
Berata dan Anindya masih asik menikmati minuman mereka sambil mendengarkan alunan DJ. Kemudian datang Helena menghampiri mereka, “Maaf tuan dan nona, saya menyampaikan pesan dari pemilik Bar ini, tuan dan nona harus pindah kemeja yang lain, Meja ini akan di gunakan oleh tuan Rene”
“Maaf sebelumnya, kami lebih dahulu disini”, kata Anindya
“Maafkan kami, Tuan Rene pengunjung tetap Bar ini, kami kira beliau tidak datang jadi kami mengijinkan anda berdua duduk disini”, kata Helena
Kemudian datang pemilik Bar yang ternyata seorang wanita setengah baya yang masih tampak elegan, “Tuan dan nona, maafkan kami, harus menggangu anda berdua, kami mohon bantuan anda untuk bersedia pindah meja, untuk penggantinya, seluruh minuman yang anda minum hari ini gratis, mohon maafkan kami, silahkan ikuti kami”,
Karena pemilik meminta dengan sopan, akan Anindya bersedia untuk pindah meja, Helena mengantarkan mereka, sedangkan pemilik mengawasi waiters yang lainnya membersihkan meja.
“Helena, siapakah Tuan Rene ini??” kata Anindya
Tuan Rene adalah kepala departemen pajak di kota kami, jika kami tidak melayaninya dengan baik, dia akan membuat masalah dengan tempat kami, oleh sebab itu kami selalu berusaha agas dia tidak marah, lagipula tempramennya sangat buruk, dia suka marah dan bertindak kasar dengan orang orang, karena kakaknya adalah walikota kami”
“ooohh, ternyata dimana mana sama, saat orang memegang kekuasaan dia akan bertindak sewenang – wenang dengan orang lain”, kata Anindya
“sssst, pelankan suara anda Nona, dia banyak mempunyai anak buah disini”, kata Helena ketakutan
“Tenanglah, kami tak akan membuat keributan di temoat ini, kami hanya ingin menikmati dan menghabiskan malam dengan tenang”, kata Anindya
Helena meninggalkan meja Berata, beberapa saat kemudian Helena dan pemilik Bar datang ke meja Berata.
“Selamat datang di Bar kami, saya Cyntia pemilik tempat ini, tempat ini adalah peninggalan suami saya, tadi Helena sudah menceritakan sedikit tentang kalian berdua, mohonmaaf atas ketidak nyamanan ini, tapi terpaksa kami lakukakan, saya hanya mencoba untuk bertahan”
“Oh, kami mengerti, anda tidak usah kuatir, tempat ini juga bagus, kami bisa melihat semua pengunjung disini”, kata Anindya
“Silahkan melanjutkan, apapun yang anda pesan, kami memberikannya gratis untuk anda, ini sebagi tanda permintaan maaf dari kami”, katanya sopan lalu undur diri
“Sayang”, kata berata memeluk Anindya dan berbisik
“Sepertinya aku mencium bau yang familier di ruangan ini, walau sedikit tapi sepertinya ada”
“maksud kakak??”
“Tadi waktu kakak mencium bau barang bukti itu, kakak mencium bau harum yang khas yang ada di kedua barang bukti”
“ohh... itu maksudnya, menurut kakak apa atau siapa??”
“Kakak belum bisa memastikan, tapi kakak yakin kita datang di tempat yang benar”
“Baiklah kita disini saja dahulu”, kata Anindya
Tak lama berselangpintu bar di buka dengan lebar, masuk 2 orang bodyguard berbadan besar, kemudian diikuti seorang lelaki tambun yang menggandeng seorang gadis muda yang cantik, di belakangnya juga ada2 orang bodyguard, tampak Cindy menyambut lelaki itu dan mengarahkan ke tempat dudukAnindya dan Berata tadi.
Berata mengerti ternyata yang datang adalah Tuan Rene yang di maksudkan Cindy dan Helena. Sebelum duduk, Rene sempat menoleh kepada Anindya dan Berata, sekilas dan tersenyum lalu duduk di meja VIP
Para pelayan kemudian dengan segera menghidangkan minuman kepada Tuan Rene, terdengar suara tertawa terbahak – bahak dari meja tersebut. Kemudian datang pula beberapa orang dalam bar kemudian bergabung dengan meje tuan Rene.
