
Malam harinya, Berata dengan menggunakan topeng gagak emas pergi kerumah pemilik toko emas yang di rampok 99Anarchi.
Didalam rumah sepasang suami istri keturunan yang sudah tua duduk termenung.
“Papa, apa yang harus kita lakukan sekarang,. Kita Sudah tidak punya apa apa lagi, semua tabungan kita sudah habis untuk membayar hutang bahan baku Perhiasan yang kita buat”
“Mungkin sudah nasib kita ma, yang penting semua karyawan kita sudah terbayar hak haknya, kita bisa memulai dari awal.. papa mau menjual rumah ini, mungkin bisa kita jadikan modal usaha, kita ngontrak saja , mengingat masa muda kita dulu ma” sambil tersenyum dan memeluk istrinya
Berata memperhatikan pasangan tua tersebut yg sedang duduk diruang tamu. mereka begitu harmoni dan mendukung satu sama lainnya, Lalu Berata melompat turun dihadapan kedua pasangan tua tersebut
pasangan itu terkejut, sang suami melindungi istrinya dengan Bangkit dan berada didepannya
“siapa kamu... , Kalo kamu mau merampok, kamu salah besar, kami tidak punya apa apa lagi” kata tuan Gunawan
“Tenang Tuan Gunawan, saya tidak sedang merampok anda, bahkan saya datang untuk membantu anda, apakah toko emas kamu dirampok bulan lalu”
“Benar, semua habis, tidak disisakan satupun dan kami sudah bangkrut sekarang”
"apakah anda ingat semua barang yang anda buat"
"pasti, karena setiap barang punya ciri khas yang hanya kami yang tau"
"baiklah, aku akan membantu anda berdua"
Lalu Berata mengeluarkan semua perhiasan dan berlian yg ada didalam cincinnya.
Pasangan tua tersebut terkejut melihat hal yang ajaib didepan matanya
“Mimpi Kah ini?? Ini kan barang barang kami yang di rampok?”
“aku menghancurkan 99Anarchi dan menemukan barang barang anda”
“ternyata anda pahlawan yang ada di koran”
mereka berdua kemudian melakukan kowtow dan berlutut dihadapan Berata
"terimalah hormat kami sebagai rasa terima kasih kami"
"bangun..bangunlah, aku tidak pantas menerima hormat kalian, apalagi anda berdua jauh lebih tua dari saya"
"tuan penyelamat adalah pahlawan yang pantas mendapat kan hormat kami"
“saya bukan pahlawan, saya hanya mau membuat masyarakat kita lebih baik”
“bagaimana kami membalas anda tuan pahlawan”
“ tidak usah, silahkan anda membuka usaha dengan baik dan jangan lupa untuk berbagi dengan sesama”
“tuan pahlawan, barang ini bukan semua nya milik saya, saya hanya akan mengambil apa yang milik saya, karena saya tau semua barang yang saya buat”
Lalu Tuan Gunawan mengambil marang yang hanya menjadi miliknya, Berata pun jadi kagum
“sudah tuan , ini semua milik saya, sisanya bukan bilik saya”
Ternyata masih banyak sisa perhiasan dan berlian yang tidak diambil. Akhirnya dia memasukkan lagi Perhiasan kedalam cincin Dewi Aisani
__ADS_1
“tuan Gunawan, apakah anda perlu tambahan modal usaha??” saya bisa membantu anda
“Anda terlalu baik Tuan, tentunya kami sangat perlu Karena sebelumnya toko sudah kami jual untuk membayar hutang bahan baku.
“baiklah, besok pagi temanku Quinton akan datang kesini untuk mengurus nya, apakah 10 milyar cukup??”
“Sudah lebih dari cukup, saya akan memberikan 80 % penghasilan toko saya” ,
“saya tidak mau 80%, kita bagi 2 saja 50-50%, untuk bagian anda, anda bisa membaginya dengan karyawan anda supaya menjadi lebih sejahtera
Lalu Berata mengeluarkan uang 10 milyar dari dalam cincin Dewi Aisani “gunakan uang ini dengan baik” jangan serakah, atau aku akan mengambilnya lagi”
“Baik Tuan penyelamat, siapa nama anda?"
Tapi ternyata Berata sudah menghilang dari hadapan mereka
“anak muda yang luar biasa ma, di jaman modern seperti ini masih ada orang baik dan berilmu tinggi ,. Yang mau menolong orang lain”
“Papa, siapa sesungguhnya dewa penolong kita ini?”
“siapapun dia, dia bukanlah orang yg bisa kita ajak main main, kau dengar tadi dia bicara kan ma.. kalo kita tidak mengelola dengan baik maka semua milik kita akan diambil nya kembali”
“Baik pa . Mulai besok kita mulai dari nol lagi untuk merintis usaha kita”
.....
Keesokan harinya. Berata mendapatkan telpon dari Damar
“Bos, satu-satu nya kandidat yang masuk adalah tuan Gubernur sendiri, sebelumnya dia terpilih karena integritas nya,. Beliau adalah seorang guru senior, saya sudah menyelidiki keuangannya, tabungan di rekening nya hanya 20 juta, bahkan tiap bulan Gubernur hanya mengambil uang gaji pokok saja, sedangkan tunjangannya dia sumbangkan untuk perbaikan beberapa sekolah.”
