
10 Tahun kemudian
10 tahun Berata menghilang, Kapten Sagara yang menjadi saksi terakhir yang melihat Berata juga bingung menjawab semua pertanyaan dari semua teman dan keluarga Berata.
10 Tahun PT INS sudah termasuk dalam 100 perusahaan yang paling berpengaruh di dunia dengan jumlah kekayaan hampir 50 Trilyun rupiah. Me&You Café yang dikelola mbak Maya bahkan sudah ada di selruh kota kota besar di Indonesia, PT Bali Sutrepti mampu menjadi perusahaan Nirlaba terbesar di Bali.
Dalam 10 tahun Komplek olahraga megah sudah berdiri di kampung Berata, Berata Sport Center menjadi tempat TC team PON Bali karena fasilitasnya lengkap.
Dalam 3 tahun belakangan ini, Nama Indonesia dimata dunia juga sangat harum karena ada satu Divisi pasukan Garuda yang diberi sandi JATAYU yang berhasil menjadi divisi elit dunia. Beranggotakan 100 orang. Pasukan ini berada langsung dibawah komando Presiden. Yang bisa bertugas didalam dan luar negeri. Pasukan Jatayu ini beranggotakan seluruh angkatan bersenjata dan polri dengan seleksi yang sangat ketat.
Dan komandan Pasukan Jatayu ini adalah BERATA, Selama 10 Tahun Berata sudah melatih 99 orang pasukannya dengan pribadi. Dan kemampuan mereka semua sudah diatas para Gagak. Terutama 3 orang komandannya. Mereka tidak ada yang dipanggil dengan Nama, termasuk Berata, Berata dipanggil Komandan Jatayu.
3 teamnya dibagi menjadi team merah, Kuning dan Biru, masing masing beranggotakan 32 orang. Setiap anggota team jatayu memiliki kekuatan untuk mengalahkan 100 orang pasukan musuh.
Team Jatayu baru saja menyelesaikan misinya untuk membebas kan sandera warna negara Indonesia yang disandera perompak Somalia. Semua team sudah dikembalikan kerumah masing masing. Dan berata memutuskan untuk pulang menemui ibunya.
Melihat Berata ibunya menangis haru, lebih dari 10 tahun dia tidak melihat berata. Berata tampak jauh lebih dewasa dan matang, hanya satu yang hilang dari Berata, Senyumnya. Dan ibunya pun tau semua yang dialami saat ini oleh Berata.
Bintang sudah tumbuh menjadi gadis yang cantik, sekarang dia sudah menjadi Dosen di Pendidikan guru Undiksa. Melihat berata, Bintang yang baru pulang kuliah, langsung melemparkan tas nya dan berlari kepelukan Berata.
“Kakak… kakak” Bintang menangis Haru, jangan pergi lagi kak, tolong jangan pergi lagi, kakak tau bagaimana rindunya kami pada kakak”
Berata pun hanya diam, tanpa ekspresi, memeluk Bintang dan mencium rambutnya, “Kakak tidak akan pergi lagi”
Bintang melihat perbedaan dari kakaknya kini tapi dia tak perduli karena tahu di hati Berata masih ada Anindya yang membuat Kakak nya belum bisa tersenyum.
Berata menemui Kakek Banaspati dan Macan Kumbang di atas bukit. Ternyata macan kumbang itu adalah binatang gaib yang bisa berada didalam nyata dan dunia gaib. Setelah melihat semua yang ada di kampung halaman, berata ijin untuk kembali ke Denpasar.
Yang pertama dia temui adalah dr.Sarah. mendapat pemberitahuan dari reception bahwa ada orang bernama Berata menunggunya di Lobby, dr. Sarah langsung menghentikan meeting dan langsung turun ke lobby.
