Berata, Pendekar Tak Tertandingi

Berata, Pendekar Tak Tertandingi
Bab 30. Kejutan


__ADS_3

Jam 4 sore, Maharani datang kerumah Anindya untuk mengajaknya pergi ke salon bersama Anindita dan ibunya juga. Tentunya mereka terkejut tapi mengingat berata adalah ajudan Pak gubernur, maka mereka ikut saja.


Persiapan ulang tahun sudah 100%, para pegawai cafe menggunakan seragam hitam putih dengan rompi batik, tak ketinggalan seluruh karyawan menggunakan topeng kucing di mata karena kucing adalah binatang kesayangan Anindya.


18:30 teman teman Anindya dan Anindita sudah mulai berdatangan.. Mereka sangat takjub dengan dekorasi yang terlihat mewah dan elegan.


Pk.19:00 Anindya dan Anindita bersama Ibunya dan Maharani tiba di lokasi , dengan gaun berwarna Peach dan disambut dengan alunan syahdu Band dan sapaan MC.


Tak berapa lama, Pak Gubernur datang dan diarahkan duduk di meja yang sama dengan Anindya dan keluarga. tentunya mereka terkejut dengan tamu istimewa buang hadir.


Anindita dan Anindya Minggle ke arah teman teman nya, Anindita terlihat sangat bahagia, lain halnya dengan Anindya, pandangannya menyapu sekeliling mencari sosok Berata, tapi tak menemukan nya


Dr. Sarah pun tiba. Dia bingung melihat 2 anak kembar yang mengenakan baju yang sama yg dipastikan adalah yg empunya pesta. Dia memperhatikan keduanya, yang mana ceweknya Berata, satunya ceria, satunya seperti sedang banyak pikiran seperti menunggu seseorang


Lalu Maya mendekati MC untuk meminta acara segera di mulai. MC mendekati Anindya dan Anindita menyampaikan hal tersebut, Anindya tentunya menolak tapi ibunya memaksa karena tidak mungkin menunggu Berata hadir karena Pak Gubernur sudah hadir dari tadi.


Tak bisa menolak akhirnya acara segera di mulai, dan dimulailah acara demi acara, tampak Anindita sangat bahagia, terbalik dengan Anindya yang lebih murung dan senyum yang dipaksakan


Sampai tiba pada acara potong kue, para pegawai Cafe naik membawa sebuah kue yang besar dan indah, pada saat pemotongan kue, MC meminta Anindya dan Anindya memberikan kue pertama kepada Ibunya, kue yang kedua adalah kepada teman cowok yang paling dekat.


Anindita segera memberikan kue pada pacarnya. Tinggal Anindya yang berdiri tak bergerak, semua hening, menunggu siapa yang akan mendapatkan kue Anindya , setelah sekian lama tak terasa air mata Anindya menetes


Lalu sebuah suara didengar Anindya “Jangan menangis Anindya Sayang, aku tak pernah jauh darimu, aku selalu ada bersamamu”


Suara itu datang dari pegawai cafe yang berdiri didekatnya. Dari tadi pegawai cafe itulah yang melayani Meja keluarga Anindya dan Pak Gubernur.


Anindya berbalik, kemudian memandangnya , lalu berjalan kearah nya dan membuka topeng Kucing penutup matanya “Kak Berata, Anindya lalu memeluknya, sambil menangis, tangisan kesal bercampur bahagia


Kemudian kembang api menyala di angkasa, terlihat sungguh meriah, dan artia menyanyi kan lagu Jambrud berjudul selamat ulang tahun.


Suasana yang tadinya haru, berubah jadi bahagia, semua tak menyangka orang yg melayani mereka tadi adalah Berata , termasuk Pak Gubernur pun terkecoh


Setelah turun dari panggung Berata melepas rompi dan duduk bersama di meja keluarga untuk menikmati makan malam.


“Terimakasih Berata, sudah membuat acara ulang tahun ini buat Anindya dan Anindita” kata Bu Agung


“terimakasih juga Bu, Berata diberi kesempatan untuk membuat acara ini, mohon maaf tadi sengaja Berata menyamar, untuk memberikan kejutan acara” sambil menoleh Anindya


“Jangan ulangi lagi kak” kata Anindya sewot di sambut tawa semua yg ada di meja


Saat mereka makan , dr. Sarah datang menghampiri meja Keluarga membawa buklet bunga dan diserahkan kepada Anindya


“Selamat Ulang Tahun Anindya, kamu pantas jadi Gadis nya Berata, sambil memeluk Anindya”


“Kenalkan ini dr. Sarah, Direktur Bali Internasional Hospital kepada Pak Gubernur, dr.Sarah ini Kakaknya Anindya dan ibu”


“Wah saya tidak menyangka kalau Direktur BIH masih sangat muda” kata pak gubernur


“Saya juga tidak menyangka ternyata, tetangga saya ajudan Pak Gubernur” katanya tersenyum menyalami Pak Gubernur.