“ya Berata, bahkan untuk operasional nya dia masih menggunakan Astrea Prima yg jadi milik satu satunya, bahkan tidak jarang malas menggunakan mobil jabatan Gubernur”
“Bagaimana aku bisa mempercayai orang yang terlihat begitu sempurna”
“Tenang Berata, bahkan istri dan anaknya meninggalkan dia karena dia tidak mau memberikan proyek pada keluarganya”
“Baiklah kalau begitu, aku akan mengunjungi beliau nanti malam”
Berata mengintai rumah jabatan gubernur Bali, penjagaan sangat ketat, ada banyak polisi Pamong Praja yang berjaga, termasuk personil polisi berpakaian preman, mungkin ini akibat kejadian kemarin malam
Berata pura pura memasuki Paviliun utama, waktu sudah menunjukkan pk. 23:40 , ruang kerja Gubernur masih menyala, tiba tiba dia mendengar suara seperti berbisik di telinganya “masuklah, untuk apa datang kemari dengan sembunyi-sembunyi”
"ternyata Pak Gubernur orang yang linuwih juga " gumam Berata
Berata terkejut, bahkan pintu ruang kerja pun masih tertutup, tapi pemilik rumah sudah tau kedatangan nya
“Jangan kuatir, aku tidak akan menangkap mu, bahkan aku mungkin tidak akan bisa menyakiti mu” terdengar bisikan lagi
Kemudian Berata membuka pintu kayu jadi besar ruang kerja Pak gubernur, suara berderit berat terdengar
“tutuplah pintunya, mari kita berbicara, tidak akan ada yang menggangu kita disini”
Berata duduk di depan sebuah meja bundar kecil, kemudian Gubernur menyajikan teh untuknya.
“minumlah, aku tau tidak ada racun yang bisa membunuhmu”
__ADS_1
Berata tersenyum, kemudian meminum teh pemberian Pak gubernur
“terimakasih pak Gubernur, apakah anda sengaja menunggu saya?”
“sejak kejadian kemarin aku sudah menunggu kamu anak muda, tindakanmu terlalu berani, itu membuat aku kagum, pekerjaan yang tidak bisa aku selesaikan, kamu bisa menyelesaikan nya dalam semalam”
“Apakah sebelumnya anda tau siapa dalang 99Anarchi??”
“tentunya aku tau, tapi aku tidak bisa bergerak, aku bahagia bisa meminjam tanganmu untuk menyelesaikan masalah ini”
“sepertinya saya merasa diperalat oleh Pak gubernur”
“Bukan begitu , anak muda, memang sudah takdir mu untuk menjadi penyelamat negeri ini”
“Maksud anda pak?”
“Andalah anak langit yang ditunggu tunggu oleh para leluhur kita, 1000 tahun ramalan itu sudah ditulis kan”
“saya tidak sehebat itu pak Gubernur”
“jalanmu masih panjang, masih akan ada banyak halangan dan rintangan yang menghadang mu”
“Tapi aku telah membunuh beberapa orang Pak Gubernur, tapi itu karena terpaksa”
“Aku tau, tidak mudah mengalahkan kalimaya, bahkan aku pun akan mati bila berhadapan dengan dia, tapi kamu berhasil mengalahkan, dan memadamkan dendam pedang Kalinyamat, kamu sungguh luar biasa”
“terimakasih Pak Gubernur, pujian Anda terlalu berlebihan, saat ini saya hanya datang dengan 1 tujuan”
"kamu harus waspada, Kalimaya hanyalah awal dari orang orang jahat yang memiliki ilmu Kanuragan tinggi yang akan kamu hadapi, katakan padaku
, saya dengan senang hati akan membantu kamu anak muda”
“seperti yang Bapak tau, banyak sekali korban 99Anarchi di Bali ini, saya ingin anda membuat yayasan yg bisa meringankan beban para korban”
“Tapi itu butuh dana besar, nak, dana pemerintah tidak akan cukup”
“tentunya sudah saya pikirkan Pak, saya akan memberikan modal awal, setelah itu bapak harus bisa menggugah perusahaan perusahaan yang ada di Bali ini untuk ikut berpartisipasi, tujuan akhirnya bukanlah Korba 99Anarchi saja tapi masyarakat Bali seluruhnya”
“baik, saya akan membantu kamu nak, siapa namamu”
“Saya dipanggil Berata Pak Gubernur, tapi saya ingin saya tetap tidak terekspos, karena masih ada yang harus saya kerjakan dan saya perlu ruang gerak untuk itu.
“Baiklah, untuk memudahkan mu, aku mau mengangkat kamu sebagai ajudan pribadiku, sebagai Gubernur aku berhak memilih ajudan dari mana dan siapa saja”
“Bukankah itu terlalu cepat pak gubernur, dan saya juga tidak mau terikat dengan waktu,. Belum lagi saya ingin meneruskan kuliah saya”
“tenang saja, saya tidak akan membebani mu dengan pekerjaan, kamu hanya perlu menemani saya disaat saat tertentu saja”
“kalau begitu, datanglah esok pagi ke kantorku, aku akan menitipkan pesan kepada ajudanku yang lainnya”
“baik Pak Gubernur, saya mohon pamit”
Baru Berata akan keluar dari pintu, dia ditahan oleh Pak gubernur,. “Kamu lewat sini saja, lalu menarik sebuah buku di rak, ternyata itu adalah pintu rahasia di ruang kerjanya Pak Gubernur, keluarlah dari sini, ujungnya ada 1 km dari sini di dekat Lapangan bola m berhati hatilah kamu Berata”
“Baik”, lalu Berata keluar lewat pintu rahasia.
__ADS_1