
Berata Sedang asik naik motor sambil menikmati pemandangan tiba tiba sebuah batu segenggam tangan melesat kearahnya, berata menangkap batu dengan tangan kirinya, lalu berhenti.
Suasana sepi ditengah hutan, tiba tiba keluar sekitar 20 orang dari balik pepohonan
"Oh kamu yang menggangu perjalanan ku" Kata Berata
"Aku Poleng tak akan melepas dengan mudah orang yg melukaiku"
"Apa kau mau terluka lagi?"
"Hahaha anak ingusan, kamu kira bisa mengalahkan kami"
Lalu melompat 2 orang kembar kearah Berata dan melemparkan pukulan
"Pukulan harimau" Teriak si kembar bersamaan
Sebelum pukulan sampai, berata bergerak lebih cepat dari 2 Bersaudara dan melepaskan 2 pukulan ke dada mereka
"Harimau Lemah" Kata Berata
"Kamu mau tau pukulan harimau yg sebenarnya? Lihat aku.."
Berata melompat, dalam sekejap ada di depan kembar bersaudara memukul dada mereka dan mereka terlempar beberapa meter dan jatuh tak bergerak
"Terlalu cepat" Kata Poleng gemetar, "siapa anak ini"
"Ayo jangan buang waktu, Formasi Tapak bayangan"
Mereka melompat mengelilingi berata dan melepaskan kan pukulan telapak tangan, segera telapak mereka terlihat seperti ratusan tangan bergerak dengan cepat seperti cakram dengan Berata di tengahnya...
Berata Melompat ke udara lalu berubah menjadi bayangan, bergerak cepat dan menjatuhkan semua yg mengurungnya
Sekarang yg terdengar hanya Jerit kesakitan dan erangan di mulut mereka...
"Kalian hebat juga, tapi kalian menyerang orang yg salah"
"Siapa kamu?? Tidak banyak orang yang bisa mengalahkan formasi kami"
"Siapa aku kamu tak perlu tau, yg aku tau saat kamu berani menyakiti orang lain aku akan datang menghajar kalian"
lalu Berata menendang poleng sampai terlempar dan pingsan tidak bergerak
Berata menaiki motornya dan pergi menuju Denpasar
Sampai di Denpasar, Berata minta ijin Kepada Bu Agung untuk berhenti bekerja di tempat bu agung dan Kos ditempat lain, karena Berata ingin leluasa untuk mencari tau keberadaan pegawai kepercayaan ayahnya
Berata mencari sebuah rumah yg sederhana dan asri, dengan kontrak sebesar 15 juta rupiah.
Dia duduk termenung di rumah kontrakannya,
"Apa yang harus aku lakukan untuk menemukan mereka?, aku tidak bisa tinggal diam, mereka yg telah membunuh orang tuaku harus dihukum"
Hawa di sekitar langsung menjadi dingin...
.......
Waktu sudah menunjukkan 2 pagi tapi matanya belum juga terlelap. Akhirnya dia mengambil motornya dan keluar dari kontrakannya
"Ah, mungkin setelah makan, aku bisa mengantuk"
Dia menelusuri kota Denpasar di malam hari dan duduk di sebuah warung di tengah pasar, ternyata pasar sudah menggeliat dan ramai sekali. Dia makan dengan lahap sampai tak memperhatikan tatapan seorang gadis di pojok.
Setelah makanan habis baru merasakan ada yang memandangnya, Berata mendongak dan melihat ada seorang gadis manis yg menatapnya, mata mereka bertemu si gadis langsung menundukkan kepalanya
gadis itu pergi lebih dahulu dari warung makan.... Setelah makan, Berata memutuskan untuk pulang. Di Perjalanan dia melihat sebuah kecelakaan dan ada banyak orang yg turun juga sehingga tempat kejadian jadi ramai.
__ADS_1
Lalu dia melihat seorang gadis turun dari mobil dan meminta orang untuk memberikan ruang.
