Berata, Pendekar Tak Tertandingi

Berata, Pendekar Tak Tertandingi
Bab 31. Graduation


__ADS_3

Tak menunggu lama, 3 hari kemudian Yan Botak mengajak pemilik tanah disebelah Café Berata datang Ke Café Berata.


Ternyata pemiliknya dari Surabaya, dijemput langsung oleh Yan Botak, Pemilik tampak Ketakutan dengan Yan Botak.


“Selamat pagi pak Berata, saya pak Wibi pemilik tanah disebelah Café anda”, sambil menjabat tangan Berata.


“Bapak selama ini dimana saja, saya sudah mencari info kemana-mana tentang tanah ini tapi tidak menemukannya”


“Maaf pak Berata, saya sebenarnya sudah putus asa mau menjual tanah ini, makanya saya tidak pernah kemari”


“Kenapa bisa seperti itu pak?”, kata Berata


“Tidak ada yang mau membelinya pak, takut buka usaha banyak palakan-nya”, sambil menoleh Yan Botak ketakutan


“Hahaha... itu tak akan terjadi lagi Pak Wibi, saya perlu tanah ini untuk perluasan usaha kami, bapak mau menyewakan atau dijual”


“Saya tidak berharap banyak dengan tanah ini pak Berata, Kalau bapak mau Silahkan beli saja tanah ini dengan Harga beli 15 tahun yang lalu”


“Kenapa bisa begitu pak, kan sekarang harganya sudah naik”


“Buat apa pak Berata, tanah ini sudah jadi beban untuk kami, tiap tahunnya harus bayar pajak bumi, tapi disewakan dengan harga murah pun tak ada yang mau”


Berata memandang Yan Botak, Yan Botak hanya menunduk saja, tak berani berbicara “Kamu sudah keterlaluan sekali, membuat orang tak bisa berbuat apa apa”


“Begini saja Pak Berata, 15 tahun lalu saya beli tanah ini per are nya 100 juta, totalnya ada 25 are lebih, bapak bayar saya 25 are x 100 jt saya iklas”


“Jangan begitu pak, saya akan bayar tanah bapak semuanya 5 Milyar, semua biaya notaris dan balik nama saya yang akan menanggungnya, bapak terima bersih 5 milyar dan ingat jangan memberi orang ini sepeserpun, saya yang bertanggung jawab”, kata berata sambil menunjuk Yan Botak


Pak Wibi sangat terkejut, “Pak Berata terimakasih, terimakasih sekali, akhirnya saya bisa menjual tanah ini, kami akan segera mengurusnya”


“Bapak tunggu disini, saya mau urusan ini selesai hari ini juga”, Berata lalu menelpon Quinton untuk segera menyelesaikan transaksi.


“Jangan lupa Quinton, dalam 1 bulan Café ini harus sudah beroperasi, lakukan dengan baik dan jangan lupa mengurus semua ijinnya”. Lalu menutup telpon


Yan Botak dan Pak Wibi hanya bisa bengong melihat Berata yang tampak superior dimata mereka


“Yan Botak, saya minta kamu menjaga proyek pembangunan ini, kamu mau??”


“Mau .. Mau berata, saya akan menjaga café ini dan proyek pembangunannya”


“Terimakasih, saya pamit, saya masih ada pekerjaan lainnya”


Sepeninggalan Berata pak Wibi yang penasaran dengan Berata lalu bertanya ke Yan Botak dan hanya di jawab, “Siapa dia bapak tidak perlu tau, yang cuman bapak harus tau hanyalah Berata ini orang yang tidak akan mampu kita singgung”


Tibalah Hari graduation SMU Anindya, Setiap siswa diperbolehkan untuk mengajak 1 orang pendamping dari keluarga. Karena Aninditha sudah mengajak ibunya, satu slot lagi diberikan kepada Berata.


Acara Graduation dilaksanakan Di Ballroom Hotel Grand Bali Beach. Berata sebelumnya datang ke rumah Anindya dengan menggunakan Motor lalu naik mobil Anindita menuju Hotel. Berata menurunkan Ibu Agung dan 2 bersaudara itu di Lobby dan mencari Parkir, ternyata parkiran sudah penuh sekali , untungnya ada tempat yang masih kosong.


Segera dia mau memarkirkan mobilnya , pas mau masuk ada sebuah mobil yang ngebut di depannya dan terus membunyikan klakson. Berata dengan cuek tetap parkir. Setelah parkir dan keluar dari mobil, dia di datangi pengendara mobil. Dan bicara “Cepat kamu pindahkan mobilmu”

__ADS_1


“Maksud anda??”


“Cepat pindahkan mobilmu, aku mau Parkir”


“Saya yang melihat tempat parkir ini terlebih dahulu”, kata berata cuek


“Mobilmu kan murahan, kamu parkir disana saja, aku yang parkir disini, kamu disana saja” sambil menunjukkan tempat yang cukup jauh dari tempat itu”


“ Kamu saja yang parkir disana , aku tak punya waktu” kata Berata cuek lalu pergi


Seketika orang tersebut mau memukul Berata, berata mengelak lalu menamparnya sampai jatuh dan pergi meninggalkan .


Sepeninggalan Berata pengendara tersebut kesal lalu dengan sengaja parkir di depan mobil Berata dan hanya memberikan jarak hampir 20 cm saja. Sehingga kalau Berata mau keluar pasti harus menunggu dia.