30 menit berjalan, suasana masih berlangsung baik, bahkan Berata sudah menguping semua pembicaraan mereka dari jarak 20 meter, ternyata mereka semua adalah bandit narkoba yang sedang membagi wilayah , dan sedang bernegosiasi.
__ADS_1
Tiba tiba terdengar teriakan, “Kurang ajar , kamu mengotori celanaku, perempuan bang__t , lalu terlihat helena terjengkang di tampar anak buah Tuan rene. Ternyata saat menuangkan minuman, saking takutnya, tangan Helena bergetar dan minumannya jatuh di celana anak buah tuan rene”
“Ampuni saya tuan, ampuni saya, saya tidak sengaja”, tangis Helena
Anindya ingin langsung melompat, tapi di tahan Berata. Lalu Cindy berlarian menuju ke tempat Helena jatuh, dan memeluk Helena, bersamaan dengan itu Anak buah tuan Rene menyiramkan Campagne ke arah Cindy dan Helena. Anindya semakin Geram.
“Sabar Sayang, Kakak akan bertindak kalau mereka dalam keadaan bahaya”, kata Berata
“Maafkan anak ini Tuan Rene, maafkan dia, dia tidak sengaja”, kata Cindy
“Enak saja, kamu kira bisa minta maaf dengan mudah, tidak bisa, kamu tau berapa harga setelah ini, gajimu 1 tahun tak akan bisa membelinya, setelan ini harganya 10.000 euro tau”, katanya dengan marah
“Maafkan saya tuan, saya tidak sengaja, ampuni saya”, kata Helena
“Tuan, maafkan anak ini, ini kesalahan saya juga karena menempatkan anak yang tidak berpengalaman ini untuk melayani anda, sebagai gantinya aku akan menggantiakan dia untuk menerima hukuman dari anda tuan”, kata Cindy
“Teralu mudah untuk minta maaf”, kata orang itu lalu melemparkan ember berisi es batu ke arah Cindy dan Helena, mereka langsung kedinginan dan basah kuyup.
Melihat baju Cindy dan Helena basah kuyup, mata lelaki disana langsung melebar melihat keseksian Cindy dan Helena, Bahkan nak buah tuan Rene jakunnya sampai naik turun.
“Begini saja”, kata Tuan Rene, aku yakin anak buahku akan setuju, kami akan mengampuni kalian jika kalian berdua menari didepan kami”
Tuan Rene tertawa diikuti dengan tertawaan dari semua yang duduk di meja Tuan Rene.
Cindy dan Helena tetap diam
Cindy dan Helena tetap menggelengkan kepala mereka, mereka tidak mau menari . Tuan Rene geram, lalu melemparkan botol campagne ke arah Cindy dan Helena, tepat 1 sebelum botol itu mengenai Cindy, Berata melemparkan botol bir yang dia minum , dan mengenai botol Campagne yang di lemparlkan Tuan Rene
Tuan Rene dan semua yang ada disana terkejut, di berdiri, “ siapa yang berani menghalangiku”, katanya dengan geram
“Aku”, kata Berata kemudian bersama Anindya maju melangkah ke arah meja Tuan Rene, Anindya kemudian menuju Cindy dan Helena, mengajaknya agak sedikit menjauh
“hohoho, ada pahlawan ceritanya, kamu beraninya menghalangiku, apakah kamu tidak tau siapa tuan kami??” kata pengawak Tuan Rene
“Aku baru disini, bagaimana aku bisa tau kalian semua”, kata Berata dengan acuh
“Punya nyali juga kamu ya”, kemudian Pengawal itu mau memukul Berata
“Tahan, kata Tuan Rene, lalu berdiri mendekati Berata, “dari tadi aku memperhatikan kamu, sepertinya kamu turis yang datang kemari, jadi wajar tidak tau siapa kami, dan bertindak sok pahlawan, saranku, dari pada kamu kehilangan nyawa, lebih baik kamu menukarkan nyawamu dengan wanita cantik yang bersamamu”, Kata Tuan Rene
“Dia adalah istriku, dan orang yang menghina istriku tak ada yang selamat”, kata berata
Hahaha, Tuan Rene tertawa terpingkal – pingkal memegang perutnya diikuti anak buah dan temannya, lalu dia mengambil Pistol dan menodongkan nya ke kepala Berata, “Apakah nyalimu masih ada jika berhadapan dengan pistolku”", kata Tuan rene masih sambil tertawa
Semua terkesiap saat Tuan Rene menodongkan pistol Berata, termasuk Helena dan Cindy, hanya satu yang masibh tersenyum, Anindya.