Tak malu dan menghiraukan pendapat orang lain dr. Sarah berlari di koridor dengan cepat ketika melihat memang Berata yang menunggunya. Sampai didepan Berata dia berhenti sambal terengah-engah kemudian menampar Berata “Plak, beraninya kamu datang setelah sekian lama”
“Maaf”, Kata Berata
“plak” tamparan sekali lagi diberikan dr. Sarah “Itu untuk lelaki cengeng yang tidak aku kenal”, lalu dr. Sarah memeluk Berata dengan erat sambil menangis tersedu.
Sekretaris dr. Sarah kemudian menghampiri. “Dokter, mungkin sebaiknya kita keruang kerja saja”
Dengan masih menangis Sarah melepas pelukannya ke Berata dan mengajak berata keruang kerjanya
“Kemana saja kamu sebenarnya 10 tahun ini Berata”
“Jangan tanyakan aku kemana Sarah, aku pergi kemanapun kakiku mau melangkah. Aku pergi melihat dunia, aku sudah pergi hampir kesemua belahan bumi ini, aku bertemu dengan banyak orang.” Berata terdiam
“Tapi kamu tidak menemukan Anindya bukan” Tanya Sarah
Berata hanya mengangguk.
Dokter Sarah berjalan kebelakang berata, memeluk berata yang sedang duduk di sofa dari belakang dan mencium rambut berata, Rasa sayang ingin memiliki sarah sudah berubah menjadi sayang seorang kakak kepada adiknya, karena dia tau dia tidak akan bisa menyingkirkan Anindya dari hati Berata.
“Aku mengerti kesedihanmu, kamu jangan putus asa, jika dia memang untuk kamu, dia pasti akan datang untukmu”
Berata lebih banyak diam, Sarah pun melihat perubahan yang drastis dari Berata, hatinya sangat sedih, “Ternyata luka itu terlalu menyakitkan untukmu “
Berata lalu bangkit dan melepaskan pelukan Sarah, “Terimakasih” menundukkan kepalanya dan masih tanpa ekspresi.
“Berata, Aku sudah bertunangan Dengan Quinton, sebentar lagi kami akan menikah” Kata Sarah
“Aku Bahagia untuk kalian”, kata Berata lalu pergi meninggalkan Sarah.
Setalah dari Sarah, Berata pergi ke kantor cabang PT INS, dia tau kalau Quinton sedang meeting di Cabang Denpasar
Kantor PT INS saat ini sudah 3 x lebih besar setelah Quinton membeli Lahan di areal Sunset road. Saat dia masuk, dia sudah disetop oleh Satpam yang berjaga untuk meminta ID tamu. Lalu menelpon kepala keamanan.
Tak begitu lama terdengar suara yang keras , “Mana orang yang bernama Berata”
Berata melihat ternyata Kepala keamanan PT INS cabang Denpasar adalah Dimas dan wakilnya Anto. Melihat Dimas dan Anto, kenangan berata kembali ke sepuluh tahun lalu, kedua orang inilah yang membuatnya terpisah dari Anindya
__ADS_1
“Hahaha setelah berdoa lama akhirnya aku bisa menemukan kamu, kamu hampir saja bisa membuat aku masuk penjara, kebetulan sekali kamu ada disini, jadi aku bisa menuntaskan dendam lama” kata Dimas
Anto dan Dimas membawa tongkat listrik dan memukul berata, tapi Berata yang kemarahannya memuncak langsung menendang Anto, mematahkan kakinya dan melemparkan anto sampai kedalam ruang receptionis, dan kaca tempered Glass yang ditabraknya hancur berkeping keeping. Anto pun tewas ditempat
Tak sempat bereaksi Berata memukul dada Dimas, tulangnya cembung kebelakang, langsung Dimas diam tak bergerak, tumbang dengan mulut berdarah dan tewas ditempat
Semua berteriak ketakutan, lalu reception menelpon Polisi . mendengar keributan dan kepanikan orang kantor, meeting pun di bubarkan, dan Quinton ikut keluar dari ruangan menuju pintu depan. Melihat Berata dia terkejut lalu berlari menghampiri Berata.
