
Dalam sekejap Berata berada di semak belukar. Setelah melihat keadaan sepi kemudian Berata kelua dari semak.
"Buka matamu Dya"
Anindya terkejut, "dimana ini .. bukankah tadi.. tadi kita berada di Nusa dua??"
"Kakak membawamu dengan ilmu Sapta Buana"
Anindya tidak percaya, "Kakak berbohong.. bagaimana mungkin kakak bisa berada disini dalam sekejap" melihat jam nya dan benar kejadian tidak lebih dari 5 menit ketika diam mulai akan di perkosa
Anindya ketakutan, kemudian dia berlari menjauhi Berata, Berata bergerak lebih cepat dia sudah berada 3 meter didepan Anindya, Anindya menoleh kebelakang Berata sudah tidak ada.. tapi kemudian dia menabrak Berata yang ada di depannya.
Berata memeluk Anindya, "lepaskan... Lepaskan Dya," Anindya ketakutan
Berata memeluk Anindya, "Tenang Dya.. tenang.. tenangkan dirimu.. kakak bukan orang jahat, kakak tidak akan menyakiti Dya."
Anindya masih tetap memberontak.. tanpa pikir panjang, Berata mencium bibir Anindya sekejap, Anindya langsung terdiam
"Nah dengan begini kamu bisa tenang Dya... , Kakak aja jelaskan semuanya" wajah Anindya memerah.
"Dari kecil kakak sudah belajar ilmu Kanuragan, ilmu ini diturunkan oleh kakek kakak yang pendekar, kalo kamu gak percaya kakak bisa meringankan tubuh Dya,. Tubuh kakak akan seringan kapas"
Anindya masih diam, "Dya kakak tidak akan pernah menyakitimu, tidak ada yg bisa menyakiti kamu, kakak janji, kakak tidak akan meninggalkan Dya"
"Kenapa kak Berata berkata seperti itu" kata Anindya
"Karena kakak sayang Dya" kata Berata Lugas
"Tapi sebelumnya??"
" Kakak sayang Dya, tapi Dya masih kecil, masih sekolah, kakak masih harus membuktikan diri kakak untuk bisa membuktikan diri kakak kepada keluargamu Dya"
Anindya memeluk Berata, "Dya gak peduli apa kata orang" sambil menagis
"Dya... Lepaskan... Malu ini jalan umum" akhirnya dengan malu melepaskan pelukannya ke Berata
"Dya kakak minta didepan ibu Dya biasa saja seperti sebelumnya, kakak takut ibu marah"
"Maksudnya?? Apa yg ibu katakan tadi??? Dya udah curiga, ibu berbicara dengan serius kepada Kakak"
"Tidak... Maksudnya ibu baik... Dya masih sekolah, masih harus mengejar cita cita, ibu takut kalau kakak mengganggu Dya"
"Tidak bisa.. Dya akan bicara sama ibu"
"Dya " kata Berata tegas.. kalo Dya sayang sama Kakak Dya jangan membuat ibu sedih"
"Baiklah kalo kakak bilang seperti itu"
Tiba tiba Anindya teringat kejadian tadi
"Kakak.. bukankah Kakak membunuh 2 orang... Bagaimana kalo Polisi menangkap kakak"
" Jangan takut . Polisi tidak akan menemukan pembunuhnya, semua saksi mata tak akan bisa mengingat kejadiannya, lagi pula mereka menyakitimu.. mereka pantas untuk mati"
Kemudian Berata mengantar Anindya Pulang, sampai di warung Bu Agung, wajah Bu Agung tidak bisa menyembunyikan kemarahannya kepada Berata
"Ibu harap setelah ini, kamu tidak pernah menggangu Anindya lagi"
"Tapi Bu.." kata Anindya
"Diam, kamu masuk" tegas sambil menunjuk Anindya
"Berata, ibu tau kamu anak yang baik, ibu tidak melarang kamu berhubungan dengan Anindya, tapi Kalau kamu benar benar menyukai Anindya, kamu harus memberikan kesempatan untuk dia meraih cita citanya, dan syaratnya kamu harus me unjukkan kepada ibu bahwa kamu itu layak dan sanggup mengurus Anindya nantinya"
Berata tak percaya dengan kata kata Bu Agung, diluar kemarahannya ternyata beliau mengijinkan dua tetap berhubungan dengan Anindya"
Berata Maju, dan meraih tangan Bu Agung, kemudian menciumnya lama, Bu Agung mengusap kepala Berata.
