
Sampai di Gramedia ternyata sudah ramai sekali... Seperti nya ada jumpa fans salah satu artis Remaja, mereka yg datang semua seumuran Anindya.
"Dya . Kita gak beli buku kesini??" Kata Berata
Anindya tersenyum tak bersalah, "maaf kak, Dya bohong.. Dya.. mau melihat artis idola Dya, Dya mau kakak nemenin Dua" sambil memeluk tangan Berata
"Dya.. dya.. ini yg terakhir kali kamu boleh bohong ya... Kamu harus jujur tidak boleh berbohong dengan siapapun"
Anindya yg merasa bersalah , menunduk diam, dan mau menangis, Berata yang melihat langsung mengangkat Dagu Anindya
"Jangan menangis, hari ini kakak temani" sambil mengucek rambut Anindya
Akhirnya acara dimulai, ternyata Mahadewi artis yang sedang naik daun.
🎹 "Kau membuat hariku terasa indah, setiap ku memikirkan kamu terasa manis seperti permen yg paling manis"
Untaian lagu yang mendapat aplaus yg luar biasa dari audience, termasuk Anindya.
Dia memeluk lengan Berata, menyandarkan kepalanya di bahu Berata.
Berata mendengar kan semua kata Hati Anindya, dia heran, kenapa dia bisa mendengar kan kata hati Anindya
"Terima kasih semuanya, kalian luar biasa" kata Mahadewi
"Sekarang aku mau ngasi hadiah kepada fans yang beruntung untuk naik keatas panggung dan berfoto secara eksklusif dengan aku.. dan akan masuk dalam cover album baru ku "Beyond Universe"
Semua bersorak-sorai..
"Aku.. pilih aku" teriak histeris para fans
"pilih aku..." Semua semakin histeris minta dipilih oleh Mahadewi
"Tenang... Sekarang akan aku pilih nih... Pilihan jatuh pada...."
Semua orang berdebar-debar menunggu siapa yg dipilih... Hanya satu yg tidak berdebar dan santai yaitu Berata
"Pilihanku jatuh pada .. cowok ganteng berbaju biru" sambil menunjuk Berata.
Berata yang tidak tau terpilih masih tetap santai, semua orang menatapnya.. termasuk Anindya.. Berata bingung mengapa semua orang memandang dia dengan iri
"Kak Berata.. kakak beruntung . Kakak dipilih Mahadewi untuk berfoto bersama" sambil menarik narik tangan Berata
Berata memandang Mahadewi, lalu dengan gerakan tangan menunjuk dirinya sendiri
"Ya kamu... Cowok ganteng yang beruntung, mari naik panggung dengan aku" kata Mahadewi
Berata menggelengkan kepalanya , audience semakin tidak sabar.. "cepatlah naik.. kalo gak mau biar aku saja" kata orang-orang disekitarnya..
"Aku tidak tertarik.., kamu saja yg naik" membisik ke Anindya
"Aku tidak akan naik, biarkan adikku saja yang naik" kata Berata
"Kamu menolak aku?? Bahkan kamu boleh mencium pipiku lho kata Mahadewi menggoda"
"Aku tidak tertarik, biar adikku yang naik" kata Berata
Senyum dibibir Anindya menghilang "aku hanya adik bagimu kak" suara pelannya tak terdengar orang lain, tapi Berata mendengarnya.
Berata jadi canggung, dia tak ingin menyakiti Anindya tapi kata kata kata Ibu Agung masih berbekas di hatinya
"Kalo kamu menolak ku, baiklah.. adikmu boleh naik bersamaku" kata Mahadewi
Anindya masih sedih tak beranjak dari tempatnya . "Dya naiklah... Kan dia artis idolamu" kata Berata sambil tersenyum.
__ADS_1
Dengan berat hati dia naik, senyumnya pun tampak dipaksakan.
Tampak kerumunan merasa iri dengan Anindya yg terpilih,. Tapi ada sepasang mata yg mengawasi Berata, dan Berata pun tau di sedang diawasi
"Oh ternyata kamu mau bermain keras dengan aku, Anindya akan jadi milikku bukan kamu" kata pengintai itu dalam hati
Saat magrib Setelah konser berakhir Berata mengajak Anindya di sebuah resto cepat saji, Anindya tampak murung, tak ada senyum di wajahnya
Berata yg merasakan perubahan Anindya tampak tersenyum
"Kenapa kamu manyun begitu, kamu jelek kalo cemberut tau..."
