Berata, Pendekar Tak Tertandingi

Berata, Pendekar Tak Tertandingi
Bab 16. Membangun Sekolah


__ADS_3

Berata ingin segera merealisasikan cita citanya mendirikan sekolah dan Panti asuhan, jadi dia meminta Quinton untuk segera membebaskan tanah perbukitan di Kampung Halamannya , Desa Alas angker.


"Quinton, kamu pergi ke kampung halamanku, kamu ketemu dengan Ibuku dan temanku yang bertanggung jawab disana, kamu harus bisa mendapatkan semua tanah perbukitan disana"


"Baik Tuan Berata, aku akan segera merealisasikan rencana Anda"


"Jgn lupa aku ingin semua bangunan di bangun dengan konsep ramah lingkungan dan berorientasi dengan Alam, bagian yg dibangun hanya boleh bagian pinggir, bagian hutannya haruslah tetap asri"


"Baik Tuan"


"Satu lagi, aku ingin kamu membuat perusahaan keamanan Cyber, aku punya orang yang mampu menjalankan perusahaan ini "


"Quinton, aku ingin kamu menjaga hubungan baik dengan pemerintah daerah, jadikan ini bagian program CSR . PT. Inti Nusantara Sakti"


"siap Tuan Berata"


Berata menutup telpon dan ingin beristirahat dr. Sarah menelpon..


"Hai Tuan penyelamat . Segeralah keluar, aku mau traktir kamu"


Berata melihat' keluar, dan ternyata dr. Sarah sudah ada didepan rumahnya


Berata keluar.. tiba tiba Sarah melompat kepelukan Berata..


"Ah eh... Kenapa ini"


"Terimakasih Berata, berkat bantuanmu kami terlepas dari masalah dengan Andre" sambil mencium pipi Berata


"Sarah.. lepaskan kamu mencium aku.."Berata jengah


"Ups.. maafkan . Aku terlalu bahagia.. jangan masukkan ke hati"


"Kamu itu ya .. kalo dilihat orang nanti orang bisa berpikiran lain"


"Hahah . Santai kali bos.. Yuk aku traktir makan siang"


"Baiklah.. aku ganti baju dulu"


Berata masuk ruang tamu, Damar mengacungkan 2 jempolnya kepada Berata "bos emang hebat, pacarnya Banyak"


"Gundul mu... "Hampir saja dia melempar Damar remote tv yg ada didepannya"


"Bukan pacar?? Kalo bukan kenalin aku, aku siap mengawalnya" samar bercanda


" Sudah jgn banyak tanya, mana jam yang aku minta" kesal dikerjain Damar


'ini bos jamnya"


"Damar, telpon nomer ini, kamu berkoordinasi dengan nya tentang perusahaan Keamanan cyber yang aku minta"


"Bak Berata, aku akan melakukan yang terbaik"


Berata pergi makan siang dengan dr.Sarah di sebuah cafe asri


"Berata. Siapa kamu sebenarnya? Bagaimana kamu bisa membantu masalah aku??


"Temanku baik hati, lagipula tujuan perusahaan Papamu baik, sekarang kamu udah jadi direktur BIH, Kamu bisa membantu penelitian ayahmu, aku harap itu bisa berhasil sehingga bisa membantumu banyak penduduk negeri ini"


"Kamu luar biasa, aku baru pertama kali bertemu dengan pemuda seperti kamu Berata, gak salah aku pakai kamu sebagai paca sewaan, hahaha"


"Bisa saja kamu, aku hanya membantu, aku ini korban kejahilanmu"


Mereka berdua sedang asik ngobrol tiba tiba 4 mobil berhenti , turun sekitar 30an orang, salah satunya adalah dr. Andre


"Aku cari kemana mana tidak taunya aku bisa menemukan kalian disini" katanya dengan tangan kanan yg diperban


Berata tersenyum "ternyata ada yang belum sadar juga"


"Andre, apa mau kamu??, Aku sekarang bukan lagi orang yg bisa kamu intimidasi.. kamu bukan direktur BIH, sekarang aku yg menentukan nasib Sari Husada"


"Kamu kira dirimu sudah menang, aku akan menghancurkannya kamu dan perusahaan ayahmu, dan aku juga akan membunuh bocah tengik ini"


"Biasanya orang yg banyak omong gak ada isinya seperti kata pepatah, tong kosong nyaring bunyinya" kata Berata


"Kali ini kamu akan mati .. serang" Andre mengkomando orang yg dibawanya

__ADS_1


Sontak semua pengunjung lari berhamburan takut dengan orang-orang yang membawa tongkat dan parang


"Berata... "Jerit Sarah


"Kamu tenang saja . Aku tak akan kalah dengan mereka, maju semuanya" pekik Berata


Kali ini karena siang hari, untuk menghindari kecurigaan orang Berata, bergerak perlahan saja tidak secepat Bayangan.