Selamat Siang Tuan, setelah 10 Tahun akhirnya tuan muncul kembali, saya sangat merindukan anda”, lalu memeluk Berata
“Quinton”, kata Berata
Lalu Quinton melepaskan pelukannya, “Maaf saya terlalu senang melihat anda Tuan”
“Aku mau bertanya, mengapa orang orang seperti mereka bisa bekerja di tempatku”
“Mohon maaf Tuan, saya akan cari tau, dan orang yang terlibat pasti mendapatkan hukuman”, kata Quinton
Tentulah yang paling gemetar adalah Kepala Cabang PT INS Denpasar, kerena Dimas adalah keponakannya, dialah yang memasukkan mereka ke perusahaan. Dan selama Dimas Bekerja selalu membuat onar tapi tidak ada yang berani menegurnya karena Dimas Suka melakukan kekerasan.
Berata masuk kedalam kantor kemudian memperkenalkannya kepada Para Karyawan. “Semuanya, Ini Adalah Tuan Berata pemilik PT INS yang selama ini sangat ingin kalian Lihat. Semua karyawan bertepuk tangan, tapi ada pula yang ngeri karena melihat Berata baru saja membunuh 2 orang.
Berata masuk keruangan Kepala cabang dan hanya mengundang Quinton yang masuk.
“Quinton, aku berterimakasih kamu sudah menjaga perusahaan ku. Aku berencana menyerahkan Perusahaan ini kepadamu saja”, kata Berata
“Tuan Aku tidak mau, perusahaan ini terlalu besar untukku, dan aku pun tidak berhak memilikinya, apa yang aku terima selama ini bekerja dengan anda sudah lebih dari cukup, jadi saya akan mengelolanya untuk anda.”
“Anggap saja itu hadiah pernikahanku kepadamu Quinton”
“Terimakasih, tapi aku tetap tidak mau, aku juga tidak kekurangan uang dan aku senang bekerja untuk anda.”
“Kamu memang keras kepala, aku mau kamu membereskan kekacauan tadi “
“Baik serahkan padaku”
“Berata setelah 10 tahun kita tidak bertemu mengapa justru kekacauan saja yang kau bawa”, kata kapten Sagara
“Mereka pantas mati”, tanpa ekspresi
“Tapi dalam hukum kita tidak boleh main hakin sendiri”
“Mereka yang menyerangku terlebih dahulu”
“Tapi kamu tetap tidak bisa membunuh orang dengan seenaknya”
“Aku punya ijin membunuh”, lalu menyerahkan sebuah kartu emas berlambang Garuda
“Pasukan Garuda resimen JATAYU” mata Kapten Sagara terbelalak
“Kamu Kah itu Berata?”
“Apa aku perlu memanggil semua anak buah ku kemari”
“Tidak, tidak, memang Resimen Jatayu memiliki License to Kill yang memungkinkan mereka bertindak dulu, demi keamanan semua orang”
Kapten Sagara memeluk Berata”, aku tau kamu bukan orang sembarangan”
“Bagaimana, apakah aku akan ditangkap??”
“Tidak Berata, tapi aku akan melaporkannya terlebih dahulu kepada atasan.
Kapten Sagara mengembalikan kartu Nama Berata dan meninggalkan Kantor PT INS.
Berata kemudian meninggalkan PT INS menuju Me&You Café 1. Semua karyawan sangat gembira melihat Berata, Mbak Maya yang sedang menerima tamu pun pamit sejenak dan pergi kearah Berata.