Anindya masih tetep diam saja
Berata menggeser kursinya mendekat kepada Anindya "kamu kenapa Dya..? Kenapa kamu jadi pendiam begini?"
Anindya menatap Berata, ada bulir bening mengalir dalam di pelupuk matanya, sambil menggenggam tangan Berata dia berkata " apakah aku hanya adik bagimu kak?"
Berata terhenyak, tiba tiba perkataan Bu Agung terlintas dalam pikirannya
"Dya.." sambil menggenggam tangan Anindya " kakak bukan siapa siapa... Kakak gak punya ayah dan ibu, kakak tak layak bagimu" dengan terpaksa Berata berkata seperti itu mengingat pesan Bu Agung
"Kenapa kak, kenapa Kakak bilang tidak layak bagi Anindya?"
" Dya.. kamu orang yg mampu dan kaya sedangkan kakak orang yg tidak punya, kamu masih kecil Dya.. nanti kamu akan bertemu dengan orang yang lebih sempurna dan pantas untukmu"
"Tapi aku menyukai kakak, sampai kapanpun Dya akan menunggu kakak, Dya akan tunggu kakak sampai kakak jadi orang yg berhasil.. Dya yakin kakak mampu"
"Dya . Maafkan kakak.. saat ini Dya adalah adik kakak yg kakak kasihi"
Anindya Bagun dari tempat duduk dan berjalan
"Mau kemana Dya" kata Berata
"Toilet" tak menghiraukan Berata
Berata yg menunggu hampir 15 menit, bingung kenapa Anindya belum juga keluar. Setelah menunggu beberapa lama, dia mencari petugas kebersihan bertanya tentang Anindya.. tapi dijawab tidak ada siapa yg sedang memakai toilet wanita
Kemudian Berata keluar dari resto, dia menelpon Anindya tapi HPnya mati
Sementara itu.. setelah naik taxi dia menyuruh sopirnya menuju rumah pamannya di daerah Nusa Dua. Hari sudah malam, tak sadar Hpnya lowbat dan dia tertidur di kursi belakang taxi
Sopir taxi yang melihat Anindya tertidur malah mengarahkan mobil ke tempat lain yg sepi dan jauh dari rumah penduduk..., Dia masuk kesebuah halaman rumah kosong , mematikan lampu mobilnya, sopir kemudian keluar mobil menelpon seseorang
"Det.. kamu datang ke markas kita.. bawa teman teman.. kita pesta... Aku dapat mangsa . Anak SMA.. cantik banget" kamu cepat kesini"
Dilain tempat.. Berata yang kebingungan akhirnya menelpon Bu Agung menanyakan Anindya. Bu agung marah besar " Ibu mempercayakan Anindya kepadamu tapi kamu lalai"
"Maaf Bu, tadi Berata berbicara supaya Anindya berhenti untuk menyukai Berata tapi Anindya marah dan pergi tanpa memberi tahu"
"Kamu harus bertanggung jawab, kamu harus menemukan Anindya" Bu agung merasa bersalah
Sedangkan Anindya dalam tidur nya bermimpi ibunya membangunkan dia, dan dia terbangun perlahan.. menoleh keluar tampak gelap.. dia terkejut kemudian samar sama Dia mendengar percakapan orang orang
"Duh.. lama banget si Petruk.. gak tau barang bagus nie"
"Kita mulai aja dulu, biar dia belakangan.. siapa suruh dia terlambat .
Tiba tiba pintu penumpang terbuka Anindya yang belum sadar sepenuhnya terkejut, tangannya ditarik keluar
Anindya berteriak.. meronta ronta, "lepaskan aku .... Akhirnya dia menendang orang yang menariknya kemudian menutup pintu dan mengunci dari dalam.. dengan cepat mengunci pintu mobil yang lain...
"Buka pintunya, cepat"
__ADS_1
Anindya menangis.. "Kal Berata.. tolong Dya.. tolong kak . Dya takutttt"
Berata tiba tiba terkejut mendengar Suara Anindya, "Dya.. kamu dimana.. Dya.."
Lagi terdengar suara Anindya "kak Berata Tolong.. tolong kak Berata"
Berata yg sedang naik motor, lalu berhenti mencari tempat sepi, Kebetulan ada semak belukar yang tinggi, Berata memarkir motornya kemudian masuk ke dalam semak belukar...