“mohon maaf, saya tidak bisa lama, saya harus segera kembali ke Rumah sakit, ada jadwal Operasi”


Lalu mohon ijin pamit. Berata sedianya mau mengantar tapi, ditolak dr. Sarah.


Acara sukses luar biasa dan Berata sangat senang, Anindita sedang bersama teman – temannya lalu salah seorang temannya nyeletuk, “Ternyata pacar Adikmu Waiter di Cafe ini ya Ditha” sambil tertawa mengejek


Anindita agak tidak senang dengan perkataan temannya, “Apa salahnya Jadi Waiters, dia juga kerja sebagai Ajudan Gubernur kok”


“Ajudan apa kacung nie” temannya tertawa songong.


Lalu Karyawan Cafe yang kebetulan ada disana tampak kesal dengan tertawaan anak tersebut, mendekati cewek dan mengambil minuman yang akan di minum anak tersebut, lalu berkata


“Maaf, orang yang anda tertawai , dan anda bilang Waiter tadi adalah Pak Berata, dia Pemilik Cafe ini, anda menghina atasan saya, anda tidak diterima disini, silahkan anda meninggalkan tempat ini” katanya dengan sopan


Kumpulan ABG tersebut langsung diam, yg tadi berbicara menghina merasa malu dan langsung pergi tanpa berkata-kata


Anindita lalu mengejar karyawan tadi, “ benar Berata pemilik tempat ini?”


“Benar Mbak, Pak Berata Pemilik saham terbesar tempat ini” katanya sopan


“Wow.. ternyata kak Berata penuh dengan kejutan” kata Anindita


....


Seminggu setelah ulang tahun Anindya, akhirnya warung Nasi Ayam betutu Bu agung dibuka di kawasan RenonDenpasa, tempatnya luas, parkirnya juga luas sehingga cocok untuk acara kantoran.

__ADS_1


Saat pembukaan banyak karangan bunga termasuk dari Pak Gubernur juga sehingga Nama Nasi Ayam Betutu Bu Agung jadi terkenal dan banyak peminatnya


Sekarang Anindya dan Anindita punya kesibukan setalah pulang sekolah, mereka biasanya membantu ibunya di Restoran.


....


1 bulan kemudian


Saat Berata sedang bekerja, masuk panggilan dari Mbak Maya yang mengatakan ada preman yang datang menagih uang Keamanan. Berata langsung ijin dan pergi ke Cafe.


Sampai di Cafe sudah ada 5 orang menunggu dengan wajah sangar berbadan besar.


“Kamu pemilik Cafe ini” Kata pemimpinnya


“Benar”, katanya dengan santai


“Kami pengaman daerah ini, kami dari Ormas Pemuda”


“Oh.. pengaman daerah sini”


“Cafe mu ramai sekali, tiap bulan harus setor 10jt ke kami”


“10 juta?? Ada surat pengantar dari lurah?? Ijin usaha saya lengkap, saya bayar pajak ke pemerintah”


“ini tidak ada hubungannya dengan pajak, ini uang keamanan wilayah, kalau tidak bayar uang keamanan, cafe ini tutup” sambil menggebrak meja


Semua pengunjung terkejut dan ketakutan


“kalau saya tidak bayar??”


“Kalau kamu tidak bayar, cafe ini tidak boleh beroperasi” katanya keras


“Tidak ada yang bisa mengancam saya untuk membayar” kata Berata


Preman sangat kesal, lalu mereka membalikan meja dan menghancurkan kursi


“Kalian harus mengganti kerusakan”


“Kerusakan gundul mu, aku akan menghancurkan tempat ini” sambil berteriak


“Kurang ajar kamu” kata anak buahnya lalu menyerang Berata


Berata tak memberikan ampun, menampar kemudian mematahkan lengan tiap orang satu satu... Para preman mengasuh kesakitan...


“Kamu.... Kamu . Tunggu sampai bos saya datang” lalu menelpon pemimpin mereka


“Ayo kita pergi dari sini, kita tunggu bos datang” katanya


Lalu Berata Datang dan menginjak kaki pemimpin sampai patah...


“Siapa bilang kalian bisa datang dan pergi semudah itu” lalu menginjak 4 orang yang lain dan mematahkan kakinya


Semua pengunjung diam melihat kekejaman Berata.