"Ibu.. Berata akan berusaha untuk menjadi yang terbaik untuk Anindya, Berata tidak akan menyanyikan Anindya"
"Duduk" kata Bu Agung
"Apa rencananya ke depan?"
__ADS_1
"Berata akan mencari pekerjaan , tahun depan Berata akan kuliah, karena sekarang sudah terlambat."
"Bagus, tapi itu semua tidak mudah Berata, perlu kemauan yang kuat, tenaga ekstra, tentunya uang yg tidak sedikit"
"Terimakasih Bu, Berata akan bekerja keras untuk itu"
"Terimakasih Bu, Berata mohon pamit, terimakasih atas kepercayaan nya kepada Berata"
Bu agung mengangguk, Berata lalu pergi, Anindya mengintip di balik pintu ..
"Tapi itu tidak mudah Berata, kalo kalian berjodoh maka kalian akan bertemu lagi" tersenyum misterius
Berata memacu motornya.. tubuhnya lelah, 2 kali menggunakan ilmu Sapta Buana membuat tenaganya terkuras. dengan cepat ingin sampai di kontrakan dan tidur.
Sampai didepan kontrakan ternyata sudah menunggu Dokter Sarah dengan muka cemberut, belum mematikan motor dokter Sarah sudah nyerocos
"Kamu ini ya.. tau gak 3 jam aku menunggu kamu, aku bela belain pulang lebih awal.. malah kamu baru pulang"
"Mati aku.. aku lupa janji temani Dokter Sarah"
"Maaf maaf tadi ada urusan penting... " Sambil nyengir
Dokter Sarah tetap diam
"Kalo belum telat, ijinkan Berata mandi dulu.. abis itu Berata temani sampai kak sara bosan"
Mata Dokter Sarah mendelik mendengar kata 'kak'
"Maaf kak sara, eh Sarah.. salah" kata Berata senyum
Dokter Sarah masih melotot..
"Kalo gak boleh ya aku tidur aja ya capek" katanya ke Sarah
"Apa kamu mau tidur setelah ingkar janji,. Mandi sana.. cepat 5 menit, temani aku" perintahnya galak seperti seorang kakak yg judes
'baik bos" Berata lalu berlari masuk kontrakan.
Berata keluar dari kontrakan bercelana Jeans dan kaos oblong, didepannya tampak Dokter Sarah menggunakan gaun biru seksi yang menambah aura kecantikan Dokter Sarah
"Ya ampuuunn Berata.." Dokter Sarah teriak, bajumu kok santai banget"
"Emang kemana sih.. kan aku gak tau" bwrkatay merasa tak bersalah
"Liat aku udah cantik begini, masa kamu cuman pake jeans butut"
Berata tersenyum tidak tersinggung..."tapi aku punyanya cuman ini Sarah, sambil tertawa
"Sudah sudah... Kita singgah ke butik dalam perjalanan"
Dokter Sarah men stater mobilnya "woi... Cepat masuk" katanya
Berata lalu masuk di kursi penumpang belakang
"Eh.. kok dibelakang.. kamu kira aku sopirmu "
"Hahaha. Maaf maaf.. aku gak tau"
Berata pindah ke depan disamping sopir.