“Berata bagaimana keadaanmu”
__ADS_1
“Aku Baik saja mbak”
“Kamu kemana saja, kami semua merindukanmu disini”
“Aku pergi kemana angin bertiup dan kemana kakiku melangkah Mbak” pandangan berata ke langit sambal menghisap rokok
“Berata, mbak ngerti kesedihan kamu, tapi yakinlah jika memang kalian dijodohkan, kalian akan dipertemukan kembali oleh yang kuasa”
“Terimakasih mbak, tapi aku ingin membahas hal lain kepada mbak”
“apa itu Berata”
“Aku ingin menyerahkan Café in kepada mbak Maya, café ini aku tidak ikut ambil bagian, semua adalah jerih payah Mbak Maya”
“Berata Apa yang aku terima sudah lebih dari cukup . mengurus 50 cabang Café ini sudah memberiku pemasukan yang luar biasa, aku tidak menginginkan yang lebih lagi”
“Mbak menolak saya??”
“Tentu Berata, aku menolaknya”
“Kalau begitu, bantu aku, Berikan juga saham kepada semua karyawan, baik itu tukang cuci piring sekalipun”
“Kamu memang baik Berata, hanya satu yang berubah darimu, hilangnya senyummu”
“Baik Mbak, aku pergi, tolong jaga tempat ini, jika sanggup bukalah lebih banyak, carilah dan pekerjakan orang orang hebat untuk perkembangan usaha ini, karena hanya ini yang bisa saya lakukan untuk membantu mereka “
“Terimakasih Pak Berata, semua karyawan menghormat ke Berata”
Berata tadi sudah di telpon oleh Damar yang memberi tahu bahwa rumah kontrakan Berata sudah dibeli oleh Ibunya, dan dijaga sehingga masih seperti waktu berata tinggalkan, cuman kuncinya yang diganti dengan kunci modern.
Berata menghabiskan waktu berkeliling kota Denpasar, dia datangi setiap tempat yang memberinya kenangan bersama Anindya, waktu sudah pk. 10 malam, tak sengaja kenangan membawa berata menuju rumah Anindya. Sampai di depan rumah, Berata melihat rumah tersebut dalam keadaan terawat dan terang. Berata masih melihat pintu rumah terbuka, dia memberanikan diri untuk mendekati rumah dan masuk halaman rumah.
Didepan pintu masuk dia berdiri mematung. Lalu keluarlah seorang laki laki berparas Asing.
“Hei, who are you , It’s late night, what are you looking for in my house”
“I am Sorry to disturb you, but I Know who was live in here”
“Pardon me, What's your name”
“I Am Berata”
“Are you sure, You re Berata???” bule itu tampak terkejut
“Darling, Come here quickly please”
Jantung berata berdebar-debar, apakah dia melihat Anindya, apakah bule ini suami Anindya.
Dari Pintu keluarlah sesosok Gadis cantik yang sedang mengandung hampir 7 bulanan, sosok yang dia begitu kenal.
“Kak berata”, gadis itu memeluk Berata, “ akhirnya aku bisa menemukan kakak, 1 tahun belakangan ini kami selalu mencari keberadaan kakak, kakak seperti hilang ditelan bumi”
Berata melepaskan pelukan gadis itu, “Ditha, Apakah Anindya Disini”
“Masuk dulu kak, kita bicara di dalam”, Kata Aninditha
“Perkenalkan, ini Jason Suamiku, Kami baru pindah bulan lalu ke Indonesia, selama ini kami tinggal di Amerika, Jason mendapat pekerjaan Di Indonesia, jadi kami memutuskan untuk tinggal disini saja”
“Ibu Bagaimana?”
“Kak, ibu sudah meninggal tahun lalu,”kata Anindtha
“Ibu sudah meninggal” Berata Terkejut
“Iya Kak, oleh sebab itu Ditha mohon demi ibu, maafkan ibu” lalu Anindita bercerita semua hal yang telah terjadi termasuk poto itu adalah rekayasa Ibu supaya Anindya mau pergi ke Amerika
Berata diam, kemudian menarik nafas,” Ibu Agung adalah ibu kakak juga, ibu tak pernah salah, ibu hanya melakukan yang terbaik untuk Dya dan kakak" Kata Berata
__ADS_1