1 per 1 penyerang dapat dilumpuhkan.. 10 menit berlalu, cafe jadi berantakan. Sekarang tinggal Andre yang berdiri Berata maju kearah Andre


"Apa yg kamu lakukan.. jgn kemari" teriak Andre ketakutan


"Bagaimana kamu ingin mati katakan padaku" Berata berada di depan Andre


"Berhenti, hentikan perkelahian" petugas kepolisian masuk areal Cafe


Kemudian Polisi menggiring Berata menjauh dari Andre kemudian memborgol Berata


"Kenapa saya ditangkap? Apa salah saya" kata Berata


"Anda telah melakukan perkelahian dan merusak property milik perusahaan"


"Tapi saya membela diri.. mereka yg terlebih dahulu menyerang"


"Kamu bisa mengatakannya di kantor"


"Lepaskan anak muda itu dia memang membela diri.. catat saja alamat ya kalo lari kita tangkap sekalian


"Kapten Sagara, ternyata anda, anda dari tadi ada ditempat ini ? Kata polisi


" Iya , anak ini memang benar , dia murni membela diri"


"Baik Kapten Sagara, kami akan melaksanakan perintah anda"


kemudian petugas kepolisian melepas borgol Berata, Sarah menghampiri Berata dan memeluk Berata


"kamu gak apa apa Berata??" kuatir sambil memeriksa tangan dan wajah Berata


"bajingan kecil seperti itu tak akan bisa menyentuh aku Sarah"


kemudian kapten Sagara memanggil Berata dan sarah


"Kamu hebat, baru kali ini aku menemukan orang yang mampu menandingi 20 orang sendiri, siapa namamu?"


"Nama saya Berata pak, saya dari Buleleng baru sekitar 6 bulan di Denpasar"


"Silat kamu hebat, siapa gurumu"


"Guru saya kakek saya sendiri Pak Polisi"


"Panggil Aku Sagara" sambil menyerahkan kartu nama kepada Berata


"Suatu saat aku ingin berlatih tanding denganmu, aku lihat kamu sengaja menyimpan kemampuanmu"


"Pak Sagara, saya cuman baru belajar untuk membela diri saja, yang lainnya tidak"


"Bagus bagus, kamu anak muda yang baik, dengan kemampuan hebat' kamu tetap rendah hati"


"Jangan lupa, telpon aku, jaga pacarmu baik baik" sambil menunjuk kepada Sarah lalu pergi meninggalkan Berata dan sarah


"Anda salah sangka pak Sagara" Berata tersenyum kecut.. tapi wajah Sarah merona


"Mukamu kenapa Sarah, kamu sakit kah atau kamu masih ketakutan dengan kejadian tadi"


"Ngak.. ngak.. cuman seneng liat kamu gak apa apa.."


kemudian pemilik Cafe terlihat merenungi cafenya yang hancur kerugiannya sekitar 10 juta.. terlihat kebingungan


Berata memanggil Pemilik Cafe untuk mendekat


"mbak tolong dihitung kerugian Cafe ini, saya akan membayarnya"


"benarkah adik mau menggantinya??"


"iya mbak . saya ganti . walau saya diserang harusnya saya tidak melempar mereka ke meja meja"

__ADS_1


"baiklah.. kerusakan meja dan peralatan sekitar 20 jt"


"baik saya ganti mbak... mbak ... mbak tidak ingin mencari investor untuk cafe ini?"


"saya sudah mencari partner kerja tapi belum bisa menemukannya"


"kalo begitu bagaimana kalo saya menjadi Partner mbak?"


"kamu serius adik??"


"saya serius mbak,. saya mau investasi untuk cafe ini .. saya melihat lokasinya strategis, makanannya enak tapi tampilannya masih harus diperbaiki.."