“Silahkan lanjutkan, jangan kuatir saya menjamin tempat ini aman” kata Berata


Semua heran, Berata bertubuh kecil kurus, berhasil mengalahkan 5 orang dengan mudahnya


30 menit kemudian datang 10 mobil hardtop, keluar dari dalamnya kira kira 50 orang bertampang sangar


Para pengunjung yang ada langsung pergi dari Cafe dengan ketakutan


Terdengar kebisingan, dan teriakan.. “siapa pelakunya.. siapa pemilik tempat ini”


Berapa tetap duduk diam, salah seorang preman kesakitan dikakinya


“Aku Yan Botak, pemimpin disini, siapa yang berani melukai anak buahku??”


“Aku “ kata Berata menoleh pemimpin preman


Pemimpin preman langsung ketakutan, kakinya tiba tiba dingin dan kaku


“Kamu.. kamu kenapa bisa ada disini” ketakutan seperti melihat hantu


“Kamu mengenalku??” kata Berata bingung

__ADS_1


“Kamu... Kamu Berata kan”


“Ya aku Berata”


Sang pemimpin Lalu bersujud di depan Berata, “Maaf kan saya tidak kalau pemilik tempat ini kamu”


Tentunya para anak buahnya terkejut kenapa pimpinannya bersujud kepada Berata


“Kalian ayo... Hormat sama Pak Berata, kalau tidak hormat, aku akan menghajar kalian”


Anak buahnya langsung ikut bersujud


“Kamu mengenalku??”


“Saya ada di Gua ketika kamu membunuh Guru saya Kebo Selem”


Berata baru mengerti,” trus kamu mau malas dendam”


“Saya tidak berani, mohon ampuni saya.. ampuni kami”


“Trus bagaimana dengan kerusakan tempat ini??”


“saya akan menggantinya.. saya ganti”


“Baiklah kalau begitu, kerusakan meja dan kursi 100 juta.”


“100 juta???, yg rusak meja 2 kursi 4 masa 100 juta” kata preman yang kakinya patah


“Ok kalau begitu kerusakan meja dan kursi 200 juta”


“Kamu merampok kami” kata preman yg patah kakinya


“Ok kalo begitu”.. Belum Berata berkata Yan Botak langsung berteriak “200 juta saya ganti” katanya gemetaran takut berata menyebutkan jumlah yg lebih banyak


“Baiklah, kamu baik hati, untuk meja dan kursi 200 juta, untuk pelanggan ku yang lari ketakutan 100 juta, semuanya 300 juta


Yan Botak menelan ludahnya, “Baik... baik.. aku ganti”


“berata tersenyum, kemudian memanggil pegawai cafenya,”Berikan, Pak Tua baik hati ini nomer rekening perusahaan”


Yan Botak dengan gemetar mengambil HPnya lalu mentransfer 300 juta ke rekening Cafe


“Kalian boleh pergi”Kata Berata


Kemudian Yan Botak mendatangi anak buahnya dan menendang satu persatu “kalian membuatku rugi” katanya


Lalu semua orang pergi, tapi kemudian Berata memanggil Yan Botak lagi, Yan Botak sudah ketakutan sendiri


“Tenang, aku tak akan membunuhmu, aku cuman mau minta tolong... Carikan pemilik tanah kosong di sebelah cafe ku ini, aku mau menyewa nya”


“Saya tau Berata, saya akan membawa pemiliknya bertemu kamu”


“Baiklah, aku tunggu kabar baiknya.


Setelah semua pergi, Berata meminta mbak Maya duduk di dekatnya


“Mbak Maya, tolong masukkan 50 juta uang tadi ke Service bulan ini ya”


Mendengar hal tersebut, semua karyawan berteriak gembira


“Terimakasih Bos Berata”


“Kita adalah keluarga, jangan lupa siapkan diri kalian, karena tanah kosong di sebelah akan kita sewa”


“Hebat.... Semua bertepuk tangan”


“Berata.. bagaimana dengan aku?? “ kata Mbak Maya


“Maksudnya mbak Maya?”


“Maksudku,. Saat ini Modal usaha mu sudah 75%, kalau kita mengembangkan lagi tentunya keluar biaya banyak, aku tidak punya uang sebanyak itu”


“Hahah tenang Mbak Maya, semua modal dari saya, Mbak cukup mengelola tempat ini dengan bak dan pembagian tetap 40 untuk mbak, dan saya 60”


Maya tak percaya perkataan Berata “Benarkah?? “

__ADS_1


Berata mengangguk, lalu Mbak Maya memeluknya dengan erat, “Terimakasih Berata”


__ADS_2