Dia merapalkan Ilmu Sapta Buana , ilmu ini bisa membuatnya menembus ruang dan waktu, dalam sekejap bisa. Berada dimana saja.. tetapi ilmu ini memerlukan Tanaga dalam yang besar dan perlu pemulihan dan setiap dia mengunakan ilmu ini, beberapa helai rambutnya akan berubah putih... Walaupun bisa berada dimana saja dalam sekejap dia bingung kemana dia akan pergi
Kemudian dia menggunakan mata batinnya untuk mencoba mencari dimana Dya berada, dia melihat dengan samar...dimana Dya berada..
Sementara itu... Sopir taxi berhasil memaksa Anindya keluar mobil dengan memecah kaca.
Dya sedang terduduk menangis ..pakaian bagian atasnya sudah robek robek akibat dipaksa, dia menggigit bahu orang yg hendak memperkosanya.
"Bangsat... Gadis kecil kurang ajar... Aku bunuh kamu" kemudian dia mengambil parang dan hendak melukai Anindya, tangannya terayun keatas
Anindya berteriak... "Kak Berata.. tolooong"
Bug .. krak... terdengar suara tubuh yang terpukul dan suara Tulang retak
Anindya melihat Berata di depannya.. dan orang yg hendak menebasnya sudah meringkuk kesakitan
"Kak Berata", Anindya bangkit dan memeluk Berata
"Kamu tidak apa apa Dya.."
"Aku baik kak, aku menggigit pundak nya saat dia mau memperkosa Dya..." Sambil menangis
Muka Berata merah... Tubuhnya bergetar.. "Mati" sambil berkata dia menendang sopir taksi yang sudah meringkuk kesakitan sampai terlempar 10 meter.. jatuh langsung tak bergerak
Salah seorang temannya menghampiri dan memeriksa nafas temannya ."sudah mati..sudah mati" tubuhnya bergetar keras dan ketakutan "kau... Kau membunuhnya..."
Tepat setelahnya sebuah mobil berhenti dan 5 orang berbadan besar keluar dari mobil,
"Bos.. bos.. kamu datang, lihat Hendra sudah mati dipukul anak ini"
"Kamu kurang ajar.. berani membunuh adikku, aku Walung Wesi tak akan memberikan kamu kesempatan hidup lagi"
Walung Wesi mengeluarkan 2 buah pedang panjang.. kemudian dia memukul mukulkan pedang di dadanya... Menggorok lehernya sendiri tapi tidak satupun terluka
Anindya yang melihat ketakutan.. 'Kak Berata aku takut kak.. "
"Tutup matamu, jangan buka sampai kakak memintamu"
Sementara itu Walung Wesi dan 4 orang temannya maju, masing masing membawa pedang... Berata geram.. bergerak maju tak sampai 10 detik Walung Wesi dan 4 temannya jatuh... 4 orang diam tak bergerak... Walung Wesi mencoba bangkit..
"Kurang ajar.. anak kecil siapa kamu, taukah kamu siapa aku.. aku anak buah Kolapaksa penguasa bawah tanah kota ini"
"Siapapun kamu aku tak perduli.. dewa sekalipun yg datang aku akan membunuhnya" maju kearah Walung Wesi
"Apa mau kamu... Jangan dekat dekat" kata Walung Wesi
Belum selesai berkata terdengar suara krak.. kaki Walung Wesi patah diinjak Berata
"Kamu mungkin kebal senjata tapi tulangmu rapuh"
"Argh... Ampun... Ampuni aku... Aku berjanji tak akan pernah mengganggu kamu lagi"
Bug... Berata menendangnya dan Walung Wesi pingsan di tempat,kemudian Berata melangkah ke pada teman si sopir taxi...
"Apa yang kamu lakukan.. pergi . Pergi ... Aku tak menyentuh pacarmu .."
__ADS_1
"Kamu tak menyentuh adikku.. tapi kamu berdua mencoba untuk ikut memperkosanya, kamu pantas mati" Berata melemparkan pukulan ke dada teman sopir taxi... Organ dalam nya langsung hancur... Dia langsung jatuh
Berata melangkah ke Anindya, tetap tutup matamu, Berata kemudian menggendong Anindya, dan kembali merapalkan ilmu 7 Ruang.