"memang benar adik... saya sudah habis modal 100 jt untuk mendirikan Cafe ini, saya hanya berharap menemukan investor untuk mengembangkannya"


"baiklah, bawa kartu ini" menyerahkan ATM Berwarna hitam, "dikartu ini ada uang 100 juta, bisa dijadikan modal awal untuk perbaikan, nanti aku minta temanku untuk datang kesini, kalau kurang mbak bisa berdiskusi dengannya"


"wah saya beruntung sekali bertemu adik" lalu menyerahkan sebuah kartu nama, "panggil saya Maya, nama asik Berata kan.. adik dan mbak bisa jadi pemilik cafe ini"


"saya mungkin tidak bisa ikut operasionalnya, semua saya serahkan sama mbak, saja harap investasi ini bisa berhasil"


"baiklah terimakasih adik" lalu pergi meninggalkan Berata


Sarah yg tadi terbengong-bengong melihat berata langsung nyerocos


"hei anak muda... kamu begitu mudahnya percaya sama orang.. investasi 100 juta, kamu gak mikir bakal ditipu???" marah dan sengit


"hahah.. Sarah Sarah . terimakasih atas kepedulian kamu, tapi aku tidak pernah salah membaca perilaku orang.. aku yakin mbak ini orang baik.. kasi aku membantunya . sama seperti aku membantu kamu hahah"


"KK kamu... ah dasar keras kepala"


"aku ingin mendirikan usaha tapi tidak tau caranya memulai, aku yakin dari sini aku bisa memulai jadi orang sukses" kata Berata


"kamu terlalu gegabah Berata, trus uang 100 juta itu kamu dapat dari mana"


"temanku Quinton yang memberikannya kepadaku karena aku menyarankan dia membeli Adama Corp dan mengakuisisi Sari husada perusahaan papamu, kata dia investasi yang bagus"


"aku tidak percaya.. mulutmu terlalu manis Berata".. belum selesai Sarah bicara masuk sebuah panggilan di Hp Berata


"Quinton, aku investasi di cafe tempat kita ketemu dulu, kamu datanglah. ketemu dengan Mbak Maya, urus dengan dia prosedur nya, ingat pembagian nya 50/50" langsung menutup telpon


Sarah bengong "kamu bilang Quinton temanmu?? tapi kenapa kamu berbicara seperti bosnya Quinton"?


"mana mungkin aku bosnya Quinton.. pakaianku saya jadul... motor juga jadul hahah"


"ah.. kamu tambah misterius saja.. yg aku tau Quinton saat bertemu denganku tampak sangat berwibawa dan mendominasi, tapi berbicara dengan mu seperti menjadi anak kecil yg takut bapaknya"


"Ah sudahlah.. jangan dipikir, sarah, aku mau memberikan kamu hadiah, jangan lihat nilainya ya.. pakailah kalo kamu suka.


"ini untuk??"


"merayakan keberhasilan mu menjadi ibu direktur" kata Berata sambil tersenyum


"harus aku pakai??" merajuk


"harus, jam ini sudah aku modifikasi, kalo kamu butuh bantuan. kamu tinggal pencet tombol ini, aku akan tau kamu sedang ada dimana"


"Wah terimakasih Berata aku akan pakai,. Karena kamu yg memberikan nya. " Menerima jam Berata dan langsung memakainya


"Baiklah kalau begitu.. kita pulang ya.. kapan kapan aku mau man Ke BIH.. melihat Bu Direktur Cantik" tersenyum


"Dasar... Lelaki gombal" tapi wajahnya merona di goda Berata


 


Sesampainya di Rumah, Berata di sambut Dengan panggilan Damar.


"Wow . Kamu hebat sekali... 20 orang bisa dikalahkan dengan mudah"


"Bagaimana kamu tau?? Tanya Berata


"Videomu lagi viral bos"


"Ini bahaya.. blm waktunya aku harus membuka diri.. aku masih belum siap menghadapi pamanku "


"Damar .. aku ingin kamu menghapus semua videoku.. kalau sudah terlanjur di download, buat supaya mereka tidak bisa menontonnya"

__ADS_1


"Masalah kecil bos, asal ponsel mereka terhubung dengan Internet, pasti bisa aku hapus"


Baiklah.. aku mau istirahat sebentar, nanti sore aku harus menjemput Anindya"


__ADS_2