Berata masuk ke area Ballroom, ternyata ada banyak sekali meja dia bingung mencari keberadaan Ibu Agung. Sehingga akhirnya di bantu petugas Usher dan ternyata Ibu agung duduk di meja kehormatan karena Anindya adalah lulusan siswa terbaik tahun ini.


Berata menuju meja kehormatan, 1 meja terdiri dari 6 orang, berarti ada 3 keluarga yang duduk bersamaan. Ternyata meja disebelahnya adalah meja undangan VIP dimana sudah ada Pak Gubernur dan Maharani dan Quinton. Lalu Berata memberi isyarat kepada Maharani dan Quinton untuk tidak datang kemejanya.


Dalam satu meja, Bu Agung dan berata, kemudian seorang tua gendut berdasi di temani pemuda yang gagah, disebelahnya lagi ada seorang ibu dan gadis seumuran Berata yang sedari tadi terus memandangi berata


Lalu laki laki Gendut itu memulai pembicaraan , saya Direktur PT Indonesia Trans Shipmen, perusahaan Pengiriman terbesar di indonesia, saya sengaja datang untuk Graduation putra bungsu saya , ini Joni putra saya sekarang sedang sekolah pilot” katanya dengan Bangga


Yang disebelah seorang ibu yang Berpakaian glamour, Putri bungsu saya sekarang Graduation, ini Putri sulung saya Mahadewi, artis papan atas Katanya dengan sombong


Mendengar kata Mahadewi, berata sedikit teringat saat jumpa fans bersama Anindya, kemudian melirik sebentar, “Benar, ternyata memang dia “, gumam berata


“Kalau ibu usaha apa?” kata pemuda itu


“ O Saya cuman punya warung kecil, ini Putra saya sambil menunjuk Berata” berkata dengan Santai


“Wah nyumbang berapa untuk acara ini kata bapak gendut?”


“anak saya tidak ada minta uang ke saya” kata bu agung dengan kesal


“Kalo saya nyumbang 100juta, kata bapak itu, si ibu glamor juga gak mau kalah, “saya juga nyumbang 100 juta”


“Kok bisa ya tidak menyumbang bisa duduk disini, padahal kata panitia, kalau menyumbang 100 juta bisa duduk di meja VIP” dengan tidak senang


Si Bapak gendut dengan tengil memanggil Panitia, menanyakan kenapa Berata dan Bu agung bisa duduk di meja VIP. Mendengar jawaban panitia lalu dia berbalik ke meja


“Ohhhh anaknya lulusan terbaik ya... beruntung nya bisa duduk di meja VIP” Kata Bapak gendut


Bu Agung Mau bangun dan pergi dari meja, ditahan Berata “Ibu duduk saja , jangan dengarkan Mereka”


Berata sedikit kesal lalu berbicara “menurut anda, anda layak duduk disini karena sumbangan anda??”


“Iya dong, saya berhak disini” kata lelaki gendut, “kamu lihat anak saya calon pilot, lihat kamu, paling sehari hari cuman melayani pembeli di warung kecilmu”


“Hahah anda memang hebat, apa nama perusahaan anda ? “

__ADS_1


“Indonesia Trans Shipment” jawabnya bangga


“Saya bisa membuat anda jatuh miskin “ kata berata pelan


“Hahah, mimpi disiang bolong anak muda”


“Hei , kamu Berata kan? Kamu tidak ingat saya?, kamu kan yang datang bersama adik kecilmu?, Albumku Beyond Dream sudah keluar dan Adik kecilmu ada di sampul albumku” kata Mahadewi tersenyum


“Terimakasih” kata berata lalu mengabaikan Mahadewi ijin kepada bu agung ke kamar kecil”


Berata kemudian menelpon Quinton, “Kamu tau Perusahaan Indonesian trans Shipment?”


“Saya tau Berata”


“Selidiki perusahaan tersebut, pemiliknya siapa??”


“Pemiliknya Anda Tuan” kata Quinton tak mengerti


“Apa itu perusahaan saya??”


“Benar tuan Berata itu salah satu anak perusahaan PT INS”


“Apakah direkturnya seorang lelaki Gendut”


“Iya... tuan”


“Sekarang menolehlah ke sebelah kananmu, apakah itu dia???”


“ Ya berata, Pak Lukman, Direktur PT Indonesia Trans Shipment”


“Sebelum acara ini berakhir, aku kamu dia dipecat “


“Baik tuan” , Quinton tak membantah, karena dari sifat berata pasti lukman sudah melakukan hal yang salah


Saat Berata mau kembali ke meja, ternyata Mahadewi sudah menunggunya


“Kamu sombong sekali sih?” kata mahadewi


“Aku hanya tidak mau terlihat dekat dengan Artis, nanti kamu kena imbas bersama orang miskin seperti aku”


“eh aku tidak ikut ikut lho”


“ tidak apa, jangan dipikirkan”


“Kamu sedikitpun tidak tertarik padaku Berata??”


“Maaf aku sudah punya pacar”, lalu Berata melangkah pergi meninggalkan Mahadewi yang sedang bengong tak percaya


"Laki laki yang menarik, biasanya semua laki laki akan berebut dekat dengan ku, tapi laki laki ini berbeda" kata Mahadewi dalam Hati

__ADS_1


__ADS_2