranmu masih terlalu polos Berata, kamu tidak tau saat kamu memberi setetes darahmu pada gadis itu, artinya dia juga sudah menjadi Istri kamu"


"Tapi saya tidak mengkhianati Anindya, Dewi, hamba menolong gadis itu, jika hamba meninggalkannya begitu saja maka Gadis itu dan keluarganya akan dibuang dan dikucilkan oleh kerabat dan penduduk desa"


"Benar, kamu tidak mengkhianati Anindya, tapi pada akhirnya kamu harus menjelaskan semuanya kepada Anindya, karena dia sudah menjadi istri mu, lagi pula kalian perlu sekutu yang kuat untuk mengalahkan Raja Iblis, dan ini semua sudah diatur langit"


"Berata, jalan mu di depan akan sangat berat, Raja Iblis sudah tau kamu mencari Guci Udara dan Cincin Api. kamu harus lebih berhati hati, Dewa bumi telah memberikan kamu 105 jurus Bumi Dewata, aku harap itu akan mampu mengalahkan setiap tantangan mu ke depan"


"Baik Dewi, kalau boleh bertanya bagaimana keadaan istri hamba"


" Saat ini dia belum bisa bergerak, tapi Bunga Rumput Gunung Kailash memberikan dia kemampuan untuk mempelajari 21 Jurus Shotel Surgawi. Dengan Segel Dewa bumi ini dia akan bisa untuk duduk, dan mengendalikan tanah dan unsur unsurnya."


"Terimakasih Dewi Dewantari", kata Berata


Kemudian Dewi Dewantari Menghilang dari hadapan Berata, dan Berata pun pergi menuju Gunung Muana Kea dengan ilmu Sapta Bumi


Muana Kea terletak di tengah Samudra di laut Hawaii, Sebagai gunung tertinggi di dunia, sebagian badannya berada di dalam lautan.

__ADS_1


Berata saat ini berada di pinggir Pantai di lereng gunung Muana Kea. aura mistis gunung sangat kuat.


Puncak gunung masih 4000 meter lagi, berata bergegas melompat berlari menuju puncak gunung, Baru 500 meter tiba-tiba sebuah batu sebesar rumah terlempar ke arah Berata, Berata yang tidak siap, hanya menabrak saja batu tersebut, batu tersebut hancur berkeping keping tapi tubuh Berata juga terlempar Kebelakang


Muncul Di Depan Berata Seorang lelaki tinggi besar.


"Ini Adalah wilayah Suku Kanaka Maoli, apa urusanmu datang ketempat ini" kata lelaki itu.


"Maafkan Aku, aku hanya ingin cepat mencapai puncak Gunung ini"


"Tidak ada yang boleh memasuki gunung ini tanpa ijin dari kami, Aku Namakaena Momoa Penjaga Gunung ini, belum pernah ada yang melewati dan mengalahkan aku"


"Aku tidak ingin mencari musuh, ijinkan aku untuk pergi kepuncak gunung, aku harus mencari Guci Udara"


Muka Momoa merah, dia menyerang berata dengan cepat, "Kamu mau mencuri Guci udara kami??, maka kamu harus aku tangkap"


"Biar aku jelaskan", kata Berata tapi Namakaena momoa terus menyerangnya dengan cepat , terjadilah pertempuran tangan kosong yang hebat, Sesuai dengan gelarnya adalah penjaga gunung, benar benar susah untuk dilewati. Berata dan Momoa telah bertukar pukulan lebih dari 100 jurus, dan belum ada yang terlihat unggul.


"Kamu memang hebat, baru pertama ada orang yang mampu menahan 100 jurusku", Apa tujuanmu datang kemari" kata momoa


"Aku harus menemukan Guci Udara untuk mengobati Istriku yang sedang sakit", kata Berata.


"Apa Hubungannya Guci udara dengan Sakitnya Istrimu"


"AKu ingin bertarung denganmu, kalau kamu sanggup bertahan menghadapi 100 jurus tombakku, maka aku akan memberitahumu, dimana menemukan Guci udara itu"


"Kalau itu yang kamu inginkan aku akan bertarung dengan mu", kata Berata


lalu Namakaena Momoa mengeluarkan senjatanya berupa tombak kembar, tombak ini seperti tombak ikan, terbuat dari besi berwarna kuning sepanjang 1,5 meter.


Momoa membenturkan tombak tersebut dan setiap benturan mengeluarkan percikan petir dan suara menggelegar. Berata mengeluarkan Pedang kalinyamat, Berata menggunakan Jurus pedang Patung tanah.