"Tolong minggir.. Berikan ruang, Saya dokter, saya akan memberi pertolongan pertama" Lalu dia memeriksa denyut nadi pasien
Lalu dokter itu mengambil sebuah pisau bedah yg biasa dia bawa, kemudian menuangkan alkohol di pisau " Ada yg bawa korek api, saya harus memberikan pasien resutisasi ke pasien, pasien mengalami gagal nafas"
Lalu seseorang memberikan korek api, si gadis membakar pisau untuk mensterilkan nya. Dengan bantuan senter HP orang di sekitarnya, akhirnya si dokter bisa memberikan resusitasi ke pasien, dan setelah itu ambulan datang dan membawa pasien tabrakan ke Rumah sakit
Berata memperhatikan dengan seksama dan dia kagum dengan dokter itu, setelah dia memperhatikan gadis tersebut ternyata gadis di warung makan.
Ternyata Si gadis juga melihat Berata, mata mereka bertemu, kemudian Berata mengangkat 2 jempol sambil tersenyum, "terimakasih" Katanya sambil tersenyum dan meninggalkan lokasi kejadian dengan mobilnya.
Kerumunan mulai memudar, Berata melanjutkan perjalanan kembali, dan memutuskan untuk pulang ke kontrakan.
..........
Pagi hari Berata bersantai sambil membersihkan kebun di halaman sambil menjemur diri, tiba tiba ada suara yg memanggilnya "hi.. Ternyata kamu, aku tidak menyangka akan ketenu sama kamu lagi"
"Oh ternyata ibu dokter yang baik hati" Sambil berdiri menuju pagar setengah badan rumah kontrakannya
"Ternyata kita tetangga, kenalin aku Sarah", sambil mengulur kan tangannya
" Aduh tangan saya kotor" Mengulurkan tangan canggung
"Ah gak apa, berani kotor itu laki" Sambil menjabat tangan Berata.
"Kamu sudah lama disini??" Kata Sara
"Aku baru masuk rumah ini kemarin, Aku juga baru disini baru 3 bulan"
" Kamu kuliah? Atau kerja "?
" Aku baru tamat SMA, mungkin kuliahnya tahun depan, sekarang mau kerja serabutan dulu" Sambil tersenyum
"Hahaha, aku masuk SD telat" Tertawa terbahak-bahak
"Eh Berata, kamu nanti ada acara?"
"Ngak kemana sih".
" Kita makan yuk.. Aku traktir kamu.. Kan kita tetanggaan"
"Baiklah, aku tunggu Kak Sara pulang kerja"
"Eh kok kak Sara,? panggil Sarah saja.. Emang aku tua banget yah"
" Eh ngak kok.. Kan Sarah lebih tua dari Berata, takut gak sopan "
"Panggil aku Sarah aja" Sambil pergi masuk ke rumah
"Ok bos" Sambil tersenyum
.......
Waktu sudah menunjukkan pk. 10:00 , Berata memacu motornya menuju Bank Internasional, dia berencana memindahkan dana ke rekening ibunya.
Dia masuk ke Bank dan langsung diterima dengan sangat baik dan diantarkan ke ruang Manager Bank. Baru akan diantarkan keruang manager tiba tiba terdengar suara letusan senjata
Dor dor.. 2 orang satpam penjaga tumbang dan darah menggenangi lantai. Pengunjung berteriak histeris
"Diam, semua berlutut, kalau tidak ingin nyawa kalian melayang" Kata perampok.. Kemudian terlihat 5 orang perampok masuk Bank, kemudian menutup pintu dan semua korden di Bank sehingga orang luar tidak bisa melihat kedalam
Semua orang berlutut, tapi Berata tidak berlutut, "berlutut atau kamu akan mati" Sambil menodongkan senjata api ke Berata
"Aku tak pernah berlutut dihadapan siapapun kecuali ibuku dan guruku, kamu tak pantas untuk aku berlutut"
__ADS_1
Dor.. Perampok menembak Berata, tapi perampok terkejut berata malah tetap berdiri tak terluka, ternyata dia Menghindari peluru pistol yg ditembakkan perampok
Perampok terkejut tapi pimpinannya pintar dan menyandera seorang pengunjung wanita dan menodongkan pistol ke kepala wanita tersebut
"Kamu hebat, tapi kalo kamu tidak berlutut maka wanita ini akan mati" Wanita itu menangis menggigil
Berata tak bergeming, matanya menatap dingin. Keheningan dan ketegangan yg tercipta membuat semua ketakutan...