"Mimpi apa aku semalam bisa pergi sama dokter galak"kata Berata bercanda
"Kamu sih . Bikin aku emosi.. kita udah telat 1 jam tau" bahasa nya seperti orang yang sudah kenal lama
"Kita kemana sih"
"Kita pergi ke acara ulang tahunnya Dokter Andre, aku malas pergi kesana, tapi kalo tidak pergi, papaku pasti akan marah, makanya aku ngajak kamu"
"Waduh bakal kena masalah nie , kalo begini, aku gak pernah pernah kondangan resmi"
"Kamu tenang saja, kamu bilang saja anak pengusaha ya"
"Apa.. Aku berbohong lagi??, Aku pulang saja kalo begitu"
__ADS_1
Tiba tiba mobil berhenti mendadak, Berata hampir kejedug
"Aduh.. pelan dikit doong"kata Berata
"Kamu tu ya... Kamu harus bantu aku.. kalo gak , sebagai tetangga aku akan membuat hidupmu menderita.. kamu gak bakal Tenang tetanggaan sama aku"
"Aduh.. kok bisa begitu... Tapi aku gak mau berbohong"
"Terserah kamu, tapi kamu harus ikut sama aku undangan, pura pura jadi pacarku"
Jedeer.." apaaa.. pura pura jadi pacar?? Tidak mau"
"Kamu bantu aku please.. aku gak akan melupakan bantuanmu"
"Kenapa harus Berata??"
"Karena kamu yang muncul saat aku berencana cari pacar bohongan"
Tanpa menunggu lebih lama mobil berjalan lagi
"Firasatku mengatakan bahwa akan banyak masalah setelah ini" gumamnya dalam hati Berata
Mobil kemudian berhenti di sebuah butik. Tangan Berata diseret masuk oleh dokter Sarah..
"Ukuran Celana?? " Kata dokter sarah
"Apa"
"Ukuran celana cepat" dokter Sarah mendelik
"29 " kata. Berata
Dokter Sarah menunjuk sebuah celana jeans berwarna biru navy, kemudian mengambil sebuah baju Kaos berwarna Putih, kemudian mengambil sebuah Jas casual berwarna senada dengan celana.
"Ini Pas . Kamu ganti baju disana " kata dokter Sarah, bajumu boleh kamu bawa atau buang saja
Berata menggelengkan kepalanya melihat kelakuan Dokter Sarah, kemudian mengganti bajunya, dan memang pilihan Dokter Sarah sangat pas
Berata keluar tempat ganti sambil menenteng baju bekas nya
"Tolong di Bungkus ya" pinta Berata ke pramuniaga
Melihat Berata keluar, Dokter Sarah terpana ."Berata" gumamnya lirih
"Kenapa bengong Sarah?"
"Gak gak.. " Dokter Sarah salah tingkah
"Pacarnya ganteng sekali mbak" celetuk kasir sehingga pipi Dokter Sarah langsung merah
Dengan canggung Dokter Sarah menyerahkan sebuah sepatu kulit hitam kepada Berata "Pakai ini, sepatumu gak cocok dengan pakaianmu, kita mau masuk hotel bintang Lima"
Akhirnya Berata memakai sepatu dan memberi kan sepatu bekasnya untuk di bungkus
"Kamu ganteng sekali Berata"kata Dokter Sarah tak sadar
"Terimakasih , aku memang ganteng kok" kata Berata tersenyum dan membuat Dokter Sarah salah tingkah
"Berapa semua nya"kata Dokter Sarah ke kasir, menghindari tatapan Berata
"Totalnya 10.700.000 mbak"
"Wah... Mahal sekali.. jangan Sarah"
"Eh diam.. jangan bikin malu.. aku yg bayar bukan kamu" dengan santai mengeluarkan ATM membayar di kasir
"Ayo cepat.. kita sudah terlambat' kata dokter Sarah
Lalu ada pramuniaga nyeletuk.. "masnya beruntung.. ceweknya cantik. Tajir lagi"
Berata memandang pramuniaga tersebut degan dingin.. ada rasa membunuh dimatanya. Pramuniaga langsung diam kemudian Spv nya datang meminta maaf kepada Berata.
"Kalo aku mau, aku bisa beli seluruh toko ini" hawa membunuh keluar dari tubuh Berata
__ADS_1