Berata dan Momoa melompat , terjadilah pertarungan yang dahsyat, Pedang Kalinyamat mampu menandingi Jurus tombak Momoa, sudah hampir mendekati 100 jurus, Berata melihat kesempatan terbuka, lalu menyerang bagian kiri pertahanan momoa, kemudian menyerang leher momoa, berata menangkap 1 tombak di tangan kanan Momoa dengan tahan kiri, dan pedang Kalinyamat berhenti di leher momoa.


"kamu kalah", kata berata


"kalau aku mati kamu pun pasti mati", kata Momoa, kemudian Berata melihat tombak ditangan kiri momoa ternyata berada di jantungnya


"Kamu hebat', kata Berata


"Kamu Juga hebat", kata momoa


Lalu mereka masing masing melepaskan dan menyimpan senjatanya, Momoa Heran, Kalau dia menyimpan Tombak di Punggungnya, tapi pedang Berata menghilang begitu saja.

__ADS_1


"Bagaimana kamu bisa menghilangkan pedang itu?"


"aku punya cincin ini, cincin ini Cincin Semesta, mampu menyimpan apa saja didalamnya"


"Wah Kamu Hebat, sesuai janjiku, aku akan memberitahu kepadamu, dimana mencari Guci udara itu, tapi aku ingin tau bagaimana istrimu terluka", kata Momoa


Lalu Berata bercerita semua kejadian yang menimpa Anindya di Mogadishu, Dan pertemuannya dengan Dewi Dewantari.


"Aku Namakaena Momoa Ketua Suku Kanaka Maoli penjaga Gunung Muana Kea berjanji akan membatu kamu, mari kita menjadi saudara Berata, walau kita bukan saudara sedarah, tapi tujuan kita adalah sama, mengalahkan kejahatan. mari kita ikut ke kampungku"


Berata mengikuti Namakaena Momoa masuk kedalam hutan yang jauh menuju suku Kanaka Maoli, suku Asli Hawaii. Sampai disana Berata heran, melihat semua laki laki di suku Kanaka Maoli badannya kekar - kekar dan ahli bertarung.


"Momoa, apakah semua laki-laki di sukumu badannya besar-besar?"


"Ya Berata, kami memang melatih tubuh kami selama 20 tahun ini, karena kami berencana mengalahkan Mangkit Pakusadea dan merebut Guci udara tersebut?


"maksudmu Guci itu tidak ada bersamamu?"


"Guci itu telah di curi oleh Mangkit Pakusadea dan anak buahnya, selama 20 tahun kami telah mencoba merebutnya, tapi kami tetap tidak bisa, kami berharap kamu bisa membantu kami merebutnya"


"Tapi aku perlu untuk mengobati istriku, berarti aku harus membawanya bersamaku, bagaimana aku bisa menyerahkan padamu", kata Berata


"Jangan salah sangka Berata, Selama ini Mangkit menggunakan Guci udara tersebut untuk melindungi dirinya dan menyerang kami, kami tak mampu menghadapi dahsyatnya angin topan yang dikeluarkan Guci tersebut sehingga kami kalah, jika kamu membantu kami, berarti kami bisa melawan mangkit tanpa takut dengan Angin topannya"


"Aku bersedia membantu kalian, tapi jangan coba bermain curang dengan aku"


"Berata, kami adalah saudaramu, saat kamu berada dalam kesulitan, panggillah kami, kami akan datang, Asal kamu bisa merebut Guci itu dari tangan Mangkit, kami bisa mengalahkan Mangkit"


"Berata, Gunung ini adalah gunung Api yang sudah mati, diatas gunung ini adalah markas dari Mangkit, tapi markas tersebut di jaga oleh pasukan dan tentara bayaran dengan persenjataan canggih, tidak ada yang bisa mendekati markas mereka dalam radius 2 km dari markasnya, selain itu mereka memiliki seorang dukun yang bisa menggerakkan binatang binatang berbisa di gunung ini untuk menyerang setiap mereka yang mendekati markas mereka"


"Itu bukan masalah, aku bisa mengatasinya", Kata Berata


"Baik, kami akan mempersiapkan diri, malam ini kita akan menyerang Mangkit dan pasukannya", Kata Momoa


"Maafkan aku, aku akan pergi sendiri, jika benar yang kamu katakan , lebih baik aku pergi sendiri, kalian jaga saja jalan keluarnya" kata Berata


"Kamu kira kami pengecut", kata Momoa


"Bukan itu, biarkan aku merebut Guci udara, melumpuhkan semua binatang berbisa itu dan melumpuhkan semua persenjataan mereka baru kalian menyerang. Aku melihat beladiri kalian sangat baik saat berhadapan dalam jarak dekat, tapi bila mereka masih memiliki senjata canggih, maka nyawa kalian akan sia-sia"


"Baik, tapi aku akan pergi denganmu, aku tau tempat itu dengan baik", kata Momoa.


"Baiklah, nanti malam kita Pergi", kata Berata.

__ADS_1


__ADS_2