“Nona, kenapa kamu malah tersenyu, kamu tidak takut kalau suamimu mati ditembak ??” kata Cindy
“Suamiku mati, bukan.. yang mati adalah mereka” Kata Anindya tersenyum ke Cindy dan Helena
__ADS_1
“Sebaiknya anda menurunkan pistol anda tuan, karena orang belum dewasa dilarang bermain senjata api”, kata Berata
Tawa Tuan Rene dan yang lainnya langsung berhenti, kemudian semua orang mencabut pistolnya dan menodong Berata,” kamu terlalu kurang ajar kepada bos kami “, kata anak buah Tuan Rene
“Kamu membuat kesabaranku habis, kamu akan mati, aku akan menikmati istrimu sampai istrimu memohon untuk ma..” Belum habis kata kata Tuan Rene Berata bergerak secepat kilat untuk memukul mulut tuan rene, Tuan Rene terlempar, anak buahnya belum sempat bereaksi Berata sudah memukul satu persatu dari mereka, karena bertarungan jarak dekat, maka tidak ada satu orang pun yang menembak, 15 orang pengawal dan teman Tuan rene tumbang mengerang kesakitan di lantai Bar.
Suasana jadi sepi, musik DJ yang sudah berhenti sejak kejadian menambah suasana sepi di Bar, hanya terikan kesakitan yang menghiasi ruangan..
Berata mendekati Tuan Rene, tuan rene ketakutan, 12 gigi depannya tanggal semua, dia menjerit kesakitan dan ketakutan, “jangan dekati aku, pergi pergi”
“Mana omong besarmy tadi tuan???, aku rasa kamu sekarang tak mampu lagi, jadi aku akan menghukummu, kamu sudah terlalu lama membuat onar, aku berharap kamu bisa tetap hidup untuk mengenang ku”, kata Berata lalu dia menginjak ******** Tuan Rene sampai Tuan rene kesakitan dan pingsan.
Berata lalu mendekati Anindya, “tak ada yang boleh menghina dan merendahkan kamu sayang”, kata Berata.
Cindy dan Helena saling berpandangan melihat pasangan muda ini.
“Tuan, saya kira masalah tidak akan selesai sampai disini, saya yakin anak buah mereka akan datang dan menghancurkan tempat ini”, Kata Cindy
“Jadi kamu tidak berterimakasih kami telah membantumu??, kata Berata
‘Bukan seperti itu, kami sangat berterimakasih, kami tidak tau bagaimana nasib kami jika tidak ada anda berdua, kami Cuma bingung kemana kami harus berlindung, kota ini dalam penguasaan mereka, kami pasti akan mati cepat atau lambat”, kata Cindy
“Kalau masalah itu tenanglah, aku akan mengurusnya, kalian tenang saja”, kata Berata
Lalu tiba tiba polisi masuk ke area bar menodongkan senjata lagi kepada Berata.
“Ah, senjata lagi, sungguh membosankan.. kalian ini kan polisi, kenapa malah menodongkan senjata kepada kami??”, Kata Berata
“Kami mendapatkan laporan bahwa kalian memulai keributan di tempat ini”, kata polisi
“Kami memulai??, aku rasa kalian menerima informasi yang salah”, kata Berata
“Turunkan senjata kalian”, sebuah suara keras menggema di Bar
“Kapten Armand”, kata pemimpin pasukan polisi
“Turunkan senjata kalian, ini perintah” kata kapten Armand
Dengan berat hati mereka akhirnya menurukan senjata mereka. “Kalian panggil ambulan, urus semua korban disini,” Kata Kapten Armand
“Kapten Armand, bagaimana anda tau kami disini’, kata Berata
“Kalian Menyelinap keluar dari Losmen tuan Albert, tuan albert menelpon ku, dia kuatir keselamatan kalian.
“Tuan Albert mengawatirkan keselamatan kami”, kata Anindya
“Ya, dia menelpon aku karena dia tau kalian melompat dari jendela”
Berata dan Anindya Tersenyum merasa tak bersalah yang membuah Kapten Armand kesal.
__ADS_1