"Berlutut kataku" Dor.. Pemimpin melepas kan tembakan ke Plafond, wanita yg di sandera berteriak histeris
Berata tetap diam, dia melirik tempat pulpen yg berisi beberapa pensil yg teraut tajam. Kemudian dia melirik posisi kelima perampok
"Berlutut kataku" Pemimpin berteriak keras sambil mengangkat pistol akan menembak ke udara
Berata melihat kesempatan. Dia secepat kilat mengambil pensil dan melemparkan ke tangan perampok.. Gerakannya sangat cepat, belum sempat perampok bereaksi berata melemparkan 4 pensil lagi ke perampok yang lain.. Semua tangan mereka tertusuk pensil
Para perampok meringis kesakitan , tanpa memberikan kesempatan Berata bergerak seperti bayangan melepaskan pukulan pada kelima perampok. Dan kelima perampok roboh tak berdaya sambil berteriak kesakitan
Kemudian perampok di borgol oleh petugas satpam yg sedang berjaga di luar Bank. Semua terkagum-kagum dengan Berata dan mereka mengucapkan terimakasih kepada Berata
"Terimakasih, aku hanya membantu semampuku, aku punya permintaan kepada semua pengunjung yg ada disini"
"Apa yg kamu inginkan adik.. Kami akan menuruti permintaan mu"
"Aku tidak ingin terkenal dan dikenal sebagai penyelamat kalian, aku mohon katakan saja seseorang melumpuhkan perampok dan pergi dari Bank, aku tidak ingin dikenali banyak orang"
Tanpa pikir panjang semua mengiyakan.. Ada sekitar 15 orang yg ada di area teller Bank. "Kami akan menuruti permintaan kamu"
Tak lama berselang polisi dan ambulan datang. Berata tak ingin terekspos kemudian masuk ke ruang Manager.
Polisi memeriksa cctv sedikit pun tidak terlihat Wajah Berata dan menyimpulkan penolong adalah orang tak dikenal
Didalam ruangan Manager, tak henti hentinya Pak Quinton mengucapkan terimakasih kepada berata. Kemudian Berata memberikan santunan pengobatan sebesar 50 juta kepada satpam yang tertembak, untung keduanya bisa diselamatkan.
"Apa lagi yg bisa saya bantu tuan " Kata manager sopan
" Aku ingin kamu mengelola uangku.. Aku ingin kamu jujur, jika kamu tidak jujur maka aku tak akan segan padamu" Kata berata dingin
"Baik Tuan", seperti mendapat durian runtuh, manager sangat senang diberi kepercayaan untuk mengelola uang Berata
" Aku ingin kamu mendirikan sebuah perusahaan untukku, perusahaan ini kamu yg mengelola. Aku ingin membantu orang orang di provinsi ini menjadi lebih sejahtera dari sebelumnya, perusahaan ini haruslah menjadi perusahaan yang diisi oleh orang orang yang berbakat di bidangnya"
Manager Bank terkejut,tak menyangka keinginan Berata yang begitu ambisius
"Baik tuan, tapi membuat perusahaan yang baru bukanlah jalan yang mudah dan akan membutuhkan waktu yang sangat lama untuk bisa.menguasai pasar"
"Lalu apa saranmu?"
" Kita beli saja saham Perusahaan nasional, dengan uang yg anda miliki saya yakin kita bisa membeli perusahaan terbaik di negeri ini"
"Aku tidak mengerti hal ini, aku serahkan kepadamu"
"Baik tuan, saya akan mengurus semuanya, saya meminta akses untuk memakai 1 triliun uang anda Tuan.."
"Tidak masalah" Tapi kalo kamu menipu aku atau curang.. Aku akan menjadi dewa kematianmu"
"Aku tidak berani tuan," Menunduk dengan hormat
"Aku menunggu berita baikmu" Lalu bangkit meninggalkan ruang Manager.
Melihat Berata keluar, seluruh Teller dan petugas keamanan yg ada di Bank menunduk dengan hormat
"Terimakasih sudah menolong kami"
Setelah kejadian perampokan, bank ditutup untuk 1 hari.